Beranda blog Halaman 787

DIDUGA TERBITKAN SPT, KEPALA KAMPUNG SEMURUT JUAL TANAH WARGA

0

Berau – Kepala Kampung  ( Desa ) Semurut, Kecamatan Tabalar ZM, diduga telah menyalahi jabatannya. Dimana telah menjual tanah – tanah warga dengan bekerja sama oknum dari Kecamatan Tabalar untuk menerbitkan SPT.

Hal ini terungkap dari adanya laporan masyarakat berinisial KM ke Media Istana saat melakukan investigasi ke Kampung Semurut, Jum’at, 28 November 2025.

Dari pernyataan warga ini, media istana mengembangkan informasi tersebut dengan membuat pemberitaan berimbang.

Diketahui bahwa warga yang telah memiliki dan menguasai tanahnya untuk  berkebun,  oleh Kepala Kampung ZM bekerja sama dengan oknum petugas dari kecamatan menerbitkan SPT ( Surat Pembebasan Tanah )

Setelah di terbitkan SPT, ZM menjualkannya ke pihak ketiga yakni orang lain yang berdomisili di Tanjung Redeb. Dari hasil Jual tanah warga, Kepala Kampung Semurut, diduga memperkaya diri sendiri dengan merugikan warganya. selain menyalahi tugasnya sebagai aparat kampung ZM juga telah melanggar sumpah jabatan yang diucapkan didepan Bupati Berau.

Saat Media Istana mengkonfirmasikan ke Kepala Kampung di kediamannya, ZM tidak berada dirumah. Dari informasi yang di dapat media ini, menurut JK salah satu warga di Kampung Semurut, menuturkan bahwa ZM, alergi akan wartawan. Jika mau ketemu dengannya untuk konfirmasi, ZM selalu menghindar bahkan bersembunyi di suatu tempat. menurut warga juga, ZM sangat ketakutan jika dimintai keterangan.

adanya temuan ini Media Istana akan melaporkan ke Inspektorat Daerah kembali ke Tanjung Redeb agar dapat ditindak lanjuti laporan ini. Media Istana juga akan mengkonfirmasikan ke Kejaksaan agar bisa melakukan pemeriksaan terhadap Kepala Kampung Semurut.

KEPALA KAMPUNG TIDAK TRANSPARAN DALAM PENGELOLAHAN ADK ANGGARAN DANA KAMPUNG

Bukan hanya kasus penerbitan SPT saja yang dilakukan oleh Kepala Kampung, akan tetapi tidak transparan ZM dalam mengelola keuangan Anggaran Dana Kampung ( ADK ). Yang mana ZM tidak membuat laporan kegiatan tahunan kampung ke BPK ( Badan Pembina Kampung ) setiap akhir tahun dalam pertemuan di Balai Kampung. Sehingga masyarakat tidak mengetahui berapa anggaran kampung yang di terima dan berapa dana yang telah dipakai untuk belanja kantor.

Tidak transparannya Kepala Kampung mengindikasikan bahwa keuangan kampung tidak dikelolah dengan baik. Bahkan proyek kampung pun tidak jelas kelihatannya dimana saja. Adapun proyek yang ada, hanyalah proyek yang di kerjakan dengan menggunakan dana APBD Kabupaten, APBD Provinsi maupun APBN. Kalau pun ada, proyek yang dikerjakan merupakan program kepala kampung terdahulu.

Bahkan informasi di dapat, ZM melarang Bendahara Kampung untuk belanja alat kerja kantor. Oleh karena itu keadaan Kantor Kepala Kampung Semurut tidak  sebaik Kampung Buyung – Buyung yang jaraknya hanya di tempuh 15 menit saja. Terlihat seperti bangunan lama yang berdiri di atas tanah.

” Saya tidak tahu kenapa Kepala Kampung melarang bendahara berbelanja alat kerja kantor. Seharusnya ada itu pak. Tapi kenyataannya bendahara dilarang belanja ” Tutur KM.

Skandal ini bisa menjadikan pembelajaran bagi Kepala Kampung lainnya agar dapat bekerja dengan baik dan tidak merugikan warganya. Karena setiap pekerjaan yang salah pasti akan terungkap dan resikonya harus di tanggung sendiri.

