BerandaInfo*Saat Poso Menjadi Cermin Bangsa: 'Tanah Runtuh' Menggugat Ingatan, Menyatukan Luka dalam...

*Saat Poso Menjadi Cermin Bangsa: ‘Tanah Runtuh’ Menggugat Ingatan, Menyatukan Luka dalam Kisah Kemanusiaan”

JAKARTA, Mediaistana.Com – Di tengah maraknya film yang mengandalkan aksi dan hiburan semata, film Tanah Runtuh hadir membawa sesuatu yang lebih dalam: sebuah perjalanan emosional yang mengajak penonton menengok kembali salah satu lembar sejarah paling kelam sekaligus penting dalam perjalanan bangsa Indonesia.

Diproduksi oleh Denny Siregar Production dengan arahan sutradara Rudy Soedjarwo, film yang akan tayang serentak pada 25 Juni 2026 ini mencuri perhatian publik sejak malam gala premiere yang berlangsung di Jakarta, Bukan hanya karena tema yang diangkat, tetapi juga karena keberaniannya menyampaikan pesan kemanusiaan melalui sudut pandang yang menyentuh dan penuh empati.

Berlatar konflik sosial yang pernah mengguncang Poso, Sulawesi Tengah, Tanah Runtuh mengikuti perjalanan dua bersaudara, Kai dan Ringgo, yang harus menghadapi kenyataan pahit ketika keluarga mereka tercerai-berai akibat gejolak yang terjadi di sekitar mereka, Dalam situasi penuh ketakutan dan ketidakpastian, keduanya berjuang menemukan kembali sosok ibu yang terpisah dari mereka.

Di tengah pencarian tersebut, hadir Idham, seorang anggota kepolisian yang diperankan Vino G. Bastian,Karakter ini tidak hanya menjadi pelindung bagi kedua anak tersebut, tetapi juga simbol bahwa harapan dan kemanusiaan tetap dapat ditemukan bahkan dalam situasi yang paling sulit sekalipun.

Yang membuat film ini terasa berbeda adalah keberhasilannya menempatkan tragedi kemanusiaan sebagai inti cerita, bukan sekadar konflik agama atau perbedaan identitas. Penonton diajak menyaksikan bagaimana korban terbesar dari sebuah konflik sering kali adalah masyarakat sipil, terutama anak-anak yang kehilangan rasa aman dan masa depan mereka.

Film ini juga mendapat perhatian karena menghadirkan karakter penyandang Down Syndrome sebagai bagian penting dari cerita,Kehadiran karakter tersebut menghadirkan perspektif baru mengenai inklusivitas dalam perfilman Indonesia, Alih-alih menjadi pelengkap, karakter tersebut tampil sebagai sosok yang memiliki peran emosional kuat dalam membangun pesan film secara keseluruhan.

Deretan pemain yang terlibat turut memperkuat kualitas cerita, di antaranya Vino G. Bastian, Sigi Wimala, Yoan, Ridho Khaliq, Kurnia Nizar, Umar Akbar, Jerry Likumahwa, Tubagus Ali, Royhan Hidayat, Jenda Munthe, Agnes Naomi Shivapriya, Tike Priatnakusumah, Gerald Yo, Runny Rudiyanti, Luna Aliegra, hingga Sari Koeswoyo.

Sejumlah tamu undangan yang hadir dalam gala premiere memberikan respons positif terhadap kekuatan narasi dan akting para pemain, Banyak yang menilai film ini tidak hanya menawarkan tontonan yang menguras emosi, tetapi juga menjadi ruang refleksi bagi masyarakat untuk memahami pentingnya menjaga persatuan di tengah keberagaman.

Melalui visual yang kuat dan cerita yang sarat makna, Tanah Runtuh mengingatkan bahwa sejarah bukanlah sesuatu yang harus dilupakan, melainkan dipahami agar tidak terulang kembali.

Film ini menjadi pengingat bahwa perbedaan keyakinan, suku, maupun latar belakang bukan alasan untuk saling memusuhi, melainkan fondasi yang memperkaya identitas bangsa.

Lebih dari sekadar film drama, Tanah Runtuh tampil sebagai ajakan untuk merawat toleransi, memperkuat persaudaraan, dan menempatkan kemanusiaan di atas segala bentuk perbedaan.

Sebuah karya layar lebar yang berusaha menyembuhkan luka lama dengan bahasa yang paling universal: kasih sayang dan harapan.

Stay Connected
16,985FansSuka
2,458PengikutMengikuti
61,453PelangganBerlangganan
Must Read
Berita Terkait

MOHON DIBACA SEBELUM MENULIS BERITA

Berikut ini beberapa hal yang perlu dipertimbangkan saat menulis Berita :

- Perhatikan hukum:

Pastikan informasi yang Anda bagikan legal dan tidak mendukung ujaran kebencian, diskriminasi, kekerasan, atau aktivitas berbahaya lainnya.

 

- Hargai privasi:

Jangan bagikan informasi pribadi tentang orang lain tanpa persetujuan mereka. Ini termasuk nama, alamat, nomor telepon, dan detail sensitif lainnya.

 

- Pertimbangkan

dampaknya: Pikirkan tentang bagaimana kata-kata Anda dapat memengaruhi orang lain. Meskipun sesuatu secara teknis legal, itu mungkin menyakitkan atau menyinggung.

 

- Verifikasi informasi:

Sebelum membagikan informasi, terutama berita atau rumor, pastikan itu berasal dari sumber yang dapat dipercaya.

 

- Bertanggung jawab: Bertanggung jawablah atas informasi yang Anda bagikan. Bersiaplah untuk menjelaskan alasan Anda dan bertanggung jawab atas segala konsekuensi yang mungkin terjadi.

Ingat, membangun komunitas daring yang aman dan saling menghormati adalah tanggung jawab semua orang. Mari kita gunakan kebebasan berekspresi kita dengan bijak!