26.5 C
Jakarta
Beranda blog Halaman 12

Dua Perlintasan Kereta di Kota Bogor Belum Berpalang Resmi, Kabupaten Bogor Masih Dominan Tanpa Pengamanan

0

Mediaistana.com || Kota Bogor, Jabar
‎Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Bogor, Sujatmiko Baliarto mengungkapkan bahwa masih terdapat perlintasan sebidang kereta api di wilayahnya yang belum dilengkapi palang pintu resmi. Dari total delapan titik perlintasan sebidang di Kota Bogor, dua di antaranya hingga kini belum memiliki pengamanan tersebut.

‎“Pertama di MA Salmun dan dekat stoplet Sukaresmi, Kecamatan Tanah Sareal,” ujar Sujatmiko.

‎Menurutnya, keberadaan perlintasan tanpa palang resmi tersebut berpotensi membahayakan pengguna jalan, terutama di titik-titik dengan lalu lintas kendaraan yang cukup padat. Ia menegaskan bahwa pihaknya terus berkoordinasi dengan instansi terkait untuk mendorong peningkatan keselamatan di perlintasan kereta.

‎Sementara itu, kondisi serupa bahkan lebih banyak ditemukan di wilayah Kabupaten Bogor. Kepala Seksi Jaringan Transportasi Dishub Kabupaten Bogor, Herdi Sukriadi, mencatat bahwa dari total 13 perlintasan sebidang yang ada, sebanyak sembilan titik belum dilengkapi palang resmi.

‎Minimnya fasilitas pengamanan di perlintasan sebidang ini menjadi perhatian serius pemerintah daerah, mengingat tingginya risiko kecelakaan yang dapat terjadi akibat kurangnya sistem pengendalian lalu lintas di jalur pertemuan antara rel kereta dan jalan raya.

‎Pemerintah daerah diharapkan dapat mempercepat pemasangan palang pintu resmi serta meningkatkan sosialisasi kepada masyarakat untuk selalu berhati-hati saat melintasi perlintasan kereta api, khususnya di titik-titik yang belum memiliki pengamanan memadai.

Macet Parah di Jalan Otista Bogor Hari Kedua Long Weekend, Arus Kendaraan Mengular ‎

0

Mediaistana.com || Kota Bogor, Jabar
‎Kemacetan parah terjadi di Jalan Otto Iskandardinata (Otista), Kota Bogor, pada hari kedua long weekend, Sabtu (02/05/2026). Antrean kendaraan terlihat mengular cukup panjang, bahkan mencapai kawasan Lawang Suryakencana hingga ke Jalan Pajajaran.

‎Kondisi lalu lintas terpantau padat merayap sejak siang hari. Kendaraan roda dua maupun roda empat harus bergerak sangat lambat akibat tingginya volume kendaraan yang melintas di jalur tersebut.

‎Kemacetan ini diduga dipicu oleh meningkatnya jumlah wisatawan yang memadati kawasan Suryakencana atau yang dikenal dengan Surken, serta destinasi favorit Kebun Raya Bogor selama libur panjang.

‎Selain itu, keberadaan angkutan kota (angkot) yang kerap berhenti menunggu penumpang atau “ngetem” di sepanjang jalur Otista turut memperparah kondisi kemacetan. Hal ini membuat arus lalu lintas semakin tersendat, terutama di titik-titik persimpangan dan area ramai pengunjung.

‎Sejumlah pengendara mengaku waktu tempuh mereka menjadi jauh lebih lama dari biasanya. Mereka berharap ada penanganan cepat dari pihak terkait untuk mengurai kepadatan, terutama saat momen libur panjang seperti ini.

‎Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari pihak berwenang terkait langkah penanganan kemacetan di kawasan tersebut. Namun, pengendara diimbau untuk mencari jalur alternatif guna menghindari kepadatan lalu lintas di pusat Kota Bogor.