Aroel Mandang

 

 

 

 

 

YGBI Sumsel Apresiasi Pemkab Muara Enim Atas Aksi Nyata Pelestarian Sungai Enim

0

MUARA ENIM – Yayasan Gigih dan Berani Indonesia (YGBI) Perwakilan Provinsi Sumatera Selatan yang juga merupakan bagian dari Tim Penggiat Cinta Lingkungan Sungai Enim menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Pemerintah Kabupaten Muara Enim. Ucapan ini diberikan atas komitmen pemerintah daerah melalui Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Muara Enim yang secara konsisten melakukan kegiatan pelestarian lingkungan di wilayah aliran Sungai Enim pada Jumat (28/11/2025).

Aksi nyata tersebut meliputi susur sungai, penanaman pohon penghijauan, serta penebaran benih ikan yang dilaksanakan secara berkala sebagai upaya menjaga ekosistem sungai dan lingkungan sekitar.

Ketua YGBI Sumsel, Nathan, mengatakan bahwa rangkaian kegiatan yang digelar hari ini merupakan bukti keseriusan Pemkab Muara Enim dalam menjaga dan merawat kelestarian lingkungan. Menurutnya, langkah tersebut patut mendapat dukungan seluruh pihak karena memberikan dampak positif bagi keberlanjutan lingkungan hidup.

“Kami sangat mengapresiasi dan berterima kasih kepada Pemkab Muara Enim beserta DLH yang terus berupaya menjaga kelestarian lingkungan. Aksi susur sungai, tanam pohon, dan penebaran benih ikan ini menunjukkan komitmen nyata pemerintah dalam merawat Sungai Enim dan alam sekitar,” ujar Nathan.

Ia berharap kegiatan seperti ini dapat terus dilaksanakan secara berkesinambungan. YGBI menyarankan agar aksi pelestarian lingkungan dilakukan minimal sekali sebulan atau paling sedikit tiga bulan sekali, sehingga manfaatnya bisa dirasakan lebih luas oleh masyarakat.

“Kami berharap kegiatan ini tidak berhenti sampai di sini. Paling tidak bisa dilakukan sebulan sekali atau minimal per tiga bulan agar dampaknya terhadap lingkungan semakin signifikan,” tambahnya.

Nathan juga menegaskan bahwa keberhasilan kegiatan hari ini tidak lepas dari peran serta perusahaan-perusahaan yang turut tergabung dalam Tim Penggiat Cinta Lingkungan Sungai Enim. Kolaborasi dan kekompakan semua pihak dinilainya menjadi kunci utama suksesnya rangkaian aksi tersebut.

“Kesuksesan acara hari ini berkat kerjasama dan kekompakan para perusahaan yang juga merupakan bagian dari tim penggiat sungai. Semoga sinergi ini terus terjaga untuk keberlanjutan lingkungan hidup di Kabupaten Muara Enim,” tutup Nathan.

Dengan dukungan berbagai pihak, aksi pelestarian lingkungan ini diharapkan semakin memperkuat komitmen bersama dalam menjaga Sungai Enim sebagai aset alam penting bagi masyarakat Muara Enim dan generasi mendatang.

 

Reporter : Jopi Marari

Kepala Desa Wanaraja : Realisasikan BLT Dana Desa, dan Infrastruktur Jalan Desa

0
Kepala Desa Wanaraja Yudi Hazam Gumilar saat ditemui diruang Kantor Desa Wanaraja

Garut, Mediaistana.com – Pemerintah Desa Wanaraja selesai realisasikan BLT Dana Desa Tahap Ke – 4, serta pembangunan infrastruktur jalan Desa Kampung Cinunuk Tengah RT. 01/RW. 08, Desa Wanaraja, Kecamatan Wanaraja, Kabupaten Garut. Rabu 26 November 2025.

Kepala Desa Wanaraja Yudi Hazam Gumilar menjelaskan, Pemerintah Desa Wanara pada tanggal (24/10) selesai melaksanakan pembangunan infrastruktur jalan Cinunuk Tengah dengan Rabat Beton Ready Mix. Dana tersebut bersumber dari bantuan Provinsi Jawa Barat sebesar Rp.92 Juta dengan volume 57 M³.

“Selain itu, Pemerintah Desa Wanaraja juga, selesai menyalurkan Bantuan Langsung Tunai (BLT) Dana Desa tahap Ke – 4, pada tanggal (24/11) untuk Bulan (Oktober, November dan Bulan Desember) Tahun 2025, terhadap 42 KPM, bersumber dari Dana Desa Pemerintah Pusat,” ujarnya.

