Beranda blog Halaman 737

Karang Taruna Kecamatan Cijeruk Mengadakan Santunan Anak Yatm 50 anak yatim 

0

 

Karang Taruna Kecamatan Cijeruk Mengadakan Santunan Anak Yatm 50 anak yatim

Cijeruk Bogor -Mediaistana.com

di gelar di SDN Cipelang Rabu, 31 Desember 2025, Karang Taruna Kecamatan Cijeruk menggelar kegiatan sosial berupa santunan anak yatim yang berasal dari 9 desa se-Kecamatan Cijeruk, Kabupaten Bogor. Kegiatan ini menjadi wujud nyata kepedulian sosial serta komitmen Karang Taruna dalam menumbuhkan rasa kebersamaan dan solidaritas di tengah masyarakat.
Selain santunan, acara juga diisi dengan tausiah dan siraman rohani yang disampaikan oleh Ustaz Rahmat Hidayatulloh (UGO). Dalam tausiahnya, beliau mengajak seluruh hadirin untuk meningkatkan keimanan, memperkuat kepedulian sosial, serta menjadikan momentum akhir tahun sebagai sarana introspeksi diri dan memperbanyak amalkebaikan.

Kegiatan tersebut dihadiri oleh unsur Kecamatan Cijeruk, pengurus Karang Taruna Kabupaten Bogor yang diwakili oleh Bendahara Umum Sopian Sauri, serta seluruh pengurus Karang Taruna Kecamatan Cijeruk.kabupaten Bogor Jawa Barat

Ketua Karang Taruna Kecamatan Cijeruk, Nandang Koswara, dalam keterangannya menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan agenda rutin yang sarat nilai kemanusiaan.
“Kegiatan santunan anak yatim dan tausiah rohani ini merupakan bentuk kepedulian Karang Taruna terhadap sesama, khususnya anak-anak yatim dari sembilan desa di Kecamatan Cijeruk. Kami berharap kegiatan ini dapat memberikan kebahagiaan sekaligus mempererat

silaturahmi antara pemuda, masyarakat, dan pemerintah kecamatan,” ujarnya.
Ia juga menambahkan bahwa Karang Taruna Kecamatan Cijeruk berkomitmen untuk terus hadir dan berkontribusi positif bagi masyarakat melalui berbagai kegiatan sosial dan keagamaan.
Melalui kegiatan ini, Karang Taruna Kecamatan Cijeruk berharap dapat memberikan manfaat nyata bagi masyarakat serta menjadi motivasi bagi generasi muda untuk terus menebar kebaikan dan kepedulian sosial.

Mediaistana Reporter Maulana

Kapolres Sulastri Sukidjang dan Catatan Akhir Tahun Polres Buru

0

Oleh: Muz Latuconsina

Di penghujung tahun, ketika waktu menutup lembar demi lembar perjalanan, Polres Buru berdiri tegak menatap masa depan dengan penuh harap dan komitmen. Tahun ini adalah kisah tentang pengabdian, ketulusan, dan kerja tanpa henti demi keamanan serta ketertiban masyarakat Kabupaten Buru.

Di bawah kepemimpinan Kapolres Buru AKBP Sulastri Sukidjang, S.H., S.I.K., M.M., Polres Buru terus meneguhkan jati diri sebagai pelindung, pengayom, dan pelayan masyarakat. Setiap langkah, setiap kebijakan, dan setiap tindakan dilandasi semangat melayani dengan hati, menghadirkan rasa aman yang bukan hanya dirasakan, tetapi juga dipercaya.

Berbagai tantangan telah dilalui dengan kebersamaan dan dedikasi seluruh personel. Sinergi dengan masyarakat menjadi kekuatan utama, membuktikan bahwa keamanan bukan sekadar tugas institusi, melainkan tanggung jawab bersama.