Banjir Setinggi Satu Meter Rendam Pondok Pesantren Asyyifa di Bojonggede, Aktivitas Santri Terganggu

0

Mediaistana.com || Kabupaten Bogor, Jabar
‎Banjir kembali melanda wilayah Bojonggede, Kabupaten Bogor, dengan ketinggian air dilaporkan mencapai lebih dari satu meter. Salah satu lokasi terdampak parah adalah Pondok Pesantren Asyyifa, yang turut terendam hingga mengganggu aktivitas para santri.

‎Air yang menggenangi area pesantren merendam sejumlah bangunan, ruang belajar, serta fasilitas penunjang lainnya. Kondisi ini menyebabkan kegiatan belajar mengajar tidak dapat berjalan normal. Para santri terpaksa menunda aktivitas, bahkan beberapa harus mengungsi sementara demi keselamatan.

‎Warga sekitar dan pihak pesantren menyebutkan bahwa banjir tersebut bukan kejadian baru. Setiap musim hujan tiba, kawasan ini kerap dilanda banjir dengan ketinggian yang cukup signifikan. Situasi ini menimbulkan keresahan berkepanjangan, terutama bagi para santri yang tinggal dan menempuh pendidikan di lingkungan tersebut.

‎Selain kerugian materiil akibat rusaknya fasilitas dan barang-barang, dampak psikologis juga dirasakan oleh para santri. Rasa cemas dan ketidaknyamanan muncul setiap kali hujan deras turun, karena khawatir banjir kembali datang.

‎Masyarakat dan pengelola pesantren berharap adanya penanganan serius dan berkelanjutan dari pemerintah serta pihak terkait. Mereka menginginkan solusi konkret untuk mengatasi persoalan banjir yang sudah berlangsung lama, bukan hanya penanganan sementara saat bencana terjadi.

‎“Harapannya ada langkah nyata agar banjir ini tidak terus berulang. Ini menyangkut kenyamanan dan masa depan pendidikan para santri,” ujar salah satu warga.

‎Dengan kondisi yang terus berulang, warga berharap semua pihak dapat segera berkolaborasi untuk mencari solusi terbaik, sehingga lingkungan di Bojonggede, khususnya Pondok Pesantren Assyifa, dapat terbebas dari ancaman banjir di masa mendatang

Kapolres Gresik Apresiasi Peringatan May Day di Stadion Gejos Berjalan Kondusif dan Humanis

0

mediaistana.com||GRESIK – Peringatan Hari Buruh Internasional (May Day) 2026 di Kabupaten Gresik berlangsung aman, tertib, dan penuh nuansa kebersamaan. Kegiatan yang dipusatkan di Stadion Gelora Joko Samudro (Gejos) ini diisi dengan tasyakuran bersama Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) serta pembagian doorprize bagi para buruh dan pekerja.(2/5/2026)

Kapolres Gresik AKBP Ramadhan Nasution mengapresiasi seluruh elemen buruh dan masyarakat yang telah menjaga kondusivitas selama peringatan May Day. Ia menilai, perayaan tahun ini mencerminkan sinergi yang baik antara pekerja, pemerintah daerah, dan aparat keamanan.

“Alhamdulillah, peringatan May Day di Gresik berjalan kondusif, aman, dan penuh kebersamaan. Ini merupakan hasil dari komunikasi yang baik antara semua pihak,” ujar Kapolres, Jumat (1/5/2026).

Meski demikian, Kapolres tetap mengingatkan jajarannya untuk tidak mengendurkan kewaspadaan. Ia menekankan pentingnya kesiapsiagaan seluruh personel dalam mengantisipasi berbagai kemungkinan yang dapat mengganggu keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas).

“Seluruh anggota agar tetap melaksanakan tugas sesuai fungsi masing-masing demi menjamin rasa aman dan nyaman bagi masyarakat.

