Beranda blog Halaman 616

Hajatan Setan Siap Mengguncang Bioskop Indonesia Teror Ritual Desa,Rahasia Kelam Tradisi,Membuat Merinding

0

Jakarta, Mediaistana.Com –Rabu (4/3/2026) Industri perfilman horor Indonesia kembali bersiap menghadirkan karya yang diyakini akan mengguncang layar lebar.

Rumah produksi MBK Productions bersama Drias Film berkolaborasi dengan distributor internasional Mockingbird Pictures resmi memperkenalkan film horor terbaru bertajuk Hajatan Setan, sebuah kisah mencekam tentang ritual desa penuh misteri yang sarat rahasia turun-temurun.

Film ini diproduseri oleh Budi Yulianto sebagai produser eksekutif dan Rendy Gunawan sebagai produser, sementara kursi sutradara dipegang oleh Bambang Drias bersama Eko Kristianto. Naskahnya ditulis oleh tim penulis yang terdiri dari Andhy Pulung, B.W. Purba Negara, Vidya T, Ariestya, dan Novia Anggi.

Mengusung konsep folk horror yang dipadukan dengan drama sosial, Hajatan Setan mengeksplorasi sisi gelap sebuah tradisi hajatan desa yang dipercaya membawa kemakmuran bagi masyarakatnya. Namun di balik pesta dan perayaan itu, tersimpan rahasia kelam yang perlahan menguak teror yang tidak pernah dibayangkan sebelumnya.

Film ini menghadirkan jajaran aktor dan aktris ternama seperti Ari Irham, Alika Jantinia, Gisellma Firmansyah, Tanta Ginting, Indra Birowo, Asri Welas, Bima Zeno, Karina Suwandi, serta Sita Permata Sari yang membawa karakter dengan emosi dan konflik mendalam.

Cerita Hajatan Setan berpusat pada kepulangan seorang perempuan muda ke desa kelahirannya setelah bertahun-tahun meninggalkan kampung halaman,Namun kepulangannya justru membuka luka lama yang selama ini tersembunyi. Sejak saat itu, berbagai kejadian ganjil mulai bermunculan, membuat warga desa dipenuhi kecurigaan dan ketakutan.

Satu per satu peristiwa aneh terjadi, memunculkan pertanyaan besar: apakah kemakmuran yang selama ini dirasakan desa benar-benar datang tanpa pengorbanan?

Aktris Asri Welas mengungkapkan bahwa film ini menjadi salah satu pengalaman horor paling intens dalam perjalanan kariernya.

“Saya langsung merinding ketika membaca naskahnya, Ada momen-momen yang benar-benar membuat saya tidak nyaman.

Istilah Hajatan Setan saja sudah menyeramkan,Hajatan identik dengan kebahagiaan, tetapi di film ini justru menjadi sumber teror,” ujarnya.

Sementara itu, Ari Irham yang memerankan karakter dengan tekanan emosional kuat mengatakan bahwa kekuatan film ini terletak pada kedekatan cerita dengan realitas sosial masyarakat.

“Yang membuat saya tertarik adalah bagaimana horrornya terasa dekat dan personal. Ada trauma, tekanan sosial, dan konflik batin yang membuat suasana horornya terasa sangat nyata,” katanya.

Menurutnya, istilah Hajatan Setan lahir dari pertanyaan mendalam tentang makna di balik sebuah tradisi yang selama ini dianggap membawa berkah.

“Kami sering melihat hajatan sebagai simbol kebahagiaan dan kemakmuran. Tapi bagaimana jika di balik itu ada harga yang harus dibayar?” ungkapnya.

Para pembuat film juga menegaskan bahwa pendekatan cerita dibuat sedekat mungkin dengan realitas kehidupan masyarakat agar penonton merasakan kengerian yang lebih membekas.

“Kami ingin penonton merasa bahwa ini bukan cerita yang jauh dari kehidupan sehari-hari, Ketika satu desa percaya bahwa pengorbanan adalah bagian dari tradisi, horornya justru terasa masuk akal — dan di situlah sumber ketakutannya,” jelas tim produksi.