Kepala Desa Wanaraja Yudi Hazam Gumilar menyerahkan uang BLT Dana Desa tahap Ke 4

Lanjut Kepala Desa Wanaraja memaparkan, agenda tahun 2026 Pemerintah Desa Wanaraja telah merencanakan untuk menyelesaikan infrastruktur jalan Desa yang belum selesai, dan penataan Alun-alun Desa Wanaraja.

“Dalam hal pembangunan infrastruktur, kami masih belum 100% selesai. Karena banyaknya kebijakan-kebijakan Pemerintah Pusat dan Pemerintah Provinsi Jawa Barat yang harus dilaksanakan,” ujarnya.

Pemerintah Desa Wanaraja berharap, bantuan Dana Desa kedepannya dapat ditambahkan kembali, khususnya bidang pembangunan infrastruktur jalan Desa yang telah rusak berat, karena masih banyak pembangunan infrastruktur yang belum selesai untuk kebutuhan masyarakat.

Dengan telah selesai pembangun Infrastruktur jalan desa secara bertahap, semoga bermanfaat untuk mempermudah jalannya akses perekonomian, pendidikan dan kesehatan bagi masyarakat, pungkas Yudi Hazam Gumilar.

Jurnalis : (Beni Nugraha, AMD., KD., C.BJ., C.EJ., C.In., C.Par)

Panglima TNI dan Kapolri Lantik 1.621 Prabhatar di Akmil Magelang

0

Jakarta -MEDIA ISTANA (Puspen TNI). Panglima TNI Jenderal TNI Agus Subiyanto bersama Kapolri Jenderal Pol. Listyo Sigit Prabowo memimpin Upacara Wisuda Prajurit Taruna Akademi TNI dan Bhayangkara Taruna Akademi Kepolisian (Prabhatar) Tahun 2025 di Lapangan Sapta Marga, Akademi Militer (Akmil), Magelang, Jumat (28/11/2025).

Sebanyak 1.621 Taruna dan Taruni resmi dilantik setelah menempuh Pendidikan Dasar Integratif selama empat bulan di Resimen Chandradimuka (Menchandra) Akademi TNI, yang terdiri dari 1.273 Taruna Akademi TNI (Akmil 713 Taruna, AAL 350 Taruna, AAU 210 Taruna) serta 348 Taruna Akpol (311 Taruna dan 37 Taruni). Setelah prosesi pelantikan, seluruhnya akan melanjutkan pendidikan lanjutan di akademi masing-masing.

Dalam amanatnya, Panglima TNI menegaskan bahwa kawasan Akademi Militer bukan hanya menjadi tempat pendidikan, tetapi juga wilayah yang sarat nilai historis perjuangan bangsa. “Di sini adalah tempat Pangeran Diponegoro membangun basis perjuangan di antara lima gunung, yaitu Gunung Merapi, Merbabu, Sindoro, Sumbing, dan Tidar. Tempat ini yang dikenal dengan Lembah Tidar adalah pusatnya ksatria, ksatria yang sejak remaja memilih hidup dalam pengorbanan. Kalian telah memilih profesi ksatria, profesi pengabdian, dan profesi kehormatan,” tegas Panglima TNI.

Panglima TNI juga menggarisbawahi bahwa para Taruna TNI dan Taruna Akpol merupakan representasi nyata dari keberagaman Indonesia. Di pundak para taruna tersimpan harapan bangsa untuk menjaga persatuan, memperkuat solidaritas, dan menjadikan keberagaman sebagai perekat bangsa. Pendidikan dasar integratif dirancang untuk membentuk semangat kesetiaan kepada bangsa dan negara, karakter integratif TNI-Polri yang solid, serta dasar-dasar keperjuritan dan kepolisian sebagai fondasi untuk pendidikan lanjutan.

Di akhir sambutannya, Panglima TNI kembali menekankan pentingnya sinergi antara TNI dan Polri sebagai kekuatan ganda penjaga stabilitas nasional. “Kelak di medan tugas manapun, kalian harus saling memperkuat. Negara membutuhkan TNI dan Polri yang solid, profesional, berdisiplin tinggi, dan menjaga maruah institusi,” pesan Panglima TNI.

