Beranda blog Halaman 669

Perkokoh Kemanunggalan, Babinsa Koramil Kokonao Bersama Warga Binaan Gotong Royong Cor Jalan Gereja

0

Perkokoh Kemanunggalan, Babinsa Koramil Kokonao Bersama Warga Binaan Gotong Royong Cor Jalan Gereja

Jakarta -MEDIA ISTANA Timika – Wujud kerja nyata Babinsa Koramil 1710-01/Kokonao Serka Hendrik F Renyaan bersama warga masyarakat binaan tampak saat kegiatan gotong royong bersama masyarakat melaksanakan pengecoran jalan menuju sarana ibadah Gereja Katolik Kokonao di Kp. Kokonao, Distrik Mimika Barat, Kah. Mimika, Kamis (05/02/2026).

Serka Hendrik mengatakan, bahwa dirinya bersama Bhabinkamtibmas dan Jamaat Gereja Katolik bergotong-royong melaksanakan kerja bakti melaksanakan pengecoran jalan menuju gereja tersebut merupakan wujud kebersamaan serta sarana memperkokoh kemanunggalan TNI bersama masyarakat yang telah terjalin dengan baik selama ini. “Selain sebagai cermin kebersamaan, kerja bakti ini merupakan wujud kepedulian terhadap sarana tempat ibadah,” ungkapnya.

Sementara itu, Bapak Davit (Pastor Gereja) pada kesempatan tersebut sangat berterima kasih kepada Babinsa yang telah meluangkan waktunya untuk membantu dalam pembangunan jalan menuju gereja Katolik. “Dengan kehadiran Babinsa dalam kerja bakti ini bisa menambah motivasi dan semangat gotong royong masyarakat. Dan nanti apabila pembangunan jalan menuju gereja sudah selesai, masyarakat bisa mempergunakan sebagai sarana penunjang dalam melaksanakan peribadatan dengan sebaik-baiknya,” tuturnya. (Pendim 1710/Mimika)

HAMDAN

Polda Lampung Ungkap Kasus: Pemerasan Melalui Konten ITE

0

LAMPUNG l Mediaistana.com– Polda Lampung melalui Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) berhasil mengungkap kasus tindak pidana menonjol yang merugikan masyarakat secara materil maupun psikologis.

Hal ini disampaikan dalam Press Release yang dipimpin oleh Kabid Humas Polda Lampung, Kombes Pol Yuni Iswandari Yuyun didampingi Wadir Krimsus Polda Lampung, AKBP Yusriandi Yusrin bertempat di Mapolda Lampung, Rabu (04/02/2026).

Ungkap kasuh tindak pidana ITE berupa pengancaman penyebaran video pribadi.

Berdasarkan laporan korban, tersangka berinisial MHH melakukan intimidasi dengan mengirimkan video hasil editan korban melalui beberapa akun WhatsApp.

“Tersangka menggunakan video tersebut untuk memeras korban. Akibat rasa takut, korban telah mengirimkan uang hingga mencapai Rp70.500.000,” ujar Kombes Pol Yuni Iswandari.

Tim Subdit V Siber Polda Lampung bergerak cepat dan berhasil meringkus tersangka MHH pada 23 Januari 2026 di Kota Makassar, Sulawesi Selatan.

Petugas mengamankan sejumlah barang bukti berupa ponsel, kartu SIM, serta rekening bank yang digunakan untuk menampung uang hasil kejahatan.

Atas perbuatannya, tersangka dijerat dengan Pasal 27B ayat (2) huruf a jo Pasal 45 ayat (10) UU ITE.

“Kami mengimbau kepada seluruh masyarakat agar bijak dalam menggunakan media sosial. Jangan mudah memberikan data atau konten pribadi kepada siapapun. Jika menjadi korban pemerasan digital, segera lapor ke kantor polisi terdekat atau melalui kanal pengaduan siber kami,” tutup Kabid Humas.**

Reporter Lampung

Menara Akal di Atas Pasir Waktu

0

Oleh: Muhamad Daniel Rigan

Ilmu sering dipuja sebagai puncak kecerdasan manusia. Ia dijadikan kompas untuk memahami rahasia bumi, semesta, dan diri sendiri. Manusia menuntut ilmu dari berbagai bidang, melatih akalnya agar mampu menyingkap apa yang tersembunyi di balik kenyataan. Namun justru di sanalah paradoks itu lahir: ilmu adalah sekaligus bukti kepintaran dan kebodohan akal.

