26.4 C
Jakarta
Beranda blog Halaman 37

PELNI Tual Sukseskan Penyelenggaraan Mudik Lebaran dengan Menyiapkan 5 Kapal

0

PT Pelayaran Nasional Indonesia atau PT Pelni (Persero) Cabang Tual menyiapkan 5 armada Kapal Penumpang untuk menyukseskan angkutan Lebaran 2026 guna mengakomodasi kebutuhan masyarakat yang melakukan perjalanan mudik dan arus balik.

Pada periode angkutan Lebaran, Pelni mengoperasikan 5 Kapal Penumpang yaitu KM. Labobar, KM. Tatamailau, KM. Sirimau dan satu kapal tambahan KM Dobonsolo menggantikan KM. Leuser yang diperbantukan ke wilayah tengah Surabaya dan Kalimantan Port dan 1 armada Kapal Perintis KM.Sabuk Nusantara 106.

PT. PELNI menetapkan masa peak season angkutan lebaran Idul Fitri 1447H mulai 6 Maret hingga 6 April 2026 dengan jumlah frekuensi kedatangan kapal di Pelabuhan Tual sebanyak 11 Call.

Proyeksi puncak arus mudik terjadi pada tanggal pada 12 Maret 2026 keberangkatan KM. Labobar tujuan Ambon, Makassar dan Surabaya dengan jumlah penumpang sementara saat ini (9/3) tercatat sebanyak 1.700 penumpang sedangkan prediksi puncak arus balik terjadi pada tanggal 30 Maret 2026.

Kacab Pelni Tual Agus Herianta menyampaikan persiapan angkutan Lebaran 1447 Hijriah telah dilakukan secara menyeluruh demi memastikan pelayanan berjalan aman, tertib, dan lancar.

AT dan ST Sudah Dibebaskan, Kuasa Hukum: Dugaan Pencurian Sapi di Waeapo Tidak Cukup Bukti

0

Dugaan tindak pidana pencurian sapi yang melibatkan dua warga berinisial AT dan ST di wilayah Waeapo, Kabupaten Buru, menjadi sorotan publik. Kedua warga tersebut kini telah dibebaskan karena alat bukti yang ada dinilai belum memenuhi ketentuan hukum yang berlaku.

Kuasa hukum keduanya, Laeko Lapandewa, menyatakan bahwa setelah dilakukan analisis terhadap perkara tersebut, tidak ditemukan bukti yang cukup untuk menjerat kliennya dalam tindak pidana pencurian.

Menurut Laeko Lapandewa, yang juga dikenal sebagai pengacara muda, perkara tersebut telah dianalisis berdasarkan ketentuan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2025 tentang KUHAP Baru yang mulai berlaku pada 2 Januari 2026. Ia menjelaskan bahwa sesuai Pasal 235 ayat (1) dalam regulasi tersebut, suatu perkara pidana harus didukung oleh alat bukti yang sah dan cukup sebelum seseorang dapat diproses secara hukum.

“Berdasarkan analisis Saya terhadap bukti-bukti yang ada, tindakan yang dituduhkan kepada klien Saya lebih mengarah pada percobaan tindak pidana, bukan perbuatan pidana yang selesai dilakukan. Oleh karena itu, secara hukum perkara ini tidak dapat dilanjutkan,” ujar Laeko dalam keterangannya kepada media, Minggu (8/3/2026).

Laeko juga menegaskan bahwa Indonesia adalah negara hukum yang menjunjung tinggi asas praduga tak bersalah atau presumption of innocence. Prinsip ini menyatakan bahwa setiap orang harus dianggap tidak bersalah sampai ada putusan pengadilan yang berkekuatan hukum tetap yang menyatakan sebaliknya.

“Asas ini sangat penting untuk melindungi hak asasi manusia, menjamin perlakuan yang adil, serta mencegah penyalahgunaan wewenang selama proses penyidikan,” tambahnya.

Selain itu, Laeko meminta masyarakat untuk tidak menyebarkan foto atau gambar kliennya terkait tuduhan tersebut tanpa izin. Ia menilai tindakan tersebut berpotensi mencemarkan nama baik dan dapat berimplikasi hukum.

