Beranda blog Halaman 775

DITUNTUT PEMILIK LAHAN UNTUK GANTI RUGI, PROYEK DIPINDAHKAN

0
oppo_0

Proyek Pengembangan Kawasan Buyung – Buyung di jalan Tani Kampung Buyung – Buyung Kecamatan Tabalar tidak dikerjakan lagi karena telah di hentikan oleh pemilik lahan AW.

Pasalnya, proyek yang menggunakan anggaran Dinas Kebudayaan dan Pariwisata tersebut tidak ada kesepakatan dengan pemilik lahan untuk dibuatkan proyek akan tetapi atas inisiatif Kepala Kampung tetap dilakukan pekerjaannya. Akhirnya proyek yang tinggal finishing itu dihentikan sementara dan di pindahkan ke jalan mangrove dekat proyek dermaga yang saat ini lagi dikerjakan.

Proyek pembangunan kawasan Buyung – Buyung menggunakan anggaran Kabupaten sebesar Rp. 2,490. 014. 519.00 M. Yang di kerjakan oleh CV SIPAKKAMASE itu bertujuan sebagai tempat wisata. Namun pada kenyataannya proyek yang berlokasi di pematang sawah tersebut tidak jelas peruntukannya.

Menurut Mn, proyek yang akan di jadikan tempat wisata oleh Kepala Kampung, Mustafa. Bukan sebagai tempat wisata melainkan sebagai tempat perselingkuhan karena berada di belakang kampung dekat hutan dengan posisi di persawahan.

Setelah di hentikan oleh pemilik lahan, AW, proyek itu dipindahkan ke jalan mangrove. Bahkan Aw mengatakan, boleh dilanjut proyeknya tapi harus ganti rugi Rp. 500 juta.

Yang jadi pertanyaannya, proyeknya belum selesai tapi sudah dipindahkan ke tempat lain. Sementara untuk pemindahan proyek, harus di selesaikan terlebih dahulu lalu di buat anggaran baru. Bukan semau Kepala Kampung meiakukan pemindahan kerja dengan anggaran yang sama ditempat lain.

Sementara itu Kepala Kampung buyung2, Mustafa saat ketemu di jalan, mengatakan ” Di Sini ( Buyung – Buyung ) banyak proyek. ” Beritakan aja “. Penekanan kata – kata dari Kepala Kampung itu menjadi bumerang baginya dan Media Istana segera melacak sejumlah proyek yang terindikasi bermasalah baik menggunakan Anggaran Dana Kampung ataupun menggunakan anggaran APBD Berau.

Bahkan Kepala Kampung mengatakan bahwa laporkan saja, saya tetap berlindung ke Bupati.

Ada apa dengan pencatutan jabatan Bupati? Apakah Kepala Kampung Buyung – Buyung masuk dalam Tim Pemenangan saat Pilbup atau hanya sekedar mencatut nama Bupati agar tidak ada yang bisa mengorek kesahannya??

Jika Kepala Kampung terjerat kasus hukum, apakah Bupati juga ikut terjerat?

oppo_0

Jangan karena dekat dengan bupati, memanfaatkan jabatan Bupati untuk melindungi korupsi yang di buat Kepala Kampung.

Aroel Mandang

 

 

Satgasus KPK Tipikor Riau Soroti Dugaan Pelanggaran Keselamatan di Bandara Milik APRIL Group

0

PELALAWAN Satgasus KPK Tipikor Riau menyoroti dugaan pelanggaran aspek keselamatan penerbangan di Bandar Udara Sultan Syarif Haroen Setia Negara, Pangkalan Kerinci, Kabupaten Pelalawan. Berdasarkan data Direktorat Jenderal Perhubungan Udara, fasilitas ini berstatus bandara non-kelas dengan pengelolaan swasta oleh PT Riau Andalan Pulp and Paper (PT RAPP), bagian dari APRIL Group.

