Open House Depidar Soksi Maluku, 22 Maret 2026 yang digelar dalam suasana hangat pasca Idul Fitri bukan sekadar seremoni tahunan. Lebih dari itu, ia hadir sebagai ruang batin yang mempertemukan kembali hati-hati yang mungkin sempat berjarak, merajut ulang benang-benang persaudaraan yang sempat renggang oleh perbedaan maupun dinamika kehidupan.
Dalam momen Halal Bihalal ini, pesan yang disampaikan oleh ketua Depider Soksi Maluku, Rohalim Boy Sangadji terasa begitu jernih: esensi kebersamaan tidak diukur dari kemewahan acara, melainkan dari ketulusan niat dan kedalaman makna yang dibangun di dalamnya. Kesederhanaan justru menjadi kekuatan, karena di sanalah keikhlasan menemukan tempatnya untuk tumbuh.
Idul Fitri sejatinya adalah titik kembali—bukan hanya kepada kesucian diri, tetapi juga kepada nilai-nilai kemanusiaan yang luhur. Momentum ini seharusnya dimanfaatkan sebagai ruang refleksi sekaligus rekonsiliasi sosial. Silaturahmi yang terjalin bukan sekadar formalitas, melainkan jembatan yang menghubungkan kembali rasa saling percaya dan empati antar sesama.
Apresiasi yang disampaikan oleh Direktur Politik Anak Muda Indonesia (Polam Indonesia) menjadi penegas bahwa kegiatan seperti ini memiliki arti strategis dalam kehidupan bermasyarakat. Halal bihalal tidak hanya berhenti pada tradisi, tetapi berkembang menjadi medium sosial yang mampu memperkuat fondasi kebersamaan, memperkecil ruang konflik, serta membuka peluang kolaborasi yang lebih luas.
Dalam suasana yang penuh kehangatan, setiap individu didorong untuk membuka diri, mengulurkan tangan, dan dengan lapang dada saling memaafkan. Sekat-sekat perbedaan yang selama ini mungkin terasa kokoh perlahan luruh, digantikan oleh semangat persatuan yang lebih kokoh dan berkelanjutan.
Pada akhirnya, Open House Depidar Soksi Maluku menjadi pengingat bahwa persaudaraan adalah kekuatan utama dalam membangun kehidupan sosial yang harmonis. Dari ruang sederhana yang dipenuhi niat baik, lahir harapan besar: terwujudnya ukhuwah yang semakin kuat, sinergi sosial yang semakin nyata, dan masa depan bersama yang lebih damai serta berkeadaban.