MEDIA ISTANA.COM
Jakarta,28 Agustus 2026
Aksi unjuk rasa buruh itu tidak dilakukan di akhir Agustus ini.
“Kami tidak menutup kemungkinan untuk aksi besar, tapi tidak di bulan Agustus,” kata Presiden KSPSI Andi Gani Nena Wea usai peresmian Gedung DPD KSPSI AGN Jatim di Surabaya, Jumat (21/8/2026).
Andi mengungkapkan alasan mengapa tidak menggelar aksi demo pada bulan Agustus. Dia menyebutkan alasannya karena banyak aksi pada bulan ini yang akan ditunggangi.
“Koalisi besar buruh di Agustus kami tidak punya rencana demo besar, karena banyak sekali tunggangan-tunggangan yang akan menumpangi aksi besar kami,” ujarnya.Dia memastikan bahwa KSPSI berencana menggelar aksi. Pihaknya akan menyiapkan langkah aksi ketika titik komunikasi diplomasi gagal dan tidak mendapatkan kesepakatan.
“Maka aksi besar menjadi pilihan buat koalisi besar. Dan kami tidak menutup diri untuk aksi. Walaupun aksi besar, seperti pesan Pak Kapolri, aksi besar bermartabat,” katanya.
“Kita akan melihat proses tanggal Senin jam 1 siang kami akan bertemu Panja Komisi 9, lalu bertemu dengan Badan Legislasi DPR, kami akan melihat keseriusannya,” tambahnya.
Diketahui, siang tadi Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo meresmikan Gedung DPD Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia Andi Gani (KSPSI AGN) Jawa Timur di Surabaya.Andi mengatakan, kantor itu merupakan gedung lama sejak 1988, bahkan terbesar di Asia. Ia berharap gedung itu bisa dimanfaatkan SPSI Jatim untuk konsolidasi serikat pelatihan dan koalisi besar.
“Dengan koalisi besar perjuangan buruh Indonesia yang para presidennya hadir di sini. Kami juga sangat berterima kasih kepada Pak Kapolri dan jajarannya atas perhatian yang sangat luar biasa terhadap buruh,” ujarnya.
Sementara, sperti yang dia sampaikan, Senin (24/8) mendatang pihaknya akan bertemu dengan Panja Komisi IX. KSPSI akan mengusulkan desk Ketenagakerjaan masuk dalam Undang-Undang Ketenagakerjaan.
“Karena kami mengkhawatirkan kalau Kapolrinya berganti, kebijakan keberpihakan terhadap buruh nanti menghilang. Karena itu kami mendukung dari koalisi besar perjuangan buruh Indonesia agar desk ketenagakerjaan masuk dalam Undang-Undang Ketenagakerjaan yang nanti akan disahkan bulan Oktober,” pungkasnya.
Aristono