Bandara dengan kode ICAO WIBL tersebut dirancang melayani pesawat jet bisnis Bombardier BD-700 Global 7500, pesawat ultra-jauh bernilai tinggi yang memerlukan standar keselamatan operasi ketat. Lokasinya berada pada ketinggian 42 kaki (sekitar 13 meter) di atas permukaan laut dan berada dalam pengawasan Otoritas Bandar Udara Wilayah II Medan.

Dalam wawancara dengan awak media, Ketua Satgasus KPK Tipikor Riau, Julianto, yang mengaku sebagai mantan karyawan dengan sertifikasi pembangunan bandara PT RAPP, menyebut terdapat sejumlah masalah serius terkait keamanan zona penerbangan.

“Saya bergabung di Bandar Udara PT RAPP sejak 2002. Saya tahu standar keselamatannya karena pernah disekolahkan di Surabaya,” ujar Julianto, lulusan security airstrips bersertifikat.

Menurutnya, keberadaan pohon-pohon tinggi dan pohon berbuah di sekitar kawasan bandara sangat berpotensi mengundang burung sehingga meningkatkan risiko bird strike pada mesin pesawat.

“Buah mengundang burung, dan burung bisa masuk ke propeler atau baling-baling. Itu bisa menyebabkan pesawat jatuh. Ini persoalan keselamatan yang tidak boleh disepelekan,” tegasnya.

Julianto menjelaskan bahwa menurut standar Internasional ICAO Annex 14, bandara harus steril dari hambatan dalam radius perlindungan obstacle.

“Aturan itu menyatakan ada radius 8 kilometer yang tidak boleh terdapat pepohonan tinggi atau bangunan yang melebihi batas permukaan pembatasan halangan,” ujarnya.

Julianto menyebut penanaman pohon akasia di sekitar bandara diduga melanggar ketentuan penerbangan internasional terkait Obstacle Limitation Surfaces (OLS).

Selain itu, aspek keamanan perimeter bandara juga dipertanyakan.

“Pagar bandara itu tidak standar sebagai bandara profesional. Ini menyangkut keamanan penerbangan dan pengamanan aset,” tambahnya.

Menurut Julianto, solusi yang harus dilakukan pihak pengelola meliputi: Audit keselamatan penerbangan oleh otoritas resmi, Penertiban pohon dan vegetasi di zona berbahaya, Verifikasi teknis OLS sesuai ICAO Annex 14, Peningkatan standar pagar dan pengamanan, “Keselamatan penerbangan itu bukan opini, tetapi persyaratan regulasi dan bukti teknis,” tutur Julianto.

Dikonfirmasi secara terpisah, SHR Manager PT RAPP, belum memberikan keterangan resmi dan masih mempertanyakan informasi yang disampaikan oleh narasumber.

Media masih menunggu klarifikasi perusahaan, APRIL Group, Kementerian Perhubungan, dan Otoritas Bandara Wilayah II Medan.

Sesuai dengan undang undang hukum dugaan pelanggaran keselamatan bandara antara lain :

1. Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2009 tentang Penerbangan.

Pasal 210 ayat (1), Setiap bandar udara wajib menjamin keselamatan, keamanan, dan kelancaran pelayanan penerbangan.

Pasal 213 ayat (2), Pengelola bandara wajib memastikan kawasan keselamatan operasi penerbangan (KLOP) bebas dari halangan.

Pasal 344 ,Setiap orang atau badan usaha dilarang menempatkan benda, bangunan, atau vegetasi yang mengganggu keselamatan penerbangan.

2. PP Nomor 40 Tahun 2012 tentang Pembangunan dan Pelestarian Fungsi Bandar Udara

Mengatur pembatasan halangan (obstacle restriction), pengamanan perimeter, dan kawasan larangan risiko bird strike.

3. Permenhub RI Nomor 20 Tahun 2023 tentang Kawasan Keselamatan Operasi Penerbangan (KLOP)

Mengatur ketentuan teknis mengenai batas ketinggian pohon, bangunan, menara, dan vegetasi dalam area pendekatan dan lepas landas.

