Beranda blog Halaman 642

Barisan Muda Ikasmuni Kecam Pernyataan Provokatif kepada Gubernur HL, “Bukan Kritik tapi Pemicu Konflik”

0

Pemerhati sosial Irfan Patty, SH dari Barisan Muda Iksamuni memberikan kritikan tajam dan kecaman keras terhadap pernyataan yang disampaikan Jihad Buano beberapa waktu lalu. Buano sebelumnya dinilai menuding Gubernur Maluku Hendrik Lewerissa, tidak berpihak kepada organisasi Islam di Maluku—pernyataan yang menurut Patty bukan hanya tidak berdasar, tetapi juga sangat provokatif dan berpotensi memicu instabilitas sosial.

Irfan Patty menegaskan bahwa narasi yang dilontarkan Jihad Buano lebih mencerminkan kekecewaan pribadi atau kegagalan organisasinya dalam menyusun proposal dan memenuhi mekanisme administratif penganggaran daerah, daripada sebuah kritik yang substantif terhadap kebijakan pemerintah daerah.

“Pernyataan seperti itu bukan hanya tidak pada tempatnya, tetapi juga mencederai etika seorang aktivis yang seharusnya memahami keterbatasan anggaran daerah,” ujar Patty, Rabu, (18/2/2026)

Menurutnya, Pemprov Maluku telah bekerja berdasarkan aturan yang jelas—semua alokasi anggaran melalui hibah atau bantuan umum harus diusulkan jauh sebelumnya, mengikuti ketentuan Perda yang berlaku. Ketentuan ini dibuat bukan untuk diskriminasi, tetapi karena struktur penganggaran daerah kini sangat ketat dan transparan.

Patty mengingatkan bahwa jika pejabat daerah sampai melanggar aturan ini, mereka justru akan berhadapan dengan sanksi administratif bahkan sanksi hukum.

Pernyataan Provokatif yang Berbahaya

Tidak hanya mengkritik substansi pernyataan Buano, Patty juga mempertanyakan profesionalisme dan tanggung jawab moralnya:

Pernyataan yang keluar dinilai provokatif dan tidak pantas berasal dari seseorang yang berlatar belakang terpelajar.

Patty menyebut tindakan Buano sebagai bentuk provokasi yang berpotensi memecah-belah ketentraman masyarakat Maluku.

“Seseorang dengan pernyataan seperti itu seharusnya ditertibkan oleh pimpinan organisasinya sebelum urusan berlanjut ke ranah hukum,” tegasnya.

Kritik Tidak Sama dengan Diskriminasi

Patty juga menepis perbandingan yang dibuat Buano antara organisasi Islam dan organisasi berbasis Nasrani yang tidak menerima anggaran daerah. Menurutnya, tidak memperoleh bantuan dari Pemda bukanlah akhir dari eksistensi atau aktivitas sebuah organisasi.

Ia menyebut pengalaman selama ini menunjukkan banyak organisasi terus bergerak melalui:

-dukungan donatur dan simpatisan
-upaya mandiri

kegiatan yang tetap produktif tanpa bergantung penuh pada anggaran pemerintah

“Sehingga tuduhan seolah-olah Pemda membeda-bedakan hanya akan memperuncing suasana tanpa dasar yang kuat,” tambah Patty.

Bawa Isu Internal ke Publik dengan Bijak

Irfan Patty mengingatkan pesan penting kepada semua elemen masyarakat:

“Masalah internal sebuah organisasi tidak boleh dibawa-bawa dan dijadikan isu publik yang menyudutkan pemerintah secara sepihak.”

Ia mengajak semua pihak untuk menyelesaikan persoalan melalui jalur yang tepat dan profesional, bukan menciptakan narasi yang justru memperkeruh situasi.

