Beranda blog Halaman 622

MENELUSURI JEJAK PEMAKAMAN GUANG DONG DARI BUMI TIONGHOA KE BERAU

0

Media Istana,

Tanjung Redeb, 2 Maret 2026

Di kawasan Kecamatan Sambaliung, berdiri sebuah kompleks pemakaman yang tidak hanya menjadi tempat peristirahatan terakhir bagi para leluhur, tetapi juga menyimpan serangkaian cerita panjang perjalanan masyarakat keturunan Guang Dong di Bumi Berau. Pemakaman Guang Dong Berau, yang lebih dikenal dengan sebutan 巫劳广东总坟 (Makam Umum Guang Dong Wulau), kini menjadi bukti nyata hubungan erat antara sejarah lokal dan jejak budaya Tionghoa yang telah mengakar selama lebih dari satu abad.

Perjalanan Panjang dari Negeri Tirai Bambu ke Bumi Berau

Pada abad ke-19 hingga awal abad ke-20, ketika jalur sungai menjadi urat nadi perdagangan dan mobilitas di Kalimantan, ribuan orang dari provinsi Guang Dong di Tiongkok berlayar menuju Berau. Mereka datang bukan hanya mencari nafkah, tetapi juga membangun kehidupan baru di tanah yang masih alami dan penuh potensi. Sebagian dari mereka akhirnya menjadikan daerah ini sebagai rumah kedua, dan ketika waktu tiba untuk mereka kembali ke pangkuan alam, mereka ditempatkan di pemakaman yang kini dikenal sebagai Makam Umum Guang Dong Wulau.

Dikelola secara teratur oleh Persatuan Sosial Guang Dong Berau, makam ini menjadi wadah penghormatan bagi para pendahulu yang telah berkontribusi pada perkembangan ekonomi dan sosial daerah. Meskipun sebagian nisan telah tergerus oleh waktu, beberapa prasasti masih dapat dibaca dengan jelas seperti milik Kam Bun Seng yang wafat pada 10 Desember 1902 dan Liem Dan Tuij di Kecamatan Gunung Tabur, yang meninggal pada 20 November 1901 yang menjadi saksi bisu akan usia panjang situs ini.

Arsitektur yang Mengandung Makna Budaya

Setiap sudut kompleks pemakaman menyimpan filosofi dan simbolisme khas budaya Tionghoa. Nisan yang terbuat dari batu granit kokoh atau kayu yang telah mengeras oleh waktu menunjukkan keragaman latar belakang para leluhur, mulai dari pedagang sukses hingga pekerja yang gigih berjuang. Ornamen ukiran makhluk mitologis seperti naga dan macan tidak hanya mempercantik tampilan, tetapi juga dipercaya sebagai penjaga yang melindungi roh leluhur dari gangguan negatif.

Di bagian tengah kompleks terdapat altar khusus yang menjadi pusat aktivitas ritual. Setiap tahun menjelang Hari Qingming (Festival Pemakaman), keluarga keturunan dan anggota persatuan berkumpul di sini untuk melakukan upacara tradisional—membawa makanan khas, bunga, dan uang kuburan yang dibakar sebagai bentuk penghormatan. Tradisi ini tidak hanya mempererat tali silaturahmi antar keluarga, tetapi juga menjadi sarana untuk menyampaikan nilai-nilai luhur dari leluhur kepada generasi muda.

Keturunan yang Terus Merawat Jejak Leluhur

Meskipun tidak semua nama keturunan dapat dilacak secara rinci, komunitas keturunan Guang Dong di Berau kini telah menyebar ke berbagai pelosok daerah, bahkan hingga luar provinsi. Banyak di antaranya yang tetap aktif dalam kegiatan persatuan, menjaga hubungan dengan akar budaya mereka, dan berperan dalam memelihara makam ini.

Anggota pengurus Persatuan Sosial Guang Dong Berau menjadi ujung tombak dalam upaya pelestarian. Mereka secara berkala mengadakan kegiatan pembersihan dan perbaikan ringan pada makam, serta mendokumentasikan setiap prasasti agar tidak hilang oleh waktu. Beberapa di antaranya juga aktif berbagi cerita sejarah kepada generasi muda, agar mereka tidak melupakan perjuangan para leluhur yang telah membuka jalan bagi kehidupan yang lebih baik saat ini.

Upaya Pelestarian untuk Masa Depan

Melihat nilai sejarah dan budaya yang tinggi, pemerintah Kabupaten Berau bersama Persatuan Sosial Guang Dong Berau tengah menggagas langkah-langkah pelestarian yang lebih terstruktur. Rencana untuk mendaftarkan makam ini sebagai situs cagar budaya daerah sedang dalam tahap persiapan, yang diharapkan dapat memberikan perlindungan lebih serta menjadi daya tarik wisata sejarah di masa depan.

“Kita berharap makam ini tidak hanya dikenal oleh komunitas kita sendiri, tetapi juga oleh seluruh masyarakat Berau sebagai bagian dari warisan budaya yang patut kita banggakan,” ungkap salah satu pengurus persatuan saat ditemui di lokasi makam.

Secara silsilah, keturunannya merupakan bagian dari peranakan Tionghoa Berau yang memiliki akar dari berbagai daerah di Guang Dong seperti Kanton, Hakka, atau Teochew. Seiring waktu, mereka berintegrasi dengan masyarakat lokal seperti etnis Berau Melayu, Dayak, dan Banjar, membentuk hubungan perkawinan dan kerja sama yang erat. Hal ini membuat silsilah mereka mencakup campuran darah dan budaya kedua kelompok etnis.

