PT Dharma Indah dan Makna Tanggung Jawab di Tengah Musibah

 

Tidak semua musibah dapat dicegah. Tetapi bagaimana sebuah perusahaan bersikap ketika musibah itu terjadi, di situlah karakter dan tanggung jawabnya diuji.

Dalam konteks itulah, sikap PT Dharma Indah layak diapresiasi.

Ketika Aswar Madaongan (31), penumpang KM Cantika Lestari 8A, mengalami luka akibat tertusuk besi tempat tidur di dalam kapal dalam perjalanan Ambon-Namlea, perusahaan tidak memilih untuk bersembunyi di balik prosedur dan administrasi.

Perusahaan memilih hadir.

Kapten KM Cantika Lestari 8A, Wilson Ratsuala, bersama Kepala Kamar Mesin Matheos Huwae dan sejumlah staf PT Dharma Bakti Cabang Namlea, datang langsung menjenguk Aswar yang sedang menjalani perawatan di RSUD Lala.

Bagi sebagian orang, mungkin itu hanya sebuah kunjungan.

Tetapi dalam perspektif kemanusiaan, kehadiran memiliki arti yang jauh lebih besar.

Ketika seseorang sedang terbaring karena musibah, kehadiran pihak yang bertanggung jawab adalah pesan bahwa ia tidak sedang menghadapi semuanya seorang diri.

Itulah mengapa sikap PT Dharma Indah patut diapresiasi.

Apresiasi bukan karena musibahnya, tetapi karena respons perusahaan terhadap musibah tersebut.

Sebab perusahaan tidak hanya berbicara tentang kewajiban, tetapi menunjukkan kepedulian. Pemilik PT Dharma Indah, Siong, melalui penyampaian Kapten Wilson Ratsuala, juga menegaskan bahwa perusahaan siap bertanggung jawab terhadap korban.

Pernyataan itu penting.

Namun yang lebih penting adalah ketika pernyataan tersebut diterjemahkan menjadi tindakan.

Perusahaan datang menjenguk. Kondisi korban diperhatikan. Proses hak asuransi dikomunikasikan. Ada upaya untuk memastikan persoalan tidak berhenti sebagai sebuah berita yang kemudian dilupakan.

Di tengah dunia usaha yang sering kali terlalu sibuk berbicara tentang angka, langkah seperti ini mengingatkan kita bahwa di balik setiap tiket terdapat manusia.

Di balik manifest terdapat nama.

Dan di balik nama itu ada keluarga yang menunggu seseorang pulang dengan selamat.

Karena itu, transportasi laut sesungguhnya bukan sekadar bisnis mengantarkan manusia dari satu pelabuhan ke pelabuhan lainnya. Ia adalah bisnis kepercayaan.

Penumpang menyerahkan keselamatannya kepada operator.

Maka ketika seorang penumpang mengalami musibah, perusahaan yang memilih untuk datang mendekat patut dihormati.

PT Dharma Indah layak diapresiasi karena tidak membiarkan jarak antara perusahaan dan korban menjadi semakin jauh ketika musibah terjadi.

Justru perusahaan hadir di sisi korban.

Di situlah tanggung jawab menemukan maknanya.

Tanggung jawab bukan hanya soal siapa yang salah dan siapa yang benar. Tanggung jawab juga tentang keberanian untuk hadir, mendengar, membantu dan memastikan seseorang yang sedang tertimpa musibah memperoleh hak serta perhatian yang semestinya.

Tentu, apresiasi tersebut harus berjalan beriringan dengan harapan agar seluruh proses penanganan Aswar diselesaikan dengan baik. Hak-hak korban harus dipenuhi, proses asuransi harus berjalan sebagaimana mestinya, dan aspek keselamatan kapal harus terus diperbaiki.

Tetapi masyarakat juga perlu memberikan ruang bagi tindakan baik untuk dihargai.

Sebab kritik penting untuk memperbaiki kekurangan.

Namun apresiasi juga penting untuk menguatkan itikad baik.

Dan dalam kasus ini, kepedulian PT Dharma Indah patut mendapatkan apresiasi publik.

Sebab perusahaan yang baik bukan hanya perusahaan yang mampu membawa penumpangnya tiba di tujuan.

Perusahaan yang lebih besar adalah perusahaan yang ketika penumpangnya mengalami musibah, tidak ikut meninggalkan mereka di tengah perjalanan.

Laut boleh luas.

Jarak Ambon-Namlea boleh membentang.

Tetapi tanggung jawab tidak boleh berjarak.

Dan PT Dharma Indah telah menunjukkan satu hal yang sederhana namun bermakna: ketika seorang penumpang terluka, perusahaan memilih untuk hadir.

Itulah tanggung jawab yang layak diapresiasi.

(Redaksi)

Stay Connected
16,985FansSuka
2,458PengikutMengikuti
61,453PelangganBerlangganan
Must Read
Berita Terkait

MOHON DIBACA SEBELUM MENULIS BERITA

Berikut ini beberapa hal yang perlu dipertimbangkan saat menulis Berita :

- Perhatikan hukum:

Pastikan informasi yang Anda bagikan legal dan tidak mendukung ujaran kebencian, diskriminasi, kekerasan, atau aktivitas berbahaya lainnya.

 

- Hargai privasi:

Jangan bagikan informasi pribadi tentang orang lain tanpa persetujuan mereka. Ini termasuk nama, alamat, nomor telepon, dan detail sensitif lainnya.

 

- Pertimbangkan

dampaknya: Pikirkan tentang bagaimana kata-kata Anda dapat memengaruhi orang lain. Meskipun sesuatu secara teknis legal, itu mungkin menyakitkan atau menyinggung.

 

- Verifikasi informasi:

Sebelum membagikan informasi, terutama berita atau rumor, pastikan itu berasal dari sumber yang dapat dipercaya.

 

- Bertanggung jawab: Bertanggung jawablah atas informasi yang Anda bagikan. Bersiaplah untuk menjelaskan alasan Anda dan bertanggung jawab atas segala konsekuensi yang mungkin terjadi.

Ingat, membangun komunitas daring yang aman dan saling menghormati adalah tanggung jawab semua orang. Mari kita gunakan kebebasan berekspresi kita dengan bijak!