Tanaman Kratom (Mitragyna speciosa) merupakan tanaman khas yang tumbuh subur di wilayah khatulistiwa, termasuk di Pulau Kalimantan. Tanaman ini memiliki nilai ekonomi yang tinggi dan kini mulai dilirik sebagai komoditas potensi
yang mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat serta Pendapatan Asli Daerah (PAD).
Penggiat Kratom, Sudiyanto, mencoba memperkenalkan potensi tanaman ini kepada Dinas Perkebunan Kabupaten Berau. Dalam pertemuannya, Sudiyanto menjelaskan bahwa kratom telah tumbuh secara alami di berbagai wilayah Kalimantan dan mulai dibudidayakan secara serius, mengingat permintaan ekspor dunia yang masih belum terpenuhi.
“Kratom bisa menjadi sumber ekonomi baru bagi masyarakat dan daerah. Namun yang perlu dipikirkan adalah aspek regulasinya,” ujar Sudiyanto.
“Apakah Pemerintah Kalimantan Timur, khususnya Kabupaten Berau, sudah siap untuk mengatur tata kelolanya? ” Ungkap sudiyanto
Sebagai pembanding, Provinsi Kalimantan Barat telah lebih dahulu membuka ekspor kratom ke luar negeri, dan langkah tersebut terbukti mampu meningkatkan perekonomian daerah serta kesejahteraan petani lokal.
Langkah pengenalan kratom ini juga mendapat dukungan dari penggiat kratom lainnya, Lita Handini yang berdomisili di Bekasi, bersama-sama memperkenalkan tanaman ini kepada pihak dinas perkebunan dan mendapat tanggapan positif. Upaya ini menjadi langkah awal untuk membangun kesadaran dan arah kebijakan pengembangan kratom di Kabupaten Berau.
Selain itu, Badan Karantina Kalimantan Timur beberapa waktu lalu juga telah menyelenggarakan seminar tentang kratom, yang dihadiri oleh Arum Kusnila Dewi dan berbagai pihak terkait. Seminar tersebut menjadi momentum penting untuk membuka ruang diskusi lebih luas tentang potensi, manfaat, dan kebijakan pengelolaan kratom di Kalimantan Timur
Kratom tumbuh subur di bumi khatulistiwa dan telah ditanam oleh sebagian masyarakat Kalimantan untuk di budidayakan.
Dengan dukungan dari masyarakat, penggiat kratom, dan pemerintah daerah Kalimantan Timur umumnya dan Kabupaten Berau khususnya, memiliki peluang besar untuk menjadikan kratom sebagai komoditas unggulan baru yang mampu memperkuat ekonomi daerah.
Tanaman kratom di Kalimantan Timur telah ditanam oleh seorang petani sukses di Tenggarong Kutai Kartanegara yakni Haji Jamal. Bahkan Haji Jamal telah mengekspor ke Uganda dan Turki sebelum pandemi wabah covid.
Dari Haji Jamal ini, beberapa petani kratom di Kalimantan Timur belajar darinya. Dari cara bertanam hingga memproses kratom menjadi bubuk.
Dari hasil pengujian BP POM di jakarta beberapa waktu lalu, serta dari BNN ( Badan Narkotika Negara ) menyatakan bahwa kratom mengandung narkotika golongan G. Akan tetapi Kementrian Kesehatan RI menyatakan Kratom aman untuk di konsumsi sebagai bahan obat penyembuh berbagai penyakit. Seperti kanker, tumor, kista bahkan paru paru asalkan dalam takaran tertentu.
Aroel Mandang