Beranda blog Halaman 630

Hangatnya Ramadhan di Gunung Putri, Daniel Rigan dan Bella Sofhie Berbagi Ribuan Paket Sembako

0

Sore itu, langit Ramadan memancarkan warna keemasan yang lembut di kawasan Gunung Putri, Bogor. Di dalam kantor Dabe Beauty yang besar dan luas. Jalan Gunung Putri, suasana penuh haru dan kehangatan terasa begitu kental. Di tempat itulah Muhamad Daniel Rigan dan Bella Shofie mengawali Ramadan dengan berbagi kebaikan.

Menjelang waktu berbuka, satu per satu warga yang berhak menerima bantuan mulai berdatangan. Dengan senyum tulus, pasangan suami istri tersebut menyambut mereka secara langsung. Ribuan paket sembako telah dipersiapkan dengan rapi, menjadi simbol rasa syukur atas rezeki yang Allah titipkan sekaligus bentuk kepedulian terhadap sesama.

Bella Shofie tampak menyapa para ibu dengan penuh kelembutan, sementara Muhamad Daniel Rigan berbincang hangat dengan warga yang hadir. Tak sekadar membagikan bantuan, mereka juga membagikan doa dan harapan agar Ramadan tahun ini membawa keberkahan bagi setiap keluarga.

Kantor Dabe Beauty sore itu bukan hanya menjadi tempat usaha, melainkan menjadi ruang berbagi dan ladang kebaikan. Di bawah langit senja yang perlahan meredup, kebersamaan dan rasa syukur menyatu indah, mengingatkan bahwa makna sejati Ramadan terletak pada ketulusan hati untuk memberi.

Ramadan pun terasa lebih hangat di Gunung Putri, ketika rezeki yang dibagikan menjelma menjadi senyum dan harapan baru bagi banyak orang.

Komitmen Tegas Berantas Narkoba, Polres Madiun Gelar Tes Urine

0
Oplus_131072

Madiun, media istana.com
– Dalam upaya memperkuat komitmen pemberantasan narkotika di lingkungan internal, Polres Madiun menggelar tes urine secara mendadak terhadap 34 personel yang terdiri dari Pejabat Utama (PJU) dan Kapolsek jajaran, Senin (23/2).

Kegiatan tersebut dilaksanakan seusai apel dan dilaksanakan oleh Seksi Kedokteran dan Kesehatan (Si Dokkes) Polres Madiun. Pemeriksaan dilakukan bekerja sama dengan tim medis secara profesional, dengan pengawasan ketat dari Seksi Profesi dan Pengamanan (Propam) guna memastikan seluruh rangkaian kegiatan berjalan transparan, objektif, dan sesuai dengan prosedur yang berlaku.

Kapolres Madiun, AKBP Kemas Indra Natanegara, menegaskan bahwa tes urine ini merupakan langkah preventif sekaligus bentuk pengawasan internal untuk memastikan seluruh jajaran pimpinan terbebas dari penyalahgunaan narkotika.

“Tes urine ini adalah bentuk komitmen kami dalam menjaga marwah institusi. Pimpinan harus menjadi contoh dan teladan bagi anggota. Kami ingin memastikan bahwa seluruh pejabat utama dan Kapolsek jajaran benar-benar bersih dari narkoba,” tegasnya.

Ia menambahkan bahwa tidak ada toleransi bagi anggota yang terbukti terlibat penyalahgunaan narkotika. Apabila ditemukan pelanggaran, akan dilakukan tindakan tegas sesuai dengan peraturan perundang-undangan dan kode etik profesi Polri.

“Kami tidak akan memberikan ruang bagi penyalahgunaan narkoba, baik oleh anggota maupun pejabat. Jika terbukti, pasti akan ditindak tegas. Ini adalah komitmen bersama untuk menjaga integritas dan kepercayaan masyarakat,” tambah AKBP Kemas Indra Natanegara.

Lebih lanjut, Kapolres menjelaskan bahwa kegiatan serupa akan dilaksanakan secara berkala maupun insidental tanpa pemberitahuan sebelumnya. Hal ini bertujuan untuk membangun kedisiplinan, meningkatkan pengawasan internal, serta memperkuat budaya kerja yang bersih dan profesional.

Dengan dilaksanakannya tes urine terhadap 34 PJU dan Kapolsek jajaran tersebut, Polres Madiun menegaskan keseriusannya dalam mendukung program nasional pemberantasan narkoba serta mewujudkan institusi Polri yang Presisi, berintegritas, dan dipercaya masyarakat.

