Konsolidasi politik dari akar rumput terus dibangun Partai Gerindhra di Maluku. Dari ruang-ruang kaderisasi hingga denyut kehidupan masyarakat di daerah, semangat memperkuat barisan politik disebut menjadi bagian penting dalam menghadapi agenda politik ke depan.
Anggota DPRD Kabupaten Buru, Rustam Fadly Tukuboya, SH, menegaskan Kabupaten Buru siap menjadi salah satu basis kekuatan untuk mengawal kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto sekaligus mendukung Gubernur Maluku Hendrik Lewerissa untuk melanjutkan kepemimpinannya selama dua periode.
Pernyataan tersebut disampaikan Rustam saat menghadiri Diklat Laskar Partai Gerindra yang berlangsung di Universitas Darussalam Tulehu, Maluku Tengah, sejak 29 September hingga 2 Oktober 2026.
Menurut Rustam, kekuatan partai tidak semata-mata diukur dari ramainya panggung politik, tetapi dari seberapa kuat akar partai tertanam di tengah masyarakat.
“Konsolidasi harus dimulai dari akar rumput. Kader harus hadir di tengah masyarakat, mendengar aspirasi mereka, bekerja dan memberikan manfaat. Dari sanalah kekuatan politik sesungguhnya dibangun,” tegas Rustam.
Ia mengatakan, kader Gerindra di Kabupaten Buru memiliki tanggung jawab untuk memastikan pesan-pesan perjuangan partai sampai ke masyarakat. Terlebih, menurutnya, kepemimpinan Prabowo di tingkat nasional dan Hendrik Lewerissa di Maluku harus dikawal melalui kerja politik yang terorganisir dan berkesinambungan.
Kendati demikian, Rustam menegaskan bahwa Presiden Prabowo Subianto dan Gubernur Maluku Hendrik Lewerissa saat ini tetap fokus menjalankan tugas pemerintahan dan program kerja masing-masing.
Menurutnya, pemerintahan tidak boleh kehilangan orientasi hanya karena dinamika politik mulai bergerak. Presiden Prabowo tetap berkonsentrasi pada agenda pembangunan pemerintah pusat untuk kepentingan bangsa dan negara, sementara Gubernur Hendrik Lewerissa menjalankan program-program Pemerintah Provinsi Maluku untuk kepentingan masyarakat Maluku.
“Pemerintahan tetap berjalan. Presiden Prabowo fokus bekerja untuk kepentingan bangsa dan negara. Gubernur Hendrik Lewerissa juga fokus menjalankan program Pemerintah Provinsi Maluku untuk masyarakat. Tugas kader adalah mengawal dan memperkuat kerja-kerja tersebut dari bawah,” ujar Rustam.
Ia menilai, dukungan politik yang sehat semestinya tidak mengganggu roda pemerintahan. Sebaliknya, konsolidasi kader di akar rumput harus diterjemahkan menjadi energi positif untuk memperkuat hubungan antara pemerintah, partai dan masyarakat.
Rustam juga menegaskan target politik Gerindra di Kabupaten Buru tidak berhenti pada penguatan struktur dan konsolidasi kader. Partai harus mampu meningkatkan keterwakilan politiknya di lembaga legislatif pada pemilu mendatang.
“Kita ingin kursi legislatif bertambah. Itu hanya bisa terjadi kalau seluruh kader bergerak, bekerja dan membangun kepercayaan masyarakat. Jangan hanya hadir ketika menjelang pemilu,” ujarnya.
Bagi Rustam, kaderisasi melalui Diklat Laskar Gerindra menjadi momentum penting untuk membentuk kader yang bukan hanya memahami politik, tetapi juga memiliki disiplin organisasi, loyalitas dan kemampuan membaca kebutuhan masyarakat.
Ia menilai, politik akar rumput membutuhkan kerja yang panjang. Tidak cukup dengan baliho, slogan atau pidato. Kekuatan politik harus dibangun melalui interaksi langsung dengan masyarakat dan kerja nyata di lapangan.
“Gerindra harus hadir bukan hanya sebagai partai politik, tetapi sebagai kekuatan yang dekat dengan rakyat.
Kalau akar kita kuat, batangnya kokoh dan pohonnya akan terus tumbuh,” katanya.
Diklat Laskar Partai Gerindra di Universitas Darussalam Tulehu yang berlangsung selama empat hari tersebut menjadi salah satu ruang konsolidasi dan pembekalan kader.
Forum itu sekaligus memperkuat koordinasi antarkader dalam menghadapi dinamika politik Maluku ke depan.
Rustam menambahkan, Kabupaten Buru siap mengambil bagian dalam memperkuat konsolidasi Gerindra di Maluku.
Dari Bupolo, kata dia, semangat itu akan terus dikobarkan: mengawal Prabowo, memperkuat dukungan terhadap Hendrik Lewerissa, dan memperbesar keterwakilan Gerindra di parlemen.
Sebab, bagi Gerindra Buru, pertarungan politik ke depan bukan sekadar tentang siapa yang berdiri di panggung, tetapi tentang seberapa kuat mesin partai bekerja dari desa, dusun hingga pusat-pusat kekuasaan.
Pada akhirnya, politik dan pemerintahan memiliki ruang kerja yang berbeda. Pemerintahan bekerja untuk rakyat, sementara partai membangun kekuatan politik melalui kaderisasi dan konsolidasi. Ketika keduanya berjalan dalam koridor masing-masing, kepentingan masyarakat tetap menjadi titik temu.
Akar rumput adalah tempat politik menemukan denyutnya.
Dari Buru, denyut itu kini ditegaskan: mengawal pemerintahan yang sedang bekerja, memperkuat konsolidasi partai, dan menyiapkan barisan untuk pertarungan politik di masa mendatang.