Beranda blog Halaman 643

Puskaptis Banyuwangi Desak Direktur RSUD Blambangan Mundur Terkait Dugaan Pelecehan & Siap Hearin

0

Mediaistana.com

BANYUWANGI – Pusat Kajian dan Advokasi Transparansi Publik dan Sosial (Puskaptis) Banyuwangi melalui Amrullah angkat suara terkait dugaan kasus pelecehan seksual terhadap pasien di ruang ICU RSUD Blambangan. Dalam pernyataannya, Puskaptis menilai Direktur rumah sakit harus mengundurkan diri sebagai bentuk tanggung jawab moral atas peristiwa yang mencoreng dunia pelayanan kesehatan tersebut.

Amrullah menyampaikan bahwa kasus pelecehan seksual di lingkungan rumah sakit merupakan persoalan serius dan tidak bisa dipandang sebagai peristiwa individual semata. Menurutnya, kejadian tersebut berpotensi lebih luas dari yang terungkap ke publik.

“Kasus seperti ini sangat sensitif. Tidak menutup kemungkinan ada korban lain yang memilih diam karena mempertimbangkan nama baik pribadi maupun keluarganya. Korban pelecehan seksual kerap berada dalam posisi rentan dan enggan melapor,” tegasnya.

Sebagai bentuk kepedulian dan upaya membuka ruang keadilan bagi para korban, Puskaptis Banyuwangi telah membuka posko pengaduan bagi masyarakat yang merasa menjadi korban atau mengetahui adanya dugaan pelecehan serupa di lingkungan rumah sakit tersebut. Posko ini diharapkan dapat memberikan rasa aman dan perlindungan bagi para pelapor.

Lebih lanjut, Puskaptis menilai dugaan peristiwa tersebut mencerminkan lemahnya penerapan standar operasional prosedur (SOP) serta kurangnya pengawasan internal di lingkungan rumah sakit. Menurut Amrullah, tanggung jawab tidak hanya melekat pada terduga pelaku, tetapi juga pada pimpinan tertinggi institusi.

“Puncak pimpinan memiliki tanggung jawab moral atas sistem pembinaan dan pengawasan. Jika terjadi kelalaian yang berdampak serius terhadap keselamatan dan martabat pasien, maka Direktur harus berani mengambil sikap dengan mengundurkan diri sebagai bentuk pertanggungjawaban moral,” ujarnya.

Selain itu, Puskaptis Banyuwangi juga berencana dalam waktu dekat akan mengajukan hearing dengan mengundang seluruh rumah sakit yang ada di Banyuwangi. Langkah ini dimaksudkan sebagai forum evaluasi bersama agar kasus serupa tidak kembali terjadi serta memperkuat sistem perlindungan pasien di seluruh fasilitas layanan kesehatan.

Puskaptis menegaskan akan terus mengawal proses penanganan kasus ini agar berjalan transparan dan berpihak pada korban, serta mendorong evaluasi menyeluruh terhadap sistem pengawasan dan perlindungan pasien di lingkungan rumah sakit.(kevin)

Digerebek Senja Hari, IRT di Tuba Simpan Sabu, Satresnarkoba Bongkar Transaksi Gelap di Way Dente

0

Tulang Bawang l Mediaistana.com – Komitmen tanpa kompromi kembali ditunjukkan jajaran Polres Tulang Bawang (Tuba) dalam memberantas peredaran narkotika. Pada Senin (09/02/2026) sore,

Satresnarkoba berhasil mengungkap kasus tindak pidana narkotika jenis sabu di wilayah Kampung Tua I, Kelurahan Way Dente, Kecamatan Dente Teladas, Kabupaten Tulang Bawang, Provinsi Lampung.

Sekira pukul 15.00 WIB, petugas Satresnarkoba menerima informasi dari masyarakat terkait maraknya transaksi narkotika di wilayah tersebut. Menindaklanjuti laporan itu, sekitar pukul 18.00 WIB, tim opsnal langsung bergerak cepat menuju lokasi yang dimaksud.

Di sebuah rumah di Kampung Tua I, petugas mendapati seorang perempuan dengan gerak-gerik mencurigakan. Tanpa menunggu lama, petugas langsung melakukan penindakan dan mengamankan seorang perempuan berinisial: E (37), Agama: Islam, Pekerjaan: Mengurus rumah tangga, Alamat: Kampung Tua I, Way Dente, Dente Teladas, Tulang Bawang.

