Kunjungi Polsek Air Buaya, Kapolres Andi Zulkifli Ajak Masyarakat Perkuat Kamtibmas

 

Kapolres Buru AKBP Andi Zulkifli, S.I.K., M.M., bersama Ketua Bhayangkari Cabang Buru Ny. Via Andi Zulkifli, melakukan kunjungan kerja ke Polsek Airbuaya, Kecamatan Airbuaya, Kabupaten Buru, Kamis (5/11/2026).

Kunjungan yang berlangsung pukul 10.05 hingga 13.22 WIT tersebut menjadi momentum mempererat silaturahmi antara kepolisian, pemerintah daerah, tokoh adat, tokoh agama, dan masyarakat dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas).

Kedatangan Kapolres bersama rombongan disambut secara adat oleh tokoh adat Airbuaya, dilanjutkan pemasangan atribut adat, pemberian buket bunga kepada Ketua Bhayangkari Cabang Buru, serta tarian selamat datang oleh anak-anak Dusun Waeula.

Turut hadir Wakapolres Buru Kompol Jufri Jawa, sejumlah pejabat utama Polres Buru, Kapolsek Airbuaya IPTU Tamrin Buton, Dandramil 1506-03 Airbuaya Kapten Inf. Muhammad Haris Tumenggung, Camat Airbuaya Yusri Duila, S.H., Camat Fena Leisela Abd. Haris Salasiwa, S.P., para kepala desa, tokoh adat, tokoh agama, tokoh masyarakat, serta perwakilan PT SAFI.

Dalam sambutannya, Kapolsek Airbuaya IPTU Tamrin Buton menyampaikan apresiasi atas kunjungan Kapolres Buru bersama Ketua Bhayangkari dan Wakapolres.

Ia menjelaskan, wilayah hukum Polsek Airbuaya merupakan salah satu wilayah terluas di Kabupaten Buru. Kondisi geografis dan jarak sejumlah desa menjadi tantangan tersendiri dalam pelaksanaan tugas kepolisian.

“Untuk wilayah yang jauh dan sulit dijangkau, kami selalu berkoordinasi dengan Polsek Waeapo dan Polsek Waplau apabila terjadi permasalahan,” ujarnya.

Tamrin juga mengapresiasi dukungan tokoh adat, khususnya Wakil Raja Leisela dan perangkat adat, yang selama ini turut membantu penyelesaian persoalan masyarakat, terutama sengketa lahan.

Kapolres: Polisi tidak bisa bekerja sendiri

Kapolres Buru AKBP Andi Zulkifli dalam arahannya menegaskan bahwa keberhasilan menjaga keamanan dan ketertiban tidak dapat dilepaskan dari dukungan masyarakat.

Menurutnya, program Polri, Polisi Bersama Masyarakat, merupakan upaya membangun kedekatan antara kepolisian dan masyarakat agar keamanan tumbuh dari kehidupan sehari-hari.

“Kami ingin mengajak kita semua untuk bersama-sama menjaga persatuan dan kesatuan. Di mana bumi dipijak, di situ langit dijunjung. Kita harus menghormati adat istiadat, aturan, dan kearifan lokal di mana pun kita bertugas dan berada,” ungkapnya.

Kapolres juga mengakui luasnya wilayah hukum Polsek Airbuaya, mulai dari kawasan Pegunungan Danau Rana hingga wilayah Bara, membutuhkan dukungan seluruh elemen masyarakat.

Ia menyampaikan apresiasi kepada pemerintah kecamatan, para kepala desa, tokoh adat, dan masyarakat yang selama ini turut menjaga situasi kamtibmas tetap kondusif.

“Selama dua bulan ini, kami tidak pernah mendengar informasi yang mengarah pada konflik di Kecamatan Airbuaya maupun Fena Leisela. Ini tentu berkat kerja sama dan dukungan semua pihak,” katanya.

Masyarakat soroti miras, tambang, dan fasilitas kepolisian

Dalam sesi dialog, sejumlah tokoh masyarakat menyampaikan berbagai persoalan yang membutuhkan perhatian bersama, mulai dari kondisi bangunan Polsek Airbuaya, peredaran minuman keras, aktivitas pertambangan, hingga kebutuhan sarana dan prasarana kepolisian.

Tokoh masyarakat Airbuaya, Karim Gailea, menyebut bangunan Polsek Airbuaya yang telah berdiri sejak sebelum pemekaran Kabupaten Buru kini membutuhkan perhatian serius.

Ia berharap kunjungan Kapolres dapat menjadi momentum untuk mendorong renovasi atau pembangunan gedung Polsek yang lebih layak.

Selain itu, Karim meminta kepolisian meningkatkan sosialisasi mengenai bahaya judi online serta pembinaan terhadap generasi muda. Ia juga menyoroti pentingnya kehadiran polisi wanita (Polwan) dalam menangani persoalan perempuan, khususnya kasus kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) dan pelecehan.

Menanggapi hal tersebut, Kapolres menyatakan akan menyampaikan kebutuhan pembangunan Polsek Airbuaya kepada Bupati Buru.

Ia juga menegaskan bahwa sosialisasi terkait persoalan digital telah berjalan dan akan terus diperluas hingga ke wilayah Polsek jajaran.

Kapolres minta perusahaan terbuka kepada masyarakat

Persoalan hubungan perusahaan dengan masyarakat turut menjadi perhatian dalam pertemuan tersebut.