Dalam catatan akhir tahun ini, Kapolres Buru menyampaikan pesan penuh makna: “Rete mene bara sehe” — sebuah ungkapan, harapan, dan semangat kebersamaan agar nilai-nilai persaudaraan, ketulusan, dan kebaikan senantiasa hidup dalam setiap pengabdian.

Menatap tahun yang baru, Polres Buru berkomitmen untuk terus berbenah, meningkatkan profesionalisme, dan memperkuat kepercayaan publik. Dengan semangat yang tak pernah padam, Polres Buru tetap jaya, hadir sebagai garda terdepan yang setia menjaga keamanan dan kedamaian, melayani dengan hati untuk masyarakat Buru tercinta.(Syam.AS)

Kapolres Indramayu Imbau Masyarakat Merayakan Tahun Baru Dengan Sederhana, Ini Katanya

0

Kapolres Indramayu Ajak Masyarakat,Merayakan Tahun Baru Dengan Kesederhanaan, Ini Katanya?

Indramayu-mediaistana. com
Menjelang pergantian Tahun Baru 2026, Kapolres Indramayu AKBP Mochamad Fajar Gemilang mengimbau masyarakat untuk merayakan malam tahun baru secara sederhana, tertib, dan penuh makna, tanpa menyalakan kembang api maupun petasan yang berpotensi membahayakan keselamatan.

Imbauan tersebut disampaikan Kapolres saat menggelar Press Release Akhir Tahun 2025 di Aula Atmani Wedhana, Mako Polres Indramayu, Rabu (31/12/2025).

Menurut Kapolres, ajakan tersebut merupakan bentuk kepedulian dan empati kepada sesama, khususnya di tengah situasi duka akibat bencana alam yang melanda sejumlah wilayah di Indonesia.

Ia menilai momentum pergantian tahun sebaiknya dimaknai sebagai waktu refleksi dan doa, bukan sekadar perayaan dengan kemeriahan berlebihan.

“Pergantian tahun adalah momentum untuk refleksi dan harapan. Kami mengajak masyarakat tidak menyalakan kembang api maupun petasan, dan menggantinya dengan kegiatan yang lebih bermanfaat seperti doa bersama, kegiatan keagamaan, atau aksi solidaritas sosial,” ujar AKBP Mochamad Fajar Gemilang.

Ia menambahkan, perayaan tahun baru yang sederhana dan tertib justru akan menciptakan suasana yang lebih aman, nyaman, serta bermakna bagi seluruh lapisan masyarakat.

Selain itu, Kapolres juga menyampaikan apresiasi dan ucapan terima kasih kepada seluruh masyarakat Kabupaten Indramayu atas peran aktifnya dalam menjaga situasi kamtibmas tetap kondusif sepanjang tahun 2025.

“Kami mengucapkan terima kasih kepada masyarakat Indramayu yang telah bersama-sama menjaga keamanan dan ketertiban selama tahun 2025. Harapan kami, kondusivitas ini dapat terus dipertahankan dan ditingkatkan pada tahun 2026,” pungkasnya.

Iyons74

KEGIATAN NATAL UMUM NASIONAL TH 2025 DI TEMPATKAN DI KABUPATEN MAMASA

0

Media istana com, Mamasa. Gubernur Sulawesi Barat Dr. H. Suhardi duka, MM dengan sekertaris daera bersama rombongan menghadiri Natal tahun 2025 di kabupaten Mamasa senin 29/12/2025

Dengan kehadiran gubernur suhardi duka di perayaan natal tahun 2025 kabupaten Mamasa suhardi duka dengan sambutannya , tema Natal Tuhan hadir di tenga kita menyelamatkan keluarga, keluarga adalah sendi kehidupan masyarakat apabila keluarga baik maka masyarakat juga akan baik,,, Ungkapnya

Indonesia memang berbeda tetapi kita tidak perna membedakan olehnya itu kekuatan bangsa ini ada pada toleransi yang tinggi dan tingkat persatuan yang kuat, kehadiran kami sebagai pemerinta provinsi di tenga sudara-sudara yang merayakan natal pada malam ini adalah bukti bahwa kita hadir bersama dengan sudara-sudara anda tidak sendiri kami ada bersama sudara-sudara.