Menurutnya, penyebaran foto atau informasi yang merugikan pihak tertentu tanpa dasar yang jelas dapat melanggar Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik, khususnya Pasal 27 tentang pencemaran nama baik.

“Saya meminta kepada masyarakat yang telah memposting atau membagikan foto klien Saya agar segera menghapusnya. Jika tetap disebarkan, Saya tidak segan mengambil langkah hukum,” tegasnya.

Lebih lanjut, Laeko juga mengimbau masyarakat agar tidak melakukan tindakan main hakim sendiri. Ia meminta warga untuk tetap menghormati proses hukum yang berlaku.

Ia juga menyarankan agar masyarakat yang kehilangan ternak seperti sapi atau kambing segera melaporkannya kepada pihak berwenang sesuai prosedur hukum, sehingga penanganannya dapat dilakukan secara resmi dan tidak menimbulkan konflik di masyarakat.(Tim)

Dapur SPPG Buru Namlea 4 Sampaikan Klarivikasi Terkait Temuan MBG

0

Menanggapi pernyataan anggota DPRD Kabupaten Buru dari partai NasDem, Mochtar Ternate yang menyoroti menu program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang dibagikan kepada siswa di SD 1 Al‑Hilal Namlea dan SMP Negeri 1 Namlea, pihak penyelenggara MBG melalui dapur SPPG Buru Namlea 4 memberikan penjelasan resmi terkait menu yang didistribusikan kepada siswa.

Pihak MBG menjelaskan bahwa menu yang beredar dalam pemberitaan tersebut memang berasal dari dapur SPPG Buru Namlea 4 dan telah disiapkan sesuai dengan standar gizi yang ditetapkan. Menu tersebut dibagikan selama dua hari, yakni pada Senin, 9 Maret 2026 dan Selasa, 10 Maret 2026.

Untuk hari pertama, Senin (9/3/2026), menu yang dibagikan kepada para siswa terdiri dari bolu kukus pisang, ayam ungkep, tahu ungkep, serta buah pisang. Sementara pada hari kedua, Selasa (10/3/2026), menu yang disiapkan adalah kasbi goreng karamel, telur rebus, buah kelengkeng, dan kacang goreng.

Pihak MBG menegaskan bahwa sebelum menu tersebut didistribusikan kepada siswa, pihak dapur telah melakukan konfirmasi terlebih dahulu dengan pihak sekolah. Selain itu, kepala sekolah juga telah diberitahukan untuk menyampaikan kepada para siswa bahwa ayam ungkep dan tahu ungkep yang dibagikan dapat digoreng kembali sebelum dikonsumsi.

Terkait ukuran atau porsi makanan yang diberikan, pihak MBG memastikan bahwa seluruh bahan makanan telah ditimbang secara langsung oleh ahli gizi yang bertugas. Dengan demikian, porsi yang dibagikan kepada siswa dinilai telah sesuai dengan takaran kebutuhan gizi.

Menurut pihak penyelenggara, menu yang disajikan juga telah memenuhi standar gizi yang diperlukan bagi siswa. Sumber karbohidrat berasal dari bolu kukus, pisang, dan Ubi goreng karamel. Sumber protein hewani terdapat pada ayam ungkep dan telur rebus. Sementara protein nabati berasal dari tahu ungkep dan kacang goreng. Adapun vitamin dan serat diperoleh dari buah-buahan seperti pisang dan kelengkeng.

Dengan penjelasan tersebut, pihak MBG berharap masyarakat dapat memahami bahwa menu yang dibagikan kepada para siswa telah melalui perencanaan dan pengawasan ahli gizi agar tetap memenuhi standar gizi yang dianjurkan bagi anak sekolah.(Tim)

Pantauan Awak MediaIstana Kepsek SMAN 1 Bilah Hulu Jarang Masuk Sekolah, Pihak Security Buka Suara

0

MediaIstana.com Labuhanbatu||-  Senin 9/3/2026 Kepala Sekolah (Kepsek) SMAN 1 Bilah Hulu, Kabupaten Labuhanbatu, Sumatra Utara, diduga jarang masuk sekolah. Hasil konfirmasi awak media/Tim dengan pihak security/pos pam, Kepsek SMAN 1 Bilah Hulu kurang lebih satu minggu tidak masuk sekolah.

