Beranda blog Halaman 638

Satu Tahun Kepemimpinan Gubernur Maluku: Refleksi dan Harapan

0

Oleh: Rustam Fadly Tukuboya, SH.
(Politisi Gerindra/Anggota DPRD Buru)

Memasuki satu tahun kepemimpinan Gubernur Maluku Hendrik Lewerissa dan Wakil Gubernur Abdullah Vanath (Lawamena), 20 Februari 2026, banyak pihak mulai menyoroti arah kebijakan dan program kerja yang telah dijalankan. Namun, penting diingat bahwa keberhasilan sebuah pemerintahan tidak bisa diukur hanya dalam tempo satu tahun. Proses pembangunan dan perubahan sosial-ekonomi memerlukan waktu, konsistensi, dan kesabaran.

Kepemimpinan dalam konteks pemerintahan bukan hanya soal pencapaian instan, melainkan juga visi jangka panjang yang mampu menata fondasi bagi kemajuan daerah. Berbagai program, mulai dari penguatan infrastruktur, peningkatan kualitas pendidikan, hingga pemberdayaan ekonomi lokal, membutuhkan evaluasi yang objektif dan pemahaman terhadap dinamika lapangan.

Mengkritik pemerintah adalah bagian dari demokrasi. Namun, kritik yang bijak dan konstruktif akan jauh lebih bermanfaat dibandingkan kritik yang bersifat emosional atau dangkal. Masyarakat dan media memiliki peran penting untuk mendorong akuntabilitas, tetapi tetap harus melihat konteks, tantangan, dan kompleksitas yang dihadapi pemerintahan baru.

Satu tahun mungkin terasa singkat, tetapi momentum ini adalah kesempatan untuk refleksi: menilai capaian yang sudah ada, memperbaiki strategi, dan merancang langkah-langkah ke depan. Kepemimpinan yang baik bukan hanya tentang popularitas, tetapi tentang konsistensi, transparansi, dan keteguhan dalam menempatkan kepentingan rakyat sebagai prioritas utama.

Harapan terbesar bagi Maluku adalah agar kepemimpinan ini terus membawa arah yang jelas, meningkatkan kesejahteraan masyarakat, dan membangun Maluku menjadi provinsi yang mandiri dan maju, dengan kepala daerah yang terbuka terhadap masukan namun tetap tegas dalam mengambil keputusan yang berpihak pada rakyat.

Polda Lampung Bersama Bapanas RI dan Stakeholder Laksanakan Sidak Saber Pangan di RPH Terbesar Lampung

0

Lampung Selatan l Mediaistana.com– Polda Lampung melalui Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) bersinergi dengan Badan Pangan Nasional RI, pemerintah daerah, serta stakeholder terkait melaksanakan inspeksi mendadak (sidak) Tim Sapu Bersih (Saber) Pangan guna mengantisipasi pelanggaran pangan dan menjaga stabilitas harga menjelang Hari Raya Idulfitri.

Kegiatan sidak tersebut dilaksanakan pada Jumat, 20 Februari 2026, sekitar pukul 14.00 WIB hingga selesai, berlokasi di PT Juang Jaya Abadi Alam, Kabupaten Lampung Selatan.

Sidak dipimpin dan diikuti oleh unsur Polda Lampung, di antaranya Wadir Reskrimsus serta Kasubdit I dan anggota Subdit I Indagsi Ditreskrimsus, bersama Badan Pangan Nasional RI, Dinas Ketahanan Pangan, Tanaman Pangan dan Hortikultura Provinsi Lampung, Dinas Peternakan Provinsi Lampung, serta Perum BULOG.

Dari hasil pengecekan, PT Juang Jaya Abadi Alam diketahui merupakan Rumah Potong Hewan (RPH) terbesar di Provinsi Lampung yang menjalankan penggemukan sapi selama kurang lebih 90 hari, dari bobot awal sekitar 300 kilogram menjadi 480 hingga 550 kilogram. Namun, dalam kondisi kebutuhan pasar meningkat, sapi dapat dijual sebelum masa penggemukan selesai.