Ketaatan setiap manusia di dalam agamanya sangat penting sekaligus akan mencerminkan ketaatan bangsanya terhadap aturan dan hukum yang ada di negrinya sesungguhnya bangsa ini lebih maju dengan bangsa lain contonya singapur kenapa karna negara Indonesia ini, begitu kaya tetapi kenapa Singapura jau lebi maju karna ketaatan kita Indonesia dengan kedisiplinan kita terhadap aturan dan penegakan hukum yang masih lema ,,,, katanya

Baik itu pemerinta , organisasi maupun masyarakat tentunya olehnya itu di tenga perayaan natal malam ini kita berharap bahwa setiap pemeluk agama hendaknya taat di dalam menjalangkan agamanya dan pada akhirnya dia taat pada setiap aturan dan penegakan hukum bagi negrinya dengan demikian bangsa ini akan kuat dan lebi maju di masa yang akan datang ,,,,,,Pasalnya

Pemerinta provinsi sulbar tidak memandang sebelah mata kabupaten mamasa ,,! tahun 2025 ini kurang lebih 73 miliar kami alokasikan anggaran untuk kabupaten mamasa dan semoga Tuhan memberikan kekuatan kepada kita di tenga efisiensi dan pemotongan anggaran tahun 2026 kita akan alokasikan kembali kurang lebih 43 miliar untuk mengatasi berbagai persoalan sosial termasuk imprastruktur yang sangat di butuhkan di kabupaten mamasa. ,,,,,, Ungkap suhardi duka

Kita tau kita memiliki tanggung jawab yang sama untuk memajukan daera provinsi sul bar termasuk tentunya kabupaten mamasa , saya tau langka begitu kuatnya bupati dan wakil bupati berjuang membangun daera ini kabupaten mamasa dengan kami berjuang di jakarta untuk mendapatkan anggaran untuk kita alokasikan di enam kabupaten di provinsi sulbar temasuk kabupaten mamasa dan juga kita tau APBD kita provinsi sulbar sangat terbatas termasuk APBD Kabupaten mamasa .

Tetapi sebagai ummad beragama kita tidak boleh putus asa, seraya dengan perayaan natal ini , kita akan lebi bersemangat mari kita tanamkan tetap optimis untuk meraih harapan cita-cita dan kesejahteraan masyarakat kabupaten mamasa pada khususnya dan masyarakat provinsi sulbar pada umumnya ,,,,, Ungkap suardi duka dengan penuh semangat.

Setelah itu bupati mamasa Welem Sambolangi SE, MM menyampaikan sambutannya di hadapan anggota DPR RI H. ASBAR dengan ketua umum pengurus pusat GMKI , ketua dan wakil ketua DPRD provinsi. Sulbar , ketua dan anggota DPRD kabupaten Mamasa , porkopimda mamasa pimpinan dan seluruh jajaran pengurus FKUB, ketua badan pekerja majelis sinode gereja toraja mamasa, kopimda sulbar wakil bupati mamasa Dra. H. Sudirman, sekertaris daera kabupaten mamasa , ketua AMAN Mamasa, ketua lembaga adat mamasa.

Terkait perayaan natal umum nasional di tempatkan di mamasa di hadiri peserta dari 28 cabang dan bupati mamasa welem sambolangi menyampaikan rasa Terima. Kasi terhadap pelayanan firman dan segala kontribusi dukungan partisipasi di dalam. Seluru rangkaian natal sejak satu Desember sampai pada malam tgl 29 Desember 2025 .