Dengan nuansa ritual mistis, konflik sosial, serta atmosfer desa yang mencekam, Hajatan Setan diprediksi menjadi salah satu film horor Indonesia yang paling dinanti tahun ini.Tak hanya menyajikan teror, film ini juga mengajak penonton merenungkan batas antara tradisi, kepercayaan, dan pengorbanan.

Film Hajatan Setan dijadwalkan segera menghantui bioskop-bioskop Indonesia dan diproyeksikan juga akan menembus pasar internasional melalui kerja sama distribusi dengan Mockingbird Pictures.

Teror mungkin dimulai dari sebuah hajatan, tetapi rahasia di baliknya bisa menjadi mimpi buruk yang tak pernah berakhir.

Kritik Gubernur Maluku Boleh, Namun Jangan Berlebihan Menilai Pemerintah

0

Editorial Redaksi

Pernyataan yang disampaikan oleh Ketua PERISAI SI Kota Ambon, M. Saleh Keluan, yang mendesak Presiden Prabowo Subianto untuk menegur Gubernur Maluku Hendrik Lewerissa, patut dilihat secara lebih proporsional. Dalam dinamika demokrasi, kritik terhadap pemerintah memang merupakan hak setiap warga negara. Namun, narasi yang berkembang dalam pemberitaan tersebut cenderung terkesan berlebihan dan tidak sepenuhnya menggambarkan situasi secara utuh.

Perlu ditegaskan bahwa hingga saat ini tidak ada bukti yang menunjukkan bahwa Gubernur Maluku anti kritik. Dalam berbagai kesempatan, pemerintah daerah justru tetap membuka ruang dialog dengan berbagai pihak, termasuk aktivis, tokoh masyarakat, dan media. Perbedaan pandangan atau respons tegas dari pemerintah terhadap kritik tidak serta-merta dapat ditafsirkan sebagai sikap anti demokrasi.

Demokrasi bukan hanya soal kebebasan menyampaikan pendapat, tetapi juga soal tanggung jawab dalam menyampaikan kritik secara proporsional dan konstruktif. Kritik yang disampaikan tanpa melihat konteks kebijakan atau dinamika pemerintahan yang sedang berjalan justru berpotensi menimbulkan kesalahpahaman di tengah masyarakat.

Polemik yang berkembang terkait isu tambang di kawasan Gunung Botak, Pulau Buru, memang menjadi perhatian publik. Namun persoalan tersebut adalah isu kompleks yang melibatkan berbagai kepentingan, mulai dari aspek lingkungan, ekonomi masyarakat, hingga penegakan hukum. Karena itu, pemerintah daerah tentu memiliki tanggung jawab besar untuk memastikan setiap kebijakan diambil secara hati-hati dan berdasarkan pertimbangan yang matang.

Respons pemerintah terhadap kritik ataupun pertanyaan dari jurnalis dalam sebuah konferensi pers juga seharusnya dilihat sebagai bagian dari dinamika komunikasi publik. Tidak semua respons yang tegas dapat diartikan sebagai bentuk intimidasi atau upaya membungkam kritik. Dalam ruang demokrasi yang sehat, perbedaan sikap dan cara menyampaikan pendapat merupakan hal yang wajar.

Jika ada pihak yang merasa perlu menyampaikan aspirasi hingga ke tingkat nasional, termasuk kepada Presiden, hal itu tentu merupakan hak setiap warga negara. Namun langkah tersebut tidak seharusnya dibangun di atas asumsi bahwa pemerintah daerah alergi terhadap kritik, apalagi tanpa melihat fakta secara menyeluruh.

Redaksi menilai bahwa situasi ini seharusnya tidak diperbesar dengan narasi yang berpotensi memicu ketegangan yang tidak perlu antara pemerintah daerah, masyarakat sipil, dan media. Yang lebih penting adalah menjaga ruang dialog yang sehat dan saling menghormati.

Pada akhirnya, kritik tetap penting dalam demokrasi. Tetapi kritik juga perlu disampaikan secara berimbang, tidak berlebihan, dan tetap memberi ruang bagi pemerintah untuk menjalankan tugasnya dalam melayani masyarakat Maluku. Pemerintah terbuka terhadap masukan, dan masyarakat pun berhak menyampaikan pendapat—keduanya harus berjalan dalam semangat saling menghargai demi kepentingan bersama.

