Probolinggo, Mediaistana.com
Sebanyak 50 siswa SMP Negeri 1 Kraksaan mengikuti pelatihan robotik dan mini workshop di SICC, Selasa (11/8/2026). Kegiatan ini digelar Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Probolinggo dan didampingi langsung oleh para guru mata pelajaran IPA dan TIK.

Pelatihan ini merupakan bagian dari program SEKOLAH LITERASI Dinas Perpustakaan dan Kearsipan. Program ini bertujuan memperluas makna literasi, tidak hanya membaca buku, tetapi juga mengenalkan dasar mekanik, elektronika, dan pemrograman sebagai bekal keterampilan abad 21 bagi siswa SMP.
Sepanjang kegiatan, suasana kelas terlihat sangat aktif. Para siswa dibagi menjadi beberapa kelompok kecil. Setiap kelompok didampingi 1-2 guru yang bertugas membimbing proses perakitan sekaligus memastikan keselamatan saat menggunakan komponen elektronik.
Para guru tidak hanya berperan sebagai pengawas. Mereka ikut menjelaskan konsep yang sulit, memfasilitasi diskusi, dan membantu siswa saat menghadapi kendala teknis.

Guru di sini bukan hanya mengawasi. Kami ikut belajar bersama siswa, mulai dari merangkai sensor sampai menginput coding ke Micro:bit. Jadi ilmunya bisa kami teruskan ke pembelajaran di kelas, ujar salah satu guru pendamping.
Dalam praktiknya, siswa belajar merakit komponen fisik robot mulai dari sensor jarak, sensor cahaya, motor DC, roda, hingga rangka. Setelah perakitan selesai, siswa langsung memprogram robot menggunakan perangkat Arduino dan Micro:bit agar dapat bergerak dan merespons perintah sesuai tantangan yang diberikan.
Tiga Materi Inti Pelatihan:
1. Mekanika Dasar: Siswa mengenal struktur robot, fungsi roda, gear, dan teknik merakit rangka agar stabil.
2. Elektronika & Sensor: Praktik menyambung kabel, memasang baterai, serta menguji fungsi sensor jarak dan cahaya.
3. Pemrograman (Coding): Menulis logika sederhana di laptop. Kode yang dibuat berfungsi mengatur gerak maju, mundur, belok, dan mendeteksi halangan.

Dinas Perpustakaan dan Kearsipan sengaja menerapkan pendekatan guru mendampingi agar transfer ilmu tidak berhenti setelah kegiatan satu hari ini. Guru diharapkan bisa menjadi agen penerus yang mengintegrasikan robotik ke pembelajaran di sekolah.
Tiga Dampak Utama yang Diharapkan:
1. Berpikir Kritis: Siswa terlatih memecahkan masalah dan melakukan debugging saat robot tidak berjalan sesuai perintah.
2. Kreativitas: Dengan bimbingan guru, siswa didorong memodifikasi desain robot agar memiliki fungsi baru yang inovati
3. Kerja Sama Tim: Dalam kelompok, siswa belajar membagi peran antara yang merakit, yang coding, dan yang menguji. Guru membantu mengatur dinamika tim.
Kepala SMPN 1 Kraksaan mengapresiasi penuh program ini. Menurutnya pelatihan robotik sangat relevan untuk menumbuhkan minat siswa pada bidang STEM dan mendukung implementasi Kurikulum Merdeka di sekolah.

Pihak Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Probolinggo berharap kegiatan serupa dapat menjangkau lebih banyak sekolah. Tujuannya agar literasi di Probolinggo berkembang menjadi literasi sains, teknologi, dan inovasi.