Dan berterima kasi pula kepada pengurus pusat GMKI yang telah memberikan kepercayaan kabupaten mamasa sebagai tempat perayaan natal umum nasional GMKI pada tahun 2025 dan welem pun menyampaikan bilamana adalagi agenda -agenda besar nasioanal lainya seperti Kongres GMKI kami tetap siap di tempatkan di kabupaten mamasa sebagai tuan rumah bilamana mamasa masi di berikan kepercayaan pada tahun-tahun yang akan datang ,,,,, kata welem

Dan welem sambolangi memberikan pula rasa Terima kasi kepada bakti sosial yang telah di canangkan GMKI ada pelayanan kesehatan gratis , penanaman pohon kemudian kemudian welem pun berterima kasi secara khusus kepada gubernur terkait dengan penyerahan 1000 paket natal berupa sembako untuk rakyat dan masyarakat mamasa. Seperti komunitas ibu-ibu penjual sayur, komunitas sopir ojek dan sisanya akan di salurkan bapa’ ibu pendeta kepada. Ummat dan jemaat yang membutuhkan,,,,,, Ujar welem.

Dan terakhir bupati welem berterima kasi kepada panitia baik panitia dalam lingkup pemda mamasa maupun panitia dalam lingkup GMKI yang berkolaborasi dalam mensukseskan perayaan natal tahun 2025 di kabupaten Mamasa.

 

(Nurdin).

KASUS KRIMINAL MENURUN, LAKA LANTAS MENINGKAT

0

Polres Berau – Kepolisian Resor Berau memaparkan hasil evaluasi kinerja serta perkembangan situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) selama periode Januari hingga Desember 2025. Secara umum, kondisi kamtibmas menunjukkan tren yang lebih baik dibandingkan tahun sebelumnya, meskipun sejumlah kasus masih memerlukan perhatian khusus.

Kapolres Berau AKBP Ridho Tri Putranto menjelaskan bahwa sepanjang 2025 terjadi penurunan jumlah tindak pidana konvensional. Dari data yang dihimpun, jumlah kasus konvensional tercatat sebanyak 283 perkara, menurun dibandingkan tahun 2024 yang mencapai 323 kasus.

Selain itu, kejahatan terhadap kekayaan negara juga mengalami penurunan cukup signifikan. Jika pada 2024 tercatat 25 kasus, maka pada 2025 jumlahnya menurun menjadi 11 kasus. “Ini menjadi indikator adanya perbaikan situasi kamtibmas secara umum di wilayah Kabupaten Berau,” ujar Kapolres.

Secara keseluruhan, jumlah gangguan kamtibmas pada 2025 tercatat sebanyak 435 kasus, lebih rendah dibandingkan tahun 2024 yang mencapai 485 kasus. Kapolres menilai penurunan tersebut merupakan hasil dari berbagai upaya pencegahan dan penegakan hukum yang terus dilakukan jajaran Polres Berau.

Namun demikian, Kapolres mengungkapkan bahwa kasus penyalahgunaan narkotika masih menjadi perhatian serius. Sepanjang 2025, tercatat 124 kasus narkoba, sedikit meningkat dibandingkan 123 kasus pada tahun sebelumnya. “Penyebaran narkotika hampir merata di seluruh kecamatan, sehingga peran keluarga dan masyarakat sangat penting dalam melakukan pencegahan dan deteksi dini,” tegasnya.

Dari hasil pengungkapan kasus narkoba tersebut, Polres Berau berhasil mengamankan barang bukti sabu dengan total berat mencapai 12.267 gram serta 18.640 butir obat-obatan terlarang. Kecamatan Derawan tercatat sebagai wilayah dengan barang bukti sabu terbanyak, yakni 828 gram, disusul Biduk-Biduk 304 gram, Labanan 321 gram, Segah 41 gram, dan Tanjung Redeb 11,25 gram. Sementara wilayah lainnya rata-rata berada pada kisaran 3 hingga 22 gram.

