26.3 C
Jakarta
Beranda blog Halaman 13

Lima Kawasan Kuliner Berau Ditingkatkan, Dorong Pertumbuhan UMKM dan Pariwisata

0

Media Istana

TANJUNG REDEB, 16 Maret 2026

Pemerintah Kabupaten Berau resmi melaksanakan tahapan peningkatan dan revitalisasi bagi lima kawasan wisata kuliner yang telah ditetapkan melalui Peraturan Bupati Nomor 59 Tahun 2019. Langkah ini diharapkan dapat meningkatkan daya tarik pariwisata lokal sekaligus mengangkat pendapatan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) kuliner daerah.

Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Kabupaten Berau telah pengembangan kawasan kuliner yang dilakukan secara bertahap. Kawasan Tepian Jalan Ahmad Yani telah selesai penataan dan kini fokus pada pengawasan kebersihan serta kualitas produk, dengan menampilkan ikon penyu khas Berau yang menjadi daya tarik visual.

Sementara itu, kawasan Tepian Jalan Pulau Derawan tengah dalam tahap pendataan untuk zona malam, dengan rencana revitalisasi senilai Rp33,9 miliar yang akan dilengkapi ikon ikan pari. Tiga kawasan lainnya yaitu Tepian Jalan Antasari, Tepian Sambaliung, dan Tepian Gunung Tabur juga mendapatkan perhatian khusus terkait penataan fasilitas umum, pemasangan rambu petunjuk, serta pelatihan bagi para pedagang.

“Kami berharap dengan peningkatan ini, kawasan kuliner Berau tidak hanya menjadi tempat makan, tetapi juga destinasi wisata yang dapat memperkenalkan kekayaan kuliner lokal seperti kalampuri crispy, terasi Berau, dan abon ikan kepada wisatawan dari dalam dan luar daerah,” ujar Ilyas Natsir kepada Biro Media Istana beberapa waktu lalu sebelum pensiun.

Para pelaku UMKM menyambut baik langkah ini. Siti, seorang pedagang ikan bakar di kawasan Ahmad Yani, menyatakan bahwa penataan yang lebih baik telah meningkatkan jumlah pengunjung dan membuat mereka lebih termotivasi untuk menjaga kualitas hidangan.

Jam operasional kawasan wisata kuliner dianjurkan mulai pukul 17.00 hingga maksimal pukul 02.00 WITA, dengan penerapan standar kebersihan yang ketat untuk menjaga kenyamanan pengunjung dan warga sekitar.

 

Aroel Mandang

Kapolres Priok Pimpin Pelayanan dan Pengamanan Pelepasan Mudik Gratis Pelindo Group 2026

0

MediaIstana | Jakarta Utara – Kepolisian Resor Pelabuhan Tanjung Priok melaksanakan Pengamanan dan Pelayanan kegiatan Pelepasan Program Mudik Gratis bersama Badan Pengatur Badan Usaha Milik Negara (BP BUMN) dan Pelindo Group Tahun 2026 berlangsung dengan tertib, aman, dan penuh antusiasme di kawasan Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta Utara, pada Senin pagi (16/03/2026).

Kapolres Pelabuhan Tanjung Priok AKBP Aris Wibowo, S.I.K., M.H., memimpin langsung kegiatan Pengamanan dan Pelayanan Mudik Gratis Pelindo Group dengan melibatkan 68 (enam puluh delapan) Personel Polres Pelabuhan Tanjung Priok.

Acara yang mengusung tema “Mudik Aman Berbagi Harapan” tersebut dilaksanakan di Lapangan Buffer Area Tanjung Priok, eks Lapangan Pacific Paint, Jalan Industri I, Tanjung Priok, Jakarta Utara. Kegiatan dimulai pada pukul 07.30 WIB hingga 08.45 WIB dan diikuti oleh 2.450 pemudik yang diberangkatkan menggunakan 49 unit bus menuju berbagai kota tujuan di Pulau Jawa, yaitu Purwokerto, Semarang, Yogyakarta, Solo, Madiun, Malang, dan Surabaya.

Seremonial pelepasan mudik ini turut dihadiri oleh sejumlah pejabat dan pimpinan instansi terkait, di antaranya Direktur Utama PT Pelindo (Persero) Achmad Mushtasyar, Direktur Sumber Daya Manusia dan Umum PT Pelindo (Persero) Dwi Fatan Lilyana, Direktur Hubungan Kelembagaan PT Pelindo (Persero) Hendri Ginting, serta Executive General Manager PT Pelabuhan Indonesia (Persero) Regional 2 Tanjung Priok Yandri Trisaputra.