(Tukiyo)

Penyitaan toko emas di nganjuk oleh bareskrim

0

Terindikasi TPPU dari Emas Ilegal, Bareskrim Sita Seluruh Emas di Toko Semar Nganjuk

Nganjuk, Jatim – Bareskrim Polri melakukan penggeledahan terhadap toko emas Semar yang berlokasi di Jalan Ahmad Yani, Kelurahan Payaman, Kecamatan Nganjuk, Kabupaten Nganjuk, Jawa Timur, terkait dugaan tindak pidana pencucian uang (TPPU) hasil penambangan emas tanpa izin (PETI). Penggeledahan dilakukan sejak Kamis (19/2/2026) pukul 09.00 WIB hingga Jumat (20/2/2026) pukul 01.30 WIB, berlangsung sekitar 16-17 jam.

Koordinator Pasar Wage Nganjuk, Mulyadi, yang menjadi saksi dalam proses penggeledahan, mengatakan seluruh perhiasan emas dagangan serta buku-buku administrasi keuangan toko disita sebagai barang bukti. Setiap perhiasan diperiksa satu per satu untuk mengetahui asal-usulnya. Saat penggeledahan, ada empat karyawan toko yang diperiksa, namun pemilik toko yang berinisial TW tidak berada di lokasi dan lebih sering berada di Surabaya. Toko emas Semar sendiri merupakan toko legendaris yang telah berdiri sejak 1976.

Selain toko, penyidik juga menggeledah rumah milik TW di Jalan Diponegoro No. 73 Nganjuk, yang telah 10 tahun tidak ditempati dan hanya dijaga oleh tukang bersih-bersih. Dari rumah tersebut, polisi menyita perhiasan emas lama dan protolan dengan berat sekitar 1,6 kilogram, serta sejumlah berkas dan dokumen. Penggeledahan juga dilakukan di dua lokasi lain, yaitu rumah tinggal terduga pelaku di Surabaya dan Jakarta.

Direktur Tindak Pidana Ekonomi Khusus Bareskrim Polri, Brigadir Jenderal Polisi Ade Safri Simanjuntak, menjelaskan kasus ini merupakan pengembangan dari perkara tambang emas ilegal di Kalimantan Barat periode 2019-2022 yang telah memiliki putusan hukum tetap dari Pengadilan Negeri Pontianak. Temuan didasarkan pada Laporan Hasil Analisis (LHA) PPATK terkait transaksi mencurigakan di sektor tata niaga emas domestik, yang melibatkan toko emas dan perusahaan pemurnian emas yang diduga menggunakan bahan baku dari tambang ilegal. Data PPATK menunjukkan nilai transaksi jual beli emas hasil pertambangan ilegal selama 2019-2025 mencapai Rp 25,8 triliun.

Pada Minggu (22/2/2026) siang, toko emas Semar kembali buka, namun tidak ada perhiasan di etalase dan hanya dua karyawan yang berada di dalam toko. Hingga kini, belum ada keterangan resmi lebih lanjut terkait perkembangan penyidikan kasus tersebut.

Komisi XIII DPR RI Tinjau Langsung Pelayanan Kunjungan dan Pembinaan di Lapas Sidoarjo

0

pemerintah,Sidoarjo||mediaistana.com – Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIA Sidoarjo Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Jawa Timur menerima kunjungan kerja reses Komisi XIII DPR RI bersama Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Jawa Timur pada Senin (23/2/2026).

Kunjungan tersebut berlangsung bertepatan dengan jam layanan kunjungan, sehingga rombongan Komisi XIII DPR RI, Kepala Kantor Wilayah, serta para Kepala Unit Pelaksana Teknis (Ka. UPT) dapat melihat secara langsung proses pelayanan yang diberikan kepada masyarakat dan keluarga warga binaan.

Rombongan tiba di Lapas Sidoarjo sekitar pukul 14.30 WIB dan langsung meninjau area layanan kunjungan. Dalam kesempatan tersebut, anggota Komisi XIII DPR RI bersama Kepala Kantor Wilayah berdialog langsung dengan para pengunjung serta warga binaan di Pos Bantuan Hukum (Posbankum) guna menyerap aspirasi dan mengetahui secara nyata pelaksanaan layanan hukum di dalam lapas.