Sapi-sapi tersebut dipasarkan ke wilayah Lampung, Banten, dan Bandung dengan harga jual sapi hidup berkisar Rp55.000 per kilogram. Untuk ketersediaan stok hingga Lebaran sekitar Maret 2026, dipastikan masih aman dengan harga relatif stabil, karena sapi yang tersedia berasal dari pengadaan Oktober 2025. Kendati demikian, pengadaan sapi pada Januari 2026 mengalami kenaikan harga dari Australia, yang berpotensi berdampak pada kenaikan harga jual pada April mendatang.

Saat ini, stok sapi siap potong tercatat sebanyak 7.200 ekor, sementara stok sapi yang belum siap potong mencapai 14.000 ekor. Secara umum, hasil sidak menunjukkan kondisi ketersediaan pangan hewani masih mencukupi dan situasi berlangsung aman serta kondusif.

Melalui kegiatan ini, Polda Lampung menegaskan komitmennya bersama Badan Pangan Nasional RI dan seluruh stakeholder terkait untuk terus melakukan pengawasan terpadu guna mencegah pelanggaran pangan, menjamin ketersediaan stok, serta menjaga stabilitas harga di tengah meningkatnya kebutuhan masyarakat.**

R

Rustam Fadly Tukuboya dan Rongo-rongo, Tentang Rezeki, Martabat, dan Perjuangan

0

Catatan Jumat Berkah 20 Februari 2026

Pagi itu, pasar Namlea kembali menjadi ruang belajar kehidupan.
Seperti biasa, sebelum amanah sebagai anggota DPRD ini melekat di pundak saya, langkah saya tetap sama — menyusuri lorong pasar, menyapa pedagang, membeli ikan, merasakan denyut nadi rakyat dari dekat.

Namun pagi ini berbeda.

Seorang Nenek Rongo-rongo (sebutan untuk buruh panggul perempuan) menyapa dengan suara yang lembut namun penuh harap.
Di wajahnya tergurat usia, di pundaknya tergantung semangat yang tak pernah renta.

“Bapa Dewan… beta rongo-rongo barang Bapa jua… beta belum dapat apa-apa hari ini.”

Kalimat itu sederhana, tetapi menggema panjang di hati saya.
Saya katakan, belanja saya tak banyak — hanya ikan, tak seberapa berat untuk dipikul.
Namun beliau menjawab dengan senyum yang tak kehilangan cahaya:

“Biar sedikit, yang penting beta ada dapat rezeki hari ini.”

Subhanallah…
Di usia senja, ketika banyak orang memilih beristirahat, beliau memilih berjuang.
Bukan meminta, bukan mengeluh — hanya menawarkan tenaga dengan penuh martabat.

Di balik langkahnya yang pelan, ada tekad yang teguh.
Di balik tubuh yang renta, ada jiwa yang kuat.
Beliau mengajarkan bahwa rezeki bukan soal besar kecilnya, tetapi tentang keberkahan dari usaha yang tulus.

Sebagai wakil rakyat, hati saya teringat kembali pada alasan awal mengabdi:
bahwa politik seharusnya berpihak pada mereka yang bekerja dalam diam,
pada para pejuang nafkah di pasar-pasar sederhana,
pada tangan-tangan tua yang tetap menggenggam harapan.

Semoga Allah SWT menjaga kesehatan Nenek Rongo-rongo.
Semoga setiap langkahnya menjadi saksi keteguhan.
Dan semoga setiap rezeki yang kita beri dan terima hari ini,
menjadi berkah yang berlipat ganda.

Humas Polres Buru Tegaskan Tuduhan Pungli dan Penganiayaan Bripda MZA Tidak Benar

0

Polres Buru melalui Humasnya, Jaya Permana, menegaskan bahwa pemberitaan salah satu media online terkait dugaan pungutan liar (pungli) dan penganiayaan yang dilakukan oleh Bripda MZA di kawasan Gunung Botak adalah tidak benar dan tidak sesuai dengan fakta yang terjadi.