Pernyataan keras Irfan Patty mencerminkan kekhawatiran akan potensi dampak sosial dan hukum dari pernyataan provokatif tokoh publik. Kritiknya jelas:
-Prioritaskan etika dan fakta,
-Hormati mekanisme penganggaran pemerintah,
-Jangan jadikan kegagalan internal sebagai isu menyerang pemerintah

Ribuan Nama Dicoret Sepihak? Dedi Saputra Desak Audit Total dan Transparansi BPBD

0

 

 

Aceh Timur –Mediaistana.com 

Polemik pencoretan ribuan data warga terdampak banjir hidrometeorologi di Aceh Timur terus menuai sorotan. Sekitar 3.100 lebih nama masyarakat dikabarkan hilang atau dicoret dari daftar penerima bantuan, memicu keresahan luas di tengah warga.

 

Pemerhati sosial Aceh Timur, Dedi Saputra, angkat suara terkait kisruh tersebut. Ia menegaskan, pemerintah harus bersikap tegas dan transparan dalam menangani persoalan data bantuan.

 

“Kalau memang dari awal tidak ada niat membantu, jangan setengah-setengah. Jangan turunkan harapan masyarakat, lalu akhirnya mereka tidak dibantu. Ini menyangkut nasib korban banjir,” tegas Dedi kepada media.

 

Menurutnya, pemerintah sebelumnya telah menyampaikan bahwa penghapusan atau pencoretan data tersebut dilakukan oleh pihak BPBD. Namun, hal ini justru menimbulkan pertanyaan baru di tengah masyarakat.

 

Dedi meminta Pemerintah Kabupaten Aceh Timur segera melakukan evaluasi menyeluruh terhadap kinerja BPBD dan tim pendataan di lapangan. Ia juga mendorong adanya audit dan pembukaan data secara transparan agar tidak terjadi saling lempar tanggung jawab.

 

“Jangan sampai persoalan ini menjadi benang kusut yang tidak terselesaikan. Masyarakat sudah terdampak banjir, jangan lagi ditambah beban dengan ketidakjelasan data. Kita harus cari solusi, bukan saling menyalahkan,” ujarnya.

 

Ia juga mengingatkan potensi dampak sosial yang bisa muncul akibat ketimpangan bantuan di lapangan.

“Yang dikhawatirkan adalah munculnya kesenjangan sosial di tingkat desa, khususnya di wilayah yang benar-benar terdampak banjir. Ketimpangan bantuan itu tidak bisa ditutupi. Jika satu warga menerima sementara yang lain dengan kondisi sama justru dicoret, itu akan memicu polemik baru dan berpotensi menimbulkan gangguan sosial,” jelasnya.

 

Lebih lanjut, Dedi menegaskan bahwa persoalan validitas data bukan hal sepele. Ia menilai, jika data yang disalurkan tidak sesuai dengan fakta lapangan, maka hal itu dapat berimplikasi hukum.

 

“Data yang diverifikasi dan disalurkan harus benar-benar sah dan bisa dipertanggungjawabkan. Jika ada perbedaan antara data di atas kertas dengan fakta di lapangan, itu bisa masuk ranah perbuatan melawan hukum. Ini yang harus dijaga sebelum ditetapkan menjadi keputusan resmi, baik oleh pihak yang bertanggung jawab terhadap anggaran maupun penerima,” tegasnya.

 

Ia berharap pemerintah daerah segera duduk bersama seluruh pihak terkait untuk mengklarifikasi dan memverifikasi ulang data yang dicoret, sehingga masyarakat yang benar-benar terdampak tidak kehilangan haknya.

 

Kisruh ini dinilai berpotensi memicu ketegangan sosial apabila tidak segera ditangani secara terbuka dan profesional.