“MODUS SURAT DESA DI PROYEK JALAN SRONO-MUNCAR – TANAH URUK DARI TAMBANG ILEGAL”

0

Mediaistana.com

BANYUWANGI, 7 MARET 2026 – Proyek pelebaran jalan penghubung Kecamatan Srono-Muncar kini berada di titik panas publik setelah material tanah uruk yang digunakan diduga berasal dari aktivitas tambang tanpa izin resmi. Temuan lebih dalam mengungkapkan adanya modus operandi yang sistematis: menggunakan surat permohonan dari Kepala Desa (Kades) sesuai permintaan seorang pihak yang dikenal sebagai R dari lingkup Binamarga, serta didukung oleh S sebagai tokoh preman lokal yang berperan sebagai Sumber Daya Manusia (SDM) dalam jaringan tersebut.

 

Informasi dari lapangan mengungkapkan, sejumlah truk pengangkut tanah uruk mengambil material dari lokasi tambang yang legalitasnya belum jelas, kemudian dialirkan ke lokasi proyek. Supaya tampak tidak melakukan transaksi ilegal, setiap pengambilan material dilengkapi dengan surat dari desa, membuat para pembeli material seolah-olah melakukan aktivitas yang sah.

 

Fungsi S sebagai SDM dalam skema ini sangat krusial – ia bertugas mengatur jalur distribusi material, mengawasi agar tidak ada gangguan selama pengangkutan, serta melakukan koordinasi dengan pihak-pihak yang terkait di lapangan. Selain itu, kedudukannya sebagai preman lokal juga digunakan untuk memastikan kelancaran operasi tambang ilegal dan penyembunyian bukti jika ada upaya pemeriksaan dari instansi berwenang.

 

Penggunaan material ilegal dalam proyek infrastruktur yang menggunakan anggaran pemerintah adalah bentuk pelanggaran yang tidak bisa ditolerir, apalagi dengan memanfaatkan surat resmi dari desa sebagai alat penyembunyian. Hal ini tidak hanya merugikan negara dari sisi pajak dan retribusi, melainkan juga merusak kredibilitas lembaga pemerintahan desa yang seharusnya berperan dalam pengawasan wilayah.

 

“Jika benar tanah uruk itu berasal dari tambang ilegal dan menggunakan modus manipulasi surat desa seperti ini, tentu harus ada tindakan tegas dari pihak berwenang. Proyek pembangunan seharusnya tidak menggunakan material yang melanggar aturan, apalagi dengan menyalahgunakan nama desa,” tegas salah satu sumber yang tidak mau disebutkan namanya.

 

Masyarakat menuntut klarifikasi segera dari pihak pelaksana proyek dan instansi terkait, termasuk penyelidikan mendalam terhadap peran R dari Binamarga dan S sebagai SDM dalam skema ilegal ini. Pengawasan terhadap proyek publik harus lebih ketat – setiap material yang digunakan harus berasal dari sumber yang sah dan memiliki izin resmi, serta tidak ada lagi praktik yang menyalahgunakan lembaga desa untuk tujuan yang tidak benar. Tanpa tindakan yang tegas, proyek yang seharusnya meningkatkan konektivitas wilayah justru akan menjadi sumber masalah hukum dan kerugian bagi negara.

DPC FORSA Tulungagung Gelar Penggalangan Dana Peduli Sumatera di 6 Titik Lampu Merah Selama 12 Hari

0

Mediaistana.com

Tulungagung, Jawa Timur – DPC FORSA Kabupaten Tulungagung menggelar kegiatan penggalangan dana bertajuk “Peduli Sumatera“, yang berlangsung di 6 titik lampu merah se-Kabupaten Tulungagung selama 12 hari. Kegiatan ini bertujuan untuk mengumpulkan bantuan yang akan disalurkan kepada daerah terdampak di Sumatera.

Hasil penggalangan dana akan dikirim melalui FORGANA (FORSA Tanggap Bencana), di bawah pengawasan langsung H. Rhoma Irama. Proses penyaluran bantuan akan dilakukan secara transparan dan terkoordinasi untuk memastikan bantuan tepat sasaran ke daerah yang membutuhkan di Sumatera.