Menurut Jaya Permana, peristiwa yang terjadi pada Selasa, 17 Februari 2026, sekitar pukul 18.00 WIT di Gunung Botak (GB) hanyalah kesalahpahaman antara Bripda MZA dengan seorang penambang bernama Gunawan.

“Yang terjadi adalah kesalahpahaman yang sempat memicu adu argumen dan saling dorong. Tidak ada penganiayaan sebagaimana yang diberitakan,” tegas Jaya Permana, Jumat, (20/2/2026)

Ia juga memastikan bahwa tuduhan pungli yang dialamatkan kepada Bripda MZA tidak memiliki dasar yang jelas dan tidak ditemukan adanya praktik pungutan liar dalam kejadian tersebut.

Sebagai langkah penyelesaian, kedua belah pihak telah menjalani proses mediasi di Polres Buru pada Rabu, 18 Februari 2026. Proses mediasi berlangsung dengan baik dan situasi dinyatakan kondusif.

Humas Polres Buru mengimbau masyarakat untuk tidak mudah terpengaruh oleh informasi yang belum terverifikasi serta mengajak media untuk mengedepankan prinsip konfirmasi dan keberimbangan dalam setiap pemberitaan.

Kunjungan Kerja ke Kodim 0625/Pnd, Danrem 062/Tn, Tekankan Bekerja Ikhlas, Mengabdi dengan Jiwa

0

Pangandaran, Mediaistana.com – Komandan Korem 062/Tn Kolonel Inf Dadi Sutandi, S.E., M.M., didampingi Ketua Persit KCK Koorcabrem 062 Ny. Imas Dadi Sutandi melaksanakan Kunjungan Kerja ke Kodim 0625/Pnd, Jln. Cigugur, Desa Cintakarya, Kecamatan Parigi, Kabupaten Pangandaran. Senin (16/02/26).

Komandan Korem 062/Tn Kolonel inf Dadi Sutandi, S.E., M.M., dalam pengarahan kepada prajurit, PNS dan persit KCK cabang XLVIII Kodim 0625/Pangandaran menyampaikan, kunjungan kerja ke Kodim 0625/Pangandaran merupakan, kunjungan kerja yang terakhir setelah hampir 5 bulan, Saya sudah melakukan kunjungan kesemua Kodim di jajaran Korem 062/Tn.

‘Wangsit kita Siliwangi. Siliwangi adalah kebanggaan kita semua, artinya harus jujur, sayang sama rakyat dan sesama. Selain itu juga sesuai moto Pangdam III/Siliwangi, senyum, sapa, salaman, silahturahmi dan kerjasama merupakan salah satu kunci Kesuksesan,” ujar Komandan Korem 062/Tn Kolonel inf Dadi Sutandi, S.E., M.M.

Kolonel inf Dadi Sutandi, S.E.,M.M., menegaskan, satuan komando kewilayahan adalah struktur organisasi yang digunakan oleh Tentara Nasional Indonesia (TNI) untuk mengatur dan mengawasi wilayah-wilayah tertentu salah satunya harus sinergis dengan Forkompinda dikewilayahan.

“Tujuan dari satuan komando kewilayahan adalah untuk meningkatkan efektivitas pengawasan dan pengendalian wilayah, serta memperkuat pertahanan dan keamanan nasional. Selain itu, aplikatif teritorial menekankan pentingnya penyesuaian dengan konteks lokal untuk mencapai hasil yang lebih efektif dan berkelanjutan,” tandasnya.

Selain itu, Moto Danrem 062/TN, “Harus melayani dengan hati mengabdi dengan jiwa” Ini mencerminkan komitmen untuk melayani dengan sepenuh hati dan jiwa, memberikan yang terbaik untuk orang lain, dan mengutamakan kepentingan bersama dan membantu dalam kehidupan sehari-hari.

Bekerja dengan ikhlas adalah kunci untuk mencapai kepuasan dan kebahagiaan dalam pekerjaan. Ketika kita bekerja dengan ikhlas, memiliki makna kita akan lebih fokus, lebih produktif, dan lebih menikmati prosesnya. Kita dapat memberikan yang terbaik dan membuat perbedaan positif dalam kehidupan orang lain,” imbuhnya.