Jika sewaktu-waktu dibutuhkan perkuatan, kita harus siap bergerak cepat dan tepat,” tegasnya. Dalam rangka pengamanan May Day, Polres Gresik menerjunkan sebanyak 502 personel, didukung 200 personel dari instansi terkait serta 500 personel Sabuk Kamtibmas.

Pengamanan dilakukan secara menyeluruh, mulai dari tingkat Polres hingga Polsek jajaran, dengan apel siaga yang digelar serentak di seluruh wilayah hukum. Selain pengamanan kegiatan, petugas juga difokuskan pada pengaturan arus lalu lintas di sekitar lokasi acara guna mengantisipasi kemacetan dan memastikan aktivitas masyarakat tetap berjalan lancar.

Sebagai bentuk penghormatan kepada para buruh, Polres Gresik juga mengedepankan pendekatan preventif dan humanis, salah satunya melalui komunikasi intensif dan dialog bersama serikat pekerja.

Upaya ini dilakukan untuk menjaga sinergitas sekaligus memastikan aspirasi buruh dapat tersampaikan secara tertib.
Melalui langkah tersebut, Polres Gresik bersama Forkopimda berharap stabilitas keamanan di wilayah Kabupaten Gresik tetap terjaga, serta hubungan harmonis antara buruh dan pemerintah dapat terus terpelihara.(djat)

Ditandai Pengibaran Bendera, Bupati Parosil Lepas Keberangkatan 207 Jamaah Calon Haji Dari Lampung Barat

0

Ditandai Pengibaran Bendera, Bupati Parosil Lepas Keberangkatan 207 Jamaah Calon Haji Dari Lampung Barat

Jakarta -MEDIA ISTANA,Lampung Barat — Suasana haru dan harapan doa mengiringi pelepasan keberangkatan Jamaah Calon Haji (CJH) Kabupaten Lampung Barat Tahun 1447 Hijriyah/2026 Masehi yang digelar di Masjid Bintang Mas Islamic Centre, Pekon Watas, Kecamatan Balik Bukit, Sabtu (2/5/2026).

Pelepasan secara resmi dilakukan oleh Bupati Lampung Barat, H. Parosil Mabsus, yang ditandai dengan pengibaran bendera sebagai simbol dimulainya perjalanan suci menuju Tanah Suci.

Bupati hadir didampingi Wakil Bupati Drs. Mad Hasnurin, Ketua DPRD Edi Novial, Kapolres Lampung Barat AKBP Samsu Wirman, Perwakilan Kodim 0422/LB, Kepala Kemenag Lampung Barat Miftahussurur, Sekda Drs. Nukman, serta jajaran Forkopimda, perangkat daerah, camat, Ketua Baitul Muklisin, Ketua GOW, Ketua DWP, dan dihadiri ribuan keluarga pengantar jamaah.

Sebanyak 207 jamaah calon haji diberangkatkan tahun ini, terdiri dari 89 laki-laki dan 119 perempuan.

Mereka berasal dari 15 kecamatan di Lampung Barat, dengan jumlah terbanyak dari Kecamatan Balik Bukit sebanyak 57 jamaah, disusul Way Tenong 30 jamaah, Belalau 20 jamaah, Sumber Jaya 17 jamaah, Gedung Surian 15 jamaah, Pagar Dewa 12 jamaah, Sukau 11 jamaah, Suoh 10 jamaah, Kebun Tebu 9 jamaah, Sekincau 8 jamaah, Batu Brak 7 jamaah, Batu Ketulis dan Air Hitam masing-masing 4 jamaah, BNS 2 jamaah, serta Lumbok Seminung 1 jamaah.

Jamaah calon haji Lampung Barat tergabung dalam Kloter JKG 14, bersama jamaah dari Kabupaten Lampung Timur sebanyak 232 orang.

