Apel Bersama Kapolres Lama dan Kapolres Baru, Pesan Tegas Mengawal Marwah Polres Buru

 

Ada yang berbeda di halaman apel Polres Buru, Selasa (15/9/2026). Seluruh personel Polres Buru mengikuti apel bersama yang mempertemukan Kapolres lama AKBP Sulastri Sukidjang, S.H., S.I.K., M.M. dengan pejabat baru Kapolres Buru AKBP Andi Zulkifli, S.I.K., M.M.

Apel yang berlangsung di lapangan apel Mapolres Buru tersebut bukan sekadar rutinitas kedinasan. Momentum itu menjadi penanda sebuah pergantian kepemimpinan sekaligus pesan bahwa estafet tugas kepolisian di Kabupaten Buru harus terus berjalan tanpa jeda.

Seluruh personel hadir mengikuti apel dengan penuh perhatian. Di tengah suasana pergantian pucuk pimpinan, pesan yang mengemuka bukan tentang siapa yang datang dan siapa yang pergi, melainkan tentang tanggung jawab yang tidak boleh ikut berganti.

Kapolres lama AKBP Sulastri Sukidjang telah melewati perjalanan pengabdian yang panjang selama dua tahun enam bulan dua puluh dua hari bersama jajaran Polres Buru. Sementara AKBP Andi Zulkifli kini menerima amanah untuk melanjutkan tugas menjaga keamanan, ketertiban, serta memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat Buru.

Dalam kesempatan tersebut, jajaran personel diingatkan agar pergantian pimpinan tidak boleh memengaruhi soliditas organisasi.

Polisi harus tetap satu barisan, satu komitmen dan satu orientasi: melayani masyarakat serta menegakkan hukum secara profesional dan berkeadilan.

Pesan lainnya, setiap anggota diminta menjaga disiplin, integritas dan loyalitas terhadap institusi.

Sebab, institusi kepolisian bukan milik seorang kapolres.

Polres Buru adalah rumah bersama seluruh anggota dan pelayan masyarakat.

Kapolres baru juga diharapkan mampu meneruskan hal-hal baik yang telah dibangun kepemimpinan sebelumnya sekaligus melakukan pembenahan terhadap berbagai hal yang masih membutuhkan perhatian.

Tantangan ke depan tidak ringan. Persoalan keamanan, penegakan hukum, konflik sosial, aktivitas pertambangan, hingga dinamika masyarakat yang semakin kritis membutuhkan kepolisian yang tidak hanya tegas, tetapi juga mampu mendengar.

Ketegasan tanpa keadilan dapat melahirkan jarak dengan masyarakat. Sebaliknya, pendekatan yang terlalu lunak terhadap pelanggaran hukum dapat meruntuhkan kewibawaan institusi.

Karena itu, hukum harus berdiri tegak di atas kepentingan siapa pun.

Kapolres baru AKBP Andi Zulkifli diharapkan membawa energi baru bagi Polres Buru.

Kepemimpinan baru bukan sekadar pergantian nama di papan jabatan, tetapi momentum untuk memperkuat profesionalisme, memperbaiki pelayanan publik dan memastikan setiap laporan masyarakat mendapatkan perhatian yang semestinya.

Di sisi lain, personel Polres Buru juga dituntut memahami bahwa kepercayaan masyarakat tidak lahir dari seragam semata.

Kepercayaan dibangun dari tindakan.

Dari bagaimana polisi menerima laporan masyarakat. Dari bagaimana polisi memperlakukan warga kecil dan warga yang memiliki pengaruh. Dari bagaimana hukum diterapkan kepada yang kuat maupun yang lemah.

Di situlah sesungguhnya wajah kepolisian diuji.

Apel bersama tersebut menjadi simbol bahwa tongkat komando telah memasuki babak baru.

Namun pesan yang jauh lebih penting adalah bahwa pengabdian kepada masyarakat Kabupaten Buru harus tetap menjadi panggilan utama.

Kapolres lama meninggalkan jejak pengabdian.

Kapolres baru datang membawa amanah.

Dan seluruh personel berdiri sebagai satu kesatuan untuk memastikan bahwa pergantian kepemimpinan tidak mengubah satu hal yang paling penting: Polri harus hadir untuk rakyat, bukan sebaliknya.

(Mus Latuconsina)

Stay Connected
16,985FansSuka
2,458PengikutMengikuti
61,453PelangganBerlangganan
Must Read
Berita Terkait

MOHON DIBACA SEBELUM MENULIS BERITA

Berikut ini beberapa hal yang perlu dipertimbangkan saat menulis Berita :

- Perhatikan hukum:

Pastikan informasi yang Anda bagikan legal dan tidak mendukung ujaran kebencian, diskriminasi, kekerasan, atau aktivitas berbahaya lainnya.

 

- Hargai privasi:

Jangan bagikan informasi pribadi tentang orang lain tanpa persetujuan mereka. Ini termasuk nama, alamat, nomor telepon, dan detail sensitif lainnya.

 

- Pertimbangkan

dampaknya: Pikirkan tentang bagaimana kata-kata Anda dapat memengaruhi orang lain. Meskipun sesuatu secara teknis legal, itu mungkin menyakitkan atau menyinggung.

 

- Verifikasi informasi:

Sebelum membagikan informasi, terutama berita atau rumor, pastikan itu berasal dari sumber yang dapat dipercaya.

 

- Bertanggung jawab: Bertanggung jawablah atas informasi yang Anda bagikan. Bersiaplah untuk menjelaskan alasan Anda dan bertanggung jawab atas segala konsekuensi yang mungkin terjadi.

Ingat, membangun komunitas daring yang aman dan saling menghormati adalah tanggung jawab semua orang. Mari kita gunakan kebebasan berekspresi kita dengan bijak!