SMA Negeri Siwalima Ambon melalui Program OSIS menggelar Siwalima Leadership Youth Camp (SLYC) 2026 selama tiga hari, 1–3 Oktober 2026. Kegiatan yang berlangsung di lingkungan SMA Negeri Siwalima Ambon ini diikuti pelajar SMP/sederajat dari sejumlah daerah di Maluku.
Mengangkat tema “Young Leaders: Start Within, Grow Together, Impact the Future”, SLYC 2026 dikemas dalam berbagai kegiatan yang berfokus pada pengembangan karakter, kemampuan kepemimpinan, komunikasi, kerja sama dan pemecahan masalah.
Peserta yang hadir berasal dari Kota Ambon, Kabupaten Buru, Kabupaten Seram, dan Maluku Tengah. Mereka mengikuti berbagai materi, diskusi, aktivitas kelompok serta kegiatan pengembangan diri yang telah disiapkan panitia.
Sejak kegiatan dimulai, para peserta terlibat dalam aktivitas bersama yang mendorong mereka untuk berkomunikasi, bekerja dalam kelompok, menyampaikan pendapat, mengambil keputusan dan menyelesaikan persoalan secara bersama.
Rangkaian kegiatan juga menghadirkan sejumlah narasumber dari berbagai bidang.
Salah satunya Muhamad Iksan Kiat, B.Eng., M.Eng., M.Si., Kepala Balai Besar Pengujian Minyak dan Gas Bumi (LEMIGAS), Kementerian ESDM. Iksan yang merupakan alumni SMA Negeri Siwalima Ambon memberikan materi kepada peserta melalui sambungan Zoom.
Selain Iksan, peserta juga mendapatkan materi dari Fibra Breemer, S.Pd., M.Si., Kepala Biro Administrasi Pimpinan Provinsi Maluku; Dr. Saul R.J. Saleky, S.E., M.Si., SCL, CP-NLP, dosen Politeknik Negeri Ambon sekaligus pengurus nasional Gerakan Pramuka; serta unsur Kodim Pattimura.
Kehadiran para narasumber membuat materi dalam SLYC 2026 lebih beragam. Peserta memperoleh wawasan mengenai kepemimpinan, komunikasi, kedisiplinan, kerja sama, pengembangan diri serta tanggung jawab sebagai generasi muda.
Kegiatan SLYC 2026 dibuka secara resmi oleh Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Maluku yang diwakili Kepala Bidang SMA. Fentje Mandaku, S.Pd, M.Pd.
Kepala SMA Negeri Siwalima Ambon, La Sini La Haya, S.Pd., turut memberikan dukungan terhadap pelaksanaan kegiatan yang melibatkan pelajar lintas daerah tersebut.
Selama tiga hari, peserta tidak hanya mengikuti pemaparan materi, tetapi juga terlibat langsung dalam berbagai aktivitas kelompok. Pola kegiatan tersebut memberikan kesempatan kepada peserta untuk mempraktikkan nilai kepemimpinan secara langsung, bukan hanya memahami konsepnya.
Interaksi antarpeserta dari berbagai daerah juga menjadi bagian penting dalam SLYC 2026. Para pelajar memiliki kesempatan untuk saling mengenal, bertukar pengalaman dan membangun komunikasi dengan teman-teman sebaya dari daerah berbeda.
Melalui rangkaian kegiatan tersebut, peserta diharapkan mampu membawa pengalaman yang diperoleh selama SLYC ke lingkungan sekolah dan daerah masing-masing, terutama dalam membangun kerja sama, meningkatkan kepercayaan diri, berkomunikasi secara baik serta berani mengambil tanggung jawab.
SLYC 2026 pun menjadi tiga hari penuh aktivitas, pembelajaran dan interaksi antarpelajar—dengan satu tujuan: memberi ruang kepada generasi muda Maluku untuk belajar memimpin, bekerja bersama dan tumbuh menjadi pribadi yang lebih siap menghadapi masa depan
(Mus Ltc)