MediaIstana.com//
Labuhanbatu ||– Keterangan Ketua SPBUN yang juga merangkap Kerani Upah Unit Kebun Sisumut, PTPN IV Regional I, diduga tidak sesuai fakta saat dikonfirmasi awak media _MediaIstana.com _. Pernyataan itu memicu dugaan adanya kejanggalan dalam skema pengadaan beras karyawan.
Saat dikonfirmasi via telepon aplikasi WA Sabtu, 30/5/2026 pukul 10.56 WIB, Ketua SPBUN/Kerani Upah menyatakan pendistribusian beras kepada karyawan dilakukan melalui Koperasi Unit Kebun Sisumut dan sudah mendapat izin dari pihak Manager PTPN IV Regional I Kebun Sisumut.
Namun keterangan berbeda disampaikan staf/admin Koperasi, Ibu inisial Y. Melalui konfirmasi terpisah, ia menyebut: “Saya tidak tau dalam hal itu karena saya hanya melaksanakan tugas sebagai administrasi simpan pinjam karyawan pak. Makanya saya tidak tau berapa jumlah karyawan penerima beras dan berapa jumlah karyawan penerima uang. Langsung aja sama Ketua SPBUN yang juga Kerani Upah di sini pak.”
Atas kontradiksi keterangan tersebut, Ketua SPBUN/Kerani Upah dinilai telah memberi informasi yang menyesatkan kepada awak media _MediaIstana.com _. Ada dugaan praktik yang tidak beres dalam pengelolaan natura karyawan.
KTU Unit Kebun Sisumut saat dihubungi via telepon WA juga memberi keterangan terpisah. “Masalah beras itu pak, sudah diadakan setahun yang lalu, sewaktu aku masih di Kebun Hapesong, jadi itu sudah kesepakatan karyawan,” ujarnya.
Saat ditanya apakah skema itu sudah sesuai regulasi PKB + PTPN dan SK Direksi PTPN IV Regional I, KTU tidak menjawab dengan alasan sedang mengemudi kendaraan.
Ketua DPC LSM ELANG MAS Labuhanbatu Dariter Ritonga menegaskan, apapun alasannya, pengelolaan natura karyawan harus tunduk pada PKB dan Peraturan PTPN. “Konversi beras ke uang dilakukan untuk menghindari kecurangan masa lalu seperti kurang timbangan, kualitas beras. Ini malah mengambil keputusan sendiri dengan melanggar peraturan PTPN. Dugaan ini sudah menyalahgunakan wewenang,” tutup Dariter dengan tegas.
Hingga berita ini ditayangkan, Manager Unit Kebun Sisumut belum dapat dikonfirmasi untuk memberikan klarifikasi resmi.
By ; Dariter Ritonga/Tim Red