“Sehingga total barang bukti yang diamankan sebesar 13.877,55 gram sabu, 47,44 gram ganja dan 18.640 butir pil Double L,” ungkapnya.

Di sektor lalu lintas, Polres Berau mencatat adanya peningkatan jumlah kecelakaan. Pada 2025 tercatat 55 kasus kecelakaan, naik dari 33 kasus pada 2024. Jumlah korban meninggal dunia meningkat dari 11 orang menjadi 26 orang, sedangkan korban luka berat naik dari 21 menjadi 46 orang, dan luka ringan dari 9 menjadi 15 orang.

Kapolres menyebut peningkatan volume kendaraan serta pembangunan infrastruktur turut mempengaruhi tingginya risiko kecelakaan. “Korban kecelakaan didominasi oleh karyawan swasta dan pelajar, sehingga edukasi keselamatan berlalu lintas harus terus ditingkatkan,” katanya.

Polres Berau juga memetakan waktu dan lokasi rawan terjadinya tindak kejahatan. Jam rawan paling tinggi berada pada pukul 21.00–23.59 Wita, 18.00–21.00 Wita, serta 15.00–17.59 Wita. Sementara lokasi yang sering menjadi sasaran kejahatan meliputi kawasan permukiman, jalan umum, dan area perkantoran.

Di sisi lain, aktivitas penyampaian pendapat di muka umum juga mengalami peningkatan. Pada 2025 terdapat 71 rencana aksi, dengan 35 kegiatan terlaksana dan 36 lainnya batal setelah dilakukan mediasi. “Pendekatan dialogis tetap menjadi prioritas kami dalam menyelesaikan setiap dinamika di masyarakat,” ungkap Kapolres.

Selain fokus pada penegakan hukum, Polres Berau juga terlibat aktif dalam mendukung program strategis nasional, seperti pengamanan distribusi pangan murah, penguatan UMKM, serta program ketahanan ekonomi. “Kami berkomitmen tidak hanya menjaga keamanan, tetapi juga mendukung stabilitas sosial dan ekonomi masyarakat,” pungkasnya.

Aroel Mandang / Humas Polres Berau

 

Eks Pekerja Bongkar Dugaan Penyimpangan Rehab Puskesmas Siantan Tengah, Inspektorat & APH Turun Tangan

0

Mediaistana.Com
Pontianak,Kalbar– – Proyek rehabilitasi Puskesmas Siantan Tengah kembali menjadi sorotan publik. Seorang mantan pekerja proyek bernama Arpian mengungkap dugaan serius adanya penyimpangan teknis dan administratif dalam pelaksanaan pembangunan fasilitas layanan kesehatan tersebut.

Arpian mengaku terlibat langsung dalam proyek selama kurang lebih 4 bulan 20 hari. Berdasarkan pengalamannya di lapangan, ia menilai pekerjaan diduga kuat tidak dilaksanakan sesuai Rencana Kerja dan Syarat (RKS) sebagaimana tercantum dalam kontrak.

Menurutnya, sejumlah item pekerjaan vital justru dikerjakan secara asal-asalan, yang berpotensi menurunkan mutu bangunan serta membahayakan keselamatan masyarakat sebagai pengguna layanan kesehatan.

Dugaan Penyimpangan Spesifikasi Teknis

Kepada Integtv, Arpian membeberkan sejumlah dugaan pelanggaran teknis yang dinilai krusial, di antaranya:

Tiang pancang yang digunakan diduga hanya sepanjang 6 meter, padahal spesifikasi seharusnya 9 meter, mengarah pada dugaan pengurangan volume pekerjaan.

Ukuran tiang bangunan hanya sekitar 27 cm, tidak sesuai standar teknis yang mensyaratkan 33 cm.

Pondasi cakar ayam diduga tidak dikerjakan sesuai prosedur, tanpa penggalian kedalaman yang memadai dan hanya dipantek langsung ke tanah.