 

Ketua DPC FORSA Kabupaten Tulungagung, Bung Hariyanto, menyampaikan bahwa kegiatan ini didukung penuh oleh elemen masyarakat dan diiringi hiburan dari FORSA Music untuk meningkatkan partisipasi warga dalam berkontribusi. “Kami mengajak seluruh masyarakat Tulungagung untuk turut peduli dengan memberikan kontribusi sekecil apa pun, karena setiap bantuan sangat berarti bagi saudara kita di Sumatera,” ujarnya.

Komitmen BRI BO Lebak Bulus: Berkontribusi Positif di Luar Layanan Perbankan

0

Mediaistana.com | JAKARTA – Memanfaatkan momentum bulan suci Ramadan 1447 H, PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. melalui Branch Office (BO) Lebak Bulus menggelar aksi sosial bertajuk “Jum’at Berkah Ramadan”.

Kegiatan yang berlangsung di depan kantor BRI BO Lebak Bulus pada Jumat (6/3/2026) sore ini menyasar para pengemudi ojek online (ojol) serta masyarakat sekitar yang sedang melintas.

​Aksi berbagi ini dilakukan menjelang waktu berbuka puasa sebagai bentuk kepedulian nyata perusahaan terhadap masyarakat di lingkungan operasional kantor.

Paket makanan siap saji dibagikan langsung oleh jajaran Insan BRILiaN BRI kepada warga yang membutuhkan.

​Branch Office Head BRI Lebak Bulus, Edy Siswanto, menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari tanggung jawab sosial perusahaan sekaligus upaya mempererat silaturahmi dengan masyarakat.

Menurutnya, Ramadan adalah saat yang paling tepat untuk saling membantu dan menebar kebaikan.

​”Melalui program Jum’at Berkah Ramadan ini, kami ingin hadir di tengah masyarakat, khususnya bagi saudara-saudara kita seperti driver ojol dan masyarakat mungkin masih berada di jalan saat waktu berbuka tiba. Kami berharap bantuan kecil ini dapat memberikan manfaat dan kebahagiaan bagi mereka,” ujar Edy Siswanto di sela-sela pembagian paket, Jum’at (6/3).

​Edy juga menambahkan bahwa kegiatan semacam ini rutin dilakukan untuk mengasah empati Insan BRILiaN
terhadap kondisi sosial di sekitarnya.

Ia menekankan bahwa keberadaan BRI tidak hanya sekadar lembaga keuangan, tetapi juga mitra yang peduli pada kesejahteraan masyarakat luas.

​Ia juga menjelaskan bahwa pemilihan lokasi di depan kantor cabang bertujuan agar penyaluran bantuan lebih tepat sasaran dan menjangkau pekerja jalanan yang memiliki mobilitas tinggi.

Edy berharap semangat berbagi ini dapat menginspirasi pihak lain untuk turut serta membantu sesama selama bulan suci.

​Antusiasme warga terlihat sangat tinggi saat proses pembagian berlangsung. Para driver ojol yang sedang menunggu pesanan maupun masyarakat yang melintas tampak tertib untuk mendapatkan paket berbuka puasa tersebut.

​Melalui konsistensi dalam menjalankan aksi sosial ini, BRI BO Lebak Bulus berkomitmen untuk terus memberikan kontribusi positif secara berkelanjutan.

Tidak hanya dalam pelayanan perbankan, tetapi juga dalam aspek kemanusiaan yang inklusif bagi seluruh lapisan masyarakat.

Penggalangan Dana Komunitas PRI Tulungagung untuk Korban Bencana di Sumatra

0

Mediaistana.com

Tulungagung – Komunitas PRI (Penggemar Rhoma Irama) Tulungagung menggelar aksi penggalangan dana sebagai bentuk kepedulian terhadap masyarakat yang terdampak bencana di wilayah Sumatra. Kegiatan sosial tersebut dilaksanakan pada dua titik strategis di Kabupaten Tulungagung, yakni di Perempatan Lampu Merah Gleduk dan Perempatan Lampu Merah Bus Nggoling.

Aksi kemanusiaan ini dipimpin langsung oleh Ketua Komunitas PRI Tulungagung, Joko Gandung. Dalam kegiatan tersebut, para anggota komunitas turun langsung ke jalan untuk mengajak masyarakat berpartisipasi memberikan donasi secara sukarela.