Meskipun silsilah keluarga spesifik belum ditemukan secara luas namun sumber yang ditemukan, Persatuan Sosial Guang Dong Berau berperan dalam mengelola hubungan antar keturunan, menjaga tradisi leluhur, dan melestarikan jejak sejarah para pendahulu. Banyak keturunannya kini tinggal di berbagai wilayah Kabupaten Berau dan menjaga tradisi kuno seperti upacara Qingming untuk menghormati leluhur yang dimakamkan di sini.

Beberapa poin terkait keturunannya adalah:

– Pengurus Persatuan Sosial Guang Dong Berau: Mereka adalah perwakilan keturunan yang aktif menjaga pemakaman dan hubungan antar keluarga, meskipun nama pengurus saat ini belum tercatat secara rinci di sumber yang diakses.
– Masyarakat lokal Berau: Banyak keturunannya tinggal di wilayah Kabupaten Berau khususnya Tarakan, Tanjung Redeb, dan sekitarnya, bekerja di berbagai sektor seperti perdagangan, perikanan, pertambangan, dan jasa. Mereka juga aktif dalam memelihara tradisi seperti upacara Qingming dan merayakan Tahun Baru Imlek bersama komunitas.
– Keterkaitan dengan tokoh lokal: Beberapa keturunan juga terintegrasi dengan kalangan elit lokal, meskipun tidak ada catatan khusus tentang tokoh publik yang secara eksplisit mengaku sebagai keturunan dari pemakaman ini selain informasi umum tentang komunitas Tionghoa Guang Dong di Berau.

Aroel Mandang

 

TK Dharma Wanita 32 Dasri Gelar Aksi Berbagi Takjil di Jalan Raya Desa Dasri

0

Mediaistana.com

Banyuwangi — Dalam semangat kepedulian di bulan suci Ramadan, TK Dharma Wanita 32 Dasri menggelar kegiatan berbagi takjil kepada masyarakat pada 1 Maret 2026 di jalan raya wilayah Desa Dasri.

 

 

 

 

 

Kegiatan sosial ini dipimpin langsung oleh Kepala Sekolah, Susiana, bersama para guru dan wali murid. Puluhan paket takjil dibagikan kepada pengguna jalan dan warga sekitar sebagai bentuk kepedulian serta upaya menanamkan nilai berbagi sejak dini kepada anak-anak.

“Kegiatan ini bertujuan menumbuhkan rasa empati dan kebersamaan, sekaligus mempererat hubungan antara sekolah dan masyarakat,” ujar Susiana di sela Kegiatan

Warga menyambut kegiatan tersebut dengan antusias dan mengapresiasi kepedulian pihak sekolah. Aksi sosial ini diharapkan menjadi agenda rutin setiap Ramadan serta memperkuat nilai kebersamaan di lingkungan masyarakat Banyuwangi.

Kapolres Gresik Tegaskan Komitmen Jaga Kamtibmas Usai Mediasi Warga Campurejo dan Banyutengah

0

Mediaistana.com||GRESIK – Komitmen menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) ditegaskan Kapolres Gresik, AKBP Ramadhan Nasution, usai memimpin langsung mediasi ketegangan antara warga Desa Campurejo dan Desa Banyutengah, Kecamatan Panceng, Sabtu (28/2/2026) malam. Melalui dialog terbuka yang digelar di balai desa, kedua belah pihak sepakat berdamai dan mengakhiri perselisihan yang sempat memicu keresahan di tengah masyarakat.(2/3/26)

Pertemuan digelar di Balai Desa Banyutengah, hadir dalam kegiatan tersebut Wakapolres Gresik Kompol Shabda Purusha Putra, jajaran pejabat utama Polres Gresik, Camat Panceng Muhammad Sampurno, Babinsa, serta tokoh masyarakat dan perwakilan pemuda dari kedua desa.

Dalam arahannya, Kapolres AKBP Ramadhan Nasution menyayangkan terjadinya gesekan antarwarga yang sempat memicu keresahan. Ia menegaskan kepolisian telah bertindak cepat dengan mengamankan pelaku sebagai bentuk komitmen penegakan hukum yang tegas dan profesional.

“Polri tidak ada apa-apanya tanpa dukungan masyarakat. Kami berharap perwakilan warga yang hadir malam ini dapat mengendalikan warganya masing-masing agar kejadian serupa tidak terulang kembali,” tegas Kapolres.

Ia juga menyoroti maraknya isu provokatif serta ajakan balas dendam yang beredar melalui media sosial.

Kapolres mengingatkan masyarakat agar tidak mudah terpancing oleh informasi yang belum terverifikasi kebenarannya, demi menjaga stabilitas keamanan bersama.

Apresiasi disampaikan perwakilan warga Desa Campurejo atas respons cepat jajaran Polres Gresik dalam menangani permasalahan tersebut. Mereka mengangkat prinsip “ojo wani-wani, ojo wedi-wedi” (jangan asal berani, jangan asal takut) sebagai pengingat agar masyarakat tetap tenang, bijak, dan tidak mudah tersulut emosi.

Senada dengan itu, perwakilan warga Desa Banyutengah menegaskan bahwa kedua desa telah sepakat untuk berdamai. Mereka memastikan kabar tentang adanya pergerakan massa yang sempat beredar luas merupakan informasi bohong atau hoaks.

