Probolinggo, Mediaistana.com
Palang Merah Indonesia PMI Kabupaten Probolinggo bersama program CSR PT Paiton Energy kembali menggencarkan edukasi kesehatan. Kali ini sasarannya 40 pelajar SMA Negeri 1 Dringu yang mendapat pembekalan tentang pencegahan Tuberkulosis TBC, leptospirosis, dan HIV/AIDS, Jumat (28/8/2026).
Kegiatan sosialisasi digelar di SMAN 1 Dringu dengan menghadirkan Tim Siaga Bencana Berbasis Masyarakat SIBAT Desa Dringu dan Desa Kedungdalem sebagai narasumber. Para siswa dibekali pengetahuan tentang penyakit menular, faktor risiko, serta langkah pencegahan yang bisa diterapkan di rumah dan lingkungan sekolah.

Hadir dalam kegiatan tersebut Kepala Bidang Organisasi, Informasi, Komunikasi, Pendidikan dan Pelatihan PMI Kabupaten Probolinggo Soedjono, Kepala Bidang Pelayanan Kesehatan Sosial dan Pelayanan Darah UDD PMI Kabupaten Probolinggo Ismail Pandji, serta Bendahara PMI Kabupaten Probolinggo Tanto Walono.
Soedjono mengatakan edukasi ini merupakan upaya PMI menumbuhkan kesadaran generasi muda terhadap pentingnya menjaga kesehatan. Menurutnya, pelajar harus memiliki pengetahuan yang cukup agar bisa mencegah penyakit sekaligus meluruskan informasi yang beredar di masyarakat.
Tujuan kami tidak hanya menyampaikan materi. Kami juga ingin mengenalkan nilai-nilai kemanusiaan melalui keterlibatan Tim SIBAT. PMI butuh relawan, dan bisa dimulai dari anak-anak sekolah ini, ujarnya.

Ia menekankan bahwa pola hidup sehat harus dibangun sejak usia sekolah. Faktor penyebab penyakit sangat beragam, mulai dari makanan, minuman, hingga perilaku sehari-hari. Karena itu pembiasaan hidup bersih dan sehat perlu ditanamkan sejak dini.
Dalam kesempatan itu, Soedjono juga memperkenalkan kegiatan donor darah kepada para pelajar. Ia menyebut donor darah adalah bentuk kepedulian kemanusiaan yang bisa dilakukan jika sudah memenuhi syarat kesehatan.
Manfaat donor itu banyak. Selain bisa menolong orang lain, kita juga jadi tahu golongan darah. Hasil pemeriksaan darah juga akan disampaikan secara pribadi oleh tim PMI jika ditemukan sesuatu, jelasnya.
Lebih lanjut, Soedjono berharap para pelajar tidak hanya menyimpan ilmu untuk diri sendiri. Pengetahuan yang didapat diharapkan bisa diteruskan kepada keluarga dan lingkungan sekitar agar manfaatnya lebih luas.
Keterlibatan generasi muda sangat penting untuk keberlanjutan gerakan kepalangmerahan. Pelajar bisa menjadi agen edukasi sekaligus calon relawan PMI di masa depan, tambahnya.

Ia juga menyampaikan apresiasi kepada SMAN 1 Dringu dan program CSR PT Paiton Energy yang telah mendukung penuh kegiatan tersebut. Kolaborasi antara organisasi kemanusiaan, dunia usaha, dan sekolah dinilai efektif memperluas jangkauan edukasi kesehatan.
Melalui kegiatan ini kami berharap kesadaran pelajar terhadap pencegahan penyakit menular semakin meningkat. Semangat kemanusiaan dan kepedulian terhadap sesama juga tumbuh sejak bangku sekolah, pungkasnya.