Danrem juga menekankan tentang keharmonisan keluarga, sangat penting untuk menciptakan lingkungan yang nyaman dan mendukung bagi semua anggota keluarga, menghabiskan waktu bersama, dan lakukan aktivitas yang menyenangkan bersama-sama,” tandasnya.

Turut hadir, Letkol Czi Ibnu Muntaha, Dandim 0625/Pnd Letkol CZI Citra, Para Jajaran Kasi Korem 062/Tn, Para Pasi, Para Danramil, Para prajurit, PNS dan Persit KCK cabang XLVIII kodim 0625/Pnd.

Sumber : (Penrem 062/Tn).
Jurnalis : (Beni Nugraha, AMD., KD., C.BJ., C.EJ., C.In., C.Par).

TNI Temukan dan Evakuasi Kecelakaan Pesawat Pelita Air di Pegunungan Krayan Timur, Kalimantan Utara

0

TNI Temukan dan Evakuasi Kecelakaan Pesawat Pelita Air di Pegunungan Krayan Timur, Kalimantan Utara

Jakarta -MEDIA ISTANA (Puspen TNI). TNI melalui Satgas Pengamanan Perbatasan RI–Malaysia Yonarmed 4/Prh bersama unsur Komando Distrik Militer Nunukan bergerak cepat melaksanakan respons tanggap darurat pasca terjadinya kecelakaan pesawat milik PT Pelita Air Service di wilayah pegunungan Pabetung Remayo, Kecamatan Krayan Timur, Kabupaten Nunukan, Provinsi Kalimantan Utara, Kamis (19/2/2026).

Pesawat dengan call sign PK-PAA jenis Air Tractor AT802 tersebut diketahui melaksanakan penerbangan charter pengangkutan bahan bakar minyak (BBM) untuk kebutuhan operasional PT Pertamina (Persero) dengan rute Tarakan — Long Bawan — Tarakan. Pesawat lepas landas dari Bandara Juwata Tarakan pada pukul 10.15 WITA dan mendarat di Bandara Yuvai Semaring Long Bawan pada pukul 11.10 WITA.

Setelah menyelesaikan misi pengantaran logistik, pesawat kembali lepas landas dari Bandara Yuvai Semaring Long Bawan pada pukul 12.10 WITA dalam kondisi kosong atau tanpa muatan BBM, hanya membawa satu orang pilot. Sekitar pukul 12.20 WITA, pesawat dilaporkan mengalami kecelakaan di kawasan pegunungan Pabetung Remayo, wilayah Krayan Timur, Kabupaten Nunukan.

Sebanyak 21 personel tim evakuasi dipimpin langsung oleh Wakil Komandan Satgas Pamtas RI–Malaysia Yonarmed 4/Prh diterjunkan untuk melaksanakan pencarian, evakuasi korban, serta pengamanan area. Berdasarkan hasil di lapangan, kondisi pesawat ditemukan dalam keadaan rusak parah dan terbakar.

Tim evakuasi menemukan satu orang pilot dalam kondisi meninggal dunia. Selanjutnya, personel gabungan terus melaksanakan upaya pencarian terhadap black box pesawat serta material lainnya guna mendukung proses investigasi lebih lanjut. TNI bersama aparat terkait tetap bersiaga di lokasi untuk memastikan proses evakuasi berjalan aman dan lancar, sekaligus membantu kelancaran investigasi yang akan dilakukan oleh instansi berwenang.

HAMDAN

Anggota Komisi XII DPR RI Ir.H.Ateng Sutisna MBA. Melaksanakan Sosialisasi Empat Pilar MPR RI di Subang.

0

Kegiatan Sosialisasi Empat Pilar MPR RI merupakan bagian dari agenda Reses Masa Sidang II Tahun sidang 2025-2026 yang bertujuan untuk menyerap aspirasi masyarakat sekaligus untuk memperkuat pemahaman tentang nilai nilai Kebangsaan.