Akal bekerja dengan mengumpulkan, mengolah, dan menyimpulkan. Ia belajar dari guru, buku, pengalaman, dan sejarah. Tetapi tak satu pun guru yang benar-benar tuntas. Setiap detik, jarum jam melahirkan informasi baru, teori baru, sudut pandang baru. Apa yang hari ini dianggap mutlak, besok direvisi. Apa yang kemarin dipuja, hari ini ditinggalkan. Pikiran-pikiran besar saling meniadakan, saling memakan, hingga akhirnya tersapu oleh waktu dan ditelan oleh zaman.

Di situlah kebodohan akal tampak jelas. Ia berlari tanpa garis akhir. Semakin cepat akal bekerja, semakin banyak teknologi diciptakan, semakin hebat penemuan lahir—namun semua itu tetap sementara. Tak ada pengetahuan yang benar-benar abadi. Akal membangun menara di atas pasir waktu, lalu heran ketika ombak sejarah meruntuhkannya.

Lalu, jika demikian, apa arti kepintaran?

Kepintaran sejati bukan milik akal. Kepintaran sejati bernama kesadaran.

Akal bergerak seperti roda yang berputar: terus bekerja, terus mencari, tanpa pernah menemukan ujungnya. Ia lelah oleh pikirannya sendiri, menua oleh ambisinya sendiri. Sementara kesadaran tidak berlomba, tidak membangun, tidak membantah. Ia hanya menyaksikan. Dari jarak yang sunyi, kesadaran melihat kebodohan akal—bukan untuk menghakimi, melainkan untuk memahami.

Dan ketika akal kelelahan, ketika ia tak lagi mampu memaksa dunia tunduk pada logikanya, kesadaran mengambil alih. Bukan dengan kekuasaan, tetapi dengan keheningan. Bukan dengan jawaban, tetapi dengan penerimaan.

Tulisan ini lahir dari kebodohan akal saya sendiri. Namun setidaknya, saat kata-kata ini ditulis, kesadaran duduk bersama saya—tidak meninggalkan akal, tidak memusuhinya, hanya menempatkannya pada tempat yang semestinya.

Karena mungkin, kebijaksanaan bukan tentang seberapa banyak yang kita tahu, melainkan seberapa sadar kita bahwa tidak semua harus diketahui.

OPERASI KESELAMATAN MAHAKAM 2026, POLRES BERAU FOKUS EDUKATIF UNTUK TERTIB BERLALU LINTAS

0

Media Istana 5 Februari 2026

Polres Berau resmi meluncurkan Operasi Keselamatan Mahakam pada Senin 2 Februar 2026 dengan pendekatan yang berbeda. Lebih menekankan edukasi ketimbang hanya penertiban, guna menciptakan lingkungan lalu lintas yang aman dan tertib di wilayah Berau.

Acara peluncuran yang diisi dengan apel gelar pasukan di Ruang Rupa Tama Polres Berau turut dihadiri oleh Kasdim 0902/ Berau, para Kabag Polres Berau, Kapolsek Tanjung Redeb, unsur Denpom, Brimob Batalyon C Pelopor, Kodim Berau 0902 Berau, Dishub, Jasa Raharja, serta instansi pendukung lainnya. Peserta apel terdiri dari ratusan personel Polri, TNI,  Pol PP, Dishub dan satuan fungsi terkait di lingkungan Polres Berau. Kabag Ops Polres Berau.

Dalam penekanan pimpinan apel, seluruh personel diingatkan untuk senantiasa meningkatkan ketaqwaan, melaksanakan tugas dengan penuh tanggung jawab, serta mengutamakan kegiatan preemtif dan preventif melalui edukasi kepada masyarakat.