Material bangunan disebut tidak memenuhi standar, seperti penggunaan baja ringan non-SNI, serta pekerjaan lantai di tujuh ruangan yang tidak menggunakan bondek, melainkan hanya kombinasi wiremesh dan triplek.

Sorotan Administrasi dan Keselamatan Kerja

Tak hanya aspek teknis, Arpian juga menyoroti persoalan administrasi serta keselamatan kerja yang dinilai diabaikan selama proyek berlangsung, antara lain:

Upah pekerja yang disebut jauh di bawah standar. Arpian mengaku hanya menerima Rp100.000 per hari dengan jam kerja 7–8 jam.

Alat Pelindung Diri (APD) tidak disediakan secara layak dan hanya digunakan saat dokumentasi tertentu.

Papan informasi proyek yang seharusnya dipasang di area publik justru disimpan di dalam lokasi proyek, sehingga minim transparansi.

Desakan Audit Inspektorat dan APH

Sebagai pihak yang terlibat langsung, Arpian menyayangkan proyek fasilitas kesehatan yang seharusnya mengedepankan mutu, transparansi, dan keselamatan, justru diduga dikerjakan secara serampangan.

Ia mendesak Inspektorat daerah serta Aparat Penegak Hukum (APH) untuk turun langsung melakukan audit menyeluruh, baik dari sisi teknis, administrasi, maupun penggunaan anggaran, guna memastikan tidak terjadi kerugian negara dan risiko bagi keselamatan masyarakat.

> “Ini fasilitas kesehatan, bukan proyek sembarangan. Kalau dikerjakan asal-asalan, dampaknya bisa fatal,” tegas Arpian.

 

Hingga berita ini diturunkan, pihak kontraktor pelaksana maupun instansi terkait belum memberikan keterangan resmi atas dugaan yang disampaikan mantan pekerja tersebut.

 

Penulis: Sy Husin A
( Tim redaksi)

Pengamanan Natal dan Tahun Baru 2025-2026, Polres Buru Libatkan 156 Personel Gabungan

0

Menjelang perayaan Natal 2025 dan Tahun Baru 2026, Kepolisian Resor (Polres) Buru bersama jajarannya gencar melakukan pengamanan wilayah. Total sebanyak 156 personel dilibatkan, terdiri dari anggota Polres, Polsek, TNI dari Kodim dan Batalion, serta Brimob.

Kapolres Buru, AKBP Sulastri Sukidjang, SH S.I.K.MM, menyampaikan, pengamanan dilakukan melalui penempatan empat pos utama, yaitu:

2 pos pengamanan,

1 pos pelayanan,

1 pos terpadu.

Petugas yang bertugas di pos-pos ini tidak hanya mengawasi, tetapi juga memberikan himbauan kepada masyarakat, khususnya mereka yang masuk atau keluar dari Pelabuhan Pelni maupun lokasi wisata.

Selain itu, petugas juga melakukan pengaturan lalu lintas di lokasi-lokasi strategis yang ramai pengunjung, seperti pasar, pusat perbelanjaan, toko, dan pelabuhan. Tidak hanya itu, patroli rutin juga dilakukan untuk mencegah gangguan keamanan dan ketertiban, serta menindak jika ditemukan hal-hal yang dianggap mengancam keamanan.

“Kami berharap kehadiran petugas dapat memberikan rasa aman bagi masyarakat saat merayakan Natal dan Tahun Baru,” ujar Kapolres, Rabu (31/12)

Pengamanan yang terkoordinasi antara Polri dan TNI ini diharapkan mampu menjaga ketertiban masyarakat, sekaligus meminimalisir potensi gangguan keamanan di momen libur panjang akhir tahun.(Syam.AS)

Polres Buru Rilis Data Penanganan Perkara Tahun 2025

0

Polres Buru hari ini, Rabu (31/12) merilis laporan penanganan perkara yang diterima sepanjang tahun 2025. Kapolres Buru AKBP Sulastri Sukidjang, SH, S.I.K. MM,. mengatakan, Dari Januari hingga Desember, Polres Buru menerima total 157 laporan polisi dari masyarakat.