Menurut Joko Gandung, kegiatan ini merupakan bentuk solidaritas dan kepedulian komunitas PRI terhadap sesama yang sedang mengalami musibah.

“Sebagai sesama anak bangsa, kami merasa terpanggil untuk membantu saudara-saudara kita di Sumatra yang sedang tertimpa bencana. Melalui kegiatan ini kami berharap dapat meringankan beban mereka,” ujarnya.

Ia juga menyampaikan bahwa antusiasme masyarakat cukup tinggi. Banyak pengendara yang melintas di kedua lokasi tersebut dengan sukarela menyisihkan sebagian rezekinya untuk disalurkan kepada korban terdampak bencana.

Penggalangan dana ini melibatkan puluhan anggota komunitas PRI Tulungagung yang secara bergantian berjaga di kedua titik lampu merah. Selain mengumpulkan donasi, kegiatan ini juga menjadi sarana mempererat kebersamaan antar anggota komunitas serta meningkatkan kepedulian sosial di tengah masyarakat.

Rencananya, seluruh dana yang terkumpul akan segera disalurkan kepada korban terdampak bencana di wilayah Sumatra melalui jalur bantuan kemanusiaan yang terpercaya.

Komunitas PRI Tulungagung berharap aksi kemanusiaan ini dapat menginspirasi komunitas lain untuk ikut berpartisipasi membantu sesama, sekaligus menumbuhkan semangat gotong royong dan solidaritas sosial di tengah masyarakat.

Jaga Semangat Beribadah di Bulan Ramadhan

0

Oleh: H. Akmil Djapa (Wakapolres Buru)

Bulan Ramadhan adalah bulan yang penuh kemuliaan, bulan yang dinanti oleh setiap hati yang beriman. Di bulan inilah Allah SWT melimpahkan rahmat, ampunan, dan pembebasan dari api neraka. Ramadhan bukan sekadar bulan menahan lapar dan dahaga, tetapi juga momentum untuk meningkatkan kualitas iman dan ketakwaan kepada Allah SWT. Oleh karena itu, setiap muslim hendaknya menjaga semangat beribadah agar Ramadhan tidak berlalu tanpa makna.

Allah SWT berfirman dalam Al-Qur’an:

“Wahai orang-orang yang beriman! Diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu bertakwa.”
(QS. Al-Baqarah: 183)

Ayat ini menegaskan bahwa tujuan utama dari ibadah puasa adalah membentuk ketakwaan. Ketakwaan tidak akan tumbuh tanpa kesungguhan dalam beribadah. Karena itu, Ramadhan seharusnya menjadi bulan latihan spiritual bagi setiap muslim untuk memperbanyak amal kebaikan.

Rasulullah SAW juga memberikan teladan tentang bagaimana menjaga semangat ibadah di bulan suci ini. Dalam sebuah hadits disebutkan:

“Barang siapa berpuasa di bulan Ramadhan dengan penuh keimanan dan mengharap pahala dari Allah, maka akan diampuni dosa-dosanya yang telah lalu.”
(HR. Bukhari dan Muslim)

Hadits ini menjadi motivasi bagi kita agar menjalankan ibadah puasa dengan penuh kesadaran dan harapan akan ridha Allah. Semangat ibadah tidak boleh hanya kuat di awal Ramadhan, tetapi harus dijaga hingga akhir bulan.

Salah satu cara menjaga semangat ibadah adalah dengan memperbanyak amalan seperti membaca Al-Qur’an, melaksanakan shalat tarawih, memperbanyak doa, sedekah, dan memperbaiki akhlak kepada sesama. Ramadhan adalah kesempatan emas untuk membersihkan hati dan memperbaiki diri.

Rasulullah SAW bersabda:

“Sebaik-baik sedekah adalah sedekah di bulan Ramadhan.”
(HR. Tirmidzi)

Hadits ini menunjukkan bahwa setiap amal kebaikan di bulan Ramadhan memiliki nilai yang sangat besar di sisi Allah SWT. Oleh karena itu, umat Islam dianjurkan untuk memperbanyak sedekah, membantu sesama, serta mempererat tali persaudaraan.