Menyambut Bulan Suci Ramadhan,Marhaban Ya Ramadhan 1447 Hijriah

0
oplus_35

Mediaistana.com – Bandung – Jawa Barat -;Mari kita sambut dengan mensucikan diri dan beribadah puasa, agar hati semakin tenang dan kehidupan semakin bermakna.Marhaban Ya Ramadhan 1447 Hijriah

Rabu, 18 Februari 2026 menjadi hari yang penuh makna, saat umat Islam dengan hati yang teduh menyambut datangnya Bulan Suci Ramadhan 1447 Hijriah. Bulan yang dinanti ini hadir membawa cahaya ketenangan, keberkahan, serta kesempatan emas untuk kembali mensucikan diri dan memperbaiki kualitas ibadah kita kepada Allah SWT.
Keluarga besar MediaIstana.com Jawa Barat mengajak seluruh masyarakat untuk menyambut Ramadhan dengan jiwa yang lapang dan hati yang bersih. Mari kita jadikan momentum ini sebagai awal untuk menata niat, memperkuat keimanan, serta membersihkan diri dari segala kesalahan dan kekhilafan di masa lalu.

Ramadhan bukan hanya tentang menahan lapar dan dahaga, tetapi juga tentang melatih kesabaran, menumbuhkan keikhlasan, serta memperdalam rasa syukur atas setiap nikmat yang diberikan. Di bulan suci ini, mari kita berkomitmen menjalankan ibadah puasa dengan penuh kesadaran dan tanggung jawab, sebagai bentuk ketaatan dan kecintaan kita kepada Sang Pencipta.

Ayo kita hidupkan hari-hari dan malam-malam Ramadhan dengan ibadah yang khusyuk. Laksanakan sholat tarawih dengan tenang, perbanyak doa dan dzikir, serta luangkan waktu untuk membaca dan memahami Al-Qur’an. Biarkan suasana Ramadhan menghadirkan kesejukan di hati, kedamaian dalam keluarga, serta keharmonisan di tengah masyarakat.

Momentum Ramadhan juga menjadi ruang untuk mempererat tali silaturahmi, saling memaafkan, dan menumbuhkan kepedulian sosial. Ketika kita berpuasa, kita belajar memahami dan merasakan keadaan saudara-saudara kita yang membutuhkan. Dari sinilah tumbuh empati, kebersamaan, dan semangat berbagi yang semakin kuat.Semoga pada Rabu, 18 Februari 2026 ini, langkah awal kita menyambut Ramadhan menjadi langkah yang penuh keberkahan. Semoga Allah SWT memberikan kesehatan, kekuatan, serta kemudahan kepada kita semua dalam menjalankan ibadah puasa hingga akhir bulan dengan penuh istiqomah.
Marhaban Ya Ramadhan.
Mari kita sambut dengan mensucikan diri dan beribadah puasa, agar hati semakin tenang dan kehidupan semakin bermakna.

Mediaistana.com

David E .se

BANGUNAN 3 RUANG KELAS SMAN 1 BALLA BERMASALAH, PEKERJA MENOLAK DIGUNAKAN AKIBAT UPAH BELUM DIBAYAR LUNAS

0

Mamasa MEDIAISTANA.COM – Pembangunan tiga ruang kelas baru di SMAN 1 Balla, Kecamatan Balla, Kabupaten Mamasa, menuai polemik serius. Para pekerja bangunan menyatakan keberatan dan menolak penggunaan gedung tersebut lantaran upah kerja mereka hingga kini belum dibayarkan secara lunas, meskipun pembangunan telah rampung 100 persen sejak tahun 2024 lalu.(18/2/2026).

Salah satu pekerja, Daud, yang bertindak sebagai kepala tukang, mengungkapkan bahwa hingga Senin, 16 Februari 2026, sisa upah mereka belum juga dibayarkan. Dari total upah kerja sebesar Rp50.000.000, masih tersisa Rp8.000.000 yang belum diterima.

“Pekerjaan sudah selesai sejak lama, tapi hak kami sebagai pekerja belum dibayar lunas sampai sekarang. Ini sangat merugikan kami,” ungkap Daud kepada Mamasa Media Istana.com.

Saat awak media melakukan konfirmasi kepada Selaming, Kepala Desa Kondo, Kecamatan Mehala’an, Kabupaten Mamasa, yang disebut sebagai pihak yang melakukan mentalangi (pendanaan awal) pembangunan sekolah tersebut, ia membenarkan adanya permasalahan serius dalam pengelolaan dana proyek.