Turut hadir pula Kepala Kejaksaan Negeri Jakarta Utara Dr. Syahrul Juaksha Subuki, S.H., M.H., Kepala Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Utama Tanjung Priok Capt. Heru Susanto, M.M., Kapolres Pelabuhan Tanjung Priok AKBP Aris Wibowo, S.I.K., M.H., Pater Sahli Kolinlamil Kolonel Laut (P) Indra Dhani, serta perwakilan dari Kantor Pelayanan Utama Bea dan Cukai Tipe A Tanjung Priok dan jajaran direksi subholding PT Pelindo (Persero).

Rangkaian kegiatan diawali dengan inspeksi kesiapan dan kelayakan kendaraan oleh Kapolres Pelabuhan Tanjung Priok AKBP Aris Wibowo bersama jajaran terkait, serta pengecekan jumlah kendaraan yang akan diberangkatkan. Selanjutnya, acara dilanjutkan dengan pembukaan oleh MC, menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya, serta pembacaan doa yang dipimpin oleh Ustaz Saman Hudi.

Disamping itu Kapolres juga memberikan imbauan kamtibmas kepada sopir agar mengemudi bis dengan hati-hati, patuhi rambu-rambu lalu lintas serta menempelkan stiker Hotline pengaduan Polri 110 bebas pulsa dan siaga 24 dikandung maksud apabila pemudik mengetahui, melihat adanya gangguan kamtibmas atau kejadian yang membutuhkan kehadiran Polisi harap segera menghubungi 110.

Dengan terselenggaranya kegiatan ini, diharapkan para pemudik dapat melakukan perjalanan menuju kampung halaman dengan selamat, nyaman, dan penuh kebahagiaan, sekaligus mempererat tali silaturahmi bersama keluarga di Hari Raya dengan Mudik Aman Keluarga Bahagia.

Kapolres Priok Pimpin Pelayanan dan Pengamanan Pelepasan Mudik Gratis Pelindo Group 202626

0

MediaIstana | Jakarta Utara – Kepolisian Resor Pelabuhan Tanjung Priok melaksanakan Pengamanan dan Pelayanan kegiatan Pelepasan Program Mudik Gratis bersama Badan Pengatur Badan Usaha Milik Negara (BP BUMN) dan Pelindo Group Tahun 2026 berlangsung dengan tertib, aman, dan penuh antusiasme di kawasan Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta Utara, pada Senin pagi (16/03/2026).

Kapolres Pelabuhan Tanjung Priok AKBP Aris Wibowo, S.I.K., M.H., memimpin langsung kegiatan Pengamanan dan Pelayanan Mudik Gratis Pelindo Group dengan melibatkan 68 (enam puluh delapan) Personel Polres Pelabuhan Tanjung Priok.

Acara yang mengusung tema “Mudik Aman Berbagi Harapan” tersebut dilaksanakan di Lapangan Buffer Area Tanjung Priok, eks Lapangan Pacific Paint, Jalan Industri I, Tanjung Priok, Jakarta Utara. Kegiatan dimulai pada pukul 07.30 WIB hingga 08.45 WIB dan diikuti oleh 2.450 pemudik yang diberangkatkan menggunakan 49 unit bus menuju berbagai kota tujuan di Pulau Jawa, yaitu Purwokerto, Semarang, Yogyakarta, Solo, Madiun, Malang, dan Surabaya.

Seremonial pelepasan mudik ini turut dihadiri oleh sejumlah pejabat dan pimpinan instansi terkait, di antaranya Direktur Utama PT Pelindo (Persero) Achmad Mushtasyar, Direktur Sumber Daya Manusia dan Umum PT Pelindo (Persero) Dwi Fatan Lilyana, Direktur Hubungan Kelembagaan PT Pelindo (Persero) Hendri Ginting, serta Executive General Manager PT Pelabuhan Indonesia (Persero) Regional 2 Tanjung Priok Yandri Trisaputra.

Turut hadir pula Kepala Kejaksaan Negeri Jakarta Utara Dr. Syahrul Juaksha Subuki, S.H., M.H., Kepala Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Utama Tanjung Priok Capt. Heru Susanto, M.M., Kapolres Pelabuhan Tanjung Priok AKBP Aris Wibowo, S.I.K., M.H., Pater Sahli Kolinlamil Kolonel Laut (P) Indra Dhani, serta perwakilan dari Kantor Pelayanan Utama Bea dan Cukai Tipe A Tanjung Priok dan jajaran direksi subholding PT Pelindo (Persero).

