Probolinggo, Mediaistana.com
Upacara pembaretan jadi simbol kesiapan CASN Rutan Kraksaan dan Lapas Probolinggo mengabdi sebagai insan pemasyarakatan yang profesional dan berintegritas.
Rumah Tahanan Negara Rutan Kelas IIB Kraksaan bersama Lembaga Pemasyarakatan Lapas Kelas IIB Probolinggo menggelar Pembinaan Lanjutan Fisik, Mental dan Disiplin FMD serta pembaretan bagi Calon Aparatur Sipil Negara CASN lingkungan pemasyarakatan. Kegiatan berlangsung, Sabtu (6/6/2026.
Pembinaan ini merupakan bagian dari pembentukan karakter dan peningkatan kapasitas calon petugas. Tujuannya membekali peserta agar siap menjalankan tugas dan tanggung jawab secara profesional sesuai amanat Direktorat Jenderal Pemasyarakatan.
Rangkaian kegiatan diawali upacara pembukaan yang dilanjutkan tes psikologi. Tes tersebut untuk mengukur kesiapan mental, karakter, dan kepribadian peserta sebelum bertugas sebagai petugas pemasyarakatan.
Kepala Rutan Kraksaan Galih Setiyo Nugroho menjelaskan tes psikologi menjadi tahap awal penting. Peserta mengikuti tes psikologi sebagai bagian dari upaya mengetahui kesiapan mental dan kepribadian mereka sebelum menjalankan tugas, katanya.
Setelah tes psikologi, peserta menjalani kegiatan fisik dan pembinaan kedisiplinan. Materinya meliputi long march, latihan baris-berbaris, hingga dinamika kelompok. Seluruh rangkaian dirancang untuk membentuk ketahanan fisik, memperkuat mental, dan menumbuhkan jiwa korsa.
Peserta mengikuti long march, pelatihan baris-berbaris, serta dinamika kelompok. Tujuannya membangun ketahanan fisik, kedisiplinan, kekompakan, dan jiwa korsa sebagai bekal pelaksanaan tugas, jelasnya.
Pembinaan berlanjut pada malam hari dengan suasana lebih khidmat melalui kegiatan api unggun dan perenungan. Momen ini digunakan peserta untuk refleksi diri sekaligus memperkuat komitmen mengemban amanah sebagai aparatur negara.
Menurut Galih, kegiatan perenungan memiliki makna penting. Melalui kegiatan ini, peserta memaknai arti pengabdian, tanggung jawab, serta pentingnya menjaga integritas dalam menjalankan tugas kedinasan, terangnya.
Rangkaian ditutup upacara pembaretan sebagai simbol keberhasilan peserta menyelesaikan seluruh tahapan FMD. Prosesi itu sekaligus menandai langkah awal CASN memasuki dunia pengabdian sebagai insan pemasyarakatan.
Galih berharap kegiatan ini melahirkan SDM pemasyarakatan yang profesional dan tangguh. Kami berharap kegiatan ini mencetak insan pemasyarakatan yang profesional, berintegritas, tangguh secara fisik dan mental, serta siap mengabdi terbaik bagi masyarakat, bangsa, dan negara, pungkasnya.