Selaming menjelaskan bahwa dirinya bersama Dahman (Kepala Desa Saluahok, Kecamatan Mehala’an) melakukan pendanaan awal pembangunan tiga ruang kelas tersebut dengan total dana sebesar Rp460.000.000, dengan rincian:

Selaming: Rp410.000.000

Dahman: Rp50.000.000

“Kami sepakat untuk mentalangi dana awal. Setelah pembangunan selesai dan dana resmi cair, akan dilakukan pengembalian dan pembagian hasil sesuai kesepakatan,” jelas Selaming.

Pembangunan tersebut, lanjut Selaming, menggunakan Dana Alokasi Khusus (DAK) dari Dinas Pendidikan Provinsi Sulawesi Barat dengan total anggaran Rp560.000.000. Namun, menurut keterangannya, dana yang disetor ke pembangunan hanya 50 persen, yakni sekitar Rp280.000.000, sementara sisanya tidak pernah disetorkan sepenuhnya.

“Dana DAK sudah cair, tapi yang masuk ke pembangunan hanya sekitar 50 persen. Sisanya tidak disetor. Ini yang menyebabkan banyak hak tidak terbayarkan, termasuk upah pekerja,” tegas Selaming.

Terkait kesepakatan bagi hasil, Selaming menyebut bahwa karena dana yang masuk tidak sesuai perjanjian, pembagian kepada Dahman hanya diberikan sebesar Rp39.000.000, dari dana awal Rp50.000.000 yang sebelumnya dimasukkan Dahman.

“Saya juga masih punya sisa dana yang belum dikembalikan. Itu hak kami, terutama saya pribadi karena saya paling besar mengeluarkan dana awal,” tambahnya.

Selaming juga menegaskan bahwa keterlambatan pembayaran upah pekerja, termasuk sisa gaji kepala tukang Daud, merupakan dampak langsung dari tidak disetorkannya dana pembangunan secara penuh.

“Ini bukan kemauan kami. Ini akibat dana tidak disetor sesuai total anggaran. Para pekerja menjadi korban,” tutup Selaming.

Kasus ini kini menjadi perhatian masyarakat sekitar dan diharapkan pihak terkait, khususnya instansi berwenang dan aparat penegak hukum, dapat segera turun tangan untuk menyelesaikan persoalan tersebut secara transparan dan adil, demi menjamin hak para pekerja serta kejelasan penggunaan anggaran negara.(Nurdin).

Damai di Tanah Raja-raja, Jangan Biarkan Luka Terbuka Kembali, Tolak Provokasi SARA

0

Oleh: Drs. Muz Latuconsina, MF.

Maluku adalah rumah bersama. Rumah yang dibangun dengan darah, air mata, doa, dan harapan banyak generasi. Karena itu, menjaga perdamaian bukan sekadar pilihan, melainkan kewajiban moral setiap orang basudara.

Kita pernah belajar dari sejarah—betapa mahal harga sebuah perpecahan. Konflik yang dulu terjadi di Ambon dan berbagai wilayah di Maluku meninggalkan luka yang tidak sedikit. Jangan biarkan luka itu terbuka kembali hanya karena kita lengah dan mudah terprovokasi.

Hari ini, isu-isu yang memecah belah persatuan kembali beredar. Isu SARA dimainkan, sentimen dibenturkan, perbedaan dibesar-besarkan. Semua itu sengaja dirancang untuk memancing emosi dan merusak kepercayaan antar sesama. Kita harus tegas menolak cara-cara seperti ini.

Jangan cepat marah karena kabar yang belum tentu benar. Jangan langsung percaya pada pesan berantai yang memecah belah. Jangan ikut menyebarkan informasi yang belum jelas sumbernya. Setiap jari yang menekan tombol “kirim” harus disertai tanggung jawab. Karena satu pesan provokatif bisa memicu perpecahan yang luas.