Barang Bukti Dari hasil penggeledahan badan, pakaian, dan lokasi sekitar, petugas berhasil mengamankan barang bukti berupa:
– 1 paket sabu dengan berat brutto 1,06 gram
– 1 pipa kaca pirek
– 1 alat hisap (bong)
– 1 sumbu kompor
– 1 pipet runcing (skop)
– 1 korek api gas
– 2 bungkus plastik klip berisi klip kosong
– 1 tas kecil motif bunga
– 1 unit handphone
Seluruh barang bukti diakui sebagai milik tersangka dan kini telah diamankan untuk proses hukum lebih lanjut.
Terancam Pasal Berat Atas perbuatannya, tersangka dijerat Pasal 609 ayat (1) huruf a Undang-Undang RI Nomor 01 Tahun 2023 tentang KUHP, terkait kepemilikan dan penguasaan Narkotika Golongan I bukan tanaman tanpa hak.
Kapolres Tulang Bawang, AKBP Yuliansyah, S.H., S.I.K., M.H., menegaskan bahwa jajarannya tidak akan memberi ruang sedikit pun bagi peredaran narkoba di wilayah hukumnya.

“Kami berkomitmen penuh memberantas peredaran gelap narkotika hingga ke akar-akarnya. Tidak ada tempat bagi pelaku penyalahgunaan maupun pengedar narkoba di Tulang Bawang. Ini adalah bentuk keseriusan kami dalam menyelamatkan generasi bangsa dari ancaman narkotika,” tegas AKBP Yuliansyah.

Lebih lanjut, pihaknya juga menyampaikan apresiasi kepada masyarakat yang telah berani memberikan informasi.

“Peran aktif masyarakat sangat kami apresiasi. Sinergi antara kepolisian dan masyarakat adalah kunci dalam memutus mata rantai peredaran narkoba,” tambahnya.

Saat ini tersangka telah ditahan di Mapolres Tulang Bawang. Penyidik masih terus melakukan pengembangan guna mengungkap kemungkinan adanya jaringan atau bandar besar di balik peredaran sabu tersebut. Sampel barang bukti juga akan segera dikirim ke Labfor untuk pemeriksaan lebih lanjut.

Polres Tulang Bawang menegaskan bahwa perang terhadap narkoba adalah harga mati. Siapa pun yang terlibat, akan ditindak tegas sesuai hukum yang berlaku.

PerangMelawanNarkoba #PolriPresisi #TulangBawangBersihNarkoba**

(R)

Jangan Seret Iman ke Panggung Kekuasaan: Maluku tak Butuh Politik Adu Domba

0

Editorial Redaksi
Selasa, (17/2/2026)

Upaya menyeret agama ke pusaran politik kekuasaan kembali menemukan panggungnya. Kali ini, sasarannya adalah Hendrik Lewerissa, Gubernur Maluku, yang dituding tidak berpihak kepada umat Islam. Tuduhan yang beredar di ruang publik itu memantik respons keras dari Rustam Fadly Tukuboya, anggota DPRD Buru dari Partai Gerindra, yang mengecam dugaan politisasi isu agama tersebut sebagai tindakan tidak bertanggung jawab.

Editorial ini tidak hendak menjadi corong pembelaan personal. Namun satu hal perlu ditegaskan: ketika agama dijadikan alat untuk membangun stigma, yang dipertaruhkan bukan sekadar reputasi seorang pejabat, melainkan ketenangan sosial sebuah daerah yang pernah belajar mahal tentang arti konflik identitas.

Agama Bukan Instrumen Elektoral

Narasi yang mempertanyakan keberpihakan seorang kepala daerah terhadap kelompok agama tertentu adalah tudingan serius. Tetapi keseriusan itu justru menuntut kehati-hatian, bukan penggiringan opini. Kritik dalam demokrasi adalah keniscayaan; ia sehat dan perlu. Namun kritik tanpa basis data, yang digerakkan oleh repetisi sentimen, berubah menjadi agitasi.

Maluku bukan ruang hampa sejarah. Ia adalah wilayah dengan memori kolektif tentang rapuhnya kohesi sosial ketika identitas dipertajam. Dalam konteks seperti ini, memainkan isu agama bukan sekadar tak etis—ia berbahaya.

Rustam Fadly Tukuboya benar ketika mengingatkan bahwa demokrasi memberi ruang bagi kritik, tetapi bukan bagi fitnah. Ketika narasi dibangun bukan untuk menguji kebijakan, melainkan untuk membentuk persepsi negatif melalui sentimen primordial, maka kita sedang menyaksikan degradasi kualitas diskursus publik.

Rekam Jejak atau Rekayasa Persepsi?

Mereka yang mengikuti perjalanan politik Hendrik Lewerissa mengetahui bahwa pendekatan lintas agama bukanlah hal baru dalam kiprahnya. Kehadiran dalam berbagai kegiatan keagamaan, dukungan terhadap agenda inklusif, serta retorika persatuan adalah fakta yang terdokumentasi.

Apakah itu berarti ia kebal kritik? Tentu tidak. Namun membedah kebijakan berbeda dengan membingkai identitas. Mengkritik keputusan anggaran, program pembangunan, atau prioritas kebijakan adalah wajar. Tetapi menyematkan label “tidak berpihak” berbasis agama tanpa bukti konkret adalah lompatan logika yang berbahaya.