Rangkaian kegiatan diawali dengan inspeksi kesiapan dan kelayakan kendaraan oleh Kapolres Pelabuhan Tanjung Priok AKBP Aris Wibowo bersama jajaran terkait, serta pengecekan jumlah kendaraan yang akan diberangkatkan. Selanjutnya, acara dilanjutkan dengan pembukaan oleh MC, menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya, serta pembacaan doa yang dipimpin oleh Ustaz Saman Hudi.

Disamping itu Kapolres juga memberikan imbauan kamtibmas kepada sopir agar mengemudi bis dengan hati-hati, patuhi rambu-rambu lalu lintas serta menempelkan stiker Hotline pengaduan Polri 110 bebas pulsa dan siaga 24 dikandung maksud apabila pemudik mengetahui, melihat adanya gangguan kamtibmas atau kejadian yang membutuhkan kehadiran Polisi harap segera menghubungi 110.

Dengan terselenggaranya kegiatan ini, diharapkan para pemudik dapat melakukan perjalanan menuju kampung halaman dengan selamat, nyaman, dan penuh kebahagiaan, sekaligus mempererat tali silaturahmi bersama keluarga di Hari Raya dengan Mudik Aman Keluarga Bahagia.

Kapolres Priok Pimpin Pelayanan dan Pengamanan Pelepasan Mudik Gratis Pelindo Group 2026 20

0

MediaIstana | JAKARTA UTARA – Kepolisian Resor Pelabuhan Tanjung Priok melaksanakan Pengamanan dan Pelayanan kegiatan Pelepasan Program Mudik Gratis bersama Badan Pengatur Badan Usaha Milik Negara (BP BUMN) dan Pelindo Group Tahun 2026 berlangsung dengan tertib, aman, dan penuh antusiasme di kawasan Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta Utara, pada Senin pagi (16/03/2026).

Kapolres Pelabuhan Tanjung Priok AKBP Aris Wibowo, S.I.K., M.H., memimpin langsung kegiatan Pengamanan dan Pelayanan Mudik Gratis Pelindo Group dengan melibatkan 68 (enam puluh delapan) Personel Polres Pelabuhan Tanjung Priok.

Acara yang mengusung tema “Mudik Aman Berbagi Harapan” tersebut dilaksanakan di Lapangan Buffer Area Tanjung Priok, eks Lapangan Pacific Paint, Jalan Industri I, Tanjung Priok, Jakarta Utara. Kegiatan dimulai pada pukul 07.30 WIB hingga 08.45 WIB dan diikuti oleh 2.450 pemudik yang diberangkatkan menggunakan 49 unit bus menuju berbagai kota tujuan di Pulau Jawa, yaitu Purwokerto, Semarang, Yogyakarta, Solo, Madiun, Malang, dan Surabaya.

Seremonial pelepasan mudik ini turut dihadiri oleh sejumlah pejabat dan pimpinan instansi terkait, di antaranya Direktur Utama PT Pelindo (Persero) Achmad Mushtasyar, Direktur Sumber Daya Manusia dan Umum PT Pelindo (Persero) Dwi Fatan Lilyana, Direktur Hubungan Kelembagaan PT Pelindo (Persero) Hendri Ginting, serta Executive General Manager PT Pelabuhan Indonesia (Persero) Regional 2 Tanjung Priok Yandri Trisaputra.

Turut hadir pula Kepala Kejaksaan Negeri Jakarta Utara Dr. Syahrul Juaksha Subuki, S.H., M.H., Kepala Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Utama Tanjung Priok Capt. Heru Susanto, M.M., Kapolres Pelabuhan Tanjung Priok AKBP Aris Wibowo, S.I.K., M.H., Pater Sahli Kolinlamil Kolonel Laut (P) Indra Dhani, serta perwakilan dari Kantor Pelayanan Utama Bea dan Cukai Tipe A Tanjung Priok dan jajaran direksi subholding PT Pelindo (Persero).

Rangkaian kegiatan diawali dengan inspeksi kesiapan dan kelayakan kendaraan oleh Kapolres Pelabuhan Tanjung Priok AKBP Aris Wibowo bersama jajaran terkait, serta pengecekan jumlah kendaraan yang akan diberangkatkan. Selanjutnya, acara dilanjutkan dengan pembukaan oleh MC, menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya, serta pembacaan doa yang dipimpin oleh Ustaz Saman Hudi.