Perdamaian lahir dari kedewasaan. Dari kemampuan menahan diri. Dari kesadaran bahwa perbedaan bukan ancaman, melainkan kekayaan. Kita semua terikat dalam satu semangat orang basudara—saling menghargai, saling melindungi, saling menjaga.

Mari baku jaga. Mari kuatkan persaudaraan. Jangan beri ruang bagi pihak-pihak yang ingin melihat Maluku terpecah. Jangan biarkan suara kebencian lebih keras daripada suara persatuan.

Maluku hanya akan tetap kuat jika kita berdiri bersama. Damai bukan datang dengan sendirinya—ia harus dijaga, dirawat, dan diperjuangkan setiap hari. Dan perjuangan itu dimulai dari diri kita masing-masing: menolak provokasi, menolak kebencian, dan memilih persaudaraan.

MENJELANG SUCI RAMADAN TELAH,TIBA POLRES ACEH TENGGARA.BAGI DAGING MEUGANG,KE INSAN PERS,DAN LSM.

0

MENJELANG SUCI RAMADAN TELAH,TIBA POLRES ACEH TENGGARA.BAGI DAGING MEUGANG,KE INSAN PERS,DAN LSM.

Kapolres Aceh tenggara, AKBP.YUHENRI
Melaksanakan kegiatan berbagi daging Meugang kepada berbagai elemen masyarakat, termasuk insan pers, lembaga swadaya masyarakat (LSM), para ustaz dari pesantren, serta jajaran internal kepolisian.

Kegiatan yang berlangsung pada Selasa, 17 Februari 2026, ini menjadi bagian dari tradisi lokal sekaligus sarana mempererat silaturahmi antara kepolisian dan masyarakat dalam menyambut bulan penuh berkah.

Dalam suasana yang hangat dan akrab, kegiatan tersebut dipimpin langsung oleh Kapolres Aceh Tenggara, AKBP Yulhenri.

Ia menyampaikan bahwa kegiatan ini bukan semata pemberian dalam arti material, tetapi lebih kepada wujud kepedulian, penghargaan, dan kebersamaan antara institusi kepolisian dan masyarakat luas.

Pembagian daging Meugang menjadi simbol kehadiran Polri di tengah masyarakat, tidak hanya sebagai aparat penegak hukum, tetapi juga sebagai bagian yang tak terpisahkan dari kehidupan sosial dan budaya masyarakat Aceh Tenggara.

Kapolres AKBP, YULHENRI.
mengajak seluruh pihak untuk tidak melihat dari sisi jumlah atau besaran bantuan yang diberikan, melainkan dari niat dan semangat kebersamaan yang menyertainya. Tradisi Meugang yang hidup dan mengakar di tengah masyarakat Aceh,Tenggara.

Menurutnya, adalah momentum yang tepat untuk saling berbagi, menguatkan tali silaturahmi, dan menunjukkan empati terhadap sesama, apalagi ketika dilakukan menjelang bulan yang penuh ampunan dan rahmat.

Dalam kesempatan itu, Kapolres turut menyampaikan apresiasi kepada seluruh mitra kerja Polri, termasuk media dan LSM, yang selama ini telah berperan penting dalam menyukseskan.

Program-program kepolisian di Aceh Tenggara. Ia menilai peran media dan organisasi masyarakat memiliki arti strategis dalam membangun pemahaman publik, meningkatkan kerja sama, serta menciptakan

suasana yang kondusif di tengah masyarakat. Ucapan terima kasih juga dihaturkan kepada para ustaz pesantren atas kontribusi mereka dalam membina moral dan spiritual generasi muda di wilayah tersebut.

Mengakhiri sambutannya, Kapolres menyampaikan permohonan maaf jika selama ini terdapat kesalahan ataupun kekhilafan dalam interaksi yang terjadi antara jajarannya dan masyarakat.

Ia berharap momentum Ramadan menjadi saat yang tepat untuk memperkuat komitmen terhadap nilai-nilai kebajikan, saling menghormati, dan menjaga kedamaian.