“Sejak Minggu yang lalu orang bapak kemari sampai sekarang belum ada masuk,” ucap security dengan nada agak ragu.

Tim awak media merasa kesal atas kinerja Kepsek SMAN 1 Bilah Hulu yang dinilai tidak prosedural dan seolah tidak bertanggung jawab atas amanah yang dipercayakan pihak Kepala Dinas Pendidikan Sumatra Utara.

Dalam hal ini, dianggap perlu dilakukan asesmen profil company lebih intensif terhadap kepala sekolah seperti Kepsek SMAN 1 Bilah Hulu. Sebab dugaan sangat terlalu tertutup sebagai pejabat publik atas anggaran dana BOS yang dikelolanya kepada pihak media sebagai sosial kontrol.

Tim media meminta kiranya pihak Inspektorat dan UPT Kepala Cabang (Kacab) Pendidikan Labuhanbatu Sumatra Utara segera memanggil dan mengauditnya.

By  ( Dariter Ritonga)

Tersangka Kasus Dana Hibah Pramuka Labuhanbatu masih “BAYANGAN”

0

MediaIstana.com Labujanbatu||-  Senin 10/03/2026  Lembaran baru proses penyelidikan Dana Hibah Pramuka Kabupaten Labuhanbatu selama lebih kurang 1 bulan lebih belum ada juga penetapan tersangka

Padahal kejari Labuhanbatu Melalu  kasih intel Memed Sugama Siregar mengatakan pada tanggal 2 januari 2026 status pekara Dana Hibah Peamuka Labuhanbatu naik ketahap penyidikan

“Kejari Labuhanbatu telah memanggil 70 orang saksi. Namun, 17 orang di antaranya tidak memenuhi panggilan. Dari 70 orang yang dipanggil, 53 orang hadir untuk memberikan keterangan,” ujar Memed.

Selama Dua bulan ( lebih kurang) pemeriksaan terhadap 53 Orang yang telah di periksa ,belum ada juga penetapan tersangka dan nasib 17 Orang yang belum periksa ,belum  ketahui  hasilnya.

Awak Media menerima SMS dari Call Center kejaksaan Negeri Labuhanbatu ” Kasus Dana Hibah Pramuka Labuhanbatu Sampai saat Ini Masih dalam proses”

Ditempat yang berbeda Awak Media meminta Tanggapan Salah Seorang Bendahara Dewan Pimpinan Daerah Tim investigasi Tindak Pidana Korupsi  Indonesia ( DPD Tipikor Indonesia) Kabupaten Labuhanbatu Julip Effendi Jalan Pardamean Sigambal Kelurah Perdamean Kecamatan Rantau Selatan Kabupaten Labuhanbatu Provinsi Sumatra Utara Angkat Bicara.

Julip Effendi” ini saya perhatikan dan saya lihat dalam Proses Pemeriksaan saksi sangat Lambat sudah hampir Dua Bulan terkait Kasus Dana Hibah Pramuka ini ,terkesan di perlambat apakah Karna Melibatkan orang -orang petinggi Pemerintah Kabupaten Labuhanbatu apalagi.sudah terjadi Demo di Kantor kejaksaan Negeri Rantau Prapat Labuhanbatu terkait lambatnya proses pemeriksaan berbagai kasus yang sudah di laporkan termasuk Korupsi Dana Hibah Pramuka Labuhanbatu melibatkan.ketua dan bendahara dari 70 saksi sampai saat ini sudah dua Bulan lebih kurang mengapa 53 yang baru di Periksa Ke mana 17 orang lagi apa memang yang 17 orang ini masih di cari apa memang tidak di panggil agar pemeriksaan saksi di perlambat ,kami dari DPD Tipikor Indonesia Kabupaten Labuhanbatu Meminta Kepala kejaksaan yang baru agar terus mendalami kasus dana hibah Pramuka ini dan kami akan terus mengawal dan menelusuri sampai ke tahap penetapan tersangka ,kami juga meminta kejaksaaan negeri Rantau prapat Kabupaten Labuhanbatu harus indevenden serta menjalankan tupoksinya agar kasus ini terang benderang sebab temuan korupsi dana Hibah ini mulai tahun 2022 – 2024 ,jadi nilai dana hibah ini sudah mencapai lebih kurang M.sekali lagi kami akan terus pantau.perkembangannya sampai di tetapkan tersangka” tuturnya dengan tegas di Ruang kerjanya.