“Kami memohon maaf atas kegaduhan yang sempat terjadi. Ke depan, mari kita saling berbenah. Kami berharap seluruh elemen desa turut menyampaikan bahwa situasi sudah aman agar warga tidak lagi merasa takut,” ujar salah satu tokoh masyarakat Banyutengah.

Mediasi diakhiri dengan aksi simbolis saling bersalaman antara perwakilan warga Desa Campurejo dan Desa Banyutengah sebagai tanda berakhirnya perselisihan. Sesi foto bersama menjadi penutup pertemuan yang berlangsung hangat, penuh kekeluargaan, dan sarat komitmen menjaga persatuan.

Langkah mediasi yang dipimpin Kapolres Gresik tersebut diharapkan menjadi fondasi kuat bagi terpeliharanya kerukunan dan stabilitas kamtibmas di wilayah Kecamatan Panceng secara berkelanjutan.(djat)

Kepsek SD IT Al-Musthofa Cikajang : Terimakasih Atas Selesainya Pembangunan Sarana Prasana Sekolah

0
Kepala Sekolah SD IT Al-Musthofa Cikajang Imas Masripah, S. Pd saat ditemui di ruang kantornya.

Garut, mediaistana.com – Tiga sarana dan prasarana Sekolah Dasar Islam Terpadu (SD IT) Al Musthofa Cikajang, selesai dibangun pada akhir Tahun 2025, bertempat di Jln. Simpang Cikandang KM. 93, Desa Simpang, Kecamatan Cikajang, Kabupaten Garut. Minggu (1/03/2026).

Kepala Sekolah SD IT Al-Musthofa Cikajang Imas Masripah, S. Pd

Menurut Kepala Sekolah (SD IT Al- Musthofa Cikajang) Imas Masripah, S. Pd, sesuai juknis hasil bimtek ada tiga lokal pembangunan sarana dan prasarana, antara lain; pembangunan ruang Usaha Kesehatan Sekolah (UKS), perpustakaan, toilet, serta pembelian (meubelair/perabot) perlengkapan ruangan UKS dan perpustakaan, Alhamdulillah telah selesai direalisasikan.

1. Pembangunan ruang Usaha Kesehatan Sekolah.

2. Pembangunan Ruang Perpustakaan.

3. Pembangunan Toilet.

4. Meubelair/perabot perlengkapan ruangan UKS

5. Meubelair/perabot perlengkapan ruang Perpustakaan

“Pembangunan tersebut menyerap anggaran pemerintah bersumber dari APBN 2025 sebesar Rp.533.633.324,. Sesuai juknis yang ditandatangani di Jakarta pada tanggal (8/09/2025) untuk kontruksi pembangunan toilet, ruang UKS dan ruang perpustakaan sebesar Rp.472.473.105,” ujarnya.

Lanjutnya, ia menjelaskan untuk (meubelair /perabot) sebesar Rp.26.579.800, dan untuk manejemen perencanaan, pengawasan dan pengelolaan sebesar Rp.34.580.419, tutur Imas Masripah, kepada Wartawan secara terbuka.

“Dalam kesempatan ini, Saya mengucapkan terimakasih kepada Bapak Presiden Rl, Jenderal TNI (Purn.) Haji Prabowo Subianto, Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Prof. Dr. Abdul Mu’ti, M.Ed. dan Wakil Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Bapak Prof. Atip Latipulhayat, S.H, L.L.M., Ph.D., dan fasilitator Kementerian Pendidikan Bapak Azka Faiz Ramadhan, atas bantuan dan bimbingannya sampai peresmian kemarin berjalan lancar,” ungkapnya.

Selain itu juga, Saya mengucapkan terimakasih kepada semua pihak yang terlibat dalam mendukung pelaksanaan pembangunan sampai dengan selesai, tuturnya.

Saya berharap, mudah-mudahan kedepannya ada lagi program pembangunan untuk pengusulan pemagaran, dimana sekolah SD IT Al Musthofa ini terletak dipinggir jalan raya yang pagarnya sudah rusak. Bertujuan (372) siswa dan (65) santri yang bermukim di pondok pesantren agar merasa nyaman dan gedung sekolahpun aman, harapnya.

Ditempat yang sama ketua Panitia Pembangunan Satuan Pendidikan (P2SP) Ustadz Oik Muhamad Sodik menjelaskan, ketiga pembangunan tersebut dikerjakan secara swakelola (oleh warga setempat melibatkan 11 orang pekerja), pengerjaan mulai tanggal (29/09) sampai dengan (21/12) Tahun 2025.

Selain itu, sebagai Guru Pesantren Persatuan Islam (PPI) 97 Cikajang, yang berdiri di atas lahan seluas (± 1) Ha yang merupakan tanah wakaf dari dr. Musthofa, awalnya tidak memiliki ruang perpustakaan, UKS dan toilet, Alhamdulillah sekarang sudah memiliki, pungkas Ustadz Oik Muhamad Sodik.

Jurnalis : (Beni Nugraha, AMD., KD., C.BJ., C.EJ., C.In., C.Par).

Transparansi Anggaran MBG di Karawang, Ketum MGN: Program Mulia Presiden Harus Didukung Penuh

0

 

Mediaistana com -: Senin 2 Maret 2026 -Karawang Jawa Barat – Sorotan publik terhadap Program Makan Bergizi Gratis (MBG) terus menguat, khususnya terkait anggaran Rp15.000 per porsi yang dinilai sebagian pihak menyisakan keuntungan besar. Menanggapi hal tersebut, pihak pelaksana di lapangan memberikan klarifikasi terbuka guna memastikan tidak terjadi kesalahpahaman di tengah masyarakat.