Dirinya juga mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bersama-sama menjaga situasi keamanan dan ketertiban selama bulan Ramadan, serta mengisi waktu-waktu penuh rahmat ini.

Dengan kegiatan positif yang membawa manfaat bagi sesama.ujar kapolres.

(AS/$E)

Hampir 10 Tahun Tak Digunakan, Ari Nilai Gedung Terminal Wisata Gagal Perencanaan

0

Mediaistana.com

 

Banyuwangi – Aktivis asal Banyuwangi, Ari Bagus Pranata, menyoroti nasib sejumlah aset milik Pemerintah Kabupaten Banyuwangi yang hingga kini tidak dimanfaatkan dan terkesan mangkrak. Sedikitnya terdapat empat unit gedung dan bangunan milik Pemkab Banyuwangi yang terbengkalai tanpa kejelasan pemanfaatan, salah satunya Bangunan Pertokoan Terminal Wisata yang berada di Kelurahan Sobo, Kecamatan Banyuwangi.

Ari menyampaikan keprihatinannya terhadap bangunan pertokoan terminal wisata yang pembangunannya dimulai sejak tahun 2016 hingga 2021, namun hingga kini belum difungsikan sesuai dengan rencana awal. Padahal, bangunan tersebut dibangun menggunakan anggaran yang tidak sedikit dan telah tercatat sebagai Properti Investasi pada Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Kabupaten Banyuwangi.

“Bangunan ini menelan anggaran besar, dengan nilai perolehan mencapai Rp35.729.679.587,50, namun sampai sekarang dibiarkan terbengkalai. Ini tentu sangat disayangkan dan patut dipertanyakan,” ujar Ari, Rabu, (11/02/2026). .

Menurutnya, bangunan pertokoan terminal wisata tersebut awalnya direncanakan sebagai lokasi relokasi pedagang Pasar Sobo sekaligus dikembangkan menjadi sentra wisata oleh-oleh khas Banyuwangi. Namun, setelah pembangunan dinyatakan selesai pada tahun 2021, tidak ada realisasi lanjutan berupa penambahan fasilitas maupun langkah konkret untuk mengoperasionalkan bangunan tersebut.

Ari menilai kondisi ini menunjukkan lemahnya perencanaan dan pengelolaan aset daerah. Ia mengingatkan bahwa aset pemerintah yang dibiarkan mangkrak tidak hanya merugikan keuangan daerah, tetapi juga menghilangkan potensi ekonomi masyarakat, khususnya para pedagang kecil dan pelaku UMKM.

“Kalau aset ini difungsikan sesuai rencana, dampaknya besar untuk pedagang dan sektor pariwisata. Tapi jika terus dibiarkan, justru berpotensi menjadi beban pemeliharaan dan simbol pemborosan anggaran,” tegasnya.

Ari pun mendesak Pemerintah Kabupaten Banyuwangi agar segera melakukan evaluasi menyeluruh terhadap aset-aset daerah yang terbengkalai serta membuka informasi secara transparan kepada publik terkait rencana pemanfaatan ke depan. Ia menegaskan bahwa pengelolaan aset daerah harus berorientasi pada kemanfaatan dan kepentingan masyarakat, bukan sekadar proyek fisik tanpa keberlanjutan.(kevin)

MENJELANG SUCI RAMADAN TELAH,TIBA POLRES ACEH TENGGARA.BAGI DAGING MEUGANG,KE INSAN PERS,DAN LSM.

0

MENJELANG SUCI RAMADAN TELAH,TIBA POLRES ACEH TENGGARA.BAGI DAGING MEUGANG,KE INSAN PERS,DAN LSM.

Aceh Tenggara Media istana com.Melaksanakan kegiatan berbagi daging Meugang kepada berbagai elemen masyarakat, termasuk insan pers, lembaga swadaya masyarakat (LSM), para ustaz dari pesantren, serta jajaran internal kepolisian.

Kegiatan yang berlangsung pada Selasa, 17 Februari 2026, ini menjadi bagian dari tradisi lokal sekaligus sarana mempererat silaturahmi antara kepolisian dan masyarakat dalam menyambut bulan penuh berkah.