Seluruh jamaah akan didampingi oleh enam petugas, yakni Ketua Kloter Imron Rosyadi, Pembimbing Ibadah Ubaidilah, tenaga kesehatan dr. Eka Sulistianingsih dan Iskandar Syapari, serta petugas haji daerah Hisyamuddin dan Nurita Yulia, yang merupakan perwakilan dari Lampung Barat.

Dalam rombongan tersebut, jamaah tertua tercatat berusia 88 tahun 2 bulan, atas nama Aih binti Emed Nurhasan asal Pekon Basungan, Kecamatan Pagar Dewa.

Sementara jamaah termuda berusia 22 tahun 7 bulan, yakni Mar’atus Sholihah binti Suhardi dari Pekon Purawiwitan, Kecamatan Kebun Tebu.

Rombongan diberangkatkan menggunakan enam unit bus pada pukul 07.00 WIB menuju Asrama Haji Bandar Lampung dan dijadwalkan tiba pukul 13.15 WIB di hari yang sama.

Selanjutnya, pada 3 Mei 2026 pukul 11.45 WIB, jamaah akan diberangkatkan ke Bandara Soekarno-Hatta, sebelum terbang ke Madinah pukul 17.15 WIB menggunakan pesawat Saudi Airlines dengan nomor penerbangan SV 5312, dan diperkirakan tiba di Bandara Internasional Amir Muhammad bin Abdul Aziz, Madinah, pukul 23.05 waktu Arab Saudi.

Dalam sambutannya, Bupati Parosil Mabsus menyampaikan doa dan harapan terbaik bagi seluruh jamaah.

“Hari ini yang hadir, pemerintah dan seluruh masyarakat, sanak saudara, handai taulan, mendoakan agar mulai dari keberangkatan pagi hari ini hingga pelaksanaan rukun, wajib, dan sunnahnya, baik di Mekkah, Madinah, dan tempat lainnya, semoga senantiasa Allah berikan kesehatan, kesabaran, dan kekompakan. Aamiin ya Rabbal ‘alamin,” ujarnya.

Ia juga berharap seluruh jamaah dapat kembali ke tanah air dengan predikat haji yang mabrur dan mabrurrah.

“Sehingga nanti setibanya di tanah air mendapatkan predikat haji yang mabrur dan mabrurrah,” tambahnya.

Tak lupa, Parosil turut menitipkan pesan kepada para jamaah untuk mendoakan pemerintah daerah agar dapat menjalankan amanah dengan baik.

“Kami juga titip pesan, saat ini pemerintah sedang melaksanakan berbagai pembangunan di berbagai bidang, baik pendidikan, kesehatan, dan lainnya. Doakan kami seluruh perangkat daerah dan Forkopimda agar dapat melaksanakan tugas dengan sebaik-baiknya, sehingga dapat mewujudkan Kabupaten Lampung Barat menjadi daerah yang baldatun thayyibatun wa rabbun ghafur. Aamiin,” pungkasnya.

Pelepasan tersebut berlangsung khidmat, diwarnai isak haru keluarga yang mengantar, sekaligus doa bersama agar seluruh jamaah diberikan kelancaran dan keselamatan selama menjalankan ibadah haji.

HAMDAN ❤️

Kapolres Cianjur Ucapkan Selamat Hari Pendidikan Nasional 2026, Dorong Kolaborasi Wujudkan Pendidikan Bermutu

0

mediaistana.com

Cianjur, 2 Mei 2026 — Dalam rangka memperingati Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) 2026, Kapolres Cianjur AKBP Dr. A. Alexander Yurikho Hadi, S.H., S.I.K., M.Si., M.M., M.H.I., M.I.P. menyampaikan ucapan selamat kepada seluruh insan pendidikan di Indonesia.

Momentum Hari Pendidikan Nasional yang diperingati setiap tanggal 2 Mei ini menjadi pengingat akan pentingnya peran pendidikan sebagai fondasi utama dalam membangun generasi bangsa yang cerdas, berkarakter, dan berdaya saing.