Selain itu, rombongan juga meninjau berbagai kegiatan pembinaan kerja yang dilaksanakan warga binaan, sebagai bentuk evaluasi terhadap program pembinaan kemandirian yang berjalan di Lapas Sidoarjo.

Kepala Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIA Sidoarjo menyampaikan bahwa kunjungan ini menjadi momen penting untuk menunjukkan komitmen dalam memberikan pelayanan prima serta pembinaan yang humanis dan berkelanjutan.

“Kami berupaya memberikan layanan yang transparan, profesional, dan berorientasi pada kepuasan masyarakat serta pembinaan warga binaan,” ujarnya.

Melalui kunjungan ini, diharapkan Komisi XIII DPR RI bersama Kantor Wilayah dapat memperoleh gambaran riil terkait kondisi pelayanan, pembinaan, serta tantangan yang dihadapi di Lapas Sidoarjo, sekaligus menjadi bahan evaluasi dalam pelaksanaan fungsi pengawasan.(djat)

Pasar Baraya Desa Banyuresmi, Ketersediaan Sembako Aman dan Harga Standar Selama Ramadan 1447 H/2026 M

0
Pengelola Pasar Baraya Desa Banyuresmi Dian Nurdiana

Garut, Mediaistana.com – Ketersediaan sembako selama Bulan Ramadan, di Pasar Baraya Desa Banyuresmi, Kecamatan Banyuresmi Kabupaten Garut, setok aman dan harga standar. Senin (23/02/2026).

“Ketersediaan Sembako Aman dan Harga Standar”

“Sejumlah kebutuhan pokok selama Bulan Suci Ramadan 1447 H/ Februari 2026 M, Sembok aman dan harga standar, antara lain ; harga beras kisaran (Rp.14.000 – Rp.16.000), daging ayam (Rp.38.000 – Rp. 40.000), daging sapi (Rp.120.000),” ucap pengelola Pasar Baraya Desa Banyuresmi Dian Nurdiana.

Menurut Dian Nurdiana, mengikuti peraturan terbaru (Nomor 59 Tahun 2020), sembako berdasarkan hasil pertanian, industri, peternakan, dan perikanan, di Pasar Banyuresmi komplit. Tentunya sembako merupakan kebutuhan dasar masyarakat yang harus terpenuhi meliputi beras, gula pasir, minyak goreng/mentega, daging (sapi/ayam), telur, susu, bawang, gas elpiji, dan garam.

“Himbauan Keamanan dan Ketertiban”

“Keamanan di Pasar Baraya Desa Banyuresmi, dilengkapi CCTV terbuka dan tersembunyi. Alhamdulillah lima (5) hari terakhir dari awal Ramadan 1477 H, tidak ada kejadian apa-apa, kondisi pasar aman dan tertib,” ujarnya.

Dian Nurdiana menghimbau, antara konsumen dan pemilik toko, agar sama saling menjaga dan memperhatikan hal-hal yang mencurigakan dari pelaku kejahatan. Ingat disetiap tempat keramaian khusus di semua pasar pelaku kejahatan pasti ada, oleh karena itu dihimbau untuk waspada.

“Ia mengingatkan, bagi konsumen tidak mengunakan perhiasan mencolok, tidak membawa handphone (HP) dan uang hanya digenggam, sebaiknya pakai tas husus yang disimpan didepan. Saat ini, kami pihak pengelola pasar, dan juru parkir serta keamanan pasar sudah mengetahui wajah dan tanda pisik pelaku kejahatan,” tandasnya.

“Jam Buka Pasar dan Pengelolaan Sampah”

Pasar Baraya Banyuresmi beroperasi buka pukul (04.00 WIB – 17.30 WIB) dan terpantau 24 jam. Selain itu pengelolaan sampah pasar diolah oleh tim kebersihan BUMDes Desa Banyuresmi, untuk dijadikan bahan pupuk organik dan pakan ternak magot.

Dian menjelaskan, sesuai arahan Kepala Desa Banyuresmi Bapak Ahmad Hidayat, Alhamdulillah BUMDes Desa Baraya Banyuresmi, mendapatkan pembinaan dari Dinas Linkungan Hidup (Dinas LH) dan juga tim laboratorium BPOM (Badan Pengawas Obat dan Makanan) Kabupaten Garut.

Melibatkan Dinas terkait dan BPOM penting, karena wajib untuk produk yang dikonsumsi atau digunakan langsung oleh masyarakat guna menjamin keamanan, mutu, legalitas, dan untuk menjaga kebersihan pasar baraya desa banyuresmi, sehingga konsumen pasar merasa nyaman, pungkasnya.