Program MBG sendiri berada di bawah koordinasi Badan Gizi Nasional sebagai bagian dari kebijakan nasional peningkatan gizi masyarakat.

Kepala SPPG Yayasan Yasikal, Muhamad Faizal, menegaskan bahwa anggaran Rp15.000 per porsi tidak sepenuhnya dialokasikan untuk bahan makanan, melainkan dibagi dalam beberapa komponen operasional yang terstruktur.

“Dari Rp15.000 itu dibagi tiga. Rp10.000 untuk bahan baku pangan, Rp3.000 untuk biaya operasional, dan Rp2.000 untuk sewa yayasan,” jelasnya, Minggu (1/3/2026).

Rincian Penggunaan Anggaran

Faizal memaparkan bahwa Rp10.000 difokuskan murni untuk pembelian bahan baku guna menjaga kualitas dan standar gizi penerima manfaat.

Sementara itu, Rp3.000 untuk operasional mencakup:

Listrik, gas, dan air

Distribusi kendaraan

Upah relawan

Kepesertaan BPJS Ketenagakerjaan

Ia memastikan seluruh relawan, baik manajemen maupun petugas lapangan, telah didaftarkan dalam program BPJS Ketenagakerjaan sesuai ketentuan.

Adapun Rp2.000 dialokasikan untuk biaya sewa yayasan yang meliputi:

Sewa dapur dan bangunan

Sewa IPAL atau sistem filter air

Sewa peralatan masak modern

Penyediaan chiller, soket, dan freezer

Menurutnya, komponen ini penting untuk memastikan fasilitas dapur memenuhi standar kelayakan dan higienitas.

Perbedaan Anggaran Berdasarkan Kelompok Penerima

Faizal juga meluruskan adanya angka Rp8.000 dalam RAB yang berlaku untuk porsi kecil, yakni:

TK/PAUD

Balita

SD kelas 1–3

Sedangkan Rp10.000 untuk bahan pangan diperuntukkan bagi:

SD kelas 4–6

SMP

SMA/SMK

Ibu hamil

Ibu menyusui

Distribusi saat ini dilakukan dua kali sepekan, yakni setiap Senin untuk kebutuhan Senin–Rabu dan Kamis untuk kebutuhan Kamis–Sabtu. Pada bulan puasa, menu disesuaikan berupa makanan kering yang tahan hingga waktu berbuka.

Dukungan Penuh MGN

Ketua Umum Maung Garuda Nusantara, Fadil Yakub, menegaskan bahwa Program Makan Bergizi Gratis merupakan program yang sangat mulia dan patut didukung seluruh elemen bangsa.

Menurutnya, program ini merupakan inisiatif strategis Presiden Prabowo Subianto dalam membangun kualitas sumber daya manusia Indonesia sejak dini.

“Program MBG ini adalah program yang sangat mulia dari Presiden Prabowo Subianto. Kami dari MGN mendukung penuh program MBG tersebut karena ini menyangkut masa depan anak-anak bangsa dan generasi penerus Indonesia,” tegas Fadil Yakub.

Ia juga mengajak masyarakat untuk mendukung serta mengawal pelaksanaan program secara objektif dan konstruktif agar berjalan transparan, tepat sasaran, dan berkelanjutan.

  1. Dengan keterbukaan informasi serta sinergi antara pemerintah, yayasan pelaksana, dan elemen masyarakat, Program Makan Bergizi Gratis diharapkan terus berjalan optimal serta memberikan manfaat nyata bagi anak-anak sekolah, ibu hamil, ibu menyusui, dan kelompok rentan lainnya di Indonesia.Transparansi Anggaran MBG di Karawang, Ketum MGN: Program Mulia Presiden Harus Didukung Penuh.     .Mediaistana.com .David E .SE

Talenta Muda Banyuwangi Raya Lolos Seleksi Tahap Awal, Banteng Jatim FC U-17 Siap Menuju Soekarno Cup 2026

0

Mediaistana.com

 

Banyuwangi — Proses penjaringan pemain muda untuk skuad U-17 Banteng Jatim FC menuju Soekarno Cup 2026 Regional Timur memasuki babak lanjutan. Puluhan pemain dinyatakan lolos seleksi tahap awal setelah melalui penilaian teknik, fisik, serta pemahaman taktik permainan.

Peserta yang lolos diwajibkan mengikuti seleksi tahap kedua yang akan digelar pada Minggu, 1 Maret 2026 pukul 20.00 WIB di Stadion Diponegoro.

Perwakilan tim pelatih menyampaikan bahwa proses seleksi dilakukan secara objektif dan transparan demi menjaring pemain terbaik dari wilayah Banyuwangi dan sekitarnya.

“Antusiasme peserta sangat luar biasa. Kami melihat banyak potensi pemain muda yang memiliki kualitas teknik dan semangat bertanding tinggi. Tahap kedua nanti akan lebih fokus pada kerja sama tim dan pemahaman strategi permainan,” ujar salah satu pelatih seleksi.

Manajemen klub menegaskan bahwa program seleksi ini menjadi bagian dari komitmen pembinaan usia muda untuk membangun fondasi sepak bola daerah yang kompetitif di tingkat Jawa Timur.

“Kami ingin memberikan ruang bagi talenta lokal untuk berkembang dan mendapatkan kesempatan tampil di ajang kompetitif. Harapannya, pemain yang terpilih nanti dapat membawa nama daerah dengan bangga,” ungkap panitia pelaksana.

