TRAGEDI MAYAT TERBUNGKUS KARDUS DI BANDUNG: Inisial S MAEMUNAH (41), ISTRI & IBU YANG BERPIKAN BEKERJA, MALAH MENEMUI AJAL KEJAM
BANDUNG — mediaistana.com —
Kabar duka mendalam menyelimuti keluarga besar inisial S Maemunah (41), warga Tanjung Karang, Bandar Lampung. Perempuan yang berpamitan bekerja di Jakarta justru ditemukan tewas secara tragis di Kota Bandung — jasadnya terbungkus dalam kardus besar di kawasan Jalan Terusan Suryani–Soekarno Hatta, Kelurahan Babakan Ciparay, pada Selasa, 1 September 2026.
Korban: Berpamitan Bekerja, Tak Pernah Kembali
Inisial S Maemunah meninggalkan suami, Nawawi (31), dan seorang putri kecil berusia 3 tahun di Bandar Lampung. Sebelum berangkat, inisial S berpamitan untuk bekerja di sebuah toko sembako di Jakarta. Tidak ada izin sama sekali untuk pergi ke Bandung.
“Istri tidak ada izin sama sekali ke Bandung, cuma izinnya ke Jakarta mau kerja di tempat sembako,” ungkap Nawawi dengan suara bergetar.
Pasangan yang berkenalan melalui Facebook pada tahun 2020 ini menjalani rumah tangga sederhana di Bandar Lampung. Nawawi masih mengingat kebiasaan kecil mereka — mengendarai sepeda motor bersama sore atau malam Minggu, pergi ke pasar sore, sambil membawa putri kecil mereka bermain odong-odong. Kini, semua momen sederhana itu hanya tinggal kenangan.
Keluhan Terakhir: Lemas & Ingin Pulang
Sebelum tragedi itu terjadi, Siti beberapa kali menghubungi Nawawi melalui WhatsApp. Ia mengeluhkan tubuhnya yang lemas dan mengalami gangguan pencernaan. Siti bahkan sempat mengungkapkan kerinduannya untuk pulang ke kampung halaman di Desa Sangun Ratu, Lampung Tengah.
Namun kepulangan yang diharapkan keluarga berubah menjadi kepulangan untuk selamanya — jasadnya ditemukan terbungkus kardus, dibuang di pinggir jalan Bandung. 04/09/2026
Harapan Suami: Pelaku Dihukum Seberat-Beratnya
Dengan hati yang hancur, Nawawi berharap pelaku pembunuhan istrinya mendapatkan hukuman yang setimpal.
“Saya pastinya sangat terpukul. Kenapa tega sekeji itu membunuh? Saya harap pelaku dihukum seberat-beratnya.”
Polres Bandung telah menangkap pelaku yang diduga melakukan pembunuhan tersebut saat berusaha melarikan diri menuju Palembang, Sumatera Selatan — kurang dari 6 jam setelah penemuan jasad. Namun bagi keluarga, kepergian Siti tetap menjadi luka yang tak tergantikan.
Ada kenangan yang bisa diceritakan kembali, tetapi ada pula sosok yang tak akan pernah bisa kembali.
Semoga inisial S Maemunah mendapat tempat terbaik di sisi-Nya, dan keluarga yang ditinggalkan — suami Nawawi serta putri kecil mereka — diberi kekuatan dan kesabaran yang luas. Aamiin.
Peringatan untuk semua: Tetap waspada, kejahatan bisa terjadi di mana saja dan kepada siapa saja. Hati-hati dan selalu berhati-hati dalam perjalanan maupun berinteraksi dengan orang baru.
Maulana — Reporter mediaistana.com