Jurnalis : (Beni Nugraha, AMD., KD., C.BJ., C.EJ., C.In., C.Par)

Viral…! Seorang Ibu Wali Siswa Di Tukdana Tidak Terima Isi MBG Yang Tidak Sesuai

0

Viral..! Seorang Ibu Wali Siswa Di Tukdana, Tidak Terima Isi MBG Yang Tidak Sesuai

Indramayu-mediaistana.com
Viral, seorang ibu dari salah satu siswa di desa Tukdana, kecamatan Tukdana, kabupaten Indramayu, tidak Terima dengan adanya isi Makan Bergizi Gratis ( MBG) yang diterima oleh penerima manfaat anaknya di salah satu SDN desa Tukdana.
Selasa, 24/02/2026.

Isi MBG tersebut di duga berisi satu wadah agar puding yang sudah encer,(mencair) satu buah roti,dan kacang kedelai dua plastik kecil.

Hal ini memicu kekesalan oleh seorang ibu Wali siswa sambil memanggil manggil,
“Pak, lihat nih…pak Dedi, pak gubernur masa MBG isi seperti ini, MBG Tukdana nih, MBG Tukdana pak,masa ager nya sudah cair, masa katanya makan bergizi, dari mana gizinya…
“Iya, bahaya bisa meracuni anak-anak, di sambut ucapan oleh rekan ibu tersebut.

Video yang beredar di tiktok ini sempat geger dipublik, ratusan hingga ribuan netijen beraneka bahasa membalas dalam kolom komentar.

Sampai berita ini di terbitkan yang menyukai sudah mencapai 15,3 rb
Komentar, 1.653
Favorite 1.191
Dan folowers 3.375
Dengan akun tiktok Kakange Galang.

Wakil kepala bidang Operasional BGN, Sony Sonjaya, menjelaskan secara rinci komponen biaya per porsi MBG serta alur pembayaran kepada Mitra pelaksana. Angka yang selama ini beredar di paparkan secara terbuka, mulai dari bahan pangan, operasional dapur, distribusi, hingga dukungan tenaga kerja.

BGN memastikan setiap rupiah dikelola melalui mekanisme yang jelas, sistem pembayaran yang terverifikasi, serta pengawasan berlapis prosesnya terstruktur, terdokumentasi, dan dapat diaudit.
Program ini dirancang bukan hanya untuk Memenuhi kebutuhan gizi anak-anak Indonesia, tetapi juga untuk menjamin tata kelola yang aman, Akuntabel, dan bebas dari pratik korupsi.
Menurutnya, MBG berjalan dengan prinsip: transparan, terukur, dan bertanggung jawab.

Harapan masyarakat, seharusnya MBG di sesuai kan dengan nilai rupiah sesuai yang di keluarkan dengan harga nominal 15.000,-

SPPG wajib menyajikan menu yang pantas dan disukai oleh anak.
Untuk pihak SPPG wajib mengawasi kesehatan makanan yang akan di konsumsi oleh siswa, baik itu menu makanan, buah dan minuman yg berbentuk susu agar di lihat kadarluarsa nya.

Program makan bergizi gratis ini yang di gagas oleh Presiden prabowo sebenarnya bagus untuk meningkatkan gizi anak dan menghindari dari stunting, namun fakta di lapangan Mitra dan yayasan memanfaatkan program ini, sehingga program yang sudah di gagas oleh Presiden prabowo, terkena dampak akibat ulah oknum- oknum yang memanfaatkan program makan bergizi gratis tersebut.

IYONS74

Tuai Kritikan Dari Berbagai Pihak ,Menu MBG Kecamatan Teluk Batang Tidak Sesuai Harga Yang Di Tetapkan

0

Teluk Batang Kayong Utara_Media Istana_ Di hari pertama masuk sekolah,Menu MBG Kecamatan Teluk Batang Tuai kritikan dari berbagai pihak,berbagai media sosial di antaranya FaceBook ( FB ), banyak unggahan dari masyarakat terkait menu yang di sajikan untuk 3 ( Tiga ) Hari sangat tidak sesuai dengan harga yang telah ditetapkan Badan Gizi Nasional ( BGN ) Yaitu Kisaran Rp.10.000 – 15.000 Rupiah.23/2/2026.

MENU Makanan Bergizi Gratis  Kecamatan Teluk Batang                                        PER 3 HARI SENIN – RABU Di Bulan Suci Ramadhan.