Sebagai bagian dari upacara wisuda, Akademi TNI dan Akademi Kepolisian turut mengumumkan Lulusan Terbaik Prabhatar 2025, yaitu Pratar Moradon Ray More Sinaga (Akmil), Pratar Tri Agung Laksono Putra (AAL), Pratar Fahuda Pangestu (AAU), dan Bhatar Alfon Vekoli Laia (Akpol). Keempatnya meraih peringkat pertama di masing-masing matra dengan predikat memuaskan berdasarkan sesuai aspek Tripola Dasar yaitu Penilaian Sikap dan Perilaku, Penilaian Pengetahuan dan Ketrampilan serta Penilaian ketangkasan/jasmani.

HAMDAN A.md

Pembangunan Rumah Subsidi Diduga Tak Kantongi Izin Lingkungan,LSM-LEP Surati DLH Buru

0

Pembangunan perumahan subsidi di Kabupaten Buru, khususnya di Desa Lala, Kecamatan Namlea, menjadi sorotan serius karena diduga melanggar aturan lingkungan yang berlaku. Puluhan hingga ratusan rumah dibangun tanpa dilengkapi dokumen AMDAL atau UKL-UPL, sementara aktivitas galian C yang digunakan dalam pembangunan juga tidak memiliki izin resmi. Situasi ini jelas menjadi perhatian serius, bukan hanya bagi masyarakat, tetapi juga bagi pemerintah daerah yang bertanggung jawab menjaga kelestarian lingkungan.

Ketua LSM Ekologi Pembangunan, Chairul Syam, menegaskan bahwa pengelola proyek wajib memiliki izin lingkungan sebelum memulai kegiatan. Pasal 36 ayat (1), pasal 40 dan 109 UU Nomor 32 Tahun 2009 tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup menegaskan sanksi bagi pihak yang melakukan pembangunan tanpa izin lingkungan yang sah. Pelanggaran terhadap regulasi ini bukan hal sepele; dampak ekologisnya bisa bertahan bertahun-tahun, mulai dari kerusakan ekosistem lokal hingga risiko sosial bagi warga sekitar.

Ironisnya, kebutuhan akan rumah subsidi yang mendesak tampaknya sering dijadikan alasan untuk melewatkan prosedur perizinan penting. Pembangunan rumah untuk masyarakat berpenghasilan rendah memang penting, namun tidak bisa menjadi pembenaran untuk mengabaikan hukum dan kelestarian lingkungan. Keseimbangan antara pembangunan dan perlindungan lingkungan harus dijaga agar manfaat jangka panjang dapat dirasakan semua pihak.

Langkah yang diambil LSM Ekologi Pembangunan dengan menyurati Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Buru patut diapresiasi. Kepala Dinas Lingkungan Hidup, Arifin La Tjo, menyatakan kesiapannya melakukan investigasi, yang seharusnya menjadi momentum bagi pemerintah daerah untuk menegakkan regulasi secara tegas dan transparan. Investigasi ini harus menyeluruh, mencakup aspek perizinan, penggunaan galian C, serta dampak lingkungan dari pembangunan rumah subsidi tersebut.

Pemerintah daerah perlu menunjukkan bahwa pembangunan tidak harus merusak lingkungan, dan kepatuhan terhadap regulasi bukanlah pilihan, melainkan keharusan. Hanya dengan prinsip itu, pembangunan berkelanjutan dapat tercapai—di mana masyarakat memperoleh rumah layak huni, dan lingkungan tetap lestari untuk generasi mendatang.

Pembangunan yang baik adalah pembangunan yang sah, aman, dan berkelanjutan. Jangan sampai rumah subsidi yang seharusnya menjadi simbol kesejahteraan justru menjadi saksi ketidakpatuhan terhadap hukum lingkungan.( AS )

Bupati Indramayu Luky Hakim Hadiri Bantuan Pangan Di Desa Margadadi

0

Perum Bulog Cabang Indramayu mulai menyalurkan bantuan pangan (Banpang) untuk alokasi dua bulan sekaligus, yakni Oktober dan November 2025. Penyaluran perdana dilakukan di Kelurahan Margadadi, Kecamatan Indramayu,jabar.

Kegiatan berlangsung di halaman kantor kelurahan dan dihadiri Bupati Indramayu Lucky Hakim, Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Indramayu Sugeng Heryanto, serta unsur Muspika Kecamatan Indramayu.