Dalam dinamika politik lokal, isu agama kerap muncul ketika kompetisi mengeras atau ketika kebijakan tertentu menimbulkan resistensi. Pola ini bukan hal baru. Ia adalah strategi lama yang terus dipoles dalam kemasan baru.

Stabilitas Bukan Retorika

Maluku membutuhkan stabilitas lebih dari sekadar slogan. Stabilitas lahir dari kepercayaan publik bahwa perbedaan tidak sedang dieksploitasi. Ketika elit politik memilih jalan pintas dengan memainkan sentimen identitas, yang mereka korbankan adalah rasa aman masyarakat.

Editorial ini berpandangan: jika ada dugaan keberpihakan yang keliru, buktikan dengan data. Jika ada kebijakan yang dianggap merugikan kelompok tertentu, uji di ruang argumentasi terbuka. Tetapi hentikan penggunaan agama sebagai alat mobilisasi emosi.

Langkah hukum yang disinggung Rustam adalah hak konstitusional. Namun yang lebih penting dari sekadar jalur hukum adalah kedewasaan kolektif untuk menolak narasi yang memecah belah.

Pada akhirnya, Maluku tidak membutuhkan politik yang memanaskan luka lama. Ia membutuhkan kepemimpinan yang diuji oleh kerja nyata, serta oposisi yang mengkritik dengan integritas. Agama seharusnya menjadi sumber nilai dan etika, bukan bahan bakar kontestasi.

Jika kita gagal membedakan keduanya, maka yang kalah bukan hanya seorang gubernur—melainkan masa depan harmoni sosial itu sendiri.

Rustam Fadly Tukuboya Kecam Dugaan Politisasi Isu Agama terhadap Gubernur Hendrik Lewerissa

0

Rustam Fadly Tukuboya, SH, politisi dari Partai Gerindra sekaligus anggota DPRD Buru, menyampaikan kecaman keras terhadap pihak-pihak yang dinilai sengaja membangun opini bahwa Gubernur Maluku, Hendrik Lewerissa, tidak berpihak kepada umat Islam Maluku.

Pernyataan tersebut disampaikan Rustam menyusul beredarnya narasi di ruang publik yang mempertanyakan komitmen gubernur terhadap kelompok agama Islam. Ia menilai tudingan itu tidak hanya tidak berdasar, tetapi juga berpotensi menciptakan polarisasi sosial di wilayah yang selama ini dikenal sensitif terhadap isu identitas.

Rekam Jejak dan Konteks

Dalam keterangannya, Rustam merujuk pada rekam jejak Hendrik Lewerissa sebelum menjabat sebagai gubernur. Ia menyebut bahwa sejak awal kiprah politiknya, Lewerissa menunjukkan pendekatan inklusif dengan menghadiri dan mendukung berbagai kegiatan lintas agama di Maluku.

“Fakta-fakta tersebut dapat diverifikasi melalui dokumentasi kegiatan publik dan kebijakan yang bersifat inklusif,” ujar Rustam, Selasa, (17/2/2026)

Secara terpisah, sejumlah pengamat menilai bahwa dalam dinamika politik lokal, isu agama kerap digunakan sebagai instrumen mobilisasi opini. Pola ini, menurut mereka, biasanya muncul ketika kompetisi politik memasuki fase konsolidasi kekuatan atau saat kebijakan tertentu menuai resistensi.

Dugaan Penggiringan Opini

Rustam menduga terdapat upaya sistematis untuk membentuk persepsi negatif terhadap gubernur melalui pengulangan narasi yang menyentuh sentimen keagamaan. Ia menilai strategi tersebut berbahaya karena dapat menggerus kepercayaan publik dan merusak kohesi sosial.

“Demokrasi memberi ruang kritik, tetapi kritik harus berbasis data dan fakta. Menggunakan sentimen agama untuk membangun stigma adalah tindakan yang tidak bertanggung jawab,” tegasnya.

Ia juga menekankan bahwa sebagai kader Gerindra, dirinya tidak akan tinggal diam apabila tudingan tersebut berkembang menjadi fitnah atau informasi yang menyesatkan. Langkah hukum, kata dia, menjadi opsi apabila ditemukan unsur pelanggaran hukum dalam penyebaran narasi tersebut.

Stabilitas dan Harmoni Sosial

Maluku memiliki sejarah panjang dinamika sosial berbasis identitas. Karena itu, berbagai pihak mengingatkan agar isu-isu sensitif tidak dijadikan komoditas politik. Rustam mengajak seluruh elemen masyarakat untuk tetap menjaga persatuan serta tidak terprovokasi oleh informasi yang belum terverifikasi.

“Stabilitas daerah harus menjadi prioritas bersama. Jangan sampai narasi yang tidak berdasar justru memicu ketegangan baru,” ujarnya.

M. Taufik Saimima Tegaskan Desa sebagai Garda Terdepan Ekonomi Rakyat

0

M. Taufik Saimima kembali menegaskan bahwa masa depan pembangunan nasional bertumpu pada desa—pada kekuatan pelaku usaha kecil, pada ketahanan ekonomi rakyat, dan pada semangat gotong royong yang tumbuh dari akar rumput.