SPPG DI Paket 3 Banyu Abang
SPPG Masbangun

 

SPPG Teluk Batang ( Sukamaju )

 

Hasil Konfirmasi Awak MEDIA ISTANA kepada Kepala SPPG Teluk Batang Nuril Jumiati,S.M melalui Via WA ( WhatsApp ) terkait Jenis Makanan yang di sajikan berupa menu kering dengan keterangan Roti Keju 1 Bungus,Telur Rebus 2 Biji,Susu 1 Kotak Ukuran 200 Ml, Kacang Polong 1 Bungkus Kecil,Kurma 3 Biji. dengan menu tersebut ada beberapa Sekolah tidak bersedia menerima MBG Tersebut.saat awak media mengkonfirmasi kembali dan menyampaikan lampiran foto Menu MBG Dari SPPG lain,” apakah anggarannya berbeda…? jawaban dari Ketua MBG Nuril Jumiati,S.M ” Berbeda Pak,Soalnya di dapur kami ini kebanyakan porsi kecil” Pungkasnya.

MENU MBG DIKEMBALIKAN PIHAK SEKOLAH

Saat adanya Pengembalian Menu MBG Oleh Beberapa Sekolah, PIC Mitra Yuda Mahendra Tamura,S.IP, Kepala SPPG  beserta tim ambil langkah klarifikasi terkait menu tersebut dengan mengadakan Rapat Musyawarah bersama Para Kepala Sekolah dan Pengurus MBG Sekolah.

PIC Mitra Yuda mahendra tamura,S.IP,memberikan keterangan kepada Awak Media Istana melalui Via WhatsApp ( WA )

Assalamualaikum.
Permohonan maaf kami sampaikan penyebab terjadinya kasus distribusi hari ini dikarenakan kami awalnya membuat distribusi selama 6 hari langsung minggu lalu. Karena ada edaran tidak ada distribusi atau libur menyambut puasa dan imlek. Jadi kami sesuai aturan nomor 3 dibagikan selama per3 hari dan kami menggunakan 2 susu full cream kemasan 1 liter dan kemasan kecil fulcream. Sehingga terjadilah kelebihan anggaran di senin-rabu dan minus dari menu kamis-sabtu

Langkah perbaikan kami lakukan adalah mendistribusikan setiap 2 hari dsn dalam minggu ini sesuai arahan. Sekian terima kasih ”

Disela chatannya,PIC (Person in Charge) Mitra, Yuda Mahendra Tamura,S.IP Meminta maaf atas salah dan khilafnya,untuk selanjutnya hal ini merupakan bahan evaluasi untuk lebih baik lagi,dan  Berdasarkan hasil musyawarah bersama kepala sekolah,Untuk sekolah yang mengembalikan menu MBG per tanggal 23/2/2026 ,akan didistribusikan kembali disesuaikan dengan pendistribusiannya,yang pada awalnya 3 Hari sekali ( Senin-Rabu ) Menjadi 2 Hari Sekali ( Senin- Selasa ) di 1 minggu ini, dan untuk 1 minggu selanjutnya,Proses pendistribusiannya akan disesuaikan dengan ketentuan yang berlaku, Ungkapnya lagi.”

( PURBA )

Ratusan Massa Aksi Geruduk kantor Bupati dan DPRD kabupaten Lamsel.

0

Poto: Ratusan Massa Aksi Geruduk kantor Bupati dan DPRD kabupaten Lamsel.

Tuiai Sorotan Satu Tahun Menjabat, Sepanduk Aksi: Jangan Cuma Janji Manis, Kami Perlu Pemimpin Yang Bijak. Buktikan Kerjamu, Jangan Hanya Omongan.

Mediaistana – LAMSEL,– Ratusan mahasiswa yang tergabung dalam Front Cipayung Plus dan BEM Lampung Selatan menggelar aksi unjuk rasa di depan Kantor Bupati dan Gedung DPRD Kabupaten Lampung Selatan, Senin (23/2/2026).

Para Aksi menyoroti kinerja Bupati Egi dan Wakil Bupati Syaiful yang sudah satu tahun memimpin daerah kabupaten Lamsel.

Berdasarkan pantauan di lapangan, massa aksi bergerak dari Lapangan Cipta Karya, Kalianda, menuju kompleks perkantoran dinas bupati dengan melakukan konvoi menggunakan sepeda motor, disertai satu unit mobil komando. Mereka tiba di lokasi sekitar pukul 13.30 WIB dan langsung menyampaikan orasi secara bergantian.