 

Anggota DPR RI dari Komisi XII fraksi PKS Ir.H.Ateng Sutisna,MBA menggelar menggelar Sosialisasi Empat Pilar MPR RI di Ostrich dikelurahan Dangdeur Kecamatan Subang.

Selasa (10/02/26).

 

Acara sosialisasi Empat Pilar MPR RI di ikuti dengan sangat antusias oleh warga masyarakat Subang,acara berlangsung dari mulai pukul 08.00-12.00 wib dihadiri oleh 150 peserta yang berasal dari berbagai kalangan masyarakat mulai dari tokoh masyarakat,tokoh pemuda,hingga perwakilan komunitas lainya.

 

Selain pemaparan materi Kebangsaan forum ini juga menjadi ruang dialog antara wakil rakyat dan masyarakat,warga masyarakat yang hadir memanfaatkan kesempatan itu untuk menyampaikan berbagai aspirasi dan kebutuhan warga masyarakat yang saat ini sedang di hadapi dalam kehidupan sehari hari.

 

Dalam sambutanya Ir.H.Ateng Sutisna,MBA mengatakan”bahwa Sosialisasi Empat Pilar MPR RI bertujuan untuk meningkatkan pemahaman dan kesadaran masyarkat terhadap nilai nilai Pancasila,sekaligus memperkuat rasa nasionalisme ditengah tantangan zaman yang semakin keras.

 

Dalam sosialisasi Empat Pilar MPR RI tersebut,Ir.H.Ateng Sutisna,MBA mengatakan”pentingnya menjaga semangat nasionalisme,melalui pemahaman terhadap Pancasila,dan UUD 1945 serta Garis Garis Besar Haluan Negara (GBHN),yang berfungsi sebagai Haluan negara yang memuat arah pembangunan jangka panjang,”ungkapnya

 

Ir.H.Ateng Sutisna,MBA menambahkan dalam sambutanya”bahwa penguatan nilai nilai kebangsaan tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah,tetapi seluruh element masyarakatelalui kegiatan ini”diharapkan tumbuh kesadaran kolektif untuk menjaga persatuan dan kesatuan bangsa Indonesia”pungkasnya.

 

(Aep)

Tangis di Balik Pintu Tertutup: Sentuhan Kemanusiaan Polri Bangkitkan Asa Warga Moris Jaya

0

Tulang Bawang l Mediaistana.com — Aksi cepat dan penuh kepedulian kembali ditunjukkan jajaran kepolisian. Dipimpin langsung oleh Kapolsek Banjar Agung, jajaran Forkopimcam turun tangan menyelamatkan dua warga yang diduga mengalami gangguan jiwa (ODGJ) dengan kondisi memprihatinkan di Kampung Moris Jaya.

Kegiatan kemanusiaan ini berlangsung pada Kamis, 19 Februari 2026, sekira pukul 10.30 WIB, di wilayah hukum Polres Tulang Bawang, tepatnya di Kampung Moris Jaya, Kecamatan Banjar Agung, Kabupaten Tulang Bawang.

Kunjungan pertama dilakukan di RK 3 Kampung Kampung Moris Jaya. Di sana, petugas mendapati seorang pria berinisial Igun (36) yang diduga mengalami gangguan jiwa dan telah diisolasi di dalam kamar selama kurang lebih 20 tahun.

Menurut keterangan orang tua angkatnya, Bapak Kemek, Igun diadopsi sejak bayi dan sempat tumbuh normal. Namun sejak usia 10 tahun, mulai menunjukkan gejala gangguan kejiwaan dan kerap meresahkan warga sekitar. Karena keterbatasan penanganan, pihak keluarga akhirnya mengurung yang bersangkutan demi alasan keamanan.

Melihat kondisi tersebut, tenaga medis dari Puskesmas Tuba 1 langsung melakukan pemeriksaan kesehatan dan pembersihan diri terhadap yang bersangkutan.

Dalam kesempatan itu, Kapolsek Banjar Agung menegaskan komitmen Polri dalam aspek kemanusiaan.

