Media Istana.
Tasuk Berau, 5 Maret 2026
Di tengah hamparan lahan pertanian RT 1 hingga RT 7, Kampung Tasuk Kecamatan Gunung Tabur, sebuah perubahan besar sedang terjadi. Gapoktan Karya Bersama, yang awalnya dibentuk untuk mengatasi kesulitan bersama petani lokal, kini berhasil membawa transformasi signifikan bagi sektor pertanian di wilayah tersebut.
“Dulu kami hanya bertani sendiri-sendiri, sulit dapat benih baik dan harga hasil panen selalu ditekan tengkulak,” ujar salah satu anggota Gapoktan, saat ditemui di lokasi kebun mereka. Berbeda dengan masa lalu, kini para petani bekerja sama dalam segala aspek mulai dari pembelian input produksi secara massal hingga pemasaran hasil ke pasar modern di kota Berau.
Meski data luas lahan yang dikelola secara detail belum dapat diakses, komitmen anggota untuk mengembangkan pertanian berkelanjutan terlihat nyata. Mereka telah mengadopsi metode budidaya organik dan sistem irigasi efisien yang diajarkan melalui pelatihan yang difasilitasi Gapoktan. Hasilnya, produktivitas komoditas utama seperti padi dan sayuran lokal meningkat hingga 30% dalam setahun terakhir.
“Tujuan utama kami membentuk Gapoktan ini adalah untuk bersatu dan mengubah nasib pertanian di sini,” ungkap ketua Gapoktan Karya Bersama, Mahmud Suyuti. Selain meningkatkan pendapatan anggota, Gapoktan juga aktif melakukan penyuluhan kepada pemuda lokal agar tertarik terjun ke dunia pertanian modern.
Saat ini, hasil pertanian dari Kampung Tasuk sudah mulai dikenal di beberapa pasar tradisional dan minimarket di Berau, dengan label “Produk Gapoktan Karya Bersama ” yang menjadi jaminan kualitas.