Sempat situasi memanas ketika itu sejumlah perwakilan dari mahasiswa mencoba untuk memasuki area kantor bupati memastikan keberadaan Egi Bupati Lamsel.

Namun’ yang bersangkutan tidak berada di tempat. Lalu Pemerintah daerah kemudian mengutus Asisten Pemerintahan Setdakab Lampung Selatan, M. Darmawan, untuk menemui massa aksi.

Mereka bahkan mengancam akan menggelar aksi jilid II dalam waktu 1×24 jam jika tidak mendapat ruang dialog langsung dengan Bupati.

Aksi tersebut merupakan bentuk kekecewaan mahasiswa karena tidak dapat bertemu langsung dengan Bupati Lampung Selatan, Radityo Egi Pratama, yang disebut sedang berada di luar daerah.

Sebelumnya Mahasiswa awalnya menggelar aksi unjuk rasa di depan gerbang Kantor Bupati, lalu bergerak menuju Gedung DPRD Lampung Selatan untuk menyampaikan tuntutan serupa kepada wakil rakyat.

Di Gedung DPRD, mahasiswa massa aksi hanya ditemui oleh Wakil Ketua I DPRD Lampung Selatan, Merik Havit, SH, MH. Politisi muda dari Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan dan menerima lalu mendengarkan aspirasi mahasiswa secara langsung.

“Yang pertama, saya mengucapkan terima kasih kepada rekan-rekan mahasiswa semua yang hadir di sini. Yang kedua, bahwa kantor DPRD ini adalah kantor rakyat, kantor yang dibangun pakai uang rakyat. Jadi siapapun bebas menyampaikan aspirasi dan memberikan masukan kepada kami,” ucapnya Merik di hadapan para demonstran.

Menanggapi tuntutan mahasiswa yang ingin meminta bertemu langsung dengan Ketua DPRD, Merik menjelaskan bahwa hampir seluruh anggota DPRD tengah mengikuti kegiatan Bimbingan Teknis (Bimtek) yang telah terjadwal sebelumnya.

“Kami mohon maaf karena Ketua DPRD tidak bisa menemui adik-adik. Kerenah Surat pemberitahuan aksi baru kami terima tadi malam dan kebetulan juga berbenturan dengan kegiatan Bimtek. Namun saya sebagai unsur pimpinan juga di DPRD akan memastikan bahwa apa yang menjadi tuntutannya akan kami perjuangkan dan diteruskan kepada pimpinan,” jelasnya merik.

Dalam hal tersebut, Mahasiswa secara khusus menyoroti satu tahun masa kepemimpinan Bupati Radityo Egi Pratama dan Wakil Bupati M. Syaiful Anwar. Mereka menilai sejumlah janji kampanye yang terangkum dalam konsep “Pitu Vista” belum terealisasi secara nyata di tengah masyarakat.

Mahasiswa yang menuntut evaluasi menyeluruh atas tujuh misi pembangunan yang menjadi dasar kepemimpinan Egi–Syaiful selama satu tahun terakhir. Menurut mereka, berbagai gagasan dan kritik konstruktif sebelumnya telah disampaikan melalui jalur audiensi dan saran resmi, namun’ tidak mendapatkan respons yang memadai dari pemerintah.

“Nanti akan kami sampaikan secara rinci tujuh misi itu ketika kami bertemu langsung dengan Bupati Lampung Selatan,” Ujarnya Mesyur dari Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) Lampung Selatan.

Ia menegaskan, Cipayung Plus dan BEM Lampung Selatan hadir sebagai mitra kritis pemerintah daerah, bukan sebagai oposisi tanpa dasar. Namun, minimnya kehadiran pejabat saat aksi berlangsung justru mempertegas kekecewaan mereka.

“Kami sudah di Kantor Bupati, yang hadir bukan Bupati bahkan bukan Wakil Bupati. Kami ke Gedung DPRD, dari sekitar 50 anggota DPRD hanya satu yang hadir. Ini menunjukkan minimnya keseriusan dalam menerima aspirasi rakyat,” tegas Mesyur.

Usai melakukan deklarasi di depan Kantor Bupati, mahasiswa memberikan ultimatum. Mereka menegaskan akan kembali turun ke jalan dengan jumlah massa lebih besar apabila dalam 1×24 jam tidak ada kepastian jadwal audiensi langsung dengan Bupati.