“Polri tidak hanya hadir dalam penegakan hukum, tetapi juga hadir untuk memastikan setiap warga negara mendapatkan hak hidup yang layak dan bermartabat. Ini adalah bentuk kepedulian dan tanggung jawab sosial kami,” tegas AKP Irwansyah.

Atas fasilitasi TKSK Kecamatan Banjar Agung, pihak keluarga akhirnya bersedia membawa Igun untuk mendapatkan perawatan dan rehabilitasi di Yayasan Srikandi, Kabupaten Lampung Tengah pada Jumat, 20 Februari 2026.
Tak berhenti di situ, rombongan Forkopimcam melanjutkan kunjungan ke RK 2 kampung yang sama untuk menemui Riantini (45), seorang wanita yang diduga mengalami gangguan jiwa setelah ditinggal pergi oleh suaminya.

Karena kekhawatiran akan keselamatan lingkungan sekitar, pihak keluarga mengisolasi yang bersangkutan di dalam rumah. Kondisinya pun dinilai memprihatinkan.

Tim medis kembali melakukan pemeriksaan dan pembersihan diri guna memastikan kondisi kesehatan yang bersangkutan tetap terpantau.

Kapolsek kembali menegaskan bahwa pendekatan humanis menjadi prioritas utama.

“Kami mengedepankan empati dan solusi. Tidak boleh ada warga yang terabaikan. Sinergitas Polri, pemerintah kecamatan, tenaga kesehatan, dan aparatur kampung menjadi kekuatan besar dalam menyelesaikan persoalan sosial seperti ini,” ujarnya dengan tegas.

Kegiatan berakhir pada pukul 13.15 WIB dalam keadaan aman dan kondusif. Kehadiran unsur Forkopimcam membuktikan bahwa negara hadir untuk melindungi, mengayomi, dan melayani masyarakat tanpa terkecuali.

Langkah cepat dan penuh kepedulian ini menjadi gambaran nyata bahwa Polri, khususnya jajaran Polsek Banjar Agung, terus bergerak memberikan harapan baru bagi warga yang membutuhkan uluran tangan.**

R

Sinergi TNI-Polri dan TN Alas Purwo Evakuasi Jenazah Tanpa Identitas di Pantai Plengkung

0

mediaistana.com

 

BANYUWANGI – Tim gabungan dari unsur Taman Nasional (TN) Alas Purwo, Polsek Tegaldlimo, dan Koramil 0825/09 Tegaldlimo melaksanakan evakuasi jenazah tanpa identitas (Mr. X) yang ditemukan di Blok Pantai Plengkung, Desa Kalipait, Kecamatan Tegaldlimo, Kabupaten Banyuwangi pada Kamis (19/02/2026) pagi.

Jenazah ditemukan oleh warga dalam kondisi rusak berat dan sudah tidak dapat dikenali secara visual. Mengingat lokasi penemuan berada di area konservasi yang cukup menantang, proses evakuasi dimulai tepat pukul 09.00 WIB dengan melibatkan belasan personel gabungan.

Kepala Seksi TN Alas Purwo, Ibu Noviani Utami, “Kami menerima laporan awal mengenai adanya temuan ini di area Pantai Plengkung. Prioritas utama kami adalah segera melakukan koordinasi dengan pihak kepolisian dan TNI agar jenazah dapat segera dipindahkan dari area publik taman nasional demi kenyamanan pengunjung dan prosedur hukum yang berlaku.” Ungkapnya.

Kapolsek Tegaldlimo, AKP Sadimun SH. “Kondisi jenazah saat ditemukan memang sudah rusak dan sulit diidentifikasi secara kasat mata. Saat ini, jenazah telah kami serahkan kepada tim medis untuk dibawa ke RSUD guna kepentingan otopsi dan identifikasi oleh tim Inafis. Kami mengimbau kepada masyarakat yang merasa kehilangan anggota keluarga untuk segera melapor ke Polsek Tegaldlimo.” Ucapnya.