” Kita juga menghimbau seluruh personel agar menghindari tindakan yang bersifat kontra produktif sehingga pelaksanaan operasi dapat berjalan aman, humanis dan tepat sasaran. ” Tandasnya.

Kasat Lantas Polres Berau, AKP Rhondy Hermawan S.T.K, SIK, menambahkan bahwa beberapa poin penting menjadi fokus edukasi, seperti penggunaan ponsel saat berkendara, tidak memakai helm standar SNI, pengemudi di bawah umur, dan berkendara dalam kondisi mabuk. Selama operasi ini, tim juga akan menggelar sosialisasi langsung di tempat – ramai seperti pasar, sekolah dan pertigaan strategis.

” Salah satu inovasi yang kami lakukan adalah memperbaiki” Kartu Edukasi ” kepada pengendara ringan. Kartu ini berisi penjelasan tentang aturan yang dilanggar dan dampaknya, sehingga mereka bisa memahami dan tidak mengulanginya lagi. ” Ujar AKP Rhondih Hermawan

Selain edukasi, personel juga akan melakukan pemeriksaan kelengkapan administrasi kendaraan dan kelaikan teknis, serta memastikan kondisi jalan raya aman untuk dilalui menjelang pelaksanaan Operasi Ketupat 2026.

Saat Media Istana akan menemui Kasat Lantas AKP Rhondi Hermawan di ruangannya untuk konfirmasi mengenai kegiatan Operasi Keselamatan Mahakam 2026, Kasat mau ke Polres karena ada kegiatan di polres.

Aroel Mandang

 

 

 

Kapolresta Banyuwangi Silaturahmi dengan PC NU; Perkuat Sinergi jaga Kondusifitas

0

Mediaistana.com

Banyuwangi – Kapolresta Banyuwangi kombes Pol Dr. Rofiq Ripto Himawan,S I K., S.H., M.H. melaksanakan silaturahmi dengan Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PC NU) Banyuwangi, Rabu (4/2/2026).

 

Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya mempererat hubungan kemitraan antara Polri dan tokoh agama dalam menjaga situasi kamtibmas yang aman dan kondusif di wilayah Banyuwangi. Silaturahmi berlangsung dalam suasana hangat dan penuh keakraban.

 

Kapolresta Banyuwangi disambut langsung oleh Rais Syuriyah KH. Fachrudin Manan dan pengurus PC NU Banyuwangi. Pertemuan tersebut menjadi ruang dialog terbuka untuk saling bertukar pandangan terkait peran strategis ulama dan Polri dalam membangun ketenteraman masyarakat.

 

Kapolresta Banyuwangi Kombes Pol. Dr. Rofiq Ripto Himawan,S.I.K., S.H., M.H. menyampaikan bahwa NU memiliki peran penting dalam menjaga persatuan, moderasi beragama, serta menciptakan kesejukan di tengah masyarakat.

 

Sinergi antara Polri dan organisasi keagamaan dinilai sangat strategis dalam menghadapi berbagai tantangan sosial, termasuk menjaga stabilitas keamanan menjelang agenda-agenda kemasyarakatan.

 

“Silaturahmi ini bukan hanya mempererat hubungan kelembagaan, tetapi juga memperkuat kebersamaan dalam menjaga Banyuwangi tetap aman, damai, dan harmonis,” ujar Kapolresta Banyuwangi.

 

Sementara itu, pengurus PC NU Banyuwangi menyambut baik kunjungan tersebut dan menyatakan kesiapan NU untuk terus bersinergi dengan Polresta Banyuwangi.

 

NU berkomitmen mendukung upaya Polri dalam menjaga kamtibmas melalui pendekatan dakwah yang sejuk, dialogis, dan berorientasi pada kemaslahatan umat.

 

Melalui silaturahmi ini, diharapkan terbangun komunikasi yang semakin solid antara Polri dan tokoh agama, sehingga tercipta rasa ama serta terjaganya persatuan di Kabupaten Banyuwangi.(kevin)

Dana Bos Rp. 165 Juta, Raib Digondol Pencuri Di Lohbener

0

Dana BOS Rp165 Juta, Raib Digondol Pencuri di Lohbener

Indramayu-mediaistana. com
Nasib malang menimpa rombongan Kepala Sekolah SDN 2 Krimun, Kecamatan Losarang, Kabupaten Indramayu. Uang tunai Rp165 juta lenyap dalam waktu kurang dari 15 menit, saat korban memperbaiki ban mobil yang kempes mendadak di Desa Larangan, Kecamatan Lohbener, Rabu (4/2/2026) sekitar pukul 15.45 WIB.