Standar ini wajib dipatuhi seluruh pengelola bandara di dunia, termasuk bandara swasta dan bandara perusahaan.

Berita ini mengandung allegation (dugaan) sehingga tetap membuka hak jawab, hak koreksi, dan balancing statement.***

Kapolres Madiun “Gaspol” di SMAN 1 Nglames: Wajib Anti-Bullying dan Safe School!

0
Oplus_131072

Madiun media istana.com

– Kapolres Madiun, AKBP Kemas Indra Natanegara, S.H., S.I.K., M.Si., bertindak sebagai Pembina Upacara pada Upacara Bendera di SMAN 1 Nglames, Desa Tiron, Kec/Kab Madiun, Senin (08/12/2025). Kehadiran Kapolres didampingi Kasat Binmas AKP Miftakhudin, S.H., M.H., serta Kepala Sekolah SMAN 1 Nglames, Darul Muchtar, S.Ag., M.KPd.

Upacara yang diikuti oleh sekitar 500 siswa dan seluruh dewan guru ini menjadi momentum penting bagi Polri untuk menyampaikan pesan Kamtibmas langsung ke generasi muda.Penekanan Kapolres: Bullying Penghancur Masa Depan

Dalam amanatnya, Kapolres Madiun menyoroti isu krusial bullying (perundungan) yang masih dianggap remeh, padahal dapat menghancurkan masa depan seseorang. AKBP Kemas Indra Natanegara menguraikan bahwa bullying tidak hanya sebatas fisik (memukul, menendang), tetapi juga verbal (mengejek fisik, menghina orang tua, mengancam).

Oplus_131072

“Ingatlah: satu kalimat yang kejam bisa menghancurkan hati seseorang. Satu tindakan buruk bisa mengubah hidup orang lain selamanya,” tegas Kapolres.ia menekankan enam peran penting siswa untuk mencegah bullying:

1. Tidak melakukan bullying dalam bentuk apa pun.

2. Jangan diam jika melihat bullying; diam berarti membiarkan kekerasan.

3. Laporkan kepada guru atau wali kelas.

4. Jangan ikut menertawakan korban.

5. Berani berkata: “Stop!”

6. Lindungi teman-teman kalian.

7.

Kewaspadaan Keamanan Pasca Insiden Nasional

Selain isu perundungan, Kapolres juga menyentil peristiwa keamanan yang pernah terjadi di sekolah lain, menjadikan insiden tersebut sebagai alarm bahwa keamanan sekolah harus menjadi prioritas.

Kapolres Madiun menyampaikan pelajaran penting terkait kewaspadaan ancaman dan benda mencurigakan:

1. Jangan menyentuh benda mencurigakan (tas, paket, benda asing) dan segera laporkan kepada guru.

2. Jangan membuat ancaman palsu, karena secara hukum merupakan pelanggaran berat dan dapat diproses pidana.

3. Jangan menyebar hoaks yang dapat menimbulkan kepanikan.

4. Tingkatkan kewaspadaan dan kepekaan terhadap lingkungan sekitar.

Mengakhiri amanatnya, AKBP Kemas Indra Natanegara berpesan, “Kalian adalah generasi masa depan. Jadilah siswa yang santun, saling menghargai, menghentikan bullying dalam bentuk apa pun, dan jadilah pelajar yang kuat karena akhlaknya, bukan karena kekerasannya.

(Tukiyo)

Pejabat Baru Kepala Terminal Tanjung Priok Beraudiensi Dengan Aliansi Jurnalis Bersatu (AJB)

0

Jakarta,Mediaistana.Com-Senin (8/12/2025) Aliansi Jurnalis Bersatu Andi Mulyati Pananrangi selaku Ketua Umum beraudiensi dengan Kepala Terminal Tanjung Priok Sandi, di Terminal Tanjung Priok, Jakarta Utara.