Bati Wanwil Koramil 0825/09 Tegaldlimo, Serma Nanang Sugianto, “Sesuai arahan, kami dari unsur TNI turut membantu pengamanan jalur dan proses pengangkatan jenazah dari lokasi menuju mobil ambulans. Medan di pesisir Plengkung ini cukup berat, namun berkat kerja sama tim, proses evakuasi berjalan lancar dan kondusif.” Tandasnya.

Kepala Resort Pancur, Nanang Dwi P. “Kami memastikan bahwa selama proses evakuasi berlangsung, area di sekitar titik penemuan telah kami sterilkan sementara. Hal ini penting untuk menjaga privasi korban serta memudahkan petugas kesehatan dari Puskesmas Kedungwungu dalam melakukan pemeriksaan awal di lapangan.” Pungkasnya

Lantik 9 Kepala Sekolah SD, Bupati Ipuk Ajak Aktif Tangani Anak Putus Sekolah

0

Mediaistana.com

 

BANYUWANGI – Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani melantik 9 Kepala Sekolah (Kepsek) SD Negeri di lingkungan Pemkab Banyuwangi. Dalam kesempatan itu, Ipuk mengajak para kepala sekolah yang baru untuk terlibat aktif dalam penanganan anak putus sekolah.

“Masalah pendidikan tetap menjadi prioritas kita. Jangan sampai ada anak usia sekolah yang tidak bersekolah. Bapak/Ibu harus rajin tengok kanan kiri. Jika ada anak yang kesulitan untuk melanjutkan sekolah, bantu menemukenali masalahnya, dan segera laporkan kepada dinas terkait agar segera ditangani,” pesan Ipuk usai menyerahkan SK pengangkatan Kepala Sekolah SD di aula Dinas Pendidikan Banyuwangi, Rabu (18/2/2026).

Ipuk menyebut, Pemkab Banyuwangi telah menyiapkan berbagai program untuk penanganan anak putus sekolah. Mulai pemberian beasiswa Banyuwangi Cerdas, uang saku dan uang transport bagi pelajar kurang mampu, hingga program solidaritas siswa asuh sebaya (SAS) dimana siswa dari keluarga berkecukupan menyisihkan sebagian uang sakunya untuk membantu temannya yang membutuhkan.

“Namun terkadang masih ada anak yang tidak terdeteksi oleh kita. Di sinilah pentingnya kepedulian bersama. Bukan hanya ASN, seluruh elemen juga kami minta ikut membantu. Jika di sekitarnya ada anak usia sekolah yang tidak bersekolah, segera laporkan kepada pihak berwenang agar bisa segera ditangani,” tegasnya.

Dalam kesempatan itu, Ipuk juga berpesan agar para kepala sekolah mampu menjadi motor penggerak inovasi.

“Inovasi adalah kunci. Kepala sekolah harus mampu menemukan potensi, lalu mengorkestrasi semua sumber daya di sekolah sehingga menjadi sebuah keunggulan,” ujar Ipuk.

Ipuk juga berharap para kepala sekolah bisa berkolaborasi dengan berbagai pihak. Tidak hanya orang tua siswa, tapi juga semua stakeholder dan jejaring yang dimiliki.

“Tak kalah penting, kepala sekolah harus bisa menciptakan lingkungan belajar yang aman dan nyaman. Jangan melulu mengerjakan LKS. Pastikan semua guru bisa memberikan pengalaman belajar yang asyik sehingga anak-anak merasa senang dan betah belajar di sekolah,” pesan Ipuk.

Sementara itu, Plt Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Banyuwangi Alfian mengatakan, 9 kepala sekolah yang dilantik pada hari ini merupakan kepala sekolah yang mendapatkan promosi.

“Kami akan terus melakukan pendampingan agar teman-teman kepala sekolah dapat bertugas sebagaimana yang diharapkan oleh Ibu Bupati,” terang Alfian.

Saat ini, di Banyuwangi masih terdapat 283 ASN yang menjabat sebagai pelaksana tugas (Plt) kepala sekolah di SD Negeri.

“Segera, kami akan ajukan penugasan teman-teman sebagai Kepala Sekolah ke Kemenpan melalui jalur non-reguler,” pungkasnya.