Pelantikan Koordinator Wilayah (Korwil) Asosiasi Pelaku Usaha Desa Seluruh Indonesia (APUDSI) se-Indonesia oleh Ketua Umum Maulidan Isbar menjadi momentum penting untuk memperkuat peran desa dalam arsitektur pembangunan nasional. Dalam agenda Rapat Kerja Nasional (Rakernas) dan peringatan HUT ke-1 APUDSI yang berlangsung di Hotel Borobudur Jakarta, Sabtu (14/2/2026), SK diserahkan kepada seluruh Korwil, termasuk Korwil APUDSI Provinsi Maluku, M Taufik Saimima.

Di tengah dinamika ekonomi global yang kian tak menentu, pernyataan Saimima terasa relevan dan visioner. Ia menekankan bahwa ketahanan nasional mustahil terwujud tanpa ketahanan desa. Desa bukan sekadar entitas administratif, melainkan fondasi ekonomi rakyat. Ketika pelaku usaha desa kokoh, ketika UMKM bertumbuh, maka ekonomi nasional akan lebih tangguh menghadapi krisis.

Sebagai Korwil APUDSI Maluku, Saimima memikul tanggung jawab besar untuk menggerakkan potensi ekonomi di negeri rempah-rempah. Komitmennya jelas: menjadikan desa sebagai garda terdepan pembangunan perekonomian demi kesejahteraan rakyat Maluku. Pemberdayaan pelaku usaha desa menjadi prioritas—bukan hanya dalam bentuk pendampingan, tetapi juga perluasan jaringan, akses pasar, hingga penguatan daya saing produk lokal.

Langkah konsolidasi pun telah dimulai. APUDSI Maluku kini telah terbentuk di tujuh kabupaten/kota, dengan empat daerah lainnya menyusul dalam waktu dekat. Ini bukan sekadar ekspansi organisasi, melainkan fondasi gerakan ekonomi desa yang terstruktur dan berkelanjutan.

Sebagai wadah bagi pelaku usaha dan UMKM desa, APUDSI memiliki visi membangun desa mandiri, memperluas jejaring bisnis, hingga menembus pasar global. Di Maluku, organisasi ini diharapkan menjadi mitra strategis pemerintah daerah. Kolaborasi yang terbangun nantinya akan memperkuat posisi desa sebagai pilar utama perekonomian daerah.

Momentum pelantikan ini bukan hanya seremoni administratif. Ia adalah penegasan arah. Bahwa pembangunan tidak selalu harus dimulai dari kota besar. Bahwa kekuatan bangsa justru bertumpu pada desa-desa yang produktif, kreatif, dan berdaya saing.

Dan dari Maluku, Saimima mengirim pesan yang tegas: desa harus bangkit, pelaku usaha desa harus kuat, dan kesejahteraan rakyat harus menjadi tujuan utama setiap langkah pembangunan.

Keluarga Besar Maung Garuda Nusantara Serukan Persatuan dan Kepedulian Sosial di Bulan Suci Ramadhan 1447 H

0

Keluarga Besar Maung Garuda Nusantara Serukan Persatuan dan Kepedulian Sosial di Bulan Suci Ramadhan 1447 H

 

Cikarang, Indonesia – Keluarga besar Maung Garuda Nusantara (MGN) secara resmi menyampaikan ucapan selamat menyambut Bulan Suci Ramadhan 1447 Hijriah kepada seluruh umat Muslim di Indonesia.

 

Momentum suci ini diharapkan menjadi ajang memperkuat nilai keimanan, mempererat persaudaraan, serta memperkokoh semangat persatuan dan kepedulian sosial di tengah masyarakat.

 

Dalam pernyataan resminya, Ketua Umum MGN, Fadil Yakub, menegaskan bahwa Ramadhan bukan sekadar ritual tahunan, melainkan momentum spiritual yang memiliki makna strategis bagi kehidupan berbangsa dan bernegara.

 

 

Bekasi Cikarang – Indonesia, 17 februari 2026 –  – Keluarga besar Maung Garuda Nusantara (MGN) secara resmi menyampaikan ucapan selamat menyambut Bulan Suci Ramadhan 1447 Hijriah kepada seluruh umat Muslim di Indonesia.

Momentum suci ini diharapkan menjadi ajang memperkuat nilai keimanan, mempererat persaudaraan, serta memperkokoh semangat persatuan dan kepedulian sosial di tengah masyarakat.

Dalam pernyataan resminya, Ketua Umum MGN, Fadil Yakub, menegaskan bahwa Ramadhan bukan sekadar ritual tahunan, melainkan momentum spiritual yang memiliki makna strategis bagi kehidupan berbangsa dan bernegara.