Sampai berita ini di turunkan  Selasa 10 Maret 2026 belum.ada kabar di tetapkan.tersangka kasus Dana Hibah Pramuka Kabupaten.Labuhanbatu Tahun.2022 – 2024 di Kejaksaan Negeri.Kabupaten Labuhanbatu.

By  (  Dariter Ritonga)

Dansatgas TMMD Ke-127 Kodim 1514/Morotai Berikan Santunan Sembako kepada Warga Desa Mandiri

0

Dansatgas TMMD Ke-127 Kodim 1514/Morotai Berikan Santunan Sembako kepada Warga Desa Mandiri

Jakarta -MEDIA ISTANA Morotai, Maluku Utara – Dalam rangka pelaksanaan program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) Ke-127 Tahun 2026, Dansatgas TMMD Kodim 1514/Morotai Letkol Arh Ir. Masykur Akmal, S.T., M.T., memberikan santunan berupa paket sembako kepada warga di Desa Mandiri, Kecamatan Morotai Selatan, Selasa (10/03/2026). Kegiatan tersebut merupakan bagian dari kepedulian Satgas TMMD terhadap masyarakat, khususnya warga yang membutuhkan, sekaligus mempererat hubungan antara TNI dan masyarakat di wilayah pelaksanaan TMMD.

Dansatgas TMMD Ke-127 Kodim 1514/Morotai Letkol Arh Ir. Masykur Akmal, S.T., M.T., mengatakan bahwa kegiatan tersebut merupakan wujud nyata kepedulian TNI kepada masyarakat, khususnya di wilayah yang menjadi sasaran program TMMD.

“Melalui kegiatan ini kami ingin membangun kedekatan dengan masyarakat sekaligus mempererat kemanunggalan TNI dengan rakyat. Kehadiran TNI di tengah masyarakat tidak hanya melalui pembangunan fisik, tetapi juga melalui kepedulian sosial,” ujarnya.

Ia berharap bantuan yang diberikan dapat memberikan manfaat bagi warga penerima dan sedikit membantu meringankan beban kebutuhan sehari-hari. “Kami berharap paket sembako yang diberikan ini dapat membantu masyarakat dan memberikan manfaat bagi warga yang membutuhkan. Semoga kebersamaan antara TNI dan masyarakat terus terjalin dengan baik demi kemajuan dan kesejahteraan bersama,” pungkasnya. (*)

HAMDAN

Sinergi BRI dan Polres Bekasi Kota, Kendaraan Operasional Diserahkan untuk TK Bhayangkari

0

Mediaistana.com | BEKASI – Bank Rakyat Indonesia (BRI) Branch Office Bekasi menyerahkan bantuan kendaraan operasional guna menunjang kegiatan pendidikan di lingkungan Polres Metro Bekasi Kota, beberapa hari lalu.

Bantuan tersebut disalurkan dalam program BRI Peduli Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) berupa kendaraan penunjang pendidikan bagi TK Bhayangkari Polres Metro Bekasi Kota. Penyerahan dilakukan secara simbolis oleh perwakilan BRI kepada jajaran kepolisian setempat dan disaksikan oleh sejumlah personel kepolisian.

Dalam kesempatan tersebut, pihak BRI menyampaikan bahwa program ini merupakan bagian dari komitmen perusahaan dalam mendukung peningkatan kualitas pendidikan, termasuk bagi anak-anak usia dini di lingkungan keluarga besar kepolisian.

“Melalui program BRI Peduli TJSL, kami berharap bantuan kendaraan ini dapat membantu operasional kegiatan pendidikan di TK Bhayangkari, sehingga aktivitas belajar mengajar dapat berjalan lebih optimal,” ujar perwakilan BRI seperti dalam keterangan tertulis yang diterima, Senin (9/4/2026).