Seleksi terbuka ini diikuti ratusan pemain dari berbagai daerah di Regional Timur meliputi Banyuwangi, Jember, Lumajang, Bondowoso, Situbondo, dan sekitarnya. Dari jumlah tersebut, pemain terbaik dipilih berdasarkan performa selama sesi uji kemampuan dan pertandingan internal.

Daftar pemain yang lolos seleksi tahap awal terdiri dari berbagai posisi mulai penjaga gawang, bek, gelandang hingga penyerang. Mereka akan kembali bersaing pada tahap lanjutan untuk memperebutkan tempat dalam skuad final U-17.

Dengan berlanjutnya tahapan seleksi, diharapkan tim U-17 Banteng Jatim FC mampu tampil kompetitif dan menjadi salah satu kekuatan baru dalam ajang Soekarno Cup 2026 Jawa Timur.

Menuju Soekarno Cup 2026, Banteng Jatim FC U-17 Jaring Bibit Unggul

0

Mediaistana.com

BANYUWANGI – Sebanyak 500 pemain muda ambil bagian dalam seleksi terbuka Banteng Jatim FC U-7 yang diselenggarakan di Stadion Diponegoro Banyuwangi pada, Sabtu (28/02/2026) malam.

 

Seleksi yang direncanakan berlangsung dua hari ini menjadi kesempatan berharga bagi talenta muda dari Kabupaten Banyuwangi,Situbondo, Bondowoso, Jember dan Lumajang untuk merintis karier menuju dunia sepak bola profesional.

 

Manager Banteng Jatim FC U-17, Daniel Rohi mengatakan, seleksi terbuka ini bertujuan untuk menjaring talenta muda berbakat dan berkualitas yang siap menjadi bagian dari skuad Banteng Jatim FC U-17 dengan target Jatim kembali menjadi juara di Soekarno Cup 2026.

 

” Seleksi ini bertujuan untuk mendapatkan pemain terbaik Banteng Jatim FC U-17 yang akan mewakili DPD PDI Perjuangan Jawa Timur di Soekarno Cup 2026, ” ucap Daniel saat dikonfirmasi awak media.

 

Untuk memastikan jangkauan lebih merata, lanjut Eri, pihaknya memilih 5 (lima) daerah sebagai tempat pelaksanaan seleksi terbuka pemain Banteng Jatim FC U-17 yakni di Kabupaten Banyuwangi, Kabupaten Blitar, kabupaten Malang, Kabupaten Bangkalan dan di Kota Surabaya.

 

” Seleksi ini dilakukan secara profesional sehingga tidak ada kuota untuk masing-masing lokasi seleksi, bisa juga di Banyuwangi ini kita tidak menemukan pemain terbaik, yang kita ambil untuk menjadi skuad hanya 22 orang sedangkan peserta seleksi lebih dari 500 orang , ” ucapnya.

 

Daniel menyebut ada beberapa syarat yang harus dipenuhi para peserta seleksi untuk bisa masuk sebagai skuad Banteng Jatim FC U-17 antara lain pemain kelahiran tahun 2009-2010, postur tubuh, memiliki skill individu yang mumpuni, fisik dan mentalitas yang bisa terdeteksi oleh pelatih. Dan seleksi terbuka ini untuk semua posisi, mulai dari kiper, bek, gelandang, hingga penyerang.

 

” Kita tutup mata, tidak boleh ada yang titip-titip pemain agar bisa lolos, semua obyektif, walaupun anak pengurus partai tidak boleh , ” tegasnya.

 

Pendaftaran dilakukan melalui tautan bit.ly/SeleksiSoekarnoCup2026. Tim pelatih yang terdiri dari pelatih kepala, pelatih fisik, pelatih kiper, hingga analis data akan memantau langsung proses seleksi di setiap daerah.

 

Dari pantauan, seleksi pemain Banteng Jatim FC U-17 tersebut dilaksanakan dengan metode pertandingan, yakni para pemain yang terdaftar mengikuti seleksi dikelompokkan dalam beberapa tim untuk melaksanakan pertandingan sepak bola.

 

Saat pertandingan berlangsung, Tim Pelatih akan memantau para pemain berdasarkan kemampuan individu dan permainan dalam tim sesuai dengan kriteria masuk dalam skuad Banteng Jatim FC.

 

“Kami berharap bisa menemukan satu atau dua pemain yang selama ini tidak terpantau dan memiliki kualitas di atas rata-rata,” kata pelatih.

 

Sementara Bupati Ipuk Fiestiandani menaruh harapan besar kegiatan seleksi ini mampu menjaring talenta-talenta muda berbakat dari Bumi Blambangan untuk memperkuat tim Banteng Jatim FC U-17.

 

” Seleksi diharapkan mampu menjaring potensi pemain muda berbakat dari Banyuwangi untuk memperkuat skuad Banteng Jatim FC U-17 pada perhelatan Soekarno Cup 2026 , ” ucapnya.

 

Dan pemain muda yang terpilih juga diharapkan memiliki semangat juang tinggi untuk kembali meraih juara pada Soekarno Cup 2026 yang akan digelar pada bulan Juli-Agustus 2026 mendatang di Surabaya.

 

Nampak hadir mendukung kegiatan seleksi terbuka Banteng Jatim FC U-17, Anggota Fraksi PDI Perjuangan DPR RI, Sonny T Danaparamita, Ketua DPC PDI Perjuangan Banyuwangi, Ana Aniati, Bendahara DPC , Desi Prakasiwi dan jajaran, anggota fraksi PDI Perjuangan DPRD Banyuwangi antara lain,Pramudita Maharani Saputri, Dhea Sartika, serta Andiko Putra Mahatta.