Disamping itu Kapolres juga memberikan imbauan kamtibmas kepada sopir agar mengemudi bis dengan hati-hati, patuhi rambu-rambu lalu lintas serta menempelkan stiker Hotline pengaduan Polri 110 bebas pulsa dan siaga 24 dikandung maksud apabila pemudik mengetahui, melihat adanya gangguan kamtibmas atau kejadian yang membutuhkan kehadiran Polisi harap segera menghubungi 110.

Dengan terselenggaranya kegiatan ini, diharapkan para pemudik dapat melakukan perjalanan menuju kampung halaman dengan selamat, nyaman, dan penuh kebahagiaan, sekaligus mempererat tali silaturahmi bersama keluarga di Hari Raya dengan Mudik Aman Keluarga Bahagia.

Kapolres Priok Pimpin Pelayanan dan Pengamanan Pelepasan Mudik Gratis Pelindo Group 2026 ta

0

MediaIstana | JAKARTA UTARA – Kepolisian Resor Pelabuhan Tanjung Priok melaksanakan Pengamanan dan Pelayanan kegiatan Pelepasan Program Mudik Gratis bersama Badan Pengatur Badan Usaha Milik Negara (BP BUMN) dan Pelindo Group Tahun 2026 berlangsung dengan tertib, aman, dan penuh antusiasme di kawasan Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta Utara, pada Senin pagi (16/03/2026).

Kapolres Pelabuhan Tanjung Priok AKBP Aris Wibowo, S.I.K., M.H., memimpin langsung kegiatan Pengamanan dan Pelayanan Mudik Gratis Pelindo Group dengan melibatkan 68 (enam puluh delapan) Personel Polres Pelabuhan Tanjung Priok.

Acara yang mengusung tema “Mudik Aman Berbagi Harapan” tersebut dilaksanakan di Lapangan Buffer Area Tanjung Priok, eks Lapangan Pacific Paint, Jalan Industri I, Tanjung Priok, Jakarta Utara. Kegiatan dimulai pada pukul 07.30 WIB hingga 08.45 WIB dan diikuti oleh 2.450 pemudik yang diberangkatkan menggunakan 49 unit bus menuju berbagai kota tujuan di Pulau Jawa, yaitu Purwokerto, Semarang, Yogyakarta, Solo, Madiun, Malang, dan Surabaya.

Seremonial pelepasan mudik ini turut dihadiri oleh sejumlah pejabat dan pimpinan instansi terkait, di antaranya Direktur Utama PT Pelindo (Persero) Achmad Mushtasyar, Direktur Sumber Daya Manusia dan Umum PT Pelindo (Persero) Dwi Fatan Lilyana, Direktur Hubungan Kelembagaan PT Pelindo (Persero) Hendri Ginting, serta Executive General Manager PT Pelabuhan Indonesia (Persero) Regional 2 Tanjung Priok Yandri Trisaputra.

Turut hadir pula Kepala Kejaksaan Negeri Jakarta Utara Dr. Syahrul Juaksha Subuki, S.H., M.H., Kepala Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Utama Tanjung Priok Capt. Heru Susanto, M.M., Kapolres Pelabuhan Tanjung Priok AKBP Aris Wibowo, S.I.K., M.H., Pater Sahli Kolinlamil Kolonel Laut (P) Indra Dhani, serta perwakilan dari Kantor Pelayanan Utama Bea dan Cukai Tipe A Tanjung Priok dan jajaran direksi subholding PT Pelindo (Persero).

Rangkaian kegiatan diawali dengan inspeksi kesiapan dan kelayakan kendaraan oleh Kapolres Pelabuhan Tanjung Priok AKBP Aris Wibowo bersama jajaran terkait, serta pengecekan jumlah kendaraan yang akan diberangkatkan. Selanjutnya, acara dilanjutkan dengan pembukaan oleh MC, menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya, serta pembacaan doa yang dipimpin oleh Ustaz Saman Hudi.

Disamping itu Kapolres juga memberikan imbauan kamtibmas kepada sopir agar mengemudi bis dengan hati-hati, patuhi rambu-rambu lalu lintas serta menempelkan stiker Hotline pengaduan Polri 110 bebas pulsa dan siaga 24 dikandung maksud apabila pemudik mengetahui, melihat adanya gangguan kamtibmas atau kejadian yang membutuhkan kehadiran Polisi harap segera menghubungi 110.

Dengan terselenggaranya kegiatan ini, diharapkan para pemudik dapat melakukan perjalanan menuju kampung halaman dengan selamat, nyaman, dan penuh kebahagiaan, sekaligus mempererat tali silaturahmi bersama keluarga di Hari Raya dengan Mudik Aman Keluarga Bahagia.