Kronologi sangat singkat,
rombongan baru saja mencairkan Dana BOS di Bank BRI Cabang Indramayu. Dalam perjalanan pulang, ban belakang mobil kempes, di sekitar masjid Desa Larangan. Ketiganya turun memperbaiki Ban. Saat kembali, tas di kursi depan sudah raib bersama seluruh uang di dalamnya.

Rincian uang hilang,
Dana BOS SDN Krimun 2, Rp68 juta
Dana BOS SDN Tamansari, Rp50 juta
Dan dana pribadi korban, Rp47 juta
Total: Rp165 juta

Aksinya cepat, rapi, dan terencana, diduga kuat pelaku sudah mengincar korban. Peristiwa ini jadi peringatan keras agar ekstra waspada saat membawa uang dalam jumlah besar.

Harapannya, korban agar Aparat kepolisian segera mengusut tuntas kasus ini dan menangkap pelaku. Dana pendidikan adalah hak anak-anak, jangan sampai jadi sasaran kejahatan.

IYONS74

Kakanwil Banten Harison Bersama Direktorat Jenderal Penataan Agraria Kunjungi Agro Eduwisata Al Markaz Serang

0

mediaistana.com

Serang Banten – Rabu, (4/2/2026) Pondok Pesantren Al Markaz di Sambilawang, Kecamatan Waringinkurung, Kabupaten Serang, Banten, mengembangkan agro eduwisata sebagai ekosistem pertanian modern berbasis edukasi dan pemberdayaan. Kawasan yang diresmikan pada 2023 ini menjadi contoh pemanfaatan lahan produktif skala kecil yang tidak hanya mendukung ketahanan pangan, tetapi juga menjadi destinasi wisata ilmu pengetahuan.

Kepala Kantor Wilayah Badan Pertanahan Nasional (BPN) Provinsi Banten, Harison Mocodompis, menerima kunjungan Direktur Jenderal Penataan Agraria, Embun Sari, bersama Staf Khusus Bidang Reforma Agraria Rezka Oktoberia dan Direktur Pemberdayaan Tanah Masyarakat Freddy A. Kolintama. Kunjungan tersebut dilakukan untuk meninjau langsung kawasan agro eduwisata sekaligus menggali potensi pertanian rakyat sebagai garda terdepan dalam mendukung swasembada pangan.

Embun Sari menyampaikan apresiasi atas sambutan hangat pengelola pondok pesantren serta inovasi yang dikembangkan. Ia menegaskan bahwa reforma agraria tidak berhenti pada pemberian sertifikat tanah semata. “Reforma agraria itu bukan hanya soal kepastian hak atas tanah, tapi apa yang dilakukan setelah tanah itu dimiliki. Kalau tanah dibiarkan tidak produktif, tujuan redistribusi bisa gagal,” ujarnya.

Embun menjelaskan, sejak 2006 reforma agraria dirancang melalui pendekatan asset reform dan access reform, yakni pemberian tanah yang diikuti dengan pemberdayaan. Menurutnya, model agro eduwisata Al Markaz menunjukkan bagaimana tanah dapat dikelola hingga memiliki nilai tambah ekonomi. figur penggerak dalam pemberdayaan masyarakat. Menurutnya, keberhasilan kawasan ini tidak lepas dari peran kiai dan pengelola pesantren. “Program tidak akan berjalan optimal tanpa sosok yang menggerakkan. Orang-orang seperti Pak Kiai ini harus kita perbanyak,” tambah Embun.

Sementara itu, Staf Khusus Bidang Reforma Agraria Rezka Oktoberia menilai agro eduwisata Al Markaz sebagai praktik pemberdayaan lahan yang inspiratif. “Ini bukan sekadar kunjungan ke pondok pesantren, tetapi melihat langsung agro eduwisata yang luar biasa. Dari lahan sekitar 1,5 hektare, mampu menghasilkan produk pertanian yang bermanfaat bagi kesehatan dan meningkatkan perekonomian,” ungkapnya.