Pak Prabowo, Ada 56 Rakyatmu Korban Tol Trans Sumatera Dilamsel , Belum Dapatkan Haknya

0

“Cuman Dapat Janji akan di Bayar tetapi kenyataannya Belum Juga dapat haknya, 56 Warga Korban Tol Trans Sumatera di Lampung Selatan Menanti Keadilan”.

Mediaistana.com – LAMPUNG SELATAN – Awan gelap ketidakpastian masih menaungi perjuangan puluhan warga Desa Sukabaru, Kecamatan Penengahan, Kabupaten Lampung Selatan. Hingga tahun 2026 ini, sebanyak 56 warga yang menjadi korban penggusuran proyek strategis nasional (PSN) pembangunan Jalan Tol Trans Sumatera (JTTS) di ruas STA 10 hingga STA 12 masih belum menerima kompensasi atas tanah mereka yang telah diambil untuk proyek tersebut.

Lahan seluas sekitar 21 hektar milik warga itu dilibas pembangunan tol sejak 2016, pada masa pemerintahan Presiden saat itu, Joko Widodo. Namun hingga hampir satu dekade berlalu, janji pembayaran ganti rugi dengan nilai sekitar Rp20 miliar belum juga direalisasikan oleh pihak terkait.

Ironisnya, selain kehilangan tanah yang menjadi sumber penghidupan, para warga masih harus menanggung beban administratif lain. Mereka tetap dikenakan Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) atas lahan yang secara fisik sudah berubah menjadi bagian dari jalan tol.

“Kami sudah kehilangan tanah, tapi pajak masih harus kami bayar. Ini sangat menyakitkan bagi kami,” ujar Suradi, Ketua Kelompok Masyarakat (Pokmas) yang mewakili para korban, Sabtu (1/3/2026).

Menang di Pengadilan, Tetap Belum Dibayar

Perjuangan warga Desa Sukabaru untuk mendapatkan haknya bukan tanpa upaya. Sejak penggusuran terjadi, mereka menempuh jalur hukum hingga ke tingkat tertinggi.

Perkara ini telah melewati berbagai proses peradilan, mulai dari putusan Pengadilan Negeri Kalianda, Pengadilan Negeri Tanjung Karang, hingga Peninjauan Kembali. Pada akhirnya, perkara tersebut diputus di tingkat kasasi dan PK oleh Mahkamah Agung Republik Indonesia.

Putusan dengan nomor perkara 37/Pdt.G/2020/PN/Kla jo. 75/Pdt/2021/PTTJK jo. 4356K/PDT/2022 jo. 1192PK/Pdt/2023 menyatakan warga berhak atas pembayaran ganti rugi pengadaan tanah untuk proyek jalan tol Bakauheni–Terbanggi Besar.

Dengan demikian, nilai kompensasi sebesar Rp20 miliar telah tervalidasi secara yuridis dan administratif sebagai hak warga.

Namun hingga 10 Juli 2025, kewajiban pembayaran tersebut belum juga dipenuhi oleh pihak terkait, baik dari Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat di Jakarta, Balai Besar PUPR Lampung, maupun Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Tol Lampung.

Merasa keadilan tak kunjung datang, Suradi bersama warga akhirnya melaporkan persoalan tersebut langsung kepada Presiden Prabowo Subianto.

Pengaduan resmi disampaikan melalui Kementerian Sekretariat Negara Republik Indonesia pada 5 Mei 2025 di Jakarta. Surat tersebut meminta penyelesaian pembayaran ganti rugi sesuai putusan pengadilan yang telah berkekuatan hukum tetap.

Dalam surat tindak lanjut yang diterima warga pada 8 Juli 2025, pihak Kemensesneg menyampaikan bahwa pengaduan tersebut telah diteruskan kepada instansi terkait, antara lain:

– Kantor Badan Pertanahan Nasional (BPN) Lampung Selatan,

– Kementerian PUPR di Jakarta.

“Hari ini kami menerima surat dari Kementerian Sekretaris Negara yang menindaklanjuti laporan masyarakat,” ujar Slamet, Kasi dari Kantor BPN Lampung Selatan, saat memberikan keterangan kepada warga.

Bagi sebagian warga, penantian panjang itu bahkan harus berakhir tanpa hasil. Beberapa di antara pemilik lahan yang terdampak penggusuran telah meninggal dunia sebelum sempat menerima hak mereka.

Situasi ini membuat penderitaan masyarakat semakin dalam. Selain kehilangan tanah, mereka juga harus menghadapi ketidakpastian hukum yang berkepanjangan.

Suradi mengaku hingga kini masih memegang salinan lengkap putusan pengadilan, mulai dari tingkat Pengadilan Negeri Kalianda hingga putusan Mahkamah Agung di Jakarta.

Namun, menurutnya, dokumen hukum tersebut seolah tak berarti ketika instansi yang berkewajiban justru mengabaikannya.

“Kami memegang putusan pengadilan yang sah, tapi tetap saja tidak ada pembayaran. Seolah-olah putusan itu tidak berlaku,” ujarnya.

Menanti Tegaknya Supremasi Hukum

Kasus ini menjadi gambaran nyata bagaimana hak warga negara dapat terabaikan meskipun telah memenangkan perkara di pengadilan.

Warga Desa Sukabaru kini berharap Presiden Prabowo dapat turun tangan untuk memastikan putusan hukum tersebut dijalankan oleh instansi terkait.