Kapolres Cianjur menegaskan bahwa kemajuan pendidikan tidak dapat terwujud tanpa keterlibatan seluruh elemen masyarakat. Oleh karena itu, diperlukan kolaborasi yang kuat antara pemerintah, tenaga pendidik, peserta didik, orang tua, serta seluruh lapisan masyarakat.

“Melalui semangat kebersamaan, mari kita wujudkan pendidikan yang inklusif, berkualitas, dan dapat diakses oleh seluruh lapisan masyarakat,” ujarnya.

Peringatan Hardiknas tahun ini mengusung tema “Menguatkan Partisipasi Semesta Mewujudkan Pendidikan Bermutu untuk Semua,” yang menekankan pentingnya peran aktif seluruh pihak dalam meningkatkan kualitas pendidikan nasional.

Lebih lanjut, Kapolres juga mengajak seluruh masyarakat untuk terus berkomitmen dalam mendukung dunia pendidikan melalui semangat belajar, berkarya, dan memberikan inspirasi positif bagi generasi muda.

“Teruslah belajar, berkarya, dan menginspirasi demi masa depan bangsa yang lebih baik,” tutupnya.

Peringatan Hari Pendidikan Nasional tidak hanya menjadi bentuk penghormatan terhadap jasa para tokoh pendidikan, tetapi juga momentum refleksi untuk memperkuat komitmen bersama dalam memajukan pendidikan Indonesia ke arah yang lebih baik.

(fiqi)

Alarm Keras dari Ruang DPRD— Helena Ingatkan Ahli Waris/Pemilik Lahan Jangan Bermain Api di Gunung Botak

0

 

Editorial oleh: Drs. Muz Latuconsina, MF

Apa yang disampaikan oleh Helena Ismail dalam rapat dengar pendapat bersama Komisi II DPRD pada Rabu 28 April 2026 bukan sekadar klarifikasi administratif. Itu adalah sirene panjang—peringatan keras yang seharusnya membuat siapa pun yang merasa terlibat langsung tersentak.

Helena tidak berbicara dalam bahasa abu-abu. Ia menyebut adanya kwitansi sebagai bukti pengambilan uang. Ini bukan rumor, bukan kabar burung yang biasa beredar di warung kopi. Ini adalah klaim yang, jika benar, berdiri di atas dokumen. Dan dokumen tidak mengenal kompromi: ia bisa menjadi pelindung, tapi juga bisa berubah menjadi jerat.

Lebih jauh lagi, pengakuan bahwa pembayaran hampir Rp 3 miliar telah disalurkan kepada keluarga marga Wael, Nurlatu, dan pihak besan membuka satu pertanyaan mendasar: jika pembayaran sudah dilakukan, mengapa masih ada pihak yang terus mengklaim dan—lebih berbahaya—diduga mengambil uang dari sumber lain?

Di sinilah masalahnya menjadi serius, bahkan berpotensi pidana.

Gunung Botak selama ini bukan hanya soal tambang, tetapi juga soal legitimasi, hak, dan klaim yang sering kali tumpang tindih. Namun situasi sekarang telah melampaui sengketa biasa. Jika benar ada pihak yang menerima pembayaran dari lebih dari satu sumber untuk objek yang sama, maka ini bukan lagi konflik lahan—ini sudah menyentuh ranah dugaan penipuan atau penggandaan klaim secara sadar.

Khusus kepada pihak-pihak yang mengatasnamakan ahli waris, terutama dari keluarga Wael yang disebut sebagai penerima terbesar, pesan editorial ini sederhana dan tegas: Tidak ada ruang abu-abu ketika bukti mulai disebutkan di forum resmi. Setiap rupiah yang diterima memiliki jejak, dan setiap jejak bisa ditarik kembali ke titik awalnya.