Rinciannya, 46 laporan masuk kategori tindak pidana khusus perlindungan perempuan dan anak, dimana 29 kasus telah diselesaikan. Sementara itu, untuk tindak pidana umum, tercatat 108 laporan, dengan 49 kasus telah dituntaskan. Sedangkan untuk tindak pidana tertentu, terdapat 3 kasus, termasuk 2 kasus ilegal tambang yang telah diselesaikan. Kasus korupsi masih dalam tahap penyelidikan.

Secara keseluruhan, dari total 157 kasus, 80 kasus telah diselesaikan, dengan tingkat penyelesaian mencapai 54,72 persen. Angka ini menunjukkan adanya peningkatan dibandingkan tahun sebelumnya dalam penyelesaian kasus pidana umum, tindak pidana khusus, maupun tindak pidana tertentu.

Selain itu, Polres Buru juga mencatat beberapa kasus menonjol sepanjang tahun 2025. Di antaranya, kasus pembakaran kantor KPU yang saat ini telah mencapai tahap putusan pengadilan, serta empat kasus pembunuhan, di mana tiga kasus telah diselesaikan dan satu masih dalam penyelidikan. Selain itu, terdapat kasus tindak pidana berat yang menyebabkan korban meninggal dunia yang juga telah berhasil diungkap.

Kapolres Buru berharap, ke depan para penyidik diberikan kekuatan, kesehatan, dan kemampuan dalam menuntaskan seluruh laporan masyarakat, baik laporan polisi maupun pengaduan.(Syam.AS)

Satgas Apresiasi Langkah Bupati Buru Tertibkan Tambang Emas Gunung Botak

0

Ketua Satuan Tugas (Satgas) Penertiban, Pengosongan, dan Penataan Gunung Botak, Dr. Djalaludin mengapresiasi langkah Bupati Buru Ikram Umasugi dalam menindaklanjuti rencana penataan kawasan tambang emas Gunung Botak yang selama kurang lebih 13 tahun beroperasi secara ilegal.

Apresiasi tersebut disampaikan menyusul pertemuan yang difasilitasi Pemerintah Kabupaten Buru dengan melibatkan 10 koperasi, pemilik lahan, tokoh adat, tokoh masyarakat, serta Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda). Pertemuan tersebut dipimpin langsung oleh Bupati Buru pada tanggal 30 Desember 2025 sebagai upaya menyatukan persepsi dalam pengelolaan potensi tambang emas Gunung Botak ke depan.

Ketua Satgas menilai langkah ini sebagai terobosan penting yang harus mendapat dukungan semua pihak, termasuk dua “bapak angkat”, yakni PT Wangshuwai dan 3M. Keduanya diharapkan mampu bekerja sama secara terbuka dan bersinergi dengan pemerintah dalam mengimplementasikan program pengelolaan tambang rakyat yang sesuai prosedur, berdasarkan kaidah pertambangan yang baik dan berwawasan lingkungan.

“Pengelolaan tambang tidak boleh kembali pada sistem dan tata kelola nonprosedural seperti sebelumnya. Semua pihak harus patuh pada aturan dan prinsip pertambangan yang benar,” tegasnya.

Ia juga menekankan pentingnya pengaturan peran masyarakat adat, sistem ketenagakerjaan yang jelas, serta penerapan pengelolaan limbah secara prosedural untuk mencegah kerusakan lingkungan. Ketentuan pertambangan secara prinsip harus menjadi acuan utama bagi para bapak angkat dalam mengelola tambang rakyat di kawasan Gunung Botak.

Sementara itu, Gubernur Maluku, Hendrik Lewerissa dalam arahannya mengingatkan bahwa pengelolaan seluruh potensi tambang harus sejalan dengan arahan Presiden Republik Indonesia, yakni dikelola secara berkelanjutan. Pengelolaan tersebut diharapkan mampu memberikan dampak positif bagi kesehatan lingkungan sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat sekitar.