“Kami akan menggelar aksi jilid II dengan massa yang lebih banyak dari hari ini,” ancamnya.

Sementara itu, Asisten Pemerintahan dan Kesra Lampung Selatan, M. Darmawan yang menemui mahasiswa di lokasi aksi, menyampaikan pesan dari Bupati yang saat ini berada di Jakarta.

“Bupati Lampung Selatan akan menjadwalkan waktu lain untuk bertemu adik-adik mahasiswa. Silakan sampaikan apa yang perlu disampaikan nanti dalam forum tersebut,” ujar Darmawan.

Hingga menjelang waktu Maghrib, sebagian mahasiswa masih bertahan di depan gerbang Kantor Bupati dengan membentangkan sejumlah spanduk bernada kritik. Di antaranya bertuliskan, “Mu Lampung Selatan Maju? Jangan cuma janji manis, kami perlu pemimpin yang bijak. Buktikan kerjamu, jangan hanya omongan” serta “Evaluasi 1 Tahun Pitu Vista Bupati Lampung Selatan.”

Aksi berlangsung tertib dengan pengawalan aparat keamanan. Namun, ultimatum yang disampaikan mahasiswa menjadi sinyal bahwa gelombang protes terhadap evaluasi satu tahun kepemimpinan di Lampung Selatan berpotensi kembali memanas dalam waktu dekat.*

Ojek Gunung Botak, Antara Jurang, Maut, dan Cinta. Ada Rindu yang Menunggu

0

Catatan pinggir Muz Latuconsina
(Senin 23 Februari 2023)

Di lereng terjal Gunung Botak, hidup para ojek gunung berjalan di antara keberanian dan risiko. Jalanan yang mereka lalui bukanlah aspal mulus kota, tapi jalur berliku yang dipenuhi bebatuan, tanah licin, dan jurang yang menganga seolah menunggu langkah salah. Setiap turunan dan tanjakan bukan hanya soal tenaga dan keseimbangan, tapi soal nyawa yang selalu dipertaruhkan.

Motor-motor mereka, hasil rakitan khusus, membawa beban yang tidak ringan—lima hingga enam karung matrel, masing-masing dihargai lima puluh ribu rupiah. Dari gunung ke Wamsait, di sebuah dusun di lereng, mereka menyalurkan kebutuhan pokok yang menjadi nadi kehidupan masyarakat. Setiap karung yang diangkut adalah hasil kerja keras yang dibayar murah, tapi risikonya mahal.

Tak hanya menuruni gunung, perjalanan balik pun tidak kalah berat. Dalam jarak lima kilometer dari bawah ke lereng, mereka membawa papan, balok, dan bahan-bahan lain. Tubuh lelah, tangan memegang setang, mata menatap jalan penuh lubang dan jurang—itulah rutinitas yang setiap hari harus mereka lalui, di tengah hawa dingin, hujan, dan panas terik.

Semua itu mereka lakukan demi anak dan istri yang menunggu dengan sabar di rumah. Setiap tetes keringat dan setiap napas berat adalah bentuk cinta yang tak terlihat, pengorbanan yang tak ternilai, demi menatap senyum kecil anak-anak dan ketenangan keluarga di rumah.

Kisah ojek Gunung Botak adalah kisah ketahanan manusia yang sering tak terlihat. Di balik senyum sederhana mereka, tersimpan keberanian yang jarang dihargai, jerih payah yang jauh dari gemerlap kota, dan nyawa yang setiap hari digadaikan demi sesuap rezeki. Jalanan terjal itu bukan hanya medan fisik, tapi simbol kehidupan keras yang mereka jalani—tanpa pilihan, tapi penuh tanggung jawab dan cinta.

Mereka adalah pahlawan sunyi di lereng Gunung Botak, menuruni bahaya demi kehidupan, dan kembali menanjak dengan beban, seolah menyatukan keberanian, keputusasaan, dan cinta untuk keluarga dalam satu tarikan napas.

Bupati Al- Farlaky Lantik 106 Geuchik Gelombang III

0

 

 

 

Aceh Timur —Mediaistana.com 

Bupati Aceh Timur, Iskandar Usman Al-Farlaky, S.H.I., M.Si melantik 106 geuchik hasil pemilihan dalam gelombang III yang berlangsung di Aula SKB Kabupaten Aceh Timur, Senin, Februari 2026.