Lebih berbahaya lagi adalah efek domino yang ditimbulkan. Ketika kabar simpang siur soal “siapa sudah dibayar dan siapa belum” terus beredar, maka kepercayaan publik runtuh. Investor ragu, pemerintah daerah terjebak, dan masyarakat luas kembali menjadi korban dari konflik berkepanjangan.

Gunung Botak tidak butuh drama baru. Ia sudah terlalu lama menjadi simbol ketidakpastian hukum dan tarik-menarik kepentingan. Pernyataan Helena seharusnya menjadi titik balik—bukan untuk memperkeruh, tetapi untuk membersihkan.

Jika memang ada pihak yang merasa belum menerima haknya, tempuh jalur yang jelas dan sah. Namun bagi mereka yang sudah menerima, lalu masih bermain di dua kaki, ingat: setiap kwitansi adalah saksi bisu yang suatu saat bisa berbicara lantang di hadapan hukum.

Ini bukan lagi soal siapa paling kuat mengklaim, tapi siapa yang paling siap mempertanggungjawabkan.

Dan ketika bukti mulai diangkat ke meja resmi, waktu untuk berkelit sebenarnya sudah habis.

Gunung Sampah Kepung Ancol, TPS Jalan Transmigrasi Lumpuh : Warga Jakarta Utara Menanti Aksi Nyata

0

Jakarta, Mediaistana.Com — Sabtu (2 Mei 2026) Krisis sampah kembali menghantui wilayah Jakarta Utara, Tumpukan sampah yang menggunung hingga meluber keluar Tempat Penampungan Sementara (TPS) di Jalan Transmigrasi, Ancol, Kecamatan Pademangan, memantik keresahan warga sekaligus memperlihatkan rapuhnya sistem pengelolaan lingkungan di ibu kota.

Pantauan di lokasi pada Sabtu pagi sekitar pukul 08.52 WIB menunjukkan kondisi TPS sudah berada di titik kritis, Sampah rumah tangga bercampur limbah plastik dan organik menumpuk tinggi hingga hampir menyentuh atap bangunan.

Sebagian material sampah bahkan meluber ke badan jalan dan mengganggu akses pengguna jalan yang melintas di kawasan tersebut.

Bau menyengat tercium dari radius beberapa meter. Kondisi itu diperparah dengan munculnya lalat dan potensi berkembangnya tikus yang dinilai dapat mengancam kesehatan masyarakat sekitar,“Sudah sering seperti ini,Kalau telat diangkut, sampah langsung meluber ke jalan,Bau sekali dan sangat mengganggu,” ujar seorang warga yang melintas di kawasan TPS tersebut.

Situasi tersebut memunculkan sorotan tajam terhadap efektivitas sistem pengangkutan sampah di wilayah padat aktivitas itu,Warga menilai penanganan yang dilakukan selama ini masih bersifat sementara dan belum menyentuh akar persoalan.

Selain menciptakan pencemaran lingkungan, tumpukan sampah yang menjorok ke jalan juga dinilai membahayakan pengguna kendaraan, terutama pengendara roda dua yang harus melintas di jalur sempit di sekitar TPS.

Ironisnya, kondisi itu terjadi di kawasan Ancol yang dikenal sebagai salah satu destinasi strategis dan wajah pariwisata Jakarta Utara, Keberadaan gunungan sampah di area publik dinilai mencoreng citra kota sekaligus menunjukkan perlunya langkah darurat dalam tata kelola kebersihan perkotaan.

Warga mendesak pemerintah daerah dan instansi terkait segera mengambil tindakan konkret, mulai dari peningkatan frekuensi pengangkutan, penambahan kapasitas TPS, hingga penguatan sistem pengelolaan sampah berbasis pemilahan dari sumber.

Pengamat lingkungan menilai persoalan sampah di Jakarta tidak bisa lagi dipandang sebagai masalah rutin semata. Dibutuhkan evaluasi menyeluruh terhadap pola distribusi, pengangkutan, hingga kesadaran masyarakat dalam mengelola limbah rumah tangga.