“Ramadhan adalah bulan pendidikan jiwa. Di bulan ini kita dilatih menahan diri, meningkatkan empati, serta memperkuat solidaritas. Nilai-nilai inilah yang sangat dibutuhkan masyarakat Indonesia hari ini.

Mari kita jadikan Ramadhan sebagai momentum mempererat persaudaraan, menjaga persatuan, dan menumbuhkan kepedulian terhadap sesama,” ujar Fadil Yakub.

Menurutnya, di tengah berbagai tantangan sosial dan dinamika kehidupan nasional, semangat Ramadhan harus mampu menjadi perekat kebersamaan.

Ia mengajak seluruh elemen masyarakat untuk menjaga kondusivitas, memperkuat toleransi, serta mengedepankan sikap saling menghormati demi terciptanya suasana yang damai dan harmonis selama bulan suci.

MGN juga menekankan pentingnya peran organisasi kemasyarakatan dalam mendukung stabilitas sosial, khususnya melalui kegiatan-kegiatan positif seperti bakti sosial, santunan kepada anak yatim dan kaum dhuafa, serta program berbagi takjil dan bantuan sembako bagi masyarakat yang membutuhkan.

Lebih lanjut, Fadil Yakub menyampaikan bahwa Ramadhan harus menjadi ruang refleksi bersama untuk memperbaiki akhlak, meningkatkan kualitas ibadah, serta memperkuat komitmen kebangsaan.
“Kita ingin Ramadhan tahun ini tidak hanya membawa keberkahan secara pribadi, tetapi juga berdampak luas bagi masyarakat.

Semangat gotong royong dan kepedulian sosial harus semakin nyata. Indonesia akan kuat apabila masyarakatnya bersatu dan saling menjaga,” tegasnya.
Sebagai organisasi yang menjunjung tinggi nilai persaudaraan tanpa batas, Maung Garuda Nusantara berkomitmen untuk terus hadir di tengah masyarakat, memberikan kontribusi positif, serta menjadi bagian dari solusi atas berbagai persoalan sosial.

Menutup pernyataannya, keluarga besar MGN menyampaikan doa dan harapan agar seluruh umat Muslim di Tanah Air diberikan kesehatan, kekuatan, dan kelancaran dalam menjalankan ibadah puasa hingga Hari Raya Idul Fitri.
Marhaban Ya Ramadhan 1447 Hijriah.

Semoga bulan suci ini membawa keberkahan, kedamaian, dan persatuan bagi seluruh rakyat Indonesia.
MGN Solid, Persaudaraan Tanpa Batas.

Penulis David Tasti SE

oplus_34

David Emman dan Vanessa Adelia Sampaikan Ucapan Selamat Datang Bulan Suci Ramadhan 1447 Hijriah.

0

Meidaistana.com – 17 februari 2026 – Bandung – Jawa Barat Indonesia – Menyambut datangnya Bulan Suci Ramadhan 1447 Hijriah, keluarga besar David Emman dan Vanessa Adelia menyampaikan ucapan selamat serta doa terbaik kepada seluruh umat Muslim di Indonesia dan di berbagai penjuru dunia. Momentum suci ini dinilai sebagai waktu yang penuh makna untuk memperkuat nilai keimanan, mempererat silaturahmi, serta meningkatkan kepedulian sosial di tengah masyarakat.

Dalam pernyataan resminya, keluarga besar David Emman dan Vanessa Adelia menegaskan bahwa Ramadhan bukan sekadar kewajiban menjalankan ibadah puasa, melainkan juga menjadi ruang refleksi diri untuk memperbaiki kualitas spiritual, moral, dan hubungan antar sesama.
Vanessa Adelia menyampaikan bahwa Ramadhan adalah bulan yang menghadirkan ketenangan batin dan memperkuat fondasi keluarga.

“Ramadhan adalah waktu terbaik untuk kembali menenangkan hati, memperbaiki niat, serta mempererat kasih sayang dalam keluarga maupun sesama. Di bulan yang penuh rahmat ini, semoga kita semua diberikan kesehatan, kelapangan hati, dan keberkahan dalam setiap langkah ibadah,” ujarnya.

Senada dengan itu, David Emman menekankan pentingnya menjaga kekhusyukan dan konsistensi dalam menjalankan ibadah hingga akhir Ramadhan.
“Semoga Ramadhan tahun ini membawa kedamaian, memperkuat persaudaraan, dan menjadikan kita pribadi yang lebih sabar serta penuh rasa syukur. Mari kita saling memaafkan dan menyambut bulan suci ini dengan hati yang bersih. Semoga kita dapat menjalankan ibadah puasa dengan penuh hikmat, kekhusyukan, dan istiqamah hingga di penghujung bulan suci Ramadhan,” tutur David Emman.

Lebih lanjut, keluarga besar ini juga mengajak masyarakat untuk menjadikan Ramadhan sebagai momentum memperkuat solidaritas sosial, meningkatkan kepedulian terhadap sesama, serta menumbuhkan semangat berbagi kepada mereka yang membutuhkan. Di tengah berbagai dinamika kehidupan, nilai-nilai Ramadhan diharapkan mampu menjadi perekat persatuan dan penguat harmoni dalam kehidupan bermasyarakat.