Di tempat yang sama, jajaran Kepolisian Negara Republik Indonesia di Polres Metro Bekasi Kota menyampaikan apresiasi atas dukungan yang diberikan oleh BRI.

Bantuan kendaraan tersebut diharapkan dapat dimanfaatkan untuk menunjang berbagai kegiatan sekolah, termasuk mobilitas dalam kegiatan pendidikan dan sosial.

Penyerahan bantuan ini berlangsung di lingkungan kantor Polres Metro Bekasi Kota dengan dihadiri sejumlah pejabat kepolisian serta perwakilan dari BRI.

Suasana acara berlangsung sederhana namun penuh keakraban, mencerminkan sinergi antara sektor perbankan dan institusi kepolisian.

Program TJSL yang dijalankan BRI selama ini menyasar berbagai sektor strategis, mulai dari pendidikan, kesehatan, pemberdayaan ekonomi masyarakat hingga pelestarian lingkungan, sebagai bagian dari kontribusi perusahaan dalam pembangunan berkelanjutan di Indonesia.

(red)

Mochtar Ternate: Menjaga Martabat Program Makan Bergizi Gratis di Namlea

0

Editorial Redaksi

Program Makan Bergizi Gratis (MBG) pada dasarnya lahir dari niat mulia: memastikan setiap anak sekolah mendapatkan asupan gizi yang cukup agar tumbuh sehat, kuat, dan mampu belajar dengan lebih baik. Di tengah berbagai tantangan gizi yang masih dihadapi anak-anak Indonesia, program seperti ini seharusnya menjadi harapan besar bagi masa depan generasi muda.

Namun harapan itu tidak boleh berhenti pada konsep. Ia harus hadir dalam kualitas pelaksanaan yang nyata.

Sorotan yang disampaikan oleh anggota DPRD Kabupaten Buru dari Partai NasDem, Mochtar Ternate, terkait menu MBG di sekolah-sekolah di Namlea, Kabupaten Buru, patut menjadi perhatian serius. Temuan di lapangan menunjukkan bahwa menu yang dibagikan pada hari-hari awal program masih jauh dari standar makanan bergizi yang layak bagi anak sekolah.

Di SD Al-Hilal 1 Namlea dan SMP Negeri 1 Namlea, misalnya, siswa menerima menu yang terdiri dari tahu setengah matang, potongan ayam kecil yang belum matang sempurna, buah pisang, dan kue pada hari pertama. Pada hari berikutnya, menu berubah menjadi kacang goreng dalam jumlah kecil, satu butir telur rebus, potongan kasbi goreng berukuran sangat kecil, serta beberapa buah kelengkeng.

Jika dilihat dari komposisi, kualitas, maupun kelayakan pengolahan makanan, menu tersebut jelas belum mencerminkan standar gizi seimbang yang seharusnya menjadi ruh dari program MBG. Lebih dari itu, makanan yang belum matang sempurna juga berpotensi menimbulkan masalah kesehatan bagi siswa.

Kritik yang disampaikan Mochtar bukanlah bentuk penolakan terhadap program, melainkan pengingat bahwa niat baik harus diiringi dengan pelaksanaan yang berkualitas. Program yang dirancang untuk meningkatkan kesehatan anak justru tidak boleh menghadirkan makanan yang kurang layak.

Di sinilah pentingnya pengawasan yang serius. Mulai dari kualitas bahan makanan, proses pengolahan, hingga distribusi ke sekolah-sekolah harus dipastikan memenuhi standar yang jelas. Program berskala publik seperti MBG membutuhkan sistem kontrol yang ketat agar tidak sekadar menjadi agenda seremonial.

Lebih dari sekadar pembagian makanan, MBG sesungguhnya adalah investasi bagi masa depan. Setiap piring yang diterima siswa seharusnya mengandung gizi yang cukup untuk mendukung pertumbuhan, memperkuat daya tahan tubuh, dan meningkatkan konsentrasi belajar mereka.

Karena itu, evaluasi cepat dan perbaikan menyeluruh menjadi langkah yang tidak bisa ditunda. Pemerintah daerah, pihak sekolah, penyedia makanan, dan seluruh pemangku kepentingan harus memastikan bahwa program ini benar-benar hadir dengan kualitas yang pantas bagi anak-anak.