Hadir pula dalam pertemuan ini Kepala Terminal baru B. Sandi, Wakil Kepala Terminal Tanjung Priok Mansyur, Pimpinan Aliansi Jurnalis Bersatu (AJB) Andi Mulyati Pananrangi SE. dan beberapa anggota AJB yang hadir.

Pertemuan ini bermaksud untuk menjalin silaturahmi dengan pejabat baru yaitu Kepala Terminal Tanjung Priok, dimana kebetulan Ketum AJB adalah besar di Wilayah Tanjung Priok.

Dalam perkenalan ini Untuk perkenalan dan saling mengenal. Semoga kolaborasi positif terjalin.

“Semoga apa yang sudah berjalan baik bisa dilanjutkan,” Ujar Sandi selaku Kepala Terminal Tanjung Priok yang baru.

Personel Polres Pidie Bersama PUPR  Bersihkan Lumpur di Jalan Beureunun–Tiro Pasca Banjir

0

Sigli – Personel Polres Pidie bersama Dinas PUPR Kabupaten Pidie melaksanakan pembersihan badan jalan lintas Beureunun menuju Tiro, tepatnya mulai dari Simpang Jojo hingga ke arah Kecamatan Tiro, pasca tertimbun lumpur akibat banjir yang melanda wilayah tersebut.

Kegiatan tersebut merupakan bentuk respon cepat Polres Pidie untuk memastikan akses transportasi masyarakat kembali normal dan aman untuk dilalui oleh masyarakat di jalan lintas Beureunun menuju Tio, kata Kapolres Pidie AKBP Jaka Mulyana, SIK, MIK melalui Kabag Ops AKP Raja Aminuddin Harahap, SH, kepada sejumlah wartawan, Senin (08/12/2025)

Dalam kegiatan ini, Polres Pidie menurunkan personel yang dibekali peralatan manual seperti cangkul dan sekop untuk membersihkan lumpur serta material yang menutupi jalan maupun saluran air di sepanjang ruas tersebut.

Ditambahkannya, upaya ini turut didukung oleh satu unit compact track loader milik PUPR Pidie yang digunakan untuk mempercepat pembersihan lumpur tebal di badan jalan.

“Pembersihan ini dilakukan agar masyarakat dapat kembali beraktivitas dengan lancar. Jalan lintas Beureunun–Tiro merupakan jalur lintas masyarakat yang harus segera kita pulihkan bersama-sama,” ujar AKP Raja Aminuddin Harahap, SH.

Ia juga menambahkan bahwa Polres Pidie akan terus bersinergi dengan instansi terkait dalam percepatan penanganan dampak banjir, khususnya pada titik-titik yang memerlukan penanganan langsung demi keselamatan pengguna jalan.

Dengan kerja sama yang solid antara Polres Pidie, Pemerintah Kabupaten, Stakeholder terkait serta partisipasi masyarakat, pembersihan jalan tersebut diharapkan dapat mengembalikan mobilitas warga dan meminimalisir risiko kecelakaan akibat kondisi jalan yang licin dan tertutup lumpur. []

Awak Media Apresiasi kepada Kapolres Aceh Timur Atas Kepedulian kepada Insan Pers

0

Mediaistana.com

Aceh Timur — Sejumlah awak media yang bertugas di wilayah Aceh Timur menyampaikan apresiasi dan ucapan terima kasih kepada Kapolres Aceh Timur atas bantuan sembako yang diberikan dalam kegiatan silaturahmi bersama insan pers pada Senin, 8 Desember 2025.

Bantuan tersebut dinilai sebagai bentuk kepedulian dan perhatian Kapolres Aceh Timur terhadap para jurnalis yang selama ini berperan menyampaikan informasi akurat dan berimbang kepada masyarakat.

Salah seorang perwakilan awak media mengungkapkan bahwa bantuan tersebut sangat bermanfaat serta menjadi simbol kuatnya hubungan kemitraan antara kepolisian dan insan pers.

