Probolinggo, Mediaistana.com
HIPPA Suka Maju Sentong berhasil masuk nominasi 3 besar dalam Penilaian Evaluasi Kinerja dan Penguatan Kelembagaan HIPPA/GHIPPA Tingkat Provinsi Jawa Timur Tahun 2026.
Setelah melalui seleksi awal dan presentasi di Malang pada 14 Oktober 2026 lalu, Tim Juri dari Provinsi Jawa Timur melakukan verifikasi lapangan langsung ke HIPPA Suka Maju Sentong di Desa Sentong, Kecamatan Krejengan, Kabupaten Probolinggo, Kamis (5/11/2026).
Kedatangan Tim Juri disambut hangat oleh jajaran Forkopimcam, pengurus, dan anggota HIPPA Suka Maju Sentong. Asisten Perekonomian dan Pembangunan Sekda Kabupaten Probolinggo menyampaikan terima kasih kepada semua pihak yang telah mendukung hingga HIPPA Suka Maju Sentong bisa masuk 3 besar.
Kepala Dinas PUPR Kabupaten Probolinggo, Hengki Cahjo Saputra, S.T, MM menegaskan, pembinaan HIPPA merupakan kewajiban Pemerintah Kabupaten. Pembinaan tersebut dikoordinir oleh Bappeda selaku pembina kelembagaan, PU selaku pembina infrastruktur irigasi, dan Pertanian selaku pembina pertanian. Harapannya inovasi, kreasi, dan kemandirian HIPPA bisa tersampaikan kepada petani, ujarnya.
Menurut Hengki, HIPPA harus didorong untuk bisa mandiri, terutama dari segi pemeliharaan saluran, cara bercocok tanam, hingga pembiayaan. Kemandirian itu menjadi kunci agar HIPPA tidak hanya bergantung pada bantuan pemerintah, tetapi mampu mengelola organisasinya secara berkelanjutan.
Harapannya nanti HIPPA bisa mandiri. Uangnya dari urunan, dari hasil panen, sehingga salurannya bisa terawat dengan baik dan produksi pertanian akan maksimal, tegasnya.
Hengki menyebut, saat ini Kabupaten Probolinggo memiliki 289 HIPPA yang akan terus ditata dan diberdayakan. Jika saluran sudah bisa diperbaiki secara swadaya oleh petani, maka beban pembiayaan pemerintah akan lebih ringan, dan produksi pertanian di lapangan akan semakin maksimal.
Sementara itu, Asisten Perekonomian dan Pembangunan Sekda Kabupaten Probolinggo menegaskan, HIPPA Suka Maju Sentong jangan puas hanya menjadi juara 3. Pengurus dan anggota diminta membuktikan bahwa kondisi di lapangan sesuai dengan apa yang sudah dipresentasikan di Malang. Jangan mau menerima juara 3. Buktikan hari ini bahwa verifikasi lapangan ini sesuai dengan yang disampaikan saat presentasi di Malang kemarin, tegasnya.
Ia juga menyebut, setiap kali Kabupaten Probolinggo mengikuti lomba HIPPA, hampir selalu masuk 3 besar. Hal itu tidak lepas dari kerja sama yang baik dan kerja keras pengurus, pendamping, serta Dinas terkait. Harapannya, keberhasilan HIPPA Suka Maju Sentong bisa menjadi contoh bagi HIPPA lain agar tidak hanya maju saat lomba saja, tetapi benar-benar maju secara berkelanjutan untuk mendukung ketahanan pangan.
Dari aspek pembiayaan, HIPPA menerapkan sistem pembayaran yang tertib dan transparan kepada anggota. Dari aspek kelembagaan, seluruh dokumen HIPPA sudah disimpan menggunakan Google Drive dan koordinasi anggota dilakukan melalui grup WhatsApp HIPPA Suka Maju, sehingga administrasi lebih rapi dan mudah diakses.
Dari aspek pertanian, HIPPA menerapkan metode penanaman PMAS, menggunakan drone sprayer untuk penyemprotan, serta mesin combine untuk pemanenan. Inovasi ini membuat kerja petani lebih cepat, efisien, dan hemat biaya. Dari aspek irigasi, HIPPA memiliki inovasi Halo Sukamaju, yang dibuat untuk memudahkan petani menyampaikan informasi kerusakan atau permasalahan saluran secara cepat.
Selain itu, ada inovasi baru yang belum sempat disampaikan saat pemaparan di Malang, yaitu alat pengukur debit air yang dinamakan Debit Tangsan. Alat ini terbuat dari bahan yang sangat sederhana, namun sangat bermanfaat untuk mengukur debit air di berbagai box tersier. Di akhir pemaparan, pengurus mengajak seluruh hadirin menyaksikan video selayang pandang HIPPA Suka Maju Sentong sebagai gambaran nyata kegiatan dan kekompakan petani di lapangan.
Sekretaris Dinas PU Provinsi Jawa Timur menjelaskan, verifikasi lapangan ini dilakukan untuk memastikan kesesuaian antara dokumen dan presentasi dengan kondisi sebenarnya di lapangan. Kriterianya memang kelembagaan, apakah dia memang dipercaya, komunikasinya dengan petani, kontribusinya terhadap pemeliharaan saluran, bagaimana masyarakat petani ikut menjaga dan ikut membagi air secara merata, serta meningkatkan ketahanan pangan dan kemandirian mereka sendiri, jelasnya.
Ia menambahkan, dari seleksi awal di Malang, HIPPA Suka Maju Sentong dinilai layak untuk dikompetisikan karena portofolionya lengkap dan kinerjanya terbukti di lapangan. Dengan pembinaan yang konsisten dan kemandirian yang terus dibangun, HIPPA Suka Maju Sentong diharapkan mampu menjadi percontohan HIPPA mandiri di Kabupaten Probolinggo maupun Jawa Timur.