Dalam suasana yang hangat dan akrab, kegiatan tersebut dipimpin langsung oleh Kapolres Aceh Tenggara, AKBP Yulhenri.

Ia menyampaikan bahwa kegiatan ini bukan semata pemberian dalam arti material, tetapi lebih kepada wujud kepedulian, penghargaan, dan kebersamaan antara institusi kepolisian dan masyarakat luas.

Pembagian daging Meugang menjadi simbol kehadiran Polri di tengah masyarakat, tidak hanya sebagai aparat penegak hukum, tetapi juga sebagai bagian yang tak terpisahkan dari kehidupan sosial dan budaya masyarakat Aceh Tenggara.

Kapolres AKBP, YULHENRI.
mengajak seluruh pihak untuk tidak melihat dari sisi jumlah atau besaran bantuan yang diberikan, melainkan dari niat dan semangat kebersamaan yang menyertainya. Tradisi Meugang yang hidup dan mengakar di tengah masyarakat Aceh,Tenggara.

Menurutnya, adalah momentum yang tepat untuk saling berbagi, menguatkan tali silaturahmi, dan menunjukkan empati terhadap sesama, apalagi ketika dilakukan menjelang bulan yang penuh ampunan dan rahmat.

Dalam kesempatan itu, Kapolres turut menyampaikan apresiasi kepada seluruh mitra kerja Polri, termasuk media dan LSM, yang selama ini telah berperan penting dalam menyukseskan.

Program-program kepolisian di Aceh Tenggara. Ia menilai peran media dan organisasi masyarakat memiliki arti strategis dalam membangun pemahaman publik, meningkatkan kerja sama, serta menciptakan

suasana yang kondusif di tengah masyarakat. Ucapan terima kasih juga dihaturkan kepada para ustaz pesantren atas kontribusi mereka dalam membina moral dan spiritual generasi muda di wilayah tersebut.

Mengakhiri sambutannya, Kapolres menyampaikan permohonan maaf jika selama ini terdapat kesalahan ataupun kekhilafan dalam interaksi yang terjadi antara jajarannya dan masyarakat.

Ia berharap momentum Ramadan menjadi saat yang tepat untuk memperkuat komitmen terhadap nilai-nilai kebajikan, saling menghormati, dan menjaga kedamaian.

Dirinya juga mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bersama-sama menjaga situasi keamanan dan ketertiban selama bulan Ramadan, serta mengisi waktu-waktu penuh rahmat ini.

Dengan kegiatan positif yang membawa manfaat bagi sesama.ujar kapolres.

(AS/$E)

PBB Buru Nilai Tuduhan ke Gubernur Hendrik Lewerissa Bermuatan Politik Sempit

0

Ketua Partai Bulan Bintang (PBB) Kabupaten Buru, Ruslan Arif Soamole, mengecam keras beredarnya narasi berbau SARA yang ditujukan kepada Hendrik Lewerissa. Ia menilai tudingan yang menyebut Gubernur Maluku tidak berpihak kepada umat Islam sebagai opini menyesatkan yang sengaja dimainkan untuk kepentingan politik sempit.

Menurut Ruslan, penyebaran ujaran kebencian dan pembentukan opini negatif terhadap gubernur berpotensi menimbulkan dampak buruk bagi kondisi Maluku yang saat ini tengah berproses dalam pembangunan dan pertumbuhan daerah.

“Opini yang dibangun itu adalah narasi yang tidak berdasar dan cenderung provokatif. Ini sangat berbahaya karena dapat memperkeruh situasi keamanan daerah,” tegas Ruslan, Selasa, (17/2/2026)

Ia menilai tuduhan tersebut mengabaikan kerja nyata Pemerintah Provinsi Maluku bersama aparat keamanan dalam menjaga stabilitas dan kondusivitas wilayah. Ironisnya, kata Ruslan, pihak-pihak yang paling lantang melontarkan tudingan justru tidak pernah menawarkan solusi konkret bagi masyarakat.

