Probolinggo, Mediaistana.com
Suasana tak biasa terlihat di depan Gedung DPRD Kabupaten Probolinggo, Rabu sore (21/10/2026). Aliansi LEGAM menggelar aksi simbolik dengan mengirimkan tiga karangan bunga duka cita atas matinya fungsi pengawasan DPRD.
Dalam karangan bunga tersebut tertulis tegas: _”Turut Berduka Cita Atas Matinya Fungsi Pengawasan DPRD Kab. Probolinggo, Utamanya Perjadin Delegasi Pemkab Probolinggo ke Cina”_ dan _”Semoga Tenang Dalam Alam Kebohongan Abadi”_.
Aksi yang dikawal aparat kepolisian ini digelar sebagai bentuk kekecewaan mendalam karena DPRD dinilai membiarkan dan tidak menjalankan fungsi pengawasan terkait dugaan perjalanan dinas luar negeri delegasi Pemkab Probolinggo ke Cina yang dinilai janggal dan bermasalah.
Koordinator Aliansi LEGAM dalam keterangannya menegaskan, pihaknya sudah pernah melakukan Rapat Dengar Pendapat (RDP) dengan DPRD. Namun hingga kini tidak ada tindak lanjut konkret, bahkan dokumen yang diminta tidak pernah diberikan.
Kita melihat fungsi pengawasan DPRD itu mati. Kita sudah RDP, seharusnya ditindaklanjuti dengan Pansus. Sampai hari ini tidak ada. Dokumen yang kita minta seperti rekomendasi Kemendagri, persetujuan Kemensetneg, bahkan SP untuk pengeluaran anggaran tidak pernah ditunjukkan, ungkap perwakilan aksi.
Menurut LEGAM, ada dua kerugian besar dari perjalanan dinas tersebut. Pertama, anggaran negara terbuang sia-sia dan diduga ilegal karena prosedurnya tidak lengkap. Kedua, hasilnya nihil karena delegasi dinilai tidak sampai pada tujuan kerja yang jelas.
Anggarannya mubazir, hasilnya tidak ada. Ini bentuk pemborosan uang rakyat. Kalau DPRD diam, berarti ikut membiarkan maladministrasi, tambahnya.
Aksi yang berlangsung damai ini ditutup dengan doa bersama dan tahlil di depan gedung dewan sebagai simbol matinya nurani pengawasan wakil rakyat.
Hingga berita ini ditulis, belum ada pernyataan resmi dari pimpinan maupun anggota DPRD Kabupaten Probolinggo terkait aksi karangan bunga duka cita tersebut.