Lapas Sidoarjo Gelar Penyuluhan Hukum Bersama UMSIDA Bahas Restorative Justice dalam Pembaruan KUHAP

0

Mediaostana.com||Sidoarjo – Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIA Sidoarjo Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Jawa Timur menggelar kegiatan penyuluhan hukum bekerja sama dengan Lembaga Konsultasi dan Bantuan Hukum Universitas Muhammadiyah Sidoarjo (UMSIDA), pada Senin, 16 Maret 2026 pukul 10.00 WIB di Aula Lapas Kelas IIA Sidoarjo.(16/3/26)

Kegiatan ini mengangkat tema “Konsep dan Prosedur Restorative Justice yang Terdapat pada Pembaharuan KUHAP di Indonesia” yang disampaikan oleh tim dari Lembaga Konsultasi dan Bantuan Hukum UMSIDA. Penyuluhan ini bertujuan untuk memberikan pemahaman hukum kepada Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) terkait perkembangan sistem peradilan pidana, khususnya konsep restorative justice yang saat ini menjadi bagian penting dalam pembaruan Kitab Undang-Undang Hukum Acara Pidana (KUHAP).

Dalam kegiatan tersebut, narasumber menjelaskan bahwa pendekatan restorative justice menitikberatkan pada penyelesaian perkara pidana melalui dialog dan kesepakatan antara pihak-pihak yang terlibat, sehingga dapat memulihkan hubungan sosial serta memberikan keadilan yang lebih humanis.

Kegiatan penyuluhan hukum ini diikuti oleh sejumlah Warga Binaan yang tampak antusias mengikuti materi serta sesi diskusi yang berlangsung interaktif. Para peserta diberikan kesempatan untuk bertanya secara langsung mengenai berbagai persoalan hukum yang mereka hadapi.

Kepala Lapas Kelas IIA Sidoarjo dalam keterangannya menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari upaya pembinaan di bidang kesadaran hukum bagi warga binaan.

“Melalui kegiatan penyuluhan hukum ini, kami berharap Warga Binaan dapat memahami hak dan kewajiban mereka secara hukum, serta mengetahui perkembangan sistem peradilan pidana di Indonesia, termasuk konsep restorative justice yang mengedepankan pemulihan dan keadilan bagi semua pihak,” ujarnya.

Lebih lanjut, kerja sama dengan perguruan tinggi seperti UMSIDA juga diharapkan dapat terus memberikan kontribusi positif dalam peningkatan layanan bantuan hukum serta edukasi hukum bagi Warga Binaan di Lapas Sidoarjo.

 

Dengan adanya kegiatan ini, Lapas Kelas IIA Sidoarjo berkomitmen untuk terus menghadirkan program pembinaan yang tidak hanya bersifat pembinaan kepribadian dan kemandirian, tetapi juga meningkatkan literasi hukum bagi para Warga Binaan sebagai bekal saat kembali ke masyarakat.

 

Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIA Sidoarjo
Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Jawa Timur.(Djat)

Setahun Bekerja, Bergerak – Berdampak
#Kemenimipas #SetahunBerdampak #ImipasSetahunBergerakBerdampak

Soroti Program SPPI, Sonny T. Danaparamita Ingatkan Pemerintah Jangan Sakiti Tenaga Pengabd

0

Mediaistana.com

 

JAKARTA — Anggota Komisi IV DPR RI dari Fraksi PDI Perjuangan, Sonny T. Danaparamita, S.H., M.H., mengeluarkan pernyataan tajam terkait rencana pemerintah merekrut 30.000 Sarjana Penggerak Pembangunan Indonesia (SPPI) untuk mengelola Koperasi Desa Merah Putih (KDMP).

 

Legislator asal Dapil Jawa Timur III (Banyuwangi, Situbondo, Bondowoso) ini mengingatkan pemerintah bahwa janji pemberian status Aparatur Sipil Negara (ASN) bagi lulusan baru (spesialis SPPI) berpotensi memicu kegaduhan dan melukai perasaan jutaan tenaga honorer yang telah mengabdi belasan hingga puluhan tahun di berbagai pelosok negeri.

 

Soroti Nasib Guru, Nakes, hingga Pejuang Pangan di Garis Depan

 

Dalam keterangannya, Sonny menegaskan bahwa aspek keadilan sosial harus menjadi panglima dalam setiap kebijakan rekrutmen. Ia mencermati adanya ketimpangan jika rekrutmen baru langsung diberikan “karpet merah” menuju status ASN.