“Oknum-oknum yang menuding gubernur tidak pernah hadir dengan gagasan atau solusi. Mereka hanya membangun opini publik yang menyudutkan pemerintah. Ini jelas tidak produktif dan berpotensi memecah belah,” ujarnya.

Ruslan juga mengingatkan bahwa politisasi isu SARA merupakan tindakan yang sangat berbahaya, terlebih menjelang bulan suci Ramadan. Ia mengajak seluruh elemen masyarakat Maluku agar tidak mudah terprovokasi oleh narasi yang menyesatkan dan memecah belah persaudaraan antarumat beragama.

“Menjelang Ramadan, mari kita jaga silaturahmi dan persaudaraan. Jangan biarkan isu-isu SARA merusak kebersamaan yang selama ini kita rawat,” katanya.

Ia menegaskan bahwa menjaga stabilitas daerah bukan hanya tanggung jawab pemerintah, melainkan seluruh komponen masyarakat. Karena itu, Ruslan mendorong keterlibatan semua pihak untuk bersama-sama meminimalisir penyebaran isu SARA demi menjaga kedamaian dan persatuan di Maluku.

Satgas Kuala TNI-Jhonlin Bergerak Cepat, Atasi Sedimentasi Muara Kuala Penaga

0

Satgas Kuala TNI-Jhonlin Bergerak Cepat, Atasi Sedimentasi Muara Kuala Penaga

Jakarta -MEDIA ISTANA (Puspen TNI). Satgas Kuala TNI–Jhonlin terus menunjukkan kinerja nyata dalam penanganan sedimentasi di Muara Kuala Penaga, Kabupaten Aceh Tamiang. Progres pengerukan yang dilaksanakan secara bertahap memperlihatkan hasil signifikan sebagai bagian dari upaya pemulihan pascabencana sekaligus langkah mitigasi jangka panjang untuk mencegah potensi banjir berulang di wilayah tersebut.

Pengerukan sedimentasi di kawasan muara dinilai strategis karena berperan langsung dalam meningkatkan kapasitas tampung air di bagian hilir. Dengan berkurangnya endapan lumpur, aliran air dari hulu menuju laut menjadi lebih lancar, sehingga risiko luapan akibat pendangkalan muara yang selama ini kerap memicu genangan di kawasan permukiman dapat ditekan secara signifikan.

Komandan Satgas (Dansatgas) Kuala TNI-Jhonlin Kolonel (Mar) Firman Gunawan menjelaskan bahwa pengerukan sedimentasi difokuskan pada upaya pemulihan fungsi utama sungai agar mampu mengalirkan air secara optimal. “Target kita adalah memulihkan fungsi sungai agar lebih dalam dan lebar. Dengan begitu, aliran air akan kembali lancar dan daya tampung sungai meningkat signifikan saat curah hujan tinggi,” ujarnya di Aceh Tamiang, Selasa 17 Februari 2026.

Dalam mendukung kelancaran kegiatan tersebut, Satgas mengerahkan berbagai alat berat di lokasi Muara Kuala Penaga Lama, di antaranya excavator long arm dan standar berbagai tipe, tugboat, kapal tongkang, hingga dredger. Sementara itu, sejumlah alat berat tambahan disiagakan di garasi Tanjung Binjai sebagai cadangan operasional, guna memastikan pengerjaan berjalan efektif dan berkesinambungan.

Selain memperkuat perlindungan wilayah dari ancaman banjir, normalisasi muara juga membawa dampak positif bagi perekonomian masyarakat pesisir, khususnya nelayan. Alur pelayaran yang lebih dalam dan terjaga memudahkan kapal keluar masuk tanpa harus menunggu pasang tinggi atau khawatir kandas. Akses yang semakin lancar tersebut berdampak pada efisiensi waktu dan biaya operasional, sehingga produktivitas nelayan meningkat dan kesejahteraan masyarakat pesisir pun semakin terangkat.

HAMDAN