Jika tidak segera ditangani, kondisi TPS overload seperti di Jalan Transmigrasi, Ancol, dikhawatirkan akan terus berulang dan berkembang menjadi ancaman serius bagi kesehatan lingkungan serta kualitas hidup warga perkotaan.

“Miris”Bendera Merah Putih Kusam Lusuh dan Sobek Berkibar di Halaman Kantor Desa Sukatani kec.Compreng

0

Media istana.com.Bendera Merah putih adalah merupakan simbol negara dan merupakan Bendera kebangsaan negara Republik Indonesia,yang mana setiap warga negara wajib menjaga dan menghormati sebagai bentuk kecintaan dan kesetiaan terhadap negara Republik Indonesia.

 

Bendera Merah putih bukan hanya sebatas kain saja,namun mengandung sejarah makna dan filosofi yang terkandung didalamnya.

 

Pemandangan tak sedap terlihat dihalaman kantor desa Sukatani kecamatan Compreng,bendera merah putih yang kusam,lusuh dan sobek berkibar di tiang bendera halaman kantor desa Sukatani kecamatan Compreng Subang.Kamis (30/04/26)

 

Pemandangan bendera Merah putih yang kusam,lusuh,dan sobek berkibar dihalaman kantor desa atau lembaga resmi sangat disayangkan,karena telah melanggar hukum UU Nomor 24 tahun 2009 tentang Bendera,Bahasa,dan Lambang Negara,dengan jelas melarang mengibarkan bendera Merah Putih yang rusak,kusam,lusuh dan sobek,dan dapat dikenakan sanksi pidana berdasarkan pasal 67 huruf b UU.No.24 tahun 2009 pelaku yang dengan sengaja mengibarkan bendera rusak,lusuh atau kusam di pidana dengan hukuman penjara paling lama 1 tahun dan denda paling banyak 100.000.000.

 

Kondisi seperti ini mencerminkan tidak adanya kepedulian seorang Kepala desa dan perangkat desanya terhadap simbol negara dan perjuangan kemerdekaan.

 

Pelanggaran ini dianggap sebagai tindakan yang merendahkan kehormatan bendera negara,larangan ini berlaku untuk mencegah pelecehan terhadap simbol negara meskipun terkadang pengibaran bendera tersebut tanpa maksud menghina namun secara aturan tetap dilarang.

 

Sampai berita ini diturunkan awak media belum bisa bertemu dengan kepala desa Sukatani kecamatan Compreng,untuk melakukan konfirmasi,karena Kepala desanya sibuk lagi kegiatan diluar.

POLAM–Indonesia; Memperingati Hari Pendidikan Nasional

0

 

Ambon – Maluku, 02 Mey 2026. Hari Pendidikan Nasional menjadi momentum refleksi bersama untuk memperkuat komitmen dalam memajukan pendidikan Indonesia sebagai fondasi utama pembangunan bangsa.

DIrt.Politik Anak Muda Indonesia (POLAM-Indonesia) Abubakar Karepesina, S.E), mengajak seluruh elemen masyarakat untuk terus menghargai dedikasi para guru sebagai pelita bangsa, sekaligus memperkuat semangat kolaborasi dalam menciptakan pendidikan yang inklusif, berkualitas, dan berkeadilan bagi seluruh anak negeri.

Semangat perjuangan Bapak Pendidikan Nasional, Ki Hajar Dewantara, harus terus hidup dalam setiap langkah pengabdian kita:

“Ing Ngarsa Sung Tuladha, Ing Madyo Mangun Karso, Tut Wuri Handayani”

Mari bersama mencerdaskan kehidupan bangsa menuju Indonesia yang maju, berdaya saing, dan berkarakter.

Dirgahayu Hari Pendidikan Nasional 2026. Tegasnya.

POLAM–Indonesia — Untuk Persatuan, Untuk Indonesia.