“Kami warga kecil hanya meminta hak kami sesuai hukum. Negara ini adalah negara hukum, maka putusan pengadilan harus dipatuhi,” tegas Suradi.

Masyarakat juga mengingatkan bahwa penegakan keadilan sosial merupakan amanat dasar negara sebagaimana tertuang dalam Pancasila dan Undang-Undang Dasar 1945.

Bagi warga Desa Sukabaru, perjuangan ini bukan sekadar persoalan uang ganti rugi. Lebih dari itu, mereka menuntut pengakuan bahwa hukum harus berlaku sama bagi semua pihak, termasuk bagi pemerintah.

“Kalau rakyat kecil tidak patuh pada hukum, kami dihukum. Tapi kalau pemerintah yang tidak patuh pada putusan pengadilan, siapa yang menghukum?” ujar Suradi dengan nada getir.

Kasus belum dibayarkannya ganti rugi lahan milik 56 warga Desa Sukabaru, Kecamatan Penengahan, Kabupaten Lampung Selatan yang terdampak pembangunan Jalan Tol Trans Sumatera (JTTS) menuai perhatian serius dari sejumlah pakar hukum administrasi negara.

Para ahli menilai, jika benar putusan pengadilan yang telah berkekuatan hukum tetap tidak dilaksanakan oleh instansi pemerintah, maka hal tersebut dapat dikategorikan sebagai pelanggaran serius terhadap prinsip negara hukum.

Guru Besar Hukum Tata Negara dan Administrasi Negara dari Universitas Andalas, Feri Amsari, menyatakan bahwa putusan pengadilan, khususnya yang telah diputus hingga tingkat kasasi dan peninjauan kembali oleh Mahkamah Agung Republik Indonesia, bersifat final dan wajib dilaksanakan oleh semua pihak, termasuk pemerintah.

“Jika ada lembaga negara yang mengabaikan putusan pengadilan yang sudah inkracht, maka itu merupakan bentuk pembangkangan terhadap hukum. Negara tidak boleh memberi contoh buruk kepada rakyat dengan tidak menjalankan putusan pengadilan,” ujar Feri atas beberapa tanggapan terkait kasus tersebut.

Menurutnya, dalam sistem hukum administrasi negara, pemerintah memiliki kewajiban hukum untuk melaksanakan setiap putusan pengadilan yang berkaitan dengan kebijakan atau tindakan administratif yang mereka lakukan.

Potensi Maladministrasi Berat

Pandangan serupa juga disampaikan oleh pakar hukum administrasi negara dari Universitas Gadjah Mada, Zainal Arifin Mochtar. Ia menilai bahwa beberapa kasus tersebut berpotensi masuk dalam kategori maladministrasi serius jika benar adanya pengabaian terhadap putusan pengadilan.

“Ketika warga sudah menempuh jalur hukum sampai Mahkamah Agung dan menang, tetapi putusan itu tidak dijalankan oleh pemerintah, maka itu bisa dikategorikan sebagai maladministrasi. Bahkan bisa dianggap pelanggaran terhadap asas-asas umum pemerintahan yang baik,” jelasnya.

Ia menambahkan, lembaga seperti Ombudsman Republik Indonesia memiliki kewenangan untuk menindaklanjuti laporan masyarakat terkait dugaan maladministrasi tersebut.

Menurut Zainal, dalam banyak kasus pengadaan tanah untuk proyek strategis nasional (PSN), persoalan ganti rugi sering muncul akibat buruknya koordinasi antar lembaga pemerintah.

“Seringkali persoalan bukan pada hukum, tetapi pada koordinasi antar instansi. Namun jika putusan pengadilan sudah jelas, maka tidak ada alasan untuk menunda pelaksanaannya,” dalam beberapa pernyataannya.

Mengancam Wibawa Negara Hukum

Sementara itu, pakar hukum tata negara dari Universitas Islam Indonesia, Mahfud MD, dalam berbagai tulisan dan podcastnya juga menegaskan bahwa kepatuhan terhadap putusan pengadilan merupakan pilar utama negara hukum.

Ia menyebut, negara tidak boleh kalah oleh praktik birokrasi yang mengabaikan putusan hukum.

“Negara hukum itu ditandai dengan kepatuhan terhadap putusan pengadilan. Jika pemerintah sendiri tidak patuh, maka kepercayaan publik terhadap hukum akan runtuh,” tegas beberapa pertanyaan Mahfud.

Para pakar menilai bahwa dalam situasi seperti ini, pemerintah pusat perlu segera turun tangan untuk memastikan putusan pengadilan dilaksanakan.

Terlebih, warga Desa Sukabaru sebelumnya telah menyampaikan pengaduan resmi kepada Presiden Prabowo Subianto melalui Kementerian Sekretariat Negara Republik Indonesia.

Jika tidak segera diselesaikan, kasus tersebut dinilai berpotensi menjadi preseden buruk dalam penegakan hukum, khususnya dalam proyek-proyek strategis nasional yang melibatkan masyarakat.

Jika persoalan ini terus dibiarkan tanpa penyelesaian, maka bukan hanya nasib puluhan warga yang terkatung-katung, tetapi juga dapat menjadi preseden buruk bagi wibawa hukum dan kepercayaan masyarakat terhadap negara. (TIM/Red)

HPN 2026 Berbalut Ramadhan: Fahira Idris Anugerahkan Piagam untuk Tokoh Pers dan Gelorakan Solidaritas Sosial

0

JAKARTA, Mediaistana.Com — Semangat Hari Pers Nasional (HPN) 2026 terasa berbeda dan penuh makna,Anggota DPD RI Daerah Pemilihan DKI Jakarta, Fahira Idris, menyerahkan piagam penghargaan kepada sejumlah tokoh masyarakat dalam rangkaian peringatan HPN 2026 yang dirangkai dengan santunan anak yatim piatu serta buka puasa bersama.