Selain itu, kita juga harus menjaga konsistensi ibadah hingga penghujung Ramadhan. Bahkan Rasulullah SAW justru semakin meningkatkan ibadahnya pada sepuluh malam terakhir. Dalam sebuah hadits disebutkan:

“Apabila telah masuk sepuluh malam terakhir Ramadhan, Rasulullah menghidupkan malamnya, membangunkan keluarganya, dan bersungguh-sungguh dalam beribadah.”
(HR. Bukhari dan Muslim)

Dari teladan ini kita belajar bahwa semangat ibadah tidak boleh menurun, justru harus semakin meningkat menjelang akhir Ramadhan karena di dalamnya terdapat malam yang lebih baik dari seribu bulan, yaitu Lailatul Qadar.

Akhirnya, marilah kita menjadikan Ramadhan sebagai momentum untuk memperkuat iman, memperbanyak amal saleh, dan memperbaiki hubungan dengan Allah SWT serta dengan sesama manusia. Jagalah semangat beribadah, karena Ramadhan adalah kesempatan yang belum tentu kita temui kembali di tahun berikutnya.

Semoga Allah SWT memberi kita kekuatan untuk menjalani Ramadhan dengan penuh keimanan dan menjadikan kita termasuk orang-orang yang memperoleh rahmat, ampunan, dan keberkahan dari-Nya. Aamiin.

Semangat berbagi Ramadan Paguyupan RT/RW kota Surabaya turun ke jalan bagikan takjil

0

Mediaistana.com||Surabaya – Semangat kebersamaan dan kepedulian sosial terlihat dari kegiatan Paguyuban RT/RW Kota Surabaya di kawasan Koblen Bubutan yang menggelar aksi berbagi takjil kepada masyarakat dan pengguna jalan, Jumat sore.pukul 17.00 wib (6/3/26)


Dalam kegiatan tersebut, para pengurus paguyuban RT/RW Kota Surabaya tampak kompak turun langsung membagikan paket takjil kepada warga yang melintas menjelang waktu berbuka puasa. Aksi sederhana ini disambut antusias oleh masyarakat yang merasa terbantu, terutama bagi mereka yang masih berada di perjalanan saat waktu berbuka tiba.


Kegiatan berbagi takjil ini menjadi salah satu bentuk kepedulian sosial sekaligus mempererat tali silaturahmi antar warga di lingkungan Jl Koblen Bubutan Kebersamaan yang terjalin menunjukkan bahwa semangat gotong royong masih kuat terjaga di tengah masyarakat.

Perwakilan paguyuban RT/RW kota Surabaya menyampaikan bahwa kegiatan ini rutin dilakukan setiap bulan Ramadan sebagai bentuk rasa syukur sekaligus upaya menumbuhkan nilai kebersamaan dan kepedulian terhadap sesama.


“Alhamdulillah anggota paguyuban RT/RW Kota Surabaya sangat kompak. Semoga kegiatan berbagi seperti ini bisa terus dilakukan dan membawa berkah bagi kita semua,” ujarnya.

Dengan penuh semangat kebersamaan, kegiatan berbagi takjil tersebut berjalan lancar dan menjadi momen yang mempererat hubungan antar warga serta menghadirkan suasana Ramadan yang penuh kehangatan di lingkungan Kelurahan Bubutan.(Jtk)

WAHETA Tulungagung Gelar Aksi Sosial Berbagi Takjil di Dua Titik, Serut dan Ringinpitu

0

Mediaistana.com

Tulungagung, Jawa Timur – Dalam rangka menyemarakkan bulan suci Ramadan dengan kegiatan positif, WAHETA Tulungagung menggelar aksi sosial berbagi takjil kepada masyarakat. Kegiatan ini dilaksanakan di dua titik lokasi, yaitu di wilayah Serut sebagai titik pertama dan dilanjutkan di daerah Ringinpitu sebagai titik kedua.

Kegiatan sosial ini dipimpin langsung oleh Ketua  WAHETA Tulungagung, Ibu Lilik Mujiati, bersama para anggota yang dengan penuh semangat turun ke jalan membagikan paket takjil kepada para pengguna jalan dan masyarakat sekitar.

Dalam kegiatan tersebut, sejumlah anggota WAHETA turut berpartisipasi aktif, termasuk Ibu Diana Cetar, yang bersama anggota lainnya membantu membagikan takjil kepada para pengendara motor maupun warga yang melintas menjelang waktu berbuka puasa.

