Mediaistana.com || Kabupaten Bogor, Jabar
Kondisi perlintasan kereta api di Jalan Raya Bojonggede/BDB, tepatnya di sekitar Stasiun Bojonggede, menjadi sorotan. Dari hasil pantauan di lapangan, tidak terlihat adanya palang penutup rel yang berfungsi sebagai pengaman bagi pengguna jalan saat kereta melintas.
Situasi ini dinilai cukup berbahaya, terutama bagi pengendara roda dua maupun roda empat yang melintas di jalur tersebut. Tanpa adanya palang otomatis atau manual, risiko kecelakaan meningkat karena tidak ada pembatas fisik yang dapat menghentikan kendaraan saat kereta api melintas.
Untuk mengantisipasi hal yang tidak diinginkan, petugas keamanan (security) dari KRL ditugaskan berjaga di sekitar perlintasan. Mereka berupaya mengatur arus lalu lintas secara manual dan memberikan peringatan kepada pengguna jalan ketika kereta akan melintas.
Namun demikian, keberadaan petugas dinilai belum sepenuhnya efektif mengingat tingginya volume kendaraan serta perilaku sebagian pengendara yang masih tergesa-gesa dan kurang memperhatikan keselamatan.
“Masih banyak pengguna jalan yang nekat melintas tanpa melihat kondisi sekitar, padahal sangat berisiko tertabrak kereta api,” ujar salah satu warga di lokasi.
Masyarakat diimbau untuk selalu waspada dan mengutamakan keselamatan saat melintas di perlintasan kereta api, khususnya di titik tanpa palang pengaman. Pengendara diminta untuk memperlambat laju kendaraan, memastikan kondisi aman dari kedua arah, serta mematuhi arahan petugas di lapangan.
Kondisi ini diharapkan segera mendapat perhatian dari pihak terkait agar fasilitas keselamatan di perlintasan dapat dilengkapi, sehingga risiko kecelakaan dapat diminimalisir dan keamanan pengguna jalan lebih terjamin.