Kegiatan yang berlangsung khidmat pada Sabtu (28/2/2026) di Dhapa Office Building tersebut menjadi simbol kuat bahwa pers bukan sekadar pilar demokrasi, tetapi juga garda terdepan dalam gerakan kemanusiaan dan solidaritas sosial.

Momentum HPN 2026 yang bertepatan dengan bulan suci Ramadhan 1447 Hijriah dimaknai sebagai penguatan peran pers, tidak hanya sebagai penyampai informasi, tetapi juga sebagai elemen aktif yang menghadirkan solusi sosial di tengah masyarakat.

Dalam sambutannya, Fahira Idris menegaskan bahwa Hari Pers Nasional harus dimaknai lebih dalam dari sekadar seremoni profesi.

“HPN bukan hanya peringatan bagi insan pers, tetapi momentum untuk meneguhkan kembali komitmen terhadap nilai kemanusiaan.

Di bulan Ramadhan yang penuh berkah ini, pers hadir untuk berbagi, memperkuat empati, dan mengokohkan solidaritas sosial,” ujar Fahira.

Acara tersebut turut dihadiri Ketua Panitia Amin Hidayat serta Pimpinan Umum Media Group UpdateTerkini.Net, iTodayNews.ID, dan WartaGriya.Com, Massaniah.

Kehadiran para tokoh media dan masyarakat ini mempertegas sinergi antara insan pers dan elemen sosial dalam membangun ekosistem informasi yang sehat dan berintegritas.

Ketua Panitia, Amin Hidayat, menyampaikan bahwa Ramadhan menjadi waktu yang tepat untuk mempererat kebersamaan dan menegaskan tanggung jawab sosial pers.

“Melalui kegiatan ini, kami ingin menegaskan bahwa pers memiliki tanggung jawab sosial untuk peduli dan hadir di tengah masyarakat, khususnya bagi anak-anak yatim piatu, Pers harus menjadi cahaya, bukan hanya pena,” ungkapnya.

Sementara itu, Massaniah mengapresiasi terselenggaranya kegiatan yang memadukan penghargaan profesi dengan aksi sosial tersebut.

Menurutnya, kolaborasi antara insan pers, tokoh masyarakat, dan pemangku kepentingan merupakan fondasi penting dalam menjaga marwah pers yang beretika dan berintegritas.

“Kami menyambut baik santunan dan buka puasa bersama ini, bukti bahwa pers tidak hanya menyampaikan informasi, tetapi juga berkontribusi langsung bagi masyarakat, Kebersamaan ini harus terus dirawat,” tuturnya.

Suasana hangat penuh kekeluargaan menyelimuti acara, ditandai dengan doa bersama, santunan kepada anak yatim piatu, serta sesi foto bersama tokoh masyarakat yang terdiri dari unsur profesi jurnalis.

Peringatan HPN 2026 di Dhapa Office Building ini pun menjadi refleksi bahwa di tengah dinamika zaman dan tantangan dunia digital, pers Indonesia tetap berdiri teguh—berintegritas, berempati, dan berpihak pada kepentingan publik.

Semangat Ramadhan dan HPN berpadu menjadi energi moral bagi insan pers untuk terus menjaga kepercayaan masyarakat serta menghadirkan karya jurnalistik yang mencerahkan, membangun, dan membawa harapan.

Warga Glenmore dan Kalibaru Keluhkan Elpiji 3 Kg Langka, Sudah Dicari ke Sejumlah Pangkalan Namun Kosong

0

Mediaistana.com

Banyuwangi-1-3-2026-Kelangkaan gas elpiji 3 kilogram dikeluhkan masyarakat di wilayah Glenmore dan Kalibaru, Banyuwangi. Warga mengaku kesulitan memperoleh gas bersubsidi tersebut selama hampir tujuh hari terakhir.

 

Berdasarkan keterangan sejumlah narasumber di lapangan, kelangkaan mulai dirasakan sejak Kamis pekan lalu. Warga menyebut telah mendatangi beberapa pangkalan dan pengecer, namun stok elpiji 3 kilogram tidak tersedia.

 

“Sudah berkeliling mencari ke beberapa tempat, tapi tetap kosong. Masyarakat jadi kebingungan karena gas sangat dibutuhkan untuk kebutuhan sehari-hari,” ungkap salah satu warga.

 

Kalaupun tersedia, harga elpiji 3 kilogram disebut melonjak hingga sekitar Rp35 ribu per tabung, jauh di atas harga yang biasa dibeli masyarakat.

 

Kondisi kelangkaan ini dinilai semakin mengkhawatirkan karena terjadi pada bulan Ramadan. Warga menilai apabila situasi ini berlanjut hingga menjelang Idul Fitri, maka akan menimbulkan keresahan yang lebih luas, khususnya di wilayah Glenmore dan Kalibaru.

 

Masyarakat berharap Pemerintah Kabupaten Banyuwangi bersama instansi terkait segera menindaklanjuti persoalan tersebut serta memastikan distribusi elpiji 3 kilogram kembali normal agar kebutuhan masyarakat selama Ramadan hingga menjelang Lebaran dapat terpenuhi.