Ramadhan 1447 Hijriah diharapkan menjadi bulan yang membawa cahaya perubahan, menghadirkan kedamaian dalam keluarga, serta memperkokoh persaudaraan lintas wilayah dan latar belakang. Dengan semangat kebersamaan dan doa yang tulus, keluarga besar David Emman dan Vanessa Adelia berharap seluruh umat Muslim dapat menjalankan ibadah dengan lancar serta meraih derajat ketakwaan yang lebih tinggi.
Sebagai penutup, keluarga besar David Emman dan Vanessa Adelia menyampaikan:
Marhaban Ya Ramadhan 1447 Hijriah.

Mohon maaf lahir dan batin.
Semoga setiap amal ibadah kita diterima Allah SWT dan dilipatgandakan pahalanya.

Mediaistana.com

David

IMLEK 2026 DI KABUPATEN BERAU HENING TAPI SARAT MAKNA, KELUARGA JADI PUSAT PERAYAAN TAHUN KUDA API

0

Media Istana,

TANJUNG REDEB, Berau 17 Februari 2026,

Perayaan Tahun Baru Imlek 2577 Kongzili yang jatuh pada hari ini di Kabupaten Berau tidak diwarnai dengan acara publik besar seperti pertunjukan barongsai atau pawai meriah. Namun, suasana kedalaman makna tetap terasa kuat di tengah keluarga Tionghoa dan umat Buddha yang fokus pada kebersamaan, tradisi leluhur, serta harapan untuk tahun Kuda Api (丙午年) yang baru.

Persiapan Mendalam Jelang Hari Raya

Sejak beberapa hari sebelumnya, banyak keluarga Tionghoa di Berau telah mulai melakukan berbagai persiapan tradisional. Rumah-rumah dibersihkan secara menyeluruh sebagai simbol membuang energi negatif dan kesialan tahun lalu, serta menyambut keberuntungan dan kemakmuran baru. Beberapa rumah juga dihiasi dengan lampion merah dan ornamen bernuansa emas yang melambangkan kemakmuran.

Di dapur, berbagai hidangan khas Imlek disiapkan dengan penuh perhatian. Ikan utuh menjadi wajib ada sebagai simbol kelimpahan rezeki, mie panjang untuk harapan umur panjang, kue keranjang yang melambangkan peningkatan derajat hidup, serta aneka buah dan sayur yang dipercaya membawa keberuntungan.

Kegiatan di Vihara

Di Vihara Santi Graha yang terletak di Jalan Diponegoro Tanjung Redeb dan Vihara Samburakat di Gunung Tabur dan Klenteng Poo An Kiong, dimana umat Buddha menggelar ibadah dan doa bersama sejak pagi hari. Ritual sembahyang dilakukan sebagai bentuk rasa syukur atas nikmat tahun lalu serta memohon keselamatan, kesehatan, dan kelancaran rezeki bagi seluruh keluarga dan masyarakat Berau pada tahun baru.

“Perayaan Imlek bagi kita bukan hanya tentang kemeriahan luar, tetapi lebih pada kedalaman makna spiritual dan kekeluargaan. Meskipun tidak ada acara besar, kita tetap merayakannya dengan khusyuk dan penuh harapan,” ujar salah satu pengurus Vihara Santi Graha.

Kebersamaan Keluarga Jadi Momen Paling Dinanti

Pada malam pergantian dan hari H Imlek, makan malam bersama keluarga menjadi momen yang paling dinanti. Anggota keluarga dari berbagai generasi berkumpul, berbagi cerita tentang perjalanan tahun lalu, dan menyusun harapan untuk tahun Kuda Api yang dipercaya akan membawa energi semangat tinggi, keberanian, dan peluang transformasi.

Tradisi pemberian angpao juga tak terlewatkan. Amplop merah berisi uang diberikan oleh orang yang sudah menikah kepada anak-anak atau anggota keluarga yang belum menikah, bukan hanya sebagai hadiah materi tetapi juga sebagai simbol doa dan dorongan positif agar penerimanya mendapatkan keberuntungan dan kesuksesan.

Cuaca Jadi Faktor Pendukung Perayaan Intim

Cuaca yang diperkirakan hujan ringan di sebagian wilayah Kalimantan Timur, termasuk sekitar Berau, menjadi faktor yang membuat perayaan lebih fokus pada aktivitas dalam ruangan bersama keluarga dan komunitas kecil. Meskipun sederhana, momen ini menjadi bukti bahwa esensi Imlek terletak pada nilai kekeluargaan, rasa syukur, dan harapan akan masa depan yang lebih baik.