Dengan langkah penataan ini, pemerintah berharap aktivitas pertambangan di Gunung Botak ke depan dapat berjalan secara legal, tertib, dan memberikan manfaat nyata bagi daerah dan masyarakat.(Syam.AS)

Polres Ngawi Ungkap Pencurian Emas Senilai Rp 90 Juta, Empat Pelaku Diamankan

0

NGAWI – Polres Ngawi dibawah kepemimpinan Kapolres Ngawi AKBP Charles Pandapotan Tampubolon, S.I.K., S.H., M.H., kembali menorehkan keberhasilannya, dengan mengungkap kasus pencurian perhiasan emas di Toko Emas Kresno, Jalan Mangkubumi No. 07, Kelurahan Ketanggi, Kecamatan/Kabupaten Ngawi.

Dalam kasus ini, polisi berhasil mengamankan empat orang tersangka beserta sejumlah barang bukti emas dengan total kerugian mencapai Rp 90.000.000,-

Peristiwa pencurian terjadi pada Selasa, 9 Desember 2025, sekitar pukul 14.00 WIB. Saat itu kondisi toko sedang ramai pembeli. Salah satu pelaku perempuan berpura-pura memilih perhiasan dan mengalihkan perhatian karyawan. Ketika karyawan lengah, para pelaku diduga mengambil beberapa gelang emas dari etalase, lalu meninggalkan lokasi.

Setelah dilakukan pengecekan stok dan rekaman CCTV, diketahui lima gelang emas hilang, terdiri dari tiga gelang model rantai dan dua gelang model oval. Kejadian tersebut segera dilaporkan ke Polres Ngawi.

Berbekal laporan korban, Satreskrim Polres Ngawi dipimpin Kasat Reskrim AKP Aris Gunadi, S.H., langsung bergerak cepat melakukan penyelidikan, olah TKP, serta analisis rekaman CCTV. Hasilnya, polisi berhasil mengidentifikasi ciri-ciri pelaku dan kendaraan yang digunakan.

Pada Jumat, 12 Desember 2025, empat tersangka yang berinisial VIF, NT, SF, dan AP, berhasil diamankan. Para tersangka mengakui perbuatannya serta diketahui telah beraksi di berbagai wilayah dengan modus berpura-pura membeli perhiasan. Salah satu tersangka perempuan berinisial SF juga diketahui merupakan residivis kasus serupa.

Dari tangan para pelaku, polisi mengamankan sejumlah barang bukti, di antaranya beberapa gelang emas hasil curian, pakaian yang digunakan saat beraksi, serta satu unit mobil Mitsubishi Xpander warna hitam yang digunakan sebagai sarana kejahatan.

Kapolres Ngawi AKBP Charles Pandapotan Tampubolon, S.I.K., S.H., M.H., menyampaikan apresiasi atas kinerja cepat anggotanya dalam mengungkap kasus tersebut.

“Keberhasilan ini merupakan bentuk komitmen Polres Ngawi dalam memberikan rasa aman kepada masyarakat, khususnya pelaku usaha. Kami tidak akan memberi ruang bagi pelaku kejahatan, apalagi yang dilakukan secara terorganisir lintas wilayah,” tegas Kapolres saat dihubungi media, pada Rabu (31/12/2025).

Para tersangka kini ditahan di Polres Ngawi dan dijerat Pasal 363 Ayat (1) ke-4 KUHP tentang pencurian dengan pemberatan, dengan ancaman hukuman pidana penjara maksimal 7 tahun.

Polres Ngawi juga mengimbau para pelaku usaha, khususnya toko emas, untuk meningkatkan kewaspadaan dan sistem keamanan guna mencegah terulangnya tindak kejahatan serupa.