Lucky Hakim menyampaikan, kehadiran pemerintah daerah bersama Bulog bertujuan memastikan distribusi bantuan dari Pemerintah Pusat melalui Badan Pangan Nasional (Bapanas) berjalan lancar sejak hari pertama.

“Untuk dua bulan ya, setiap bulan warga menerima bantuan 10 kilogram beras dan 2 liter minyak goreng. Jadi totalnya 20 kilogram beras dan 4 liter minyak goreng,” ujar Lucky Hakim.

Di Kelurahan Margadadi, terdapat 604 penerima bantuan pangan (PBP) untuk alokasi dua bulan ini. Angka tersebut turun sekitar 30 PBP dibandingkan periode sebelumnya. Lucky menyebut penurunan ini terjadi juga pada tingkat kabupaten.

“Secara keseluruhan, di Kabupaten Indramayu penerimanya sekitar 200 ribu lebih sedikit, memang ada penurunan sekitar 9.000 penerima. Data penerima di-update oleh BPS bersama Kementerian Sosial. Terima kasih kepada Bapak Presiden Prabowo dan Bulog yang terus menyalurkan bantuan bagi masyarakat Indramayu,” tambahnya.

Kepala Bulog Cabang Indramayu, Sri Wahyuni, menjelaskan total penerima bantuan pangan kini berjumlah 200.341 PBP, menurun dari sebelumnya 209.621 PBP.

“Data tersebut berasal dari Data Sosial Ekonomi Nasional (DSE-Nas) Kementerian Sosial. Penurunan ini bisa disebabkan oleh peningkatan kesejahteraan masyarakat, adanya warga yang meninggal dunia, atau pindah domisili,” terangnya.

Sri menambahkan, selain 10 kilogram beras per bulan, setiap keluarga penerima juga mendapat tambahan minyak goreng sebanyak 2 liter. Dengan begitu, alokasi untuk dua bulan mencapai 20 kilogram beras dan 4 liter minyak goreng.

“Untuk bulan Desember kami belum mendapat informasi lanjutan, karena Bulog hanya ditugaskan menyalurkan bantuan dua bulan ini. Namun kami berharap program semacam ini terus berlanjut agar membantu masyarakat yang membutuhkan. Target penyaluran selesai pada 30 November 2025,” kata Sri Wahyuni.

Iyons74

Aliansi Masyarakat Adat Bupolo dan KNPI Buru Tolak Rencana Penertiban Gunung Botak

0

Usai sholat Jumat, (28/11), sekitar 100 orang dari Aliansi Masyarakat Adat Bupolo dan KNPI Buru menggelar aksi demonstrasi menolak rencana penertiban atau “penyisiran” areal tambang ilegal Gunung Botak oleh Pemerintah Provinsi Maluku, Senin (1/12/2025). Aksi dimulai dari kawasan Simpang 5 Namlea, kemudian bergerak menuju kantor DPRD Buru, dan berakhir di Kantor Bupati Buru.

Demonstrasi ini dipimpin oleh koordinator aksi Firman Masbait dan Taher Fua, yang dalam orasinya menegaskan bahwa rencana penertiban dianggap tidak mempertimbangkan kepentingan masyarakat adat, para penambang rakyat, serta potensi konflik sosial di sekitar area Gunung Botak.

Sepanjang aksi, massa membawa spanduk berisi penolakan terhadap rencana penyisiran tambang dan meminta pemerintah daerah meninjau ulang keputusan tersebut. Meski berlangsung selama beberapa jam, aksi berjalan aman dan tertib di bawah pengawasan aparat keamanan.

Dalam pernyataannya, massa aksi menyampaikan lima poin tuntutan, yaitu:

1. Menolak rencana penyisiran tambang Gunung Botak oleh Pemerintah Provinsi Maluku.

2. Mendesak Bupati Buru dan Gubernur Maluku untuk meninjau, mempertimbangkan, serta meralat rencana penyisiran di areal tambang Gunung Botak dan sekitarnya.

3. Mendesak Kodim 1506 dan Polres Buru agar berkomunikasi dengan pimpinan TNI/Polri (Kodam XVI Pattimura dan Polda Maluku) guna mempertimbangkan kembali rencana penyisiran serta tidak menurunkan personel untuk penertiban di GB dan wilayah sekitar.