Ucapan dari Pemerintah Daerah

Meskipun tidak ada pernyataan resmi khusus terkait Imlek tahun ini, berdasarkan catatan sebelumnya, Bupati Berau Sri Juni Arsih Mas pernah menyatakan bahwa keberadaan tempat ibadah seperti vihara berperan penting dalam merajut hubungan lintas agama dan menjaga persatuan serta kesatuan masyarakat Berau. Hal ini sejalan dengan semangat Imlek yang juga menekankan harmoni dan kebersamaan.

Sementara itu, di berbagai kota besar di Indonesia seperti Balikpapan, Tangerang, dan Batam, perayaan Imlek berlangsung lebih meriah dengan pertunjukan barongsai, pawai budaya, dan acara terbuka yang diikuti oleh ribuan warga. Namun, di Berau, kesederhanaan perayaan justru menjadi ciri khas yang memperkuat makna mendalam dari hari raya yang sangat dinanti ini.

 

AROEL MANDANG

MBG Aceh Tenggara Seraf 3.000 Tenaga Kerja, Khairul Abdi Bukan Sekadar Gizi, Tapi Penggerak Ekonomi Rakyat.

0

MBG di Aceh Tenggara Seraf 3.000 Tenaga Kerja, Khairul Abdi Bukan Sekadar Gizi, Tapi Penggerak Ekonomi Rakyat.

Ketua DPD Partai Gerindra Aceh Tenggara,Khairul Abdi,dan Nabawi Menegaskan bahwa MBG telah membuka ribuan peluang kerja,baru dan menghidupkan roda usaha kecil di daerah tersebut.

Aceh tenggara Media istana com.saat Pernyataan itu disampaikannya saat bersilaturahmi bersama insan pers dan sejumlah LSM di Om Caffe, Kutacane, Selasa (17/02/2026).

Dalam suasana diskusi yang hangat dan terbuka, ia memaparkan capaian sekaligus tantangan pelaksanaan program di lapangan.

Serap 3.000 Tenaga Kerja Lokal. Menurut Khairul Abdi, hingga saat ini program MBG di Aceh Tenggara telah menyerap sekitar 3.000 kerja angka lokal.Angka ini dinilai signifikan bagi daerah dengan struktur ekonomi yang masih bertumpu pada sektor informal dan pertanian.

Kurang lebih tiga ribu tenaga kerja kini terlibat dalam program MBG di Agara. Ini bukan angka kecil.Artinya, ribuan kepala keluarga ikut merasakan dampak ekonomi langsung dari program ini,ujarnya.

Tenaga kerja tersebut tersebar di berbagai lini, mulai dari petani dan pemasok,bahan pangan, juru masak, tim pengemasan, distribusi, hingga pengelola dapur dan administrasi. Rantai ekonomi yang tercipta pun dinilai cukup luas.

Tak hanya anak-anak sekolah yang menerima manfaat asupan gizi, pelaku UMKM,pedagang pasar, hingga pekerja harian juga ikut merasakan peningkatan aktivitas ekonomi.

Dampak Berantai ke UMKM dan Petani. Khairul menilai, efek berganda (multiplier effect) dari MBG mulai terlihat.

Permintaan bahan pangan seperti beras, sayur-mayur, telur, dan lauk-pauk meningkat. Hal ini berdampak pada perputaran uang di tingkat desa hingga kecamatan.

Program ini bukan hanya memberi makan anak-anak kita, tetapi juga menggerakkan dapur-dapur ekonomi masyarakat. Petani kita terserap, pedagang kita hidup, tenaga kerja kita bekerja,” katanya.

Ia menambahkan, jika dikelola dengan baik dan diawasi secara ketat,MBG bisa menjadi salah satu instrumen strategis penguatan ekonomi daerah berbasis kerakyatan.

Transparansi Anggaran Dibuka ke Publik. Dalam forum tersebut, Khairul Abdi juga secara terbuka memaparkan komposisi penggunaan anggaran per porsi makanan.

Sekitar Rp10.000 dialokasikan untuk bahan baku makanan, sementara Rp5.000 digunakan untuk gaji karyawan dan operasional tenaga kerja.

Ia menegaskan, transparansi anggaran menjadi kunci utama menjaga kepercayaan publik.
Kita ingin semuanya jelas dan terbuka.

Jangan sampai muncul asumsi negatif di tengah masyarakat. Program ini harus akuntabel dan bisa dipertanggungjawabkan,” tegasnya.

Menurutnya, keterbukaan informasi justru menjadi bentuk komitmen agar MBG tidak hanya sukses secara program, tetapi juga bersih dalam tata kelola.

Ajak Media dan LSM Awasi Bersama. Khairul juga mengajak media dan LSM untuk terlibat aktif dalam pengawasan.

Ia tidak menutup mata terhadap kemungkinan adanya kekurangan di lapangan, terutama terkait standar kebersihan dapur dan kelayakan operasional.

Kalau ada dapur yang kurang layak, mari kita evaluasi bersama. Jangan dibiarkan. Kita benahi. Program ini harus kita jaga agar tidak terhenti karena kelalaian,” ujarnya.

