29.7 C
Jakarta
BerandaInfoJangan Jauhkan Aku dari Rasa-Mu: Antara Luka, Sembuh, dan Sebuah Doa

Jangan Jauhkan Aku dari Rasa-Mu: Antara Luka, Sembuh, dan Sebuah Doa

Oleh: Muhamad Daniel Rigan

Dunia ini tidak selalu ramah. Ia berjalan dengan ritme yang tak bisa kita kendalikan—musim berganti tanpa menunggu kesiapan kita, siang menyerah pada malam tanpa meminta izin, dan suka kerap berpindah menjadi duka dalam satu tarikan napas kehidupan.

Di antara perubahan itu, manusia berjalan dengan langkah yang tak selalu mantap. Ada hari ketika segalanya terasa ringan, seolah hidup tersenyum tanpa beban. Namun ada pula masa ketika setiap langkah terasa berat, seperti bumi menahan kaki untuk terus maju. Susah dan senang datang silih berganti, sakit dan sehat hadir bergantian, menemani setiap aktivitas yang kita jalani tanpa pernah benar-benar memberi jeda.

Namun di tengah ketidakpastian itu, ada satu hal yang menjadi pegangan paling sunyi sekaligus paling kuat: doa. Doa yang tidak selalu terdengar oleh manusia, tetapi selalu sampai kepada-Nya. Doa yang sederhana, namun penuh harap agar hati tetap teguh, tidak mudah berpaling, tidak mudah goyah oleh kerasnya keadaan.

“Jangan jauhkan aku dari rasa-Mu,” menjadi bisikan jiwa yang paling jujur. Sebab dalam setiap jatuh dan bangun, dalam setiap luka dan sembuh, manusia hanya ingin satu hal: tetap terhubung dengan Sang Pemberi kehidupan. Bukan sekadar melewati dunia, tetapi tetap merasakan kehadiran-Nya di setiap detik yang berlalu.

Sebab pada akhirnya, bukan dunia yang selalu harus baik kepada kita, melainkan hati yang tetap belajar untuk setia—meski dunia terus berubah tanpa henti.

Stay Connected
16,985FansSuka
2,458PengikutMengikuti
61,453PelangganBerlangganan
Must Read
Berita Terkait

MOHON DIBACA SEBELUM MENULIS BERITA

Berikut ini beberapa hal yang perlu dipertimbangkan saat menulis Berita :

- Perhatikan hukum:

Pastikan informasi yang Anda bagikan legal dan tidak mendukung ujaran kebencian, diskriminasi, kekerasan, atau aktivitas berbahaya lainnya.

 

- Hargai privasi:

Jangan bagikan informasi pribadi tentang orang lain tanpa persetujuan mereka. Ini termasuk nama, alamat, nomor telepon, dan detail sensitif lainnya.

 

- Pertimbangkan

dampaknya: Pikirkan tentang bagaimana kata-kata Anda dapat memengaruhi orang lain. Meskipun sesuatu secara teknis legal, itu mungkin menyakitkan atau menyinggung.

 

- Verifikasi informasi:

Sebelum membagikan informasi, terutama berita atau rumor, pastikan itu berasal dari sumber yang dapat dipercaya.

 

- Bertanggung jawab: Bertanggung jawablah atas informasi yang Anda bagikan. Bersiaplah untuk menjelaskan alasan Anda dan bertanggung jawab atas segala konsekuensi yang mungkin terjadi.

Ingat, membangun komunitas daring yang aman dan saling menghormati adalah tanggung jawab semua orang. Mari kita gunakan kebebasan berekspresi kita dengan bijak!