Kawasan pesantren ini memiliki 14 green house dimana tiga di antaranya menerapkan sistem Internet of Things (IoT). Masing-masing green house ini diisi oleh tanaman buah-buahan seperti anggur, melon, sampai sayur-sayuran. Selain itu, di kawasan ini juga terdapat arena outbound serta flying fox. Sehingga pengunjung tidak hanya menimba ilmu pertanian, juga bisa membangun karakter. Pertanian menjadi bagian penting dari pendidikan karakter santri.

Dalam aktivitasnya ini, 95% di antaranya melibatkan para santri, selain karena ada mata pelajarannya, juga ada penyaluran minat untuk para santri jika memiliki kecenderungan di dunia pertanian. Sebab, ia menilai saat ini santri sudah harus dibekali dengan pelbagai keterampilan untuk bersaing di dunia luar pascaselesai menimba ilmu di pesantren. Pimpinan Ponpes Al-Markaz, Ustadz Amirul Faruk menyampaikan bertani bukan semata soal profesi, tetapi filosofi hidup. “Mau jadi presiden, menteri, pejabat, atau apa pun, harus bisa bertani. Dari pertanian kita belajar tanggung jawab, kesabaran, dan ketahanan,” tuturnya.

Melalui kunjungan ini, diharapkan model agro eduwisata yang dikembangkan Pondok Pesantren Al Markaz dapat menjadi inspirasi bagi pengelolaan lahan produktif di wilayah lain, sekaligus memperkuat peran reforma agraria dalam mendukung ketahanan pangan nasional.

Turut dihadiri Kepala Kantor Pertanahan Kabupaten Serang, Elfidian Iskariza Kepala Kantor Pertanahan Kota Serang, Taufik Rokhman; Kepala Seksi Penataan dan Pemberdayaan, Kepala Seksi Survei dan Pengukuran, beserta jajaran.

( To/Fq ).

Menteri LH Bersama Benyamin-Pilar Bersihkan Sampah di Jalan Raya Serpong Tangsel 

0

mediaistana.com

Serpong Tangsel – Menteri Lingkungan Hidup sekaligus Kepala Badan Pengendalian Lingkungan Hidup, Hanif Faisol Nurofiq, bersama Wali Kota Tangerang Selatan Benyamin Davnie dan Wakil Wali Kota Pilar Saga Ichsan turun langsung melakukan penyisiran dan pembersihan sampah di sepanjang Jalan Raya Serpong, Rabu (4/2/2026). Kegiatan ini sebagai bagian dari Gerakan Nasional Indonesia Asri yang diinstruksikan Presiden RI Prabowo Subianto. Dalam kegiatan tersebut, Hanif bersama jajaran Pemerintah Kota Tangerang Selatan menyusuri ruas jalanan tersebut hingga kawasan Alam Sutera sejauh kurang lebih 1,5 kilometer sambil memungut sampah di sepanjang jalur.

Hanif mengatakan, kegiatan pembersihan sampah akan dilakukan secara rutin sebagai bagian dari penguatan pengelolaan sampah di daerah. Ia menyebut Tangerang Selatan menjadi salah satu wilayah yang mendapat perhatian khusus dalam penanganan sampah. “Kita seminggu sekali melakukan semacam survey untuk melakukan pembersihan sampah. Terkhusus Tangerang Selatan memang spesial ya, karena sudah kita pahami penanganan sampahnya yang demikian dinamis, memerlukan upaya kerja keras kita semua,” kata Hanif.

Ia menegaskan, pemerintah pusat mendorong pemerintah daerah untuk mengoptimalkan pengelolaan sampah sesuai ketentuan yang berlaku, sebagaimana diatur dalam Undang-Undang Nomor 18 Tahun 2008 tentang Pengelolaan Sampah.Hanif juga memastikan pemerintah akan mengambil langkah tegas apabila pengelolaan sampah tidak dilaksanakan sesuai regulasi. Namun, ia menekankan bahwa penanganan sampah tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah, melainkan membutuhkan dukungan masyarakat.”