Ia menegaskan, pengawasan publik bukan untuk menjatuhkan, melainkan untuk memperkuat program agar benar-benar memberi manfaat maksimal bagi masyarakat.
Momentum Perkuat Sinergi.

Pertemuan di Om Caffe tersebut menjadi momentum mempererat sinergi antara penyelenggara program, insan pers, dan elemen masyarakat sipil. Diskusi yang berlangsung terbuka itu mencerminkan semangat kolaborasi dalam memastikan MBG berjalan optimal dan berkelanjutan.

Di tengah tantangan ekonomi yang masih dirasakan sebagian masyarakat, MBG di Aceh Tenggara kini bukan hanya tentang sepiring makanan bergizi. Lebih dari itu, ia telah menjadi simbol harapan—bahwa sebuah program sosial, jika dikelola dengan baik dan diawasi bersama, mampu menggerakkan ekonomi rakyat dari dapur hingga ke desa. terpencil.

(AS/$E)

PKBM DWI TUNGGAL DIDUGA WB nya banyak Diluar Subang

0

Subang Media Istana.com. Pusat Kegiatan Masyarakat (PKBM) merupakan wadah untuk pembelajaran dan keterampilan masyarakat, dengan tujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan ketrampilan, khusus nya bagi masyarakat yang putus sekolah dengan program utama menyelenggarakan program paket A (setara SD), paket B (setara SMP) dan paket C (setara SMA).

 

Kabupaten subang saat ini mempunyai 42 PKBM aktif sekaligus sebagai penyelenggara program paket kesetaraan dan masing-masing PKBM untuk tahun ajaran 2026 telah mendapat kucuran Dana BOP dengan nilai yang bervariatif sesuai dengan jumlah warga belajar.

 

PKBM DWi TUNGGAL adalah salahsatu PKBM yang mendapatkan BOP terbesar diantara PKBM lainnya menurut Informasi untuk BOP th ini PKBM DWI TUNGGAL mendapat BOP Rp. 600.000,000 Bahkan lebih, hasil Investigasi yang kami dapatkan nilai nya sama dengan tahun sbelumnya bahkan th 2025 mendapatkan bantuan program untuk keterampilan yang dikhususkan bagi Warga Belajar (WB)

 

 

Alfi salah satu pegiat media sosial ketika dimintai pendapatnya tentang pendidikan Non Formal di Kab.subang menurut nya PKBM di kab.subang sebagain besar harus di Audit saya meyakini mereka hanya mendata warga belajar nya saja mengumpulkan ijasah guna melengkapi syarat program padahal KBM nya tidak berjalan, mereka hanya bikin jadwal KBM saja untuk mengelabui padahal tdk ada pelaksanaan KBM, terkait Dana BOP menurutnya kalau tidak jalan KBM berarti Dana BOP nya hanya jadi bancakan pengelola, masalah, tidak saja di BOP tapi ada juga dana PIP tentu tdk semua warga belajar mendapatkan PIP, tapi bagi warga belajar penerima PIP di PKBM belum tentu juga Dana PIP nya sampai ke warga belajar, menurut saya sudah saat nya PKBM di Kab. subang dilakukan Audit secara menyeluruh saya sendiri sudah mengantongi beberapa PKBM yang akan saya laporkan ke APH dengan berbagai dugaan sebagian besar penyalahgunaan Dana Hibah BOP dan Dana PIP yang tidak sampai ke warga belajar.

 

menurut nya kalau warga belajar dari luar kabupaten kabupaten sah-sah saja tapi apa mungkin WB mau datang ke salah satu penyelenggara paket diluar domisili nya, saya sudah tau alasan klise dari penyelenggara “kami juga menyediakan tutor disana jadi PBM tetap berjalan” dan seperti biasa yang dilakukan penyelenggara mereka punya agen entah saudara, kenalan untuk mencari anak putus sekolah yang usianya dibawah 21 th supaya dapat BOP dengan janji tidak dipungut biaya/ Gratis mereka tau nya dapat Ijasah, hal seperti ini sebetul nta bukan hal yang Rahasia lagi bahkan Bid PNF dalam hal ini kasi kesetaraan juga sudah mengetahui pun begtu dengan PBM yang jarang bahkan tdk pernah dilakukan oleh para penyelenggara tapi tindakan tegas terhadap penyelenggara yang nakal dianggap hal yang biasa.

 

sebetulnya banyak yang ingin kami kinfirmasikan kepada ketua PKBM DWI TUNGGAL namun sayang sampai berita ini diturunkan Ket.PKBM DWI TUNGGAL, Eha Selasa (12-02/26) ketika dimintai tanggapan melalui telepon seluler nya malah menjawab hub.aja si Ayah yang tenyata merupakan suami dari Ketua PKBM yang mengaku salah satu wartawan disalahsatu Media yang sempat menjawab “ada apa Kang saya juga wartwan”

 

(Team)