 

“Kita harus bicara jujur tentang rasa keadilan. Bagaimana perasaan guru-guru honorer di sekolah terpencil, perawat dan bidan desa yang bertaruh nyawa di garis depan kesehatan, hingga tenaga teknis dan administrasi di kantor-kantor pemerintahan yang nasibnya hingga kini masih terkatung-katung tanpa kepastian status?” ujar Wakil Ketua Umum DPP Persatuan Alumni GMNI ini dengan nada retoris kepada media, Senin (16/03/26).

 

Lebih spesifik, Sonny yang bermitra kerja dengan sektor pertanian menyoroti nasib para Penyuluh Pertanian (THL-TBPP) dan Penyuluh Lapangan lainnya.

 

“Mereka ini adalah pejuang pangan yang sudah berpeluh di sawah bersama petani selama bertahun-tahun. Jika rekrutmen baru SPPI dijanjikan jalur istimewa menjadi ASN, ini adalah bentuk ketidakadilan nyata. Jangan sampai kebijakan ini justru menegasikan dedikasi mereka yang sudah lama berjuang di akar rumput,” tegasnya.

 

Kementerian Koperasi Harus Pegang Kendali (Leading Sector)

 

Selain isu SDM, Sonny mengkritisi dominasi kementerian lain di luar sektor perkoperasian dalam proses rekrutmen ini. Berdasarkan Perpres yang ada, ia menuntut agar Kementerian Koperasi dikembalikan fungsinya sebagai leading sector.

 

“Berdasarkan aturan, urusan perkoperasian adalah ranah teknis Kementerian Koperasi. Tanpa kepemimpinan dari kementerian yang kompeten di bidangnya, penempatan 30.000 sarjana ini dikhawatirkan hanya akan menjadi proyek seremonial yang bias akibat ego sektoral,” kata Sonny.

 

Peringatan Keras: Larangan Bangun Koperasi di Lahan Sawah (LSD)

 

Terkait infrastruktur fisik KDMP, Sonny juga memberikan peringatan keras mengenai isu alih fungsi lahan. Ia mencatat adanya potensi pembangunan gedung koperasi yang menabrak aturan Lahan Sawah Dilindungi (LSD) dan Lahan Pertanian Pangan Berkelanjutan (LP2B).

 

“Saya memahami KDMP adalah Proyek Strategis Nasional (PSN) berbasis Inpres, namun perlindungan lahan sawah adalah amanat Undang-Undang. Mari kita wujudkan tujuan ekonomi tanpa harus mengorbankan lahan produktif yang menjadi tumpuan hidup petani. Pembangunan tidak boleh menegasikan materi muatan hukum yang sudah ada,” tuturnya.

 

Refleksi Ramadan: Pembangunan yang Istiqomah dan Humanis

 

Menutup pernyataannya, tokoh alumni GMNI ini mengajak pemerintah memanfaatkan momentum bulan suci ramadan untuk melakukan refleksi mendalam atas tata kelola pemerintahan yang lebih inklusif.

 

“Di bulan ramadan yang penuh berkah ini, saya mengetuk hati pemerintah untuk selalu istiqomah dan berpihak pada keadilan. Pastikan sinergi antar-kementerian berjalan tanpa hambatan ego sektoral. Jangan sampai upaya baik memaksimalkan potensi bangsa ini justru meninggalkan luka bagi mereka yang sudah lama berdedikasi untuk negera,” pungkas Sonny.

Bukan Investigasi, Tuduhan Akun Anonim terhadap Kapolsek Namlea Adalah Fitnah

0

Narasi yang beredar di media sosial dari sebuah akun anonim bernama Rudi Purnama yang menuding Kapolsek Namlea, Charles Langitan, melakukan pungutan liar terhadap produksi sopi dan aktivitas judi sabung ayam menuai sorotan.

Bukan terlihat sebagai laporan investigatif, tulisan yang beredar itu justru dinilai lebih menyerupai rangkaian opini tanpa bukti. Tuduhan serius dilontarkan, namun tidak satu pun data konkret, dokumen, atau sumber yang dapat diverifikasi disertakan dalam narasi tersebut.

Dalam praktik jurnalistik, investigasi selalu berdiri di atas fakta yang dapat diuji. Setiap klaim harus disertai bukti, narasumber yang jelas, serta proses verifikasi yang ketat. Hal tersebut tidak tampak dalam narasi yang disebarkan oleh akun anonim tersebut.

Yang muncul justru keberanian menuduh dari balik identitas yang tidak jelas. Tidak ada laporan resmi kepada lembaga berwenang, tidak ada keterangan saksi yang dapat dipertanggungjawabkan, dan tidak ada bukti yang memperkuat klaim yang disampaikan.

