31.7 C
Jakarta
BerandaInfoDi Tengah Larangan, PT HTI WWI Diduga Beroperasi di Hulu Bendungan Waelo-Waetina,...

Di Tengah Larangan, PT HTI WWI Diduga Beroperasi di Hulu Bendungan Waelo-Waetina, Ribuan Petani Terancam

 

Aktivitas penebangan kayu yang diduga masih berlangsung di kawasan hutan sekitar Bendungan Waelo dan Waetina, Kabupaten Buru, menuai sorotan tajam dari masyarakat. Kegiatan tersebut dinilai berpotensi mengancam keberlangsungan sumber air bagi ribuan hektar lahan persawahan yang menjadi tulang punggung pangan dan ekonomi warga.

Padahal, Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subiyanto, sebelumnya telah menegaskan kepada jajaran pemerintah terkait, termasuk Kementerian Kehutanan dan pemerintah daerah, agar tidak menerbitkan izin baru penebangan kayu di kawasan hutan serta segera mencabut izin HPH yang bermasalah.

Namun, di lapangan, sebuah perusahaan yang diidentifikasi sebagai PT. HTI WWI disebut-sebut masih melakukan aktivitas penebangan di wilayah hulu bendungan. Lokasi tersebut sangat krusial karena menjadi sumber irigasi bagi sekitar 700 hektar sawah di Desa Waelo serta sekitar 900 hektar sawah di wilayah Waetina dan Waeflan.

Warga mengkhawatirkan dampak jangka panjang dari aktivitas tersebut, mulai dari berkurangnya debit air hingga potensi kerusakan lingkungan yang dapat mengganggu produktivitas pertanian. “Kalau hutan di atas bendungan terus ditebang, kami yang di bawah ini akan merasakan dampaknya langsung. Sawah kami bisa kering,” ujar salah satu warga setempat, Rabu,(15/4/2026)

Selain itu, perusahaan tersebut juga dituding tidak melakukan reboisasi atau penanaman kembali di area yang telah ditebang, yang semakin memperparah risiko kerusakan ekosistem.

Lebih jauh, muncul dugaan adanya keterlibatan oknum pejabat dalam membiarkan aktivitas tersebut tetap berjalan. Hal ini memicu kecurigaan publik terhadap lemahnya pengawasan serta kemungkinan adanya praktik penyalahgunaan wewenang di tingkat daerah.

Masyarakat kini mendesak pemerintah pusat dan daerah untuk segera turun tangan melakukan investigasi menyeluruh. Mereka meminta penghentian aktivitas penebangan, evaluasi izin operasional perusahaan, serta penegakan hukum terhadap pihak-pihak yang terbukti melanggar.

Kasus ini menjadi ujian serius bagi komitmen pemerintah dalam menjaga kelestarian hutan sekaligus melindungi ketahanan pangan masyarakat. Tanpa langkah tegas, dampak yang ditimbulkan dikhawatirkan tidak hanya merusak lingkungan, tetapi juga mengancam keberlangsungan hidup ribuan petani di Pulau Buru dan sekitarnya.(Ahmad)

Stay Connected
16,985FansSuka
2,458PengikutMengikuti
61,453PelangganBerlangganan
Must Read
Berita Terkait

MOHON DIBACA SEBELUM MENULIS BERITA

Berikut ini beberapa hal yang perlu dipertimbangkan saat menulis Berita :

- Perhatikan hukum:

Pastikan informasi yang Anda bagikan legal dan tidak mendukung ujaran kebencian, diskriminasi, kekerasan, atau aktivitas berbahaya lainnya.

 

- Hargai privasi:

Jangan bagikan informasi pribadi tentang orang lain tanpa persetujuan mereka. Ini termasuk nama, alamat, nomor telepon, dan detail sensitif lainnya.

 

- Pertimbangkan

dampaknya: Pikirkan tentang bagaimana kata-kata Anda dapat memengaruhi orang lain. Meskipun sesuatu secara teknis legal, itu mungkin menyakitkan atau menyinggung.

 

- Verifikasi informasi:

Sebelum membagikan informasi, terutama berita atau rumor, pastikan itu berasal dari sumber yang dapat dipercaya.

 

- Bertanggung jawab: Bertanggung jawablah atas informasi yang Anda bagikan. Bersiaplah untuk menjelaskan alasan Anda dan bertanggung jawab atas segala konsekuensi yang mungkin terjadi.

Ingat, membangun komunitas daring yang aman dan saling menghormati adalah tanggung jawab semua orang. Mari kita gunakan kebebasan berekspresi kita dengan bijak!