29.9 C
Jakarta
BerandaInfoLembaga GBNN Aceh Tenggara Minta Aph Dari Mabes Polri , Mabes...

Lembaga GBNN Aceh Tenggara Minta Aph Dari Mabes Polri , Mabes TNI, KPK RI Serta Kejagung RI Turun Ke Agara

Lembaga GBNN Aceh Tenggara, Minta Aph Dari Mabes Polri , Mabes TNI, KPK RI Serta Kejagung RI Turun Ke Agara

Kutacane Media istana com. Lembaga DPC Organisasi Garda Bela Negara Nasional Kabupaten Aceh Tenggara ( GBNN ) Meminta kepada bapak Presiden RI , Bapak Kapolri, Bapak Panglima TNI, KPK RI , KAJAGUNG RI Dan Kementrian Lingkungan Hidup agar Sudi kiranya Membentuk Tim Satgassus Agar secepatnya turun melihat keadaan masyarakat yang masih dalam terpuruk akibat bencana alam melanda Aceh Tenggara provinsi Aceh ,letaknya kabupaten Aceh tenggara Untuk prihal yang sekarang ada proyek yang sedang berjalan yang diduga Melanggar Aturan per Undang undangan mengenai pekerjaan.
Kamis 24 April 2026
dikutacane.

Dari hasil pantauan lembaga DPC GBNN saat turun ke lapangan khususnya di kawasan Taman Nasional Gunung Leuser, ( TNGL ) banyak alat berat yang mengambil matrial dari lokasi titik proyek yang diduga tanpa ada izin yang resmi / sah

Dalam hal ini seharusnya matrial yang didatangkan harus Dldari galian C yang izin Operasionalnya lagi Actif, terlebih lagi kalau alat berat yang mengisi langsung keberonjong dapat mencederai harapan Masyarakat aceh tenggara yang terdampak korban banjir.

Selanjutnya Jika Kontraktor dan Vendornya Tidak ada Mentransfaransikan, Apakah diRAB nya Itu memeng harus alat berat Yang mengisi Langsung Batu nya kedalam beronjong sebut rekan organisasi pada media ini

Jika SPJ nyananti dibuat ada Faktur bon dari galian C pajaknya akan bayar Ke pemda berarti ini Terindikasi Kemupakatan Jahat, Telah Terjadi di bumi sepakat Segenep Kabupaten Aceh Tenggara Khusususnya provinsi Aceh.

Kita melihat dunia mengetahui Kawasan yang sekarang ada kegiatan Pekerjaan Bronjong oleh ( HK ) TNGL di kecamatan Ketambe adalah Daerah yang Berjulukan Paru-paru Dunia International,

Menebang Pohon sembarangan, Menanam Pohon sawit , pohon karet dan pohon coklat/cacau saja di larang demi menjaga kelestarian kawasan Lingkungan terutama kawasan TNGL”

Seharusnya lebih baik di Transfarankan saja berapa seharusnya pekerja di masukkan Setiap harinya agar dapat membantu dan Meningkatkan prekonomian masyarakat sekitar terlebih yang Tercatat sebagai ,Rumah Tangga Miskin yang terdaftar di Kementrian Sosial melalui Dinas Sosial Kabupaten serta Korban yang Terkena dampak banjir, juga bisa di pekerjakan Sebagai buruh kuli bangunan agar dapat menjaga kualitas proyek bangunan bronjong maksimal dengan baik dan dapat juga meningkatkan serta bisa mendapatkan penghasilan.

Tidak sampai disitu kami dari organisasi Garda Bela Negara Nasional Kabupaten Aceh Tenggara, kami berjumpa dengan pengawas lapangan dan meminta nmr tlpn kami, berdalih untuk di pertemukan dengan Vendornya pada tgl 22 / April 2026
Jam 12 : Oo wib di desa Aunan kecamatan Ketambe,tapi disayangkan sampai saat ini tidak ada keterangan,maka berita ini kita kirim ke meja redaksi

(AR/$E)

Stay Connected
16,985FansSuka
2,458PengikutMengikuti
61,453PelangganBerlangganan
Must Read
Berita Terkait

MOHON DIBACA SEBELUM MENULIS BERITA

Berikut ini beberapa hal yang perlu dipertimbangkan saat menulis Berita :

- Perhatikan hukum:

Pastikan informasi yang Anda bagikan legal dan tidak mendukung ujaran kebencian, diskriminasi, kekerasan, atau aktivitas berbahaya lainnya.

 

- Hargai privasi:

Jangan bagikan informasi pribadi tentang orang lain tanpa persetujuan mereka. Ini termasuk nama, alamat, nomor telepon, dan detail sensitif lainnya.

 

- Pertimbangkan

dampaknya: Pikirkan tentang bagaimana kata-kata Anda dapat memengaruhi orang lain. Meskipun sesuatu secara teknis legal, itu mungkin menyakitkan atau menyinggung.

 

- Verifikasi informasi:

Sebelum membagikan informasi, terutama berita atau rumor, pastikan itu berasal dari sumber yang dapat dipercaya.

 

- Bertanggung jawab: Bertanggung jawablah atas informasi yang Anda bagikan. Bersiaplah untuk menjelaskan alasan Anda dan bertanggung jawab atas segala konsekuensi yang mungkin terjadi.

Ingat, membangun komunitas daring yang aman dan saling menghormati adalah tanggung jawab semua orang. Mari kita gunakan kebebasan berekspresi kita dengan bijak!