Jadi dukungan semua pihak di dalam rangka pengelolaan sampah menjadi penting. Untuk itu kepada bapak Wali Kota selain mengimbau, mengedukasi juga wajib untuk melakukan penguatan-penguatan penegakan hukumnya. Melalui tipiring maupun sejenisnya itu wajib dilakukan,” jelasnya. Sementara itu, Wali Kota Tangerang Selatan Benyamin Davnie menyampaikan bahwa kegiatan tersebut merupakan upaya untuk meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya menjaga kebersihan lingkungan.”

Ini bukan sekedar kebersihan saja, tetapi membangun budaya bersih. Yang kami harapkan dari masyarakat adalah kesadaran individu dan kesadaran kolektif untuk tidak membuang sampah sembarangan, untuk menjaga kebersihan lingkungan,” ujarnya. Jika nantinya ditemukan warga atau masyarakat yang membuang sampah sembarangan, Benyamin memastikan akan ada sanksi khusus.

 

“Kami sekarang ini memberikan contoh bersama Bapak Menteri, nanti ke depan apabila masih terjadi pelanggaran terhadap peraturan daerah tentang penanganan kebersihan di Tangerang Selatan, akan kita lakukan penertiban, penegakan hukum, sekaligus juga pemberian sanksi tindak pidana kepada masyarakat,” tuturnya.

( To/Fq )

Hadiri Pemakaman, Kapolri: Pesan Eyang Meri Jadi Inspirasi dan Semangat Keluarga Besar Polri

0

mediaistana.com

Jakarta – Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo menghadiri prosesi pemakaman Meriyati Hoegeng atau Eyang Meri, istri dari mantan Kapolri Jenderal (Purn) Hoegeng Iman Santoso di Taman Pemakaman Bukan Umum (TPBU) Giritama, Tonjong, Bogor, Jawa Barat.

Sigit mengungkapkan, dalam beberapa kali pertemuan, Eyang Meri selalu menyampaikan pesan untuk seluruh keluarga besar Polri. Menurut Sigit, hal tersebut dijadikan semangat dan inspirasi keteladanan bagi seluruh personel Korps Bhayangkara.

“Beliau selalu berpesan di setiap acara kami, jadilah polisi yang baik, memiliki integritas, dan polisi yang bisa melindungi dan mengayomi,” kata Sigit usai mengikuti prosesi pemakaman.

Bahkan, kata Sigit, pada saat melayat ke rumah duka Eyang Meri, pihak keluarga memutar rekaman berisikan pesan dari Eyang Meri untuk keluarga besar Polri.

“Bahkan tadi malam kami dengarkan langsung suara beliau yang direkam oleh Mas Rama bagaimana beliau selalu sampaikan pesan jadilah contoh teladan dan mulailah dari dirimu sendiri. Saya kira hal-hal tersebut tentunya menjadi spirit bagi kami keluarga besar Polri,” ujar Sigit.

Pesan itu, kata Sigit merupakan suatu amanah ataupun wasiat dari Eyang Meri. Tentunya, kata Sigit, pesan tersebut harus terus dikumandangkan serta menjadi semangat bersama untuk seluruh keluarga besar Polri dimanapun berada untuk terus melanjutkan pesan serta nasihat Eyang Meri.

“Karena setiap beliau menyampaikan Eyang Meri saat terakhir dan pesannya tolong jaga titip institusi Polri, tolong jaga dan titip Polri,” ucap Sigit.

Sigit menegaskan, pesan dari Eyang Meri memiliki makna mendalam. Polri ke depannya harus bisa meneladani dan memberikan perlindungan serta pengayoman terhadap masyarakat dan tanggung jawab terhadap keamanan.

“Sebagaimana tugas pokok kami dan doktrin kami untuk menjaga tata tentrem kerta rahardja. Saya kira banyak hal kami kenang dari Eyang Hoegeng. Selamat jalan Eyang Meri kami terima kasih atas apa yang telah beliau berikan kepada kami. Warisan daripada pendahulu utamanya Almarhum Hoegeng Iman Santoso yang tentunya akan terus menjadi api yang menggelora di seluruh keluarga besar Polri untuk menjaga wasiat dan warisan tersebut,” tutup Sigit.