Ratusan paket takjil dibagikan sebagai bentuk kepedulian kepada masyarakat, khususnya bagi mereka yang masih berada di perjalanan saat waktu berbuka puasa tiba. Para anggota tampak kompak dan penuh kebersamaan dalam menjalankan kegiatan sosial tersebut.

Ketua WAHETA Tulungagung, Ibu Lilik Mujiati, menyampaikan bahwa kegiatan berbagi takjil ini merupakan salah satu bentuk kepedulian organisasi kepada masyarakat sekaligus mempererat tali silaturahmi antar anggota.

“Melalui kegiatan berbagi ini kami ingin menumbuhkan semangat kebersamaan dan kepedulian kepada sesama. Semoga apa yang kami lakukan bisa memberikan manfaat dan menjadi berkah di bulan Ramadan ini,” ujarnya.

Kegiatan berlangsung dengan lancar dan mendapatkan respon positif dari masyarakat. Warga yang menerima takjil tampak senang dan mengapresiasi aksi sosial yang dilakukan oleh para anggota WAHETA Tulungagung.

Dengan adanya kegiatan ini, diharapkan semangat berbagi dan kepedulian sosial dapat terus tumbuh di tengah masyarakat, khususnya di momentum bulan Ramadan yang penuh berkah.

Caption Media Sosial:

Semangat berbagi di bulan suci Ramadan.
WAHETA Tulungagung menggelar kegiatan bagi-bagi takjil di dua titik, yaitu Serut dan Ringinpitu. Dipimpin Ketua Ibu Lilik Mujiati bersama para anggota termasuk Ibu Diana Cetar, kegiatan ini menjadi wujud kepedulian kepada masyarakat yang sedang menjalankan ibadah puasa.

Semoga kegiatan ini membawa berkah dan mempererat kebersamaan. 🤝✨
#WAHETA #BagiTakjil #RamadanBerkah #Tulungagung #BerbagiItuIndah

Raih Berkah Ramadhan, Polsek Banda Alam Salurkan Bantuan kepada Warga Kurang Mampu

0

 

Aceh Timur-Mediaistana.com 

Memanfaatkan momentum bulan suci Ramadhan 1447 Hijriah untuk berbagi dengan sesama, jajaran Polsek Banda Alam, Polres Aceh Timur, Polda Aceh menyalurkan bantuan sosial kepada warga kurang mampu di Desa Panton Rayeuk M, Kecamatan Banda Alam, Kabupaten Aceh Timur, Jumat (06/03/2026) sore.

 

Kegiatan itu dipimpin langsung oleh Kapolsek Banda Alam, Ipda Asdy Suhendra. Bantuan yang diberikan berupa paket sembako yang diharapkan dapat membantu memenuhi kebutuhan warga selama bulan Ramadhan.

 

Kapolsek Banda Alam Ipda Asdy Suhendra mengatakan, kegiatan tersebut merupakan bentuk kepedulian Polri kepada masyarakat, khususnya warga yang membutuhkan.

 

“Bantuan ini diharapkan dapat bermanfaat dan sedikit meringankan beban warga, terutama dalam menjalani ibadah puasa di bulan Ramadhan. Selain itu, kegiatan ini juga menjadi sarana untuk mempererat silaturahmi antara Polri dan masyarakat,” ujarnya.

 

Adapun bantuan yang disalurkan kepada warga berupa dua sak beras kemasan masing-masing 10 kilogram, dua papan telur ayam, dua kilogram minyak makan, dua kilogram gula pasir, dua botol sirup Kurnia, enam bungkus roti, serta delapan kaleng sarden.

 

Menurut Asdy, kegiatan sosial tersebut juga menjadi bagian dari upaya Polri untuk terus hadir di tengah masyarakat, tidak hanya dalam menjaga keamanan dan ketertiban, tetapi juga melalui kegiatan kemanusiaan.

 

Ia menambahkan, kegiatan ini diharapkan dapat memberikan dampak positif terhadap citra Polri sekaligus meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap institusi kepolisian.

 

“Dengan terjalinnya hubungan yang baik antara Polri dan masyarakat, diharapkan situasi kamtibmas dapat terus terjaga dengan aman dan kondusif,” katanya.