 

Pelantikan kali ini memiliki catatan tersendiri. Dari 106 geuchik yang dilantik, terdapat satu geuchik perempuan terpilih. Ia menjadi geuchik perempuan pertama pada era kepemimpinan Bupati Al-Farlaky di Kabupaten Aceh Timur.

 

Dalam pidatonya, Bupati menegaskan bahwa sumpah jabatan yang baru saja diucapkan bukan sekadar seremoni, melainkan amanah besar yang harus dipertanggungjawabkan, baik secara pribadi, keluarga, maupun kepada masyarakat.

 

Menurutnya, kepala desa/ geuchik memiliki tanggung jawab strategis. Kepemimpinan di level gampong justru memikul beban paling besar karena kepala desa adalah pihak yang paling memahami kondisi riil masyarakatnya.

 

“Apakah kita menjadi kepala desa hanya menjalankan rutinitas dan menjadi simbol selama enam tahun masa jabatan? Atau benar-benar hadir mengayomi, mengelola, dan menjaga masyarakat?” tegasnya.

 

Ia menekankan bahwa tidak semua pihak di tingkat kabupaten maupun kecamatan memahami secara detail kondisi desa.

 

Karena itu, geuchik diminta benar-benar menguasai data wilayah masing-masing, mulai dari jumlah penduduk, jumlah dusun, kepala keluarga miskin dan fakir, hingga kondisi sosial lainnya seperti anak yatim, aparatur sipil negara, serta warga terdampak bencana.

 

Bupati juga menyinggung pentingnya akurasi pendataan agar tidak muncul tudingan yang menyudutkan geuchik dalam hal pengajuan bantuan, surat keterangan miskin, rumah layak huni, maupun penanganan korban bencana.

 

Selain itu, geuchik diminta berperan aktif menyelesaikan persoalan di tingkat desa melalui mekanisme adat dan musyawarah mufakat. Ia mengingatkan agar persoalan kecil tidak serta-merta dilimpahkan ke kecamatan atau kabupaten tanpa upaya penyelesaian di tingkat gampong.

 

“Libatkan tuha peut dan unsur lainnya. Jika semua persoalan langsung naik ke atas, maka pemerintahan tidak berjalan efektif dan maksimal. Kita ingin pemerintahan dari desa, kecamatan hingga kabupaten berjalan sesuai fungsi dan perannya masing-masing,” tukasnya.

 

Bupati juga mendorong para geuchik untuk terus memperbarui pengetahuan dan menyesuaikan diri dengan perkembangan teknologi.

 

Ia meminta setiap kemajuan dan pembangunan positif di gampong diekspos secara baik sebagai bagian dari transparansi dalam bekerja.

 

Bupati menyebutkan dalam waktu dekat, Pemerintah Kabupaten Aceh Timur akan menggelar rapat koordinasi terpadu yang dipusatkan di Gedung Idi Sport Center.

 

Rapat tersebut bersifat wajib dan tidak boleh diwakilkan. Sejumlah isu strategis akan menjadi fokus, di antaranya penanganan bencana daerah, penguatan pelatihan terpusat, serta penegasan pelaksanaan surat edaran Bupati terkait gotong royong.

 

Bupati juga menegaskan kembali pentingnya pembentukan pageu gampong sebagai bentuk pengawasan terhadap anak-anak usia sekolah agar tidak berkeliaran pada waktu malam hari.

 

“Tiga gelombang, sebanyak 212 geuchik sudah kita lantik. Kita ingin semua sejalan dalam membangun Kabupaten Aceh Timur tercinta,” kata Al-Farlaky.

 

Penyerahan HT untuk Perkuat Komunikasi

 

Dalam kesempatan yang sama, Bupati turut menyerahkan bantuan handy talky (HT) kepada seluruh geuchik sebagai alat komunikasi internal pemerintahan desa.

 

HT tersebut difungsikan sebagai sarana koordinasi langsung dengan Bupati, termasuk untuk kondisi darurat seperti banjir, kebakaran, maupun kebutuhan mendesak lainnya.

 

Menurut Bupati, perangkat pendukung komunikasi HT telah dipasang sehingga seluruh wilayah Aceh Timur kini dapat terhubung melalui jaringan tersebut.

 

“Ini akan memudahkan koordinasi jika sewaktu-waktu sinyal bermasalah. Saya berharap kepala desa menjaga dan merawatnya dengan baik agar komunikasi kita tidak terputus,” pungkas Bupati Al- Farlaky.(MN)