Penggunaan istilah “investigasi” dalam narasi itu pun dinilai menyesatkan. Tanpa data dan verifikasi, istilah tersebut hanya menjadi label untuk memberi kesan seolah-olah tudingan yang disampaikan memiliki dasar kuat.

Fenomena ini kembali menunjukkan sisi gelap media sosial: ruang di mana tuduhan dapat disebarkan dengan cepat tanpa tanggung jawab yang jelas. Dalam banyak kasus, narasi dari akun anonim sering kali lebih bertujuan membangun opini publik ketimbang mencari kebenaran.

Padahal, jika benar terdapat dugaan pelanggaran hukum, jalur yang tepat adalah melaporkannya kepada institusi yang berwenang agar dapat diperiksa secara objektif dan transparan. Menyebarkan tuduhan tanpa bukti justru berpotensi masuk dalam kategori pencemaran nama baik.

Publik pun diimbau untuk tidak mudah mempercayai informasi dari akun anonim yang tidak disertai bukti yang dapat diverifikasi. Kritik dan kontrol sosial memang penting dalam demokrasi, tetapi keduanya harus berdiri di atas fakta, bukan spekulasi.

Sebab ketika tuduhan tanpa dasar disebarkan, yang terjadi bukan lagi kontrol sosial, melainkan fitnah yang merusak reputasi seseorang di ruang publik

Wamenhub Suntana Turun Langsung Atasi Antrean Pemudik dari Bali Menuju Jawa  

0

Mediaistana.com

BANYUWANGI – Wakil Menteri Perhubungan Suntana, turun langsung meninjau kepadatan antrean kendaraan pemudik dari Bali menuju Jawa yang terjadi di jalur menuju Pelabuhan Gilimanuk, Minggu (15/3/2026) malam.

 

Sebelum menuju lokasi antrean, Wamenhub lebih dahulu menggelar rapat koordinasi bersama otoritas pelabuhan di kantor ASDP Indonesia Ferry di kawasan Pelabuhan Ketapang. Rapat tersebut membahas langkah percepatan arus kendaraan yang menumpuk di sisi Bali agar antrean cepat terurai.

 

“Saya ke sini hanya ingin mempercepat arus dari sana (Gilimanuk),” kata Wamenhub Suntana.

 

Seusai rapat, rombongan Wamenhub langsung bergerak menuju Pelabuhan Gilimanuk untuk memantau kondisi antrean kendaraan secara langsung.

 

Salah satu pemudik, Kholik (26) baru tiba di Pelabuhan Ketapang sekira pukul 18.50 WIB. Ia sebelumnya harus menunggu sangat lama sebelum akhirnya bisa naik kapal penyeberangan.

 

Ia berangkat dari kawasan Canggu, Bali, sekitar pukul 22.00 WITA menggunakan travel. Ia baru tiba di area parkiran antrean Pelabuhan Gilimanuk sekitar pukul 10.00 pagi, karena terjadi antrean panjang menuju pelabuhan.

 

“Berangkat jam 10 malam. Naik kapal dari Gilimanuk baru setelah magrib. 10 Jam lebih saya dan rombongan menunggu,” ujar pemudik asal Probolinggo ini.

 

Pemudik lainnya, Heri (45), juga mengalami antrean panjang. Ia mengatakan antrean kendaraan bahkan mencapai lebih dari 30 kilometer. “Saya berangkat dari Seminyak, Bali jam 8 malam. Sampai sini (Pelabuhan Ketapang) hampir jam 7 malam. Macetnya lebih dari 30 kilometer,” kata Heri yang juga asal Probolinggo ini.

 

Menurutnya, kemacetan paling parah terjadi pada dini hari hingga pagi hari. Kendaraan bahkan sempat tidak bisa bergerak sama sekali selama beberapa jam. “Jam 3 pagi sampai jam 9 pagi macet total, tidak bisa jalan. Setelah itu baru bisa pelan-pelan bergerak menuju Pelabuhan Gilimanuk,” ujarnya.

 

Kemacetan, imbuhnya, semakin parah karena kondisi lalu lintas yang semrawut, terutama kendaraan yang saling mendahului di jalur antrean. “Kendalanya kendaraan dari dua arah saling mendahului, jadi semrawut. Banyak yang ngeblong,” katanya.

 

General Manager ASDP Cabang Ketapang, Arief Eko mengatakan, pihaknya menerapkan skema tiba bongkar berangkat (TBB) untuk mengurai kepadatan antrean kendaraan pemudik dari Bali menuju Jawa. Dari total 35 kapal yang dioperasikan di lintas Ketapang-Gilimanuk, ada 11 kapal kini menjalankan skema tersebut.

