AMBON – Gubernur Maluku Hendrik Lewerissa menitipkan tiga pesan penting kepada ratusan siswa baru SMA Negeri Siwalima Ambon yang berasal dari 11 kabupaten/kota di Maluku. Dalam suasana penuh haru dan harapan, para siswa yang untuk pertama kalinya meninggalkan keluarga dan kampung halaman diajak mempersiapkan diri menjadi generasi pemimpin masa depan Maluku.
Saat menyambut keluarga baru SMA Siwalima, Gubernur menegaskan bahwa sekolah berasrama tersebut bukan sekadar tempat menimba ilmu pengetahuan, melainkan ruang pembentukan karakter, disiplin, kepemimpinan, dan kemandirian.
“Hari ini bukan hanya hari pertama kalian mengenakan seragam SMA Siwalima. Hari ini adalah awal perjalanan untuk membangun masa depan,” kata Hendrik di hadapan siswa, orang tua, dan para guru.
Menurutnya, para siswa yang datang dari berbagai pulau dan latar belakang budaya telah mengambil langkah berani dengan meninggalkan zona nyaman demi meraih pendidikan yang lebih baik.
Dalam sambutannya, Gubernur menyampaikan tiga pesan utama yang harus menjadi pegangan selama menempuh pendidikan di SMA Siwalima.
Pesan pertama adalah agar para siswa tidak pernah berhenti belajar. Di tengah perkembangan teknologi digital dan kecerdasan buatan yang berlangsung sangat cepat, kemampuan untuk terus belajar menjadi kunci menghadapi masa depan.
“Yang bertahan bukan mereka yang merasa paling pintar, tetapi mereka yang selalu mau belajar,” tegasnya.
Pesan kedua berkaitan dengan pentingnya membangun karakter dan integritas. Hendrik mengingatkan bahwa keberhasilan seseorang tidak hanya diukur dari nilai akademik, tetapi juga dari kejujuran, disiplin, tanggung jawab, dan kepedulian terhadap sesama.
Ia secara khusus mengingatkan seluruh siswa untuk menciptakan lingkungan sekolah yang aman dan nyaman, bebas dari perundungan maupun kekerasan.
“Orang yang cerdas akan dihargai. Tetapi orang yang berintegritas akan dipercaya. Dan kepercayaan adalah modal terbesar seorang pemimpin,” ujarnya.
Pesan ketiga yang disampaikan Gubernur adalah keberanian untuk bermimpi besar. Ia meminta para siswa tidak merasa rendah diri hanya karena berasal dari pulau-pulau kecil di Maluku.
Menurut Hendrik, sejarah telah membuktikan bahwa banyak putra-putri Maluku berhasil memberikan kontribusi besar bagi bangsa dan negara.
“Saya percaya di antara kalian ada calon dokter, ilmuwan, pengusaha, bahkan pemimpin bangsa. Bukan tidak mungkin kelak ada yang menjadi bupati, wali kota, gubernur, menteri, bahkan presiden,” katanya disambut tepuk tangan para peserta.
Di hadapan orang tua dan wali murid, Gubernur juga menyampaikan apresiasi atas kepercayaan yang diberikan kepada Pemerintah Provinsi Maluku dan SMA Siwalima untuk mendidik anak-anak mereka.
Ia memahami bahwa melepas anak tinggal di asrama jauh dari keluarga bukanlah keputusan yang mudah. Namun menurutnya, langkah tersebut merupakan investasi jangka panjang bagi masa depan generasi Maluku.
“Bapak dan Ibu tidak sedang kehilangan anak. Bapak dan Ibu sedang menginvestasikan masa depan mereka,” ujarnya.
Hendrik menegaskan Pemerintah Provinsi Maluku akan terus berkomitmen meningkatkan mutu pendidikan sebagai fondasi utama pembangunan daerah. Pendidikan, kata dia, merupakan investasi terbaik untuk melahirkan sumber daya manusia unggul menuju Maluku yang maju, adil, dan sejahtera serta menyongsong Indonesia Emas 2045.
Menutup sambutannya, Gubernur menyampaikan pesan yang langsung mendapat perhatian para siswa.
“Jangan takut gagal. Takutlah jika kalian berhenti mencoba. Jangan takut berbeda. Takutlah jika kalian kehilangan karakter. Dan jangan pernah berhenti bermimpi, karena masa depan selalu dimiliki oleh mereka yang berani mempersiapkannya mulai hari ini.”
Pesan itu menjadi penanda dimulainya perjalanan baru ratusan siswa SMA Siwalima, sekolah yang selama ini dikenal sebagai salah satu kawah candradimuka lahirnya generasi muda terbaik Maluku.
(Mus Latuconsina)