4. Mendesak DPRD Buru agar secara kelembagaan menyatakan sikap menolak penyisiran sampai kelengkapan administrasi koperasi yang mengelola Gunung Botak selesai 100 persen.

5. Mendesak Kodim 1506/Namlea dan Polres Buru untuk menempatkan posko keamanan di jalur D, Kali Anhoni, dan Tanah Merah demi memantau aktivitas warga.

Aksi ini ditutup dengan pembacaan pernyataan bersama oleh koordinator lapangan yang menyatakan bahwa gerakan penolakan akan terus berlanjut bila pemerintah tidak merespons. Massa juga mengumumkan rencana puncak aksi dengan jumlah peserta lebih besar yang akan digelar pada 1 Desember 2025.

Hingga aksi berakhir di halaman kantor Bupati Buru, situasi tetap kondusif dan tidak terjadi bentrokan antara massa dan aparat keamanan.

Bupati Indramayu Luky Hakim Hadi Pembagian Bantuan Pangan Di Desa Margadadi

0

Perum Bulog Cabang Indramayu mulai menyalurkan bantuan pangan (Banpang) untuk alokasi dua bulan sekaligus, yakni Oktober dan November 2025. Penyaluran perdana dilakukan di Kelurahan Margadadi, Kecamatan Indramayu,jabar.

Kegiatan berlangsung di halaman kantor kelurahan dan dihadiri Bupati Indramayu Lucky Hakim, Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Indramayu Sugeng Heryanto, serta unsur Muspika Kecamatan Indramayu.

Lucky Hakim menyampaikan, kehadiran pemerintah daerah bersama Bulog bertujuan memastikan distribusi bantuan dari Pemerintah Pusat melalui Badan Pangan Nasional (Bapanas) berjalan lancar sejak hari pertama.

“Untuk dua bulan ya, setiap bulan warga menerima bantuan 10 kilogram beras dan 2 liter minyak goreng. Jadi totalnya 20 kilogram beras dan 4 liter minyak goreng,” ujar Lucky Hakim.

Di Kelurahan Margadadi, terdapat 604 penerima bantuan pangan (PBP) untuk alokasi dua bulan ini. Angka tersebut turun sekitar 30 PBP dibandingkan periode sebelumnya. Lucky menyebut penurunan ini terjadi juga pada tingkat kabupaten.

“Secara keseluruhan, di Kabupaten Indramayu penerimanya sekitar 200 ribu lebih sedikit, memang ada penurunan sekitar 9.000 penerima. Data penerima di-update oleh BPS bersama Kementerian Sosial. Terima kasih kepada Bapak Presiden Prabowo dan Bulog yang terus menyalurkan bantuan bagi masyarakat Indramayu,” tambahnya.

Kepala Bulog Cabang Indramayu, Sri Wahyuni, menjelaskan total penerima bantuan pangan kini berjumlah 200.341 PBP, menurun dari sebelumnya 209.621 PBP.

“Data tersebut berasal dari Data Sosial Ekonomi Nasional (DSE-Nas) Kementerian Sosial. Penurunan ini bisa disebabkan oleh peningkatan kesejahteraan masyarakat, adanya warga yang meninggal dunia, atau pindah domisili,” terangnya.

Sri menambahkan, selain 10 kilogram beras per bulan, setiap keluarga penerima juga mendapat tambahan minyak goreng sebanyak 2 liter. Dengan begitu, alokasi untuk dua bulan mencapai 20 kilogram beras dan 4 liter minyak goreng.

“Untuk bulan Desember kami belum mendapat informasi lanjutan, karena Bulog hanya ditugaskan menyalurkan bantuan dua bulan ini. Namun kami berharap program semacam ini terus berlanjut agar membantu masyarakat yang membutuhkan. Target penyaluran selesai pada 30 November 2025,” kata Sri Wahyuni.

Iyons74

Kapolda Riau Sampaikan Duka Cita untuk Korban Banjir Aceh–Sumut – Dan Sumbar

0

Mediaistana.com

Pekanbaru – Kepala Kepolisian Daerah (Kapolda) Riau, Irjen Pol Herry Heryawan, menyampaikan duka cita yang sangat mendalam atas bencana banjir dan tanah longsor yang melanda sejumlah wilayah di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat.

Dalam pernyataannya, Kapolda Riau menyebut bahwa seluruh jajaran Polda Riau ikut merasakan duka yang sama bersama masyarakat di tiga provinsi tersebut.

