Probolinggo, Mediaistana.com
Keterbatasan jumlah guru dan peserta didik di sejumlah Sekolah Dasar (SD) membuat Dinas Pendidikan (Disdik) Kabupaten Ciamis, Jawa Barat, datang berguru ke Kabupaten Probolinggo. Salah satu sekolah yang menjadi tujuan studi tiru adalah SDN Sukapura 3, Kecamatan Sukapura, Rabu (4/11/2026).
SDN Sukapura 3 merupakan satu dari delapan lembaga pendidikan yang menjadi percontohan pembelajaran kelas rangkap di Kabupaten Probolinggo. Program yang dikembangkan sejak 2018 melalui pendampingan INOVASI (Inovasi untuk Anak Sekolah Indonesia), kemitraan Pemerintah Indonesia-Australia itu kini telah diterapkan di 183 lembaga pendidikan.
Dalam studi tiru tersebut, rombongan Disdik Kabupaten Ciamis melakukan observasi kelas dan proses pembelajaran, dilanjutkan dengan diskusi dan tanya jawab. Dalam sesi diskusi, rombongan membahas peran dan tantangan masing-masing pihak yang terlibat, mulai dari guru, kepala sekolah, pengawas, komite sekolah, Kelompok Kerja Guru (KKG), hingga program INOVASI sebagai mitra pendukung.
Kepala Bidang Pembinaan Ketenagaan Disdik Kabupaten Ciamis, Ewo, mengapresiasi penerapan pembelajaran kelas rangkap di Kabupaten Probolinggo. Praktik tersebut memberikan gambaran dan pengalaman langsung yang dapat menjadi bahan pembelajaran bagi Kabupaten Ciamis dalam menghadapi keterbatasan jumlah guru di sekolah dasar. Saya menyampaikan apresiasi kepada jajaran Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Probolinggo yang telah memberikan kesempatan kepada rombongan Kabupaten Ciamis untuk melihat secara langsung pelaksanaan kelas rangkap di sekolah, ujarnya.
Ia mengungkapkan, sebelum mengikuti sesi diskusi, rombongan dari Kabupaten Ciamis telah melakukan peninjauan langsung ke sejumlah ruang kelas untuk melihat proses penerapan pembelajaran kelas rangkap. Alhamdulillah, rekan-rekan kami tadi sudah langsung melakukan survei ke lokasi kelas. Dari kunjungan tersebut, kami sudah mendapatkan gambaran mengenai bagaimana penerapan kelas rangkap di sekolah, jelasnya.
Ewo menjelaskan, Kabupaten Ciamis memiliki sekitar 744 sekolah dasar. Dari jumlah tersebut, terdapat sekitar 80 sekolah yang memiliki jumlah siswa kurang dari 40 orang. Kondisi tersebut menjadi salah satu pertimbangan bagi Disdik Kabupaten Ciamis untuk mempelajari penerapan kelas rangkap sebagai alternatif dalam mengoptimalkan layanan pendidikan di tengah keterbatasan jumlah siswa dan tenaga pendidik. Harapannya, melalui sharing dan diskusi bersama, kami bisa mendapatkan pengetahuan yang nantinya dapat menjadi bahan untuk pengembangan pendidikan di Kabupaten Ciamis, harapnya.
Sementara Korwil Bidang Pendidikan dan Kebudayaan Kecamatan Sukapura, Nur Habibah Umaroh, menilai praktik pembelajaran kelas rangkap yang diterapkan di Kabupaten Probolinggo sangat inspiratif dan berpeluang diterapkan di Kabupaten Ciamis, terutama pada sekolah-sekolah yang memiliki kondisi serupa. “Kunjungan studi tiru ini tidak hanya menjadi kesempatan untuk melihat praktik pelaksanaan kelas rangkap, tetapi juga menggali lebih dalam berbagai aspek yang mendukung keberhasilan penerapannya, urainya.
Ia berharap pengalaman Kabupaten Probolinggo dapat menjadi referensi bagi Kabupaten Ciamis dalam mengembangkan pembelajaran kelas rangkap sesuai dengan kebutuhan dan karakteristik masing-masing sekolah. Melalui pertukaran pengalaman ini, penerapan kelas rangkap diharapkan dapat menjadi salah satu alternatif untuk menjaga keberlangsungan layanan pembelajaran sekaligus memastikan peserta didik tetap memperoleh hak pendidikan secara optimal, tambahnya.
Kepala SDN Sukapura 3, Mujiono, menjelaskan sekolahnya berupaya memberikan layanan pendidikan secara optimal meskipun menghadapi keterbatasan jumlah peserta didik dan tenaga pendidik. Saat ini, SDN Sukapura 3 memiliki 41 peserta didik, turun dibandingkan dua tahun sebelumnya yang mencapai 45 anak. Penurunan tersebut tidak semata-mata disebabkan persaingan dengan sekolah lain, tetapi juga berkaitan dengan kondisi demografi masyarakat setempat yang memiliki jumlah anak usia sekolah relatif sedikit, ungkapnya.
Dalam kondisi tersebut, pembelajaran kelas rangkap menjadi salah satu pendekatan untuk mengoptimalkan proses belajar. Guru dituntut mampu mengelola sumber daya yang tersedia agar seluruh peserta didik tetap memperoleh layanan pendidikan sesuai kebutuhannya. Bagi kami, tentu ini merupakan suatu kehormatan bisa berbagi praktik baik tentang penyelenggaraan kelas rangkap serta menjadi semangat untuk terus belajar dan berbenah untuk menjadi lebih baik, tambahnya.
Sedangkan District Officer INOVASI Kabupaten Probolinggo, Anwar Sutranggono, menjelaskan INOVASI merupakan program kerja sama Pemerintah Australia dan Indonesia yang berfokus pada perbaikan kebijakan dan praktik pembelajaran. Program INOVASI ini merupakan kerja sama Pemerintah Australia dan Indonesia. Tujuannya untuk memperbaiki kebijakan dan praktik pembelajaran, sekaligus membantu pemerintah memastikan seluruh siswa di tingkat pendidikan dasar tanpa terkecuali mendapatkan keterampilan dasar, yaitu literasi, numerasi dan karakter, katanya.
Untuk mencapai tujuan tersebut, INOVASI mengembangkan sejumlah pendekatan, di antaranya pembelajaran kelas rangkap, pembelajaran mendalam dan penguatan pendidikan inklusif. Pengembangan kelas rangkap di Kabupaten Probolinggo berawal dari analisis permasalahan pendidikan daerah pada 2018. Pada awalnya kami tidak langsung membawa program kelas rangkap ke Kabupaten Probolinggo. Kami terlebih dahulu menggali persoalan pendidikan bersama para pemangku kepentingan. Dari analisis itulah kemudian muncul kebutuhan untuk mencari solusi yang sesuai dengan kondisi daerah, tegasnya.
Menurut Anwar, pembelajaran kelas rangkap yang sebelumnya menjadi salah satu program INOVASI kini telah diadopsi oleh kementerian. Pendampingan saat ini diarahkan pada monitoring, evaluasi serta pengumpulan bukti praktik baik untuk memastikan keberlanjutan program. Prinsip kami adalah menyelesaikan masalah lokal dengan solusi lokal. Jadi, kami tidak datang membawa program yang harus dijalankan begitu saja, tetapi menggali terlebih dahulu persoalan yang ada, kemudian bersama-sama mencari solusi yang paling sesuai, pungkasnya.