 

“Skema TBB diterapkan dengan pola kapal hanya menurunkan muatan di Pelabuhan Ketapang tanpa melakukan proses muat kembali, kemudian langsung berlayar kembali ke Gilimanuk untuk mengangkut kendaraan berikutnya,” terang dia.

 

PT ASDP Indonesia Ferry Cabang Ketapang berencana menambah kapal berukuran besar di lintasan Ketapang-Gilimanuk untuk meningkatkan kapasitas angkut kendaraan dan memperlancar arus penyeberangan penghubung Jawa-Bali.

 

Kehadiran kapal besar nantinya bukan untuk menambah jumlah total kapal yang beroperasi. ASDP hanya akan mengubah komposisi armada dengan memperbanyak kapal berukuran besar, terutama yang memiliki bobot sekitar 2.000 Gross Tonnage (GT).

 

“Jumlah kapal yang beroperasi kemungkinan tetap sekitar 35 unit. Tapi komposisinya akan kita perkuat dengan kapal-kapal yang ukurannya lebih besar,” kata Arief.

 

Berdasarkan data kumulatif sejak H-10 hingga H-7, tercatat lebih dari 200 ribu penumpang telah diseberangkan dari Bali menuju Jawa. Selain itu, lebih dari 35 ribu sepeda motor dan sekitar 17 ribu kendaraan kecil juga telah menyeberang melalui Pelabuhan Gilimanuk.

 

“Peningkatan yang paling signifikan terjadi pada kendaraan roda dua, yakni sekitar 32 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Sedangkan kendaraan roda empat meningkat sekitar 11 persen,” ujarnya.

 

Ia memprediksi arus kendaraan dari Bali menuju Jawa masih akan terus meningkat dan diprediksi akam terjadi hingga tanggal 17 Maret. Terutama menjelang penutupan penyeberangan pada 18 – 20 Maret karena Nyepi. (Kevin)

Mengais Rezeki di PETI Oknum TNI Tampak Berpakaian Seragam Sambil Meraih Keuntungan

0

Namlea, 16 Maret 2026 – Aktivitas tambang liar di wilayah Gunung Botak kabupaten buru masih terus berjalan bebas tanpa adanya tindakan tegas dari pihak berwenang. Bahkan, dugaan kuat menyebutkan bahwa oknum Tentara Nasional Indonesia (TNI) terlibat dalam pengawasan terhadap aktivitas ilegal ini, sekaligus turut meraih keuntungan dengan memberikan peluang agar operasi tambang liar tersebut dapat berjalan lancar.

Informasi yang diperoleh dari sumber terpercaya di lapangan menyebutkan bahwa tambang liar di Gunung Botak telah beroperasi dalam waktu yang cukup lama. Meskipun aktivitas ini jelas melanggar peraturan perundang-undangan tentang pertambangan dan lingkungan hidup, namun hingga saat ini belum ada upaya serius untuk menutup atau menindak pelakunya.

Yang lebih memprihatinkan, adanya indikasi keterlibatan oknum TNI yang seharusnya bertugas menjaga keamanan dan ketertiban di wilayah tersebut. Menurut saksi mata, oknum tersebut tidak hanya melakukan pengawasan terhadap aktivitas tambang liar, tetapi juga terlihat turut membantu kelancaran operasi, dan oknum tersebut diduga menerima bagian dari keuntungan yang diperoleh dari tambang liar tersebut,bahkan oknum petugas juga turut mendapat keuntungan dan hasil penambangan

Aktivitas tambang liar di Gunung Botak sendiri dikhawatirkan dapat menimbulkan dampak buruk bagi lingkungan, seperti kerusakan hutan, erosi tanah, dan pencemaran sumber air. Selain itu, keterlibatan oknum TNI dalam kasus ini juga mencoreng citra institusi militer yang seharusnya menjadi pelindung masyarakat dan penegak hukum.

Hingga saat ini, belum ada tanggapan resmi dari pihak TNI maupun instansi terkait terkait dugaan keterlibatan oknum dalam aktivitas tambang liar di Gunung Botak. Masyarakat berharap agar pihak berwenang segera melakukan penyelidikan mendalam terhadap kasus ini, menindak tegas semua pihak yang terlibat, baik dari kalangan penambang liar maupun oknum yang diduga terlibat, serta mengambil langkah-langkah untuk memulihkan kondisi lingkungan yang telah rusak akibat aktivitas tambang tersebut.