“Dalam situasi seperti ini, kekuatan sebuah bangsa terlihat dari kepedulian dan solidaritasnya,” ujar Irjen Herry.

Kapolda Riau juga menyampaikan doa untuk para korban yang meninggal dunia akibat bencana ini. “Tuhan bersama orang-orang yang sabar. Kami mendoakan agar para korban mendapatkan tempat terbaik di sisi-Nya, dan keluarga yang ditinggalkan diberi ketabahan yang luar biasa,” ucapnya.

Lebih lanjut, Kapolda menegaskan bahwa masyarakat yang terdampak tidak berdiri sendirian. Ia memastikan bahwa Polda Riau siap memberikan dukungan bila diperlukan.

“Riau berdiri bersama kalian. Dan jika dibutuhkan, Polda Riau siap memberikan bantuan kapanpun, di manapun,” tegasnya.

Ia juga mengingatkan bahwa bencana alam menjadi pengingat pentingnya merawat dan menghormati lingkungan. “Kita tidak hanya membangun wilayah, tetapi juga menjaga masa depan generasi kita,” tutup Irjen Herry.

Pernyataan Kapolda Riau ini menjadi bentuk solidaritas kepolisian dan masyarakat Riau terhadap saudara-saudara di Aceh, Sumut, dan Sumbar yang tengah menghadapi masa sulit akibat bencana alam.

(Samiono)

Aliansi Masyarakat Adat Bupolo dan KNPI Buru Tolak Rencana Penertiban Gunung Botak

0

Buru, 1 Desember 2025

 

Usai sholat Jumat, (28/11), sekitar 100 orang dari Aliansi Masyarakat Adat Bupolo dan KNPI Buru menggelar aksi demonstrasi menolak rencana penertiban atau “penyisiran” areal tambang ilegal Gunung Botak oleh Pemerintah Provinsi Maluku, Senin (1/12/2025). Aksi dimulai dari kawasan Simpang 5 Namlea, kemudian bergerak menuju kantor DPRD Buru, dan berakhir di Kantor Bupati Buru.

 

Demonstrasi ini dipimpin oleh koordinator aksi Firman Masbait dan Taher Fua, yang dalam orasinya menegaskan bahwa rencana penertiban dianggap tidak mempertimbangkan kepentingan masyarakat adat, para penambang rakyat, serta potensi konflik sosial di sekitar area Gunung Botak.

 

Sepanjang aksi, massa membawa spanduk berisi penolakan terhadap rencana penyisiran tambang dan meminta pemerintah daerah meninjau ulang keputusan tersebut. Meski berlangsung selama beberapa jam, aksi berjalan aman dan tertib di bawah pengawasan aparat keamanan.

 

Dalam pernyataannya, massa aksi menyampaikan lima poin tuntutan, yaitu:

 

1. Menolak rencana penyisiran tambang Gunung Botak oleh Pemerintah Provinsi Maluku.

 

2. Mendesak Bupati Buru dan Gubernur Maluku untuk meninjau, mempertimbangkan, serta meralat rencana penyisiran di areal tambang Gunung Botak dan sekitarnya.

 

3. Mendesak Kodim 1506 dan Polres Buru agar berkomunikasi dengan pimpinan TNI/Polri (Kodam XVI Pattimura dan Polda Maluku) guna mempertimbangkan kembali rencana penyisiran serta tidak menurunkan personel untuk penertiban di GB dan wilayah sekitar.

 

4. Mendesak DPRD Buru agar secara kelembagaan menyatakan sikap menolak penyisiran sampai kelengkapan administrasi koperasi yang mengelola Gunung Botak selesai 100 persen.

 

5. Mendesak Kodim 1506/Namlea dan Polres Buru untuk menempatkan posko keamanan di jalur D, Kali Anhoni, dan Tanah Merah demi memantau aktivitas warga.

 

Aksi ini ditutup dengan pembacaan pernyataan bersama oleh koordinator lapangan yang menyatakan bahwa gerakan penolakan akan terus berlanjut bila pemerintah tidak merespons. Massa juga mengumumkan rencana puncak aksi dengan jumlah peserta lebih besar yang akan digelar pada 1 Desember 2025.

 

Hingga aksi berakhir di halaman kantor Bupati Buru, situasi tetap kondusif dan tidak terjadi bentrokan antara massa dan aparat keamanan.