Kepala Soa Wamnebo, Hasim Wamnebo, menyampaikan dukungan masyarakat terhadap kehadiran PT SAFI. Ia berharap operasional perusahaan dapat memberikan manfaat bagi pertumbuhan ekonomi masyarakat setempat.

Menanggapi hal itu, Kapolres mengingatkan pihak perusahaan agar menjaga kepercayaan masyarakat melalui komunikasi yang terbuka.

“Dengan sambutan masyarakat yang baik di sini, jangan sampai masyarakat dikecewakan. Kalau ada persoalan, hendaknya disampaikan secara terbuka agar tidak menimbulkan pertanyaan dan berkembang menjadi masalah,” tegasnya.

Kapolres juga menyambut baik harapan tokoh adat untuk bersilaturahmi ke Namlea dan mengunjungi kawasan Danau Rana.

Sementara itu, Kepala Soa Waili, Reis Lehalima, menyampaikan bahwa persoalan keamanan di wilayahnya selama ini relatif terkendali. Ia mengakui adanya persoalan minuman keras yang perlu mendapat perhatian bersama.

Kapolres kemudian meminta jajaran Polsek Airbuaya meningkatkan razia terhadap peredaran minuman keras, khususnya sopi, yang berpotensi memicu gangguan kamtibmas.

Pelabuhan Teluk Bara dan aktivitas tambang jadi perhatian

Kepala Desa Tanjung Karang, La Ode Jufri, S.Kep., mengungkapkan bahwa peredaran minuman keras masih menjadi persoalan di sejumlah desa di Kecamatan Airbuaya.

Ia juga menyoroti Pelabuhan Teluk Bara yang disebut menjadi salah satu jalur masuk minuman keras dan barang berbahaya menuju kawasan pertambangan.

Selain itu, aktivitas pertambangan di Desa Kampung Baru dan Tanjung Karang turut menjadi perhatian masyarakat.

Kapolres menyatakan persoalan peredaran minuman keras perlu dibahas secara khusus bersama Kapolsek Airbuaya dan para kepala desa.

Ia juga menyampaikan akan berupaya melihat langsung lokasi pertambangan apabila terdapat kesempatan.

Masyarakat harapkan penguatan pelayanan kepolisian

Dalam dialog tersebut,

Kepala Desa Wamlana, Muhaimin Luhulima, meminta agar bangunan Polsek penghubung di Kecamatan Fena Leisela dapat difungsikan sehingga memudahkan masyarakat melaporkan permasalahan, terutama pada malam hari.

Camat Airbuaya Yusri Duila, S.H., turut menyampaikan pentingnya dukungan sarana dan prasarana, khususnya kendaraan operasional, mengingat luasnya wilayah pelayanan Polsek Airbuaya.

Kapolres merespons sejumlah masukan tersebut dengan menyatakan akan menyampaikan kebutuhan kendaraan operasional kepada Kapolda Maluku serta memperhatikan usulan pengaktifan fasilitas kepolisian di Fena Leisela.

Menutup pertemuan, Kapolres menyampaikan bahwa seluruh masukan masyarakat telah dicatat dan akan ditindaklanjuti sesuai kebutuhan serta kemampuan institusi.

“Kami selalu menaruh harapan kepada masyarakat untuk bersama-sama menjaga keamanan. Setiap masukan yang disampaikan akan kami tampung dan menjadi perhatian ke depan,” tuturnya.

Kegiatan dilanjutkan dengan makan siang bersama, silaturahmi, foto bersama, serta peninjauan Mapolsek Airbuaya oleh Kapolres Buru.

Kunjungan kerja tersebut diharapkan semakin memperkuat sinergi kepolisian dengan masyarakat, sekaligus mendorong penyelesaian berbagai persoalan daerah melalui komunikasi, koordinasi, dan pendekatan yang mengedepankan kearifan lokal.

(Mus Latuconsina)

Stay Connected
16,985FansSuka
2,458PengikutMengikuti
61,453PelangganBerlangganan
Must Read
Berita Terkait

MOHON DIBACA SEBELUM MENULIS BERITA

Berikut ini beberapa hal yang perlu dipertimbangkan saat menulis Berita :

- Perhatikan hukum:

Pastikan informasi yang Anda bagikan legal dan tidak mendukung ujaran kebencian, diskriminasi, kekerasan, atau aktivitas berbahaya lainnya.

 

- Hargai privasi:

Jangan bagikan informasi pribadi tentang orang lain tanpa persetujuan mereka. Ini termasuk nama, alamat, nomor telepon, dan detail sensitif lainnya.

 

- Pertimbangkan

dampaknya: Pikirkan tentang bagaimana kata-kata Anda dapat memengaruhi orang lain. Meskipun sesuatu secara teknis legal, itu mungkin menyakitkan atau menyinggung.

 

- Verifikasi informasi:

Sebelum membagikan informasi, terutama berita atau rumor, pastikan itu berasal dari sumber yang dapat dipercaya.

 

- Bertanggung jawab: Bertanggung jawablah atas informasi yang Anda bagikan. Bersiaplah untuk menjelaskan alasan Anda dan bertanggung jawab atas segala konsekuensi yang mungkin terjadi.

Ingat, membangun komunitas daring yang aman dan saling menghormati adalah tanggung jawab semua orang. Mari kita gunakan kebebasan berekspresi kita dengan bijak!