“Kami berterima kasih kepada Kapolres Aceh Timur atas bantuan sembako ini. Selain meringankan kebutuhan kami, ini juga menunjukkan adanya sinergi yang baik antara Polres Aceh Timur dan awak media,” ujarnya.

Dalam kesempatan itu, Kapolres Aceh Timur menyampaikan bahwa kegiatan berbagi tersebut merupakan bentuk apresiasi terhadap peran media yang menjadi mitra strategis kepolisian dalam menjaga situasi kondusif melalui penyampaian informasi yang objektif.

“Kami berharap hubungan baik ini terus terjalin. Media adalah mitra penting kami dalam memberikan edukasi serta menyebarkan informasi positif kepada masyarakat,” ungkapnya.

Melalui kegiatan ini, diharapkan hubungan antara Polres Aceh Timur dan awak media semakin solid dalam mendukung terciptanya keamanan dan ketertiban di tengah masyarakat.

(MN)

Kapolres Pidie Jaya Cek Jalur Pidie Jaya–Bireuen

0

Meureudu – Kapolres Pidie Jaya AKBP Ahmad Faisal Pasaribu melakukan pengecekan langsung terhadap kondisi jalur Pidie Jaya–Bireuen pada Minggu, 7 Desember 2025. Langkah ini dilakukan sebagai respons cepat atas banjir luapan yang kembali terjadi pada Sabtu malam, 6 Desember 2025, yang mengganggu sejumlah akses utama.

Kasi Humas Polres Pidie Jaya, AKP Mahruzar Hariadi, mengatakan bahwa pengecekan dilakukan pada dua titik penting, yaitu perkembangan perbaikan jembatan yang terputus di Kecamatan Meureudu dan kondisi jalur alternatif Banda Aceh–Medan melalui jalan rel kereta api dari Kecamatan Meureudu menuju Kecamatan Ulim.

“Pengecekan ini bertujuan memastikan kelancaran dan keamanan arus lalu lintas, terutama setelah hujan deras semalam kembali membawa material banjir ke badan jalan,” ujar AKP Mahruzar.

Dalam kegiatan tersebut, Kapolres didampingi Kabag Ops, Kasat Lantas, Kasi Humas, personel Sat Samapta Polres Pidie Jaya dan personel Brimob Polda Aceh. Tim turut melakukan aksi cepat dengan memindahkan kayu dan batu sisa banjir 26 November 2025 yang kembali terbawa luapan air akibat cuaca buruk.

Selain itu, Kapolres Pidie Jaya juga mengimbau masyarakat yang melintasi jalur alternatif untuk selalu berhati-hati.

“Cuaca saat ini sedang tidak baik. Jika terjadi genangan air di jalur alternatif, kami imbau pengendara agar lebih waspada dan mengutamakan keselamatan,” pesan Kapolres.

Beliau juga meminta masyarakat untuk selalu memerhatikan informasi resmi terkait kondisi jalur dari akun media sosial Humas Polres Pidie Jaya (@humaspolrepidiejaya) dan Sat Lantas Polres Pidie Jaya, guna mendapatkan pembaruan situasi terbaru.

Polres Pidie Jaya menegaskan komitmen untuk terus memantau perkembangan situasi di lapangan dan berkoordinasi dengan instansi terkait guna mempercepat pemulihan akses pascabencana. []

Muhammad Nazir Terpilih Sebagai Keuchik Gampong Sumboe Buga Periode 2025–2031

0

Peukan Baro – Muhammad Nazir sebagai Keuchik terpilih untuk periode 2025–2031, setelah memperoleh suara terbanyak dalam Pemilihan Keuchik (P2K) yang berlangsung pada Minggu (07/12), secara langsung, umum, bebas, rahasia, jujur, dan adil. pada Minggu (7/12/2025)

Berdasarkan hasil perhitungan suara yang dilakukan Panitia P2K, dari total 182 suara, terdapat 179 suara sah dan 3 suara rusak, dengan rincian perolehan sebagai berikut:

Perolehan Suara calon kandidat no.urut 1 Said Muhammad mendapat 41 suara, no.urut 2, Sarong mendapat 13 suara, sedangkan no.urut 3 Muhammad Nazir mendapat 125 suara.

