Probolinggo, Mediaistana.com
Inovasi pembelajaran kelas rangkap dari SDN Ngadisari 2, Kecamatan Sukapura, kini jadi rujukan nasional.
Model yang lahir di lereng Bromo itu dipelajari BBPMP Provinsi Kepulauan Riau sebagai solusi pendidikan di daerah kepulauan dengan keterbatasan guru dan murid.
Rombongan BBPMP Kepulauan Riau dipimpin Kepala BBPMP Warsita. Mereka melakukan studi banding ke SDN Ngadisari 2, didampingi BBPMP Jawa Timur, Rabu (5/8/2026).

Kedatangan mereka disambut Korwil Dikdaya Sukapura Nur Chabibah Umaroh, Pengawas SD Evi Herawati, dan Kepala SDN Ngadisari 2 Marsini Astuti.
Selama di sekolah, rombongan mengamati langsung proses belajar mengajar. Mereka juga berdiskusi tentang perencanaan pembelajaran, strategi mengelola kelas rangkap, metode evaluasi, hingga capaian hasil belajar siswa.

SDN Ngadisari 2 sendiri merupakan sekolah mitra program Inovasi untuk Anak Sekolah Indonesia – INOVASI, kemitraan Pemerintah Indonesia-Australia bidang pendidikan.
Kepala BBPMP Kepulauan Riau Warsita mengatakan, banyak sekolah di wilayahnya harus tetap beroperasi dengan jumlah guru dan siswa terbatas.
Kami membawahi wilayah kepulauan. Setiap pulau harus ada sekolah agar anak tetap dapat hak belajar. Model kelas rangkap dari Sukapura sangat cocok diterapkan di sana, ujarnya.

Hal senada disampaikan Korwil Dikdaya Sukapura Nur Chabibah. Ia menyebut ada kesamaan tantangan antara wilayah kepulauan dan pegunungan.
Di Kepulauan Riau ada sekitar 2.400 pulau kecil. Banyak sekolah dengan murid sedikit dan guru terbatas. Model yang kami terapkan di Sukapura dinilai bisa diduplikasi di sana, jelasnya.

Ia menambahkan, kelas rangkap terbukti meningkatkan capaian belajar siswa. Indikatornya terlihat dari rapor pendidikan SDN Ngadisari 2 yang terus naik tiap tahun.
Kepala SDN Ngadisari 2 Marsini Astuti mengaku bangga. Ini penyemangat bagi kami untuk terus memperbaiki pembelajaran. Semoga praktik baik ini bisa diterapkan di Kepulauan Riau dan daerah lain yang karakteristiknya sama dengan Sukapura, katanya.

Nur Chabibah menegaskan, pengalaman Sukapura membuktikan inovasi bisa lahir dari keterbatasan. Kuncinya ada pada kreativitas guru, perencanaan matang, dan komitmen bersama.
Ketertarikan BBPMP Kepulauan Riau ini bukti bahwa praktik baik dari Kabupaten Probolinggo bisa jadi inspirasi nasional, khususnya untuk wilayah terpencil, pegunungan dan kepulauan, pungkasnya.