Anak-anak Namlea berhak mendapatkan makanan yang tidak hanya gratis, tetapi juga sehat, aman, dan bergizi. Jika program ini dijalankan dengan standar yang tepat, maka MBG tidak sekadar menjadi program bantuan, melainkan fondasi bagi lahirnya generasi Buru yang lebih sehat, cerdas, dan kuat di masa depan.

Mochtar Ternate Anggota DPRD Buru Soroti Menu MBG di Namlea, Dinilai Belum Penuhi Standar Gizi

0

Program pembagian Makan Bergizi Gratis (MBG) di sejumlah sekolah di Namlea, Kabupaten Buru, mendapat sorotan dari anggota DPRD Buru dari Partai NasDem, Mochtar Ternate. Ia menilai menu yang dibagikan kepada siswa pada hari-hari awal pelaksanaan program tersebut belum memenuhi standar gizi yang layak bagi anak sekolah.

Sorotan tersebut muncul setelah pelaksanaan pembagian MBG di SD Al-Hilal 1 Namlea yang memiliki 267 siswa serta di SMP Negeri 1 Namlea dengan 18 kelas dan jumlah siswa sekitar 480 orang.

Mochtar yang membidangi kesehatan di Komisi III DPRD Kabupaten Buru menjelaskan, pada hari pertama pembagian MBG, Senin (9/3/2026), para siswa menerima menu yang terdiri dari satu potong tahu setengah matang, satu potong ayam berukuran kecil yang juga belum matang sempurna, satu buah pisang tuju bulan, serta satu potong kue.

Sementara pada hari kedua pembagian, Selasa (10/3/2026), menu yang diberikan berupa satu bungkus kecil kacang goreng, satu butir telur rebus, beberapa potong kasbi goreng berukuran kecil sekitar satu hingga dua sentimeter, serta lima buah kelengkeng.

Menurut Mochtar, komposisi dan kualitas menu tersebut perlu menjadi perhatian serius karena belum mencerminkan standar makanan bergizi yang seharusnya diterima siswa dalam program MBG.

“Program ini sangat baik karena bertujuan mendukung kesehatan dan pertumbuhan anak-anak sekolah. Namun kualitas makanan yang diberikan harus benar-benar memenuhi standar gizi dan juga layak dikonsumsi,” ujarnya.

Ia menegaskan bahwa evaluasi terhadap menu MBG perlu segera dilakukan oleh pihak terkait, termasuk pengawasan yang lebih ketat terhadap proses penyediaan makanan, mulai dari kualitas bahan, proses pengolahan, hingga kelayakan makanan yang dibagikan kepada siswa.

Mochtar berharap perbaikan segera dilakukan agar program MBG benar-benar memberikan manfaat maksimal bagi para siswa di Namlea serta mendukung peningkatan kesehatan dan konsentrasi belajar mereka di sekolah.

Imam Syafi’i S,pd Soroti Kekhawatiran Terhadap Perkembangan Generasi Muda dan Isu LGBT di Media Sosial

0

Imam Syafi’i S,pd Soroti Kekhawatiran Terhadap Perkembangan Generasi Muda dan Isu LGBT di Media Sosial

Jakarta -MEDIA ISTANA Lampung Barat – Kekhawatiran terhadap perkembangan generasi muda di era digital kembali disampaikan oleh seorang akademisi sekaligus tokoh organisasi keagamaan di Lampung Barat. Imam Syafi’i S.pd mengungkapkan rasa keprihatinannya terhadap berbagai tantangan sosial yang dinilai semakin memengaruhi generasi muda saat ini.

Menurut Imam Syafi’i perubahan sosial yang terjadi sangat cepat, terutama dengan perkembangan teknologi informasi dan media sosial, membawa dampak yang perlu menjadi perhatian bersama. Ia menilai bahwa berbagai fenomena sosial yang berkembang di masyarakat harus disikapi secara serius oleh para pendidik, tokoh agama, dan pemangku kepentingan di daerah.