Dengan perolehan tersebut, Muhammad Nazir (Calon Nomor Urut 3) unggul secara signifikan dan ditetapkan sebagai pemenang.

Pemilihan Berjalan Kondusif dan Menuai Antusiasme Warga

Pelaksanaan pemilihan berlangsung aman, tertib, dan penuh antusias dari masyarakat. Momentum ini menjadi harapan baru bagi warga untuk meningkatkan mutu pelayanan, tata kelola pemerintahan yang transparan, serta kemajuan sosial–ekonomi gampong.

Momentum Baru Kebangkitan Pemerintahan Gampong Samboe Buga, kecamatan Peukan Baro, Kabupaten Pidie.

Pemilihan Keuchik ini menandai babak baru bagi Gampong Sumboe Buga setelah sebelumnya menghadapi tantangan dalam tata kelola pemerintahan hingga mengakibatkan terhentinya Dana Desa tahun 2025.

Camat Peukan Baro, Iswadi, S.Hi mengatakan dengan kepemimpinan yang baru, masyarakat berharap kolaborasi, sinergi, dan reformasi administrasi dapat berjalan lebih baik.

“Pemilihan Keuchik ini bukan hanya memilih pemimpin, tetapi menentukan arah baru bagi masa depan gampong. Kami mengapresiasi kedewasaan masyarakat dalam berdemokrasi dan berharap keuchik terpilih menjalankan amanah secara bertanggung jawab dan transparan.”

Kapolsek Peukan Baro, AKP Kusman, SE juga menyampaikan “Terima kasih atas terselenggaranya pemilihan yang aman dan tertib. Semoga kekondusifan ini terus terjaga untuk mendukung pembangunan dan menciptakan lingkungan yang rukun dan harmonis.”

Sementara itu, Keuchik terpilih berharap mampu mewujudkan pemerintahan gampong yang responsif dan transparan.

“mari merangkul seluruh unsur masyarakat tanpa diskriminasi dengan menjalankan program prioritas sesuai kebutuhan lokal serta menata sistem administrasi dan pengelolaan anggaran dengan baik.” harapnya.

Panitia P2K menyampaikan apresiasi atas partisipasi masyarakat serta sportivitas para calon.

“Pemilihan telah usai, mari kembali bersatu membangun gampong,” demikian pernyataan Panitia P2K. []

Gunung Botak di Ambang Kekacauan: Ancaman Penambangan Ilegal Kembali Mengintai

0

Oleh: Drs. Muz Latuconsina, MF

Gunung Botak di Kabupaten Buru, simbol kekayaan mineral Maluku, kini berada di persimpangan kritis. Kepala Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Provinsi Maluku, Abdul Haris, menegaskan bahwa izin operasional 10 koperasi yang ditugaskan mengelola kawasan tambang ini terancam dicabut jika berbagai persyaratan administrasi tidak segera diselesaikan. Dokumen krusial seperti Rencana Kerja dan Anggaran Biaya (RKAB) sebagian besar masih belum rampung, sementara sengketa lahan dengan pemilik wilayah pun belum menemukan titik temu.

Lebih mengkhawatirkan lagi, pemerintah provinsi hanya menempatkan pasukan gabungan TNI–Polri di Gunung Botak hingga 14 Desember. Seluruh pengawasan dan pengamanan yang selama ini mencegah aktivitas ilegal ditanggung penuh oleh pemerintah hanya sampai tanggal tersebut. Setelah itu, tanggung jawab sepenuhnya beralih kepada koperasi, yang sejauh ini belum menunjukkan kesiapan penuh untuk mengelola dan mengamankan area tambang secara legal.