( Toni )

Mahfud MD Apresiasi Langkah Prabowo Rangkul Para Pengkritik: “Ini Sinyal Demokrasi Sehat”

0

Jakarta, Mediaistana.com –Rabu(4/2/2026) Mantan Menteri Koordinator Politik, Hukum, dan Keamanan, Mahfud MD menyambut positif langkah Presiden Prabowo Subianto yang membuka ruang dialog dengan sejumlah tokoh kritis pemerintah, Pertemuan tersebut berlangsung di kediaman Prabowo di Kertanegara, Jakarta dan dihadiri sejumlah figur publik seperti Susno Duadji, Said Didu, Abraham Samad, serta pengamat politik Siti Zuhro.

Mahfud yang kini menjadi anggota Komisi Percepatan Reformasi Polri menilai langkah Presiden sebagai sinyal kuat keterbukaan pemerintah terhadap kritik publik, terutama di tengah situasi nasional yang tengah menghadapi tekanan ekonomi dan dinamika pasar modal.

“Ini langkah yang patut diapresiasi,Presiden menunjukkan kesediaan mendengar suara yang berbeda, bahkan dari mereka yang selama ini dikenal kritis terhadap pemerintah,” ujar Mahfud.

Dalam pertemuan tersebut, turut mencuat wacana penataan ulang kelembagaan Polri, termasuk gagasan agar kepolisian ditempatkan di bawah sebuah kementerian, Menurut Mahfud, Presiden Prabowo merespons gagasan itu secara terbuka.

“Menurut Pak Abraham Samad, Presiden menyampaikan bahwa hal itu bukan sesuatu yang mustahil artinya, ruang diskusi reformasi Polri benar-benar dibuka,” kata Mahfud.

Meski demikian, Mahfud menegaskan bahwa hingga kini belum ada keputusan final terkait struktur kelembagaan Polri, Ia menyebut paket reformasi Polri masih dalam tahap pembahasan.

“Paketnya ada empat dan belum diketok Jadi ini masih dalam proses, Perbedaan pandangan itu wajar dalam demokrasi,” jelasnya.

Mahfud menekankan bahwa perbedaan pendapat, termasuk pandangan Kapolri sekalipun, merupakan bagian dari dinamika demokrasi dan belum bersifat keputusan konstitusional.

“Kalau Kapolri punya pandangan sendiri, itu hak beliau Tapi itu bukan keputusan final, Semua akan dibahas dalam kerangka konstitusi,” ujarnya.

Lebih jauh, Mahfud menilai langkah Presiden Prabowo mendengar langsung kritik publik sebagai angin segar di tengah persepsi masyarakat bahwa pemerintah kerap tertutup terhadap masukan.

“Di tengah anggapan bahwa pemerintah sulit menerima kritik, ini justru sesuatu yang menggembirakan,” katanya.

Ia menegaskan bahwa yang terpenting adalah rakyat dapat merasakan secara nyata bahwa Presiden benar-benar mau mendengar suara masyarakat secara utuh.

“Yang penting terasa oleh rakyat: Presiden mau mendengar suara masyarakat yang orisinal, tidak dikurangi, tidak ditambah,” tegas Mahfud.

Mahfud juga mengenang tradisi dialog terbuka yang ia bangun saat menjabat Menkopolhukam, di mana aktivis LSM, akademisi, dan kelompok masyarakat kerap diundang untuk berdiskusi langsung.

“Kalau ada rencana kebijakan, saya undang LSM, dosen-dosen, akademisi,Kritik itu kita bahas bersama,” tuturnya.

Menurut Mahfud, keterbukaan terhadap kritik justru memperkuat legitimasi pemerintah,”Pemerintah akan jauh lebih efektif kalau dukungan publik kuat Dan dukungan publik itu lahir dari kebijakan yang rasional, konstitusional, dan sesuai dengan aspirasi masyarakat,” pungkasnya.