“Saya menyampaikan rasa keprihatinan sebagai seorang akademisi sekaligus sebagai salah satu tokoh NU Lampung Barat terhadap perkembangan generasi muda saat ini. Kekhawatiran ini tentu bukan tanpa alasan,” ujar Imam Syafi’i yang juga sebagai kepala sekolah SMAN 1 Sekincau. pekon giham sukamaju kecamatan sekincau kabupaten Lampung Barat Lampung.Senen 9/3/2026

Ia menuturkan bahwa salah satu hal yang menjadi perhatian adalah berkembangnya berbagai komunitas di media sosial yang menurutnya dapat memengaruhi pola pikir dan perilaku generasi muda. Ia menyebutkan adanya kelompok di media sosial yang memiliki jumlah pengikut cukup besar di wilayah tersebut.

“Isu berkembangnya LGBT di Lampung Barat menurut pengamatan kami cukup signifikan. Kita bisa melihat salah satu grup di media sosial yang pengikutnya mencapai sekitar 1,6 ribu orang,” katanya.

Menurutnya, fenomena tersebut menjadi salah satu alasan mengapa berbagai pihak perlu mulai membuka ruang diskusi yang lebih luas agar persoalan sosial yang muncul dapat diantisipasi sejak dini. Ia menilai pendekatan edukasi dan dialog sangat penting dilakukan, terutama di lingkungan pendidikan.

Imam Syafi’i mengatakan bahwa dirinya juga sering mengangkat isu tersebut dalam berbagai forum diskusi yang dihadirinya. Tujuannya adalah untuk mengajak berbagai pihak bersama-sama mencari solusi yang tepat agar berbagai persoalan sosial tidak berkembang semakin luas.

“Di setiap kesempatan dalam berbagai forum, saya mencoba mengangkat isu ini supaya kita bisa sama-sama mencari solusi agar tidak berkembang ke mana-mana,” ujarnya.

Sebagai seorang tenaga pendidik, ia juga mengaku secara rutin memberikan edukasi kepada para siswa di sekolah tempatnya mengajar. Menurutnya, pendidikan moral dan nilai-nilai keagamaan perlu terus diperkuat agar para pelajar memiliki landasan yang kuat dalam menghadapi berbagai pengaruh yang datang dari luar.

Dalam proses pembelajaran, ia juga kerap menyampaikan nilai-nilai keagamaan yang bersumber dari Al-Qur’an sebagai bagian dari penguatan karakter siswa. Salah satu kisah yang ia sampaikan kepada para pelajar adalah kisah tentang kaum Nabi Luth.

“Saya juga mencoba mengutip salah satu ayat dalam Al-Qur’an yang menceritakan bagaimana kaum Nabi Luth mendapatkan azab dari Allah SWT karena melakukan perbuatan yang melanggar larangan-Nya,” katanya.

Lebih lanjut, Imam Syafi’i menyampaikan bahwa dalam waktu dekat dirinya berencana menginisiasi langkah konkret dengan mengajak para kepala sekolah tingkat SMA untuk berdiskusi bersama mengenai berbagai persoalan yang dihadapi generasi muda saat ini.

Ia mengungkapkan akan mencoba berkomunikasi dengan Ketua Musyawarah Kerja Kepala Sekolah (MKKS) SMA Negeri Lampung Barat guna mengadakan pertemuan khusus yang membahas berbagai isu pendidikan dan sosial yang berkembang di kalangan pelajar.

“InsyaAllah dalam waktu dekat saya akan mencoba menyampaikan kepada Ketua MKKS SMA Negeri Lampung Barat agar dapat mengadakan pertemuan bersama guna membahas persoalan-persoalan yang berkembang, salah satunya isu LGBT ini,” pungkasnya.

Ia berharap melalui dialog antara para pendidik, tokoh masyarakat, serta pemangku kebijakan daerah, dapat ditemukan langkah-langkah edukatif yang tepat untuk memperkuat pembinaan karakter generasi muda di Lampung Barat.

Menurutnya, perhatian terhadap masa depan generasi muda merupakan tanggung jawab bersama seluruh elemen masyarakat, sehingga diperlukan sinergi antara keluarga, sekolah, organisasi keagamaan, dan pemerintah daerah dalam menghadapi berbagai tantangan sosial di era modern.

HAMDAN