Kondisi ini menjadi alarm keras: penambangan ilegal hampir pasti akan kembali marak. Ketika aparat keamanan ditarik, tidak ada penghalang yang tersisa untuk penambang tradisional maupun pelaku illegal mining. Gunung Botak, yang seharusnya menjadi contoh pengelolaan tambang legal dan berkelanjutan, bisa kembali menjadi medan liar bagi praktik-praktik tambang yang merusak lingkungan dan merugikan masyarakat.

Waktu terus berjalan. 14 Desember bukan sekadar tenggat administratif, melainkan batas akhir bagi koperasi untuk membuktikan kesiapan mereka. Jika gagal, bukan hanya izin yang terancam hilang, tetapi Gunung Botak pun berisiko jatuh ke tangan aktivitas ilegal yang sulit dikontrol. Pemerintah provinsi telah bersikap tegas, namun keputusan tegas ini juga harus diimbangi dengan kesiapan para pemegang izin untuk menegakkan tata kelola tambang yang sah.

Gunung Botak kini berdiri di ujung jurang: apakah ia akan dikelola secara legal dan berkelanjutan, atau kembali menjadi simbol penambangan liar yang mengancam alam dan masyarakat Maluku? Jawaban ada pada koperasi—dan pada waktu yang terus berlari menuju 14 Desember.

( Syam )

Harga Cabai Melonjak Drastis, Pedagang Tradisional Mengeluhkan

0

.Mediaistana.com- Senin 8 Desember 2025 – Pangandaran — Lonjakan harga cabai dalam beberapa hari terakhir membuat banyak masyarakat di Kabupaten Pangandaran mengeluhkan beratnya biaya kebutuhan dapur. Kenaikan harga ini terjadi hampir di seluruh pasar tradisional dan warung-warung kecil, sehingga berdampak langsung pada konsumsi rumah tangga maupun pelaku usaha kuliner.

Berdasarkan pantauan di sejumlah pasar, harga cabai rawit, cabai merah besar, hingga cabai keriting mengalami kenaikan yang cukup signifikan. Sebagian pedagang menyebutkan bahwa harga cabai rawit yang sebelumnya berada pada kisaran normal kini naik tajam, bahkan mencapai titik tertinggi dalam beberapa bulan terakhir.

Para pedagang mengungkapkan bahwa penyebab kenaikan harga disinyalir akibat menurunnya pasokan dari petani. Hal ini dipicu oleh kondisi cuaca yang tidak menentu sehingga membuat hasil panen menurun. Di beberapa daerah penghasil, petani juga mengalami gagal panen akibat serangan hama dan curah hujan tinggi yang berlangsung beberapa minggu terakhir.

Dampak kenaikan harga ini dirasakan langsung oleh masyarakat. Banyak warga mengaku harus mengurangi pemakaian cabai dalam masakan harian karena harga yang dianggap tidak wajar. Para pelaku usaha kuliner seperti pedagang nasi, warung makan, dan penjual sambal juga terpaksa menyesuaikan takaran demi menjaga kestabilan biaya operasional.

“Sekarang harga cabai benar-benar mahal. Setiap kali belanja, biaya jadi membengkak. Kami berharap ada tindakan dari pemerintah,” ujar salah seorang warga saat ditemui di pasar.

Sementara itu, pemerintah daerah melalui dinas terkait diminta segera melakukan langkah-langkah konkret, termasuk melakukan pengecekan terhadap rantai distribusi, memonitor stok di tingkat pedagang besar, serta berkoordinasi dengan daerah penghasil cabai untuk memastikan kelancaran pasokan. Upaya stabilisasi harga diharapkan dapat segera dilakukan agar lonjakan tidak berlangsung lama dan tidak menambah beban masyarakat menjelang akhir tahun.

Masyarakat berharap pemerintah turut mengawasi kemungkinan adanya permainan harga oleh oknum di lapangan. Transparansi pasokan dan distribusi dinilai penting agar harga cabai kembali stabil dan dapat dijangkau oleh seluruh lapisan masyarakat.