Probolinggo, Mediaistana.com
_Kami kehilangan pelindung dagangan kecil. Sukapura mendapat Kapolsek yang mau membaur. Selamat bertugas, Komandan._
Mutasi memindahkan jabatan, tetapi tidak memindahkan rasa terima kasih. Saya Didik, Ketua Paguyuban Pedagang Kaki Lima Gelora Merdeka Kraksaan, melepas Iptu Dj. Setyowadi, S.H. yang kini mengemban amanah baru sebagai Kapolsek Sukapura. Bagi kami PKL, beliau adalah polisi yang menjaga lapak, bukan menggusur.
Senin, 8 Juni 2026, kabar mutasi itu sampai ke lapak kami. Kraksaan kehilangan sosok pembina, Sukapura dan kawasan wisata Gunung Bromo mendapat anugerah. Selamat bertugas, Komandan. Jabatan boleh berpindah, tetapi doa PKL tetap menyertai setiap langkah.
Kami mengenal beliau bukan dari ruang Reskrim, melainkan dari trotoar dan pasar. Saat razia, beliau tegas kepada preman yang meminta jatah lapak. Namun saat melihat ibu-ibu berjualan gorengan, beliau mampir, menanyakan dagangan, bahkan membeli tanpa menawar. Itulah polisi yang kami hormati.
Bagi kami, polisi terbagi dua: yang sekadar lewat dan yang mau singgah. Pak Setyowadi singgah. Beliau hafal nama-nama PKL, tahu siapa yang anaknya sedang menunggak biaya sekolah, siapa yang dagangannya sedang sepi. Rasa humanis itu menyentuh gerobak paling ujung.
Tegas kepada preman, ayom kepada warga kecil. Itulah prinsip yang kami rasakan. Kami tidak takut melapor jika ada pungli, karena yang menanganinya langsung Kanit Reskrim. Preman minggir, PKL tenang berjualan. Kraksaan menjadi lebih aman untuk mencari rezeki halal.
Kini amanah beliau naik setingkat. Wilayah Kapolsek Sukapura berbeda: gunung, wisatawan, jeep, kuda, dan ribuan PKL suvenir. Tantangannya lebih besar karena menyangkut wajah wisata nasional. Namun kami yakin, gaya membaur itu akan beliau bawa ke lereng Bromo.
Doa kami sederhana dari pedagang kaki lima: semoga dagangan wisatawan aman, semoga PKL Bromo tidak digusur semena-mena, semoga ada dialog sebelum penertiban. Karena kami melihat sendiri, ketegasan beliau selalu berpasangan dengan hati nurani.
Kursi Kanit Reskrim Kraksaan mungkin berganti pejabat. Namun cara beliau membina PKL, cara beliau turun ke bawah tanpa sekat, itulah jejak yang sulit terganti. Itu pekerjaan rumah bagi penggantinya agar tradisi “polisi membaur” tidak putus di Kraksaan.
Untuk warga dan pedagang Sukapura: kalian mendapatkan Kapolsek yang mau duduk bersama PKL. Ajaklah berdialog, sampaikan keluh kesah soal lapak dan wisata. Beliau mendengar. Kami buktinya di Kraksaan selama ini.
Komandan, tugas baru lebih berat. Jagalah Bromo, jagalah wisatawan, tetapi jangan lupakan PKL kecil yang mencari rezeki di sana. Seperti dulu Komandan menjaga kami di Kraksaan. Mutasi adalah perintah, pengabdian dengan hati adalah pilihan. Terima kasih untuk Kraksaan. Sukses untuk Sukapura dan Gunung Bromo.