Diduga Luput Dari Pengawasan Pekerja Abaikan Alat Pelindung Diri

IRONIS! PROYEK REVITALISASI SDN 1 PURA MEKAR RP 1,3 MILIAR APBN — BANNER K3 TERPASANG MEGAH, PEKERJA DI ATAS BAJA RINGAN TANPA APD

LAMPUNG BARAT I MEDIAISTANA.COM —Program Revitalisasi Satuan Pendidikan merupakan mandat dari Instruksi Presiden Nomor 7 Tahun 2025 sekaligus bagian dari Program Hasil Terbaik Cepat (PHTC).

Dengan munculnya program ini di sabut hangat oleh masyarakat seluruh Indonesia terutama bagi orang tua yang mempunyai anak usia sekolah dini maupun menengah pertama sampai menengah atas, namun sangat di sayangkan jika program pembangunan Revit kurang kwalitasnya.

Saat tim awak media melakukan tupoksinya sebagai kontrol sosial diduga ada berbagai kejanggalan yang tidak sesuai juklak juknis.

*Fakta di lapangan berbanding terbalik dengan slogan keselamatan. Proyek Revitalisasi Ruang Kelas SDN 1 Puramekar T.A 2026 dengan anggaran jumbo *Rp 1.318.827.591 dari APBN 2026* yang dilaksanakan *P2SP dengan waktu 150 hari kalender*, diduga kuat abaikan K3.

Foto yang diambil warga pada Rabu (29/10/2026) siang membuktikan — *tiga pekerja bergelantungan di atas rangka atap baja ringan setinggi 4-5 meter tanpa APD lengkap.*

– 1 orang pakai helm putih ala kadarnya
2 orang lain tanpa helm, tanpa rompi safety, tanpa body harness, tanpa sepatu safety, hanya pakai sandal jepit dan kaos oblong
– Bekerja di atas baja ringan yang licin, tanpa pengaman tepi

*Padahal 5 meter dari mereka, berdiri dua banner besar:*

Banner Kuning *K3 – KESELAMATAN & KESEHATAN KERJA – UTAMAKAN KESELAMATAN!*
Banner Putih *REVITALISASI RUANG KELAS SDN 1 PURAMEKAR T.A 2026 – ANGGARAN APBN 1,3 MILIAR*

*Ini bukan sekedar pelanggaran, ini pembodohan anggaran K3.*

Dalam RAB revitalisasi APBN 2026, setiap proyek *wajib menganggarkan belanja K3 minimal 1-2%* — untuk helm SNI, harness, sepatu safety. Artinya uang APD sudah ada di dalam Rp 1,3 miliar itu. Pertanyaannya: *Kemana uang APD tersebut?*

Menurut Permen PUPR No.10 Tahun 2021 dan Permenaker No.5 Tahun 2018, setiap pekerja konstruksi di ketinggian di atas 1,8 meter *WAJIB* menggunakan:

– Helm Safety SNI
– Rompi High Visibility
– Sepatu Safety
– Full Body Harness dengan pengait

Jika terjatuh, siapa yang bertanggung jawab? Dana APBN yang harusnya melindungi pekerja, justru mempertaruhkan nyawa pekerja.

Dinas Pendidikan & Balai Prasarana* segera tegur keras P2SP SDN 1 Puramekar
*Konsultan Pengawas* stop pekerjaan atap sampai APD lengkap
*Audit BPK* harus cek realisasi belanja K3 di SPJ — jangan sampai hanya di atas kertas

Proyek pendidikan yang harusnya menjadi contoh keselamatan bagi siswa, justru mempertontonkan pelanggaran K3 di depan mata siswa.

*Zero Accident hanya jadi slogan banner, bukan praktik di lapangan.*

Simak edisi mendatang…

( Tim )

Stay Connected
16,985FansSuka
2,458PengikutMengikuti
61,453PelangganBerlangganan
Must Read
Berita Terkait

MOHON DIBACA SEBELUM MENULIS BERITA

Berikut ini beberapa hal yang perlu dipertimbangkan saat menulis Berita :

- Perhatikan hukum:

Pastikan informasi yang Anda bagikan legal dan tidak mendukung ujaran kebencian, diskriminasi, kekerasan, atau aktivitas berbahaya lainnya.

 

- Hargai privasi:

Jangan bagikan informasi pribadi tentang orang lain tanpa persetujuan mereka. Ini termasuk nama, alamat, nomor telepon, dan detail sensitif lainnya.

 

- Pertimbangkan

dampaknya: Pikirkan tentang bagaimana kata-kata Anda dapat memengaruhi orang lain. Meskipun sesuatu secara teknis legal, itu mungkin menyakitkan atau menyinggung.

 

- Verifikasi informasi:

Sebelum membagikan informasi, terutama berita atau rumor, pastikan itu berasal dari sumber yang dapat dipercaya.

 

- Bertanggung jawab: Bertanggung jawablah atas informasi yang Anda bagikan. Bersiaplah untuk menjelaskan alasan Anda dan bertanggung jawab atas segala konsekuensi yang mungkin terjadi.

Ingat, membangun komunitas daring yang aman dan saling menghormati adalah tanggung jawab semua orang. Mari kita gunakan kebebasan berekspresi kita dengan bijak!