Mediaistana.com || Kabupaten Bogor, Jabar
Peringatan Hari Jadi Bogor (HJB) ke-544 tahun ini menghadirkan suasana berbeda. Untuk pertama kalinya dalam sejarah, rapat paripurna digelar bukan di pusat kota, melainkan di Desa Malasari, wilayah bersejarah di kawasan Bogor Barat yang pernah menjadi pusat pemerintahan pada era Ipik Gandamana.
Pemilihan Desa Malasari sebagai lokasi rapat paripurna dinilai bukan sekadar simbolis. Langkah tersebut menjadi penegasan bahwa pembangunan dan perhatian pemerintah tidak hanya terfokus pada kawasan perkotaan, tetapi juga menyentuh desa-desa yang selama ini berada jauh dari pusat perhatian.
Selama puluhan tahun, akses menuju Desa Malasari kerap dianggap tertinggal oleh waktu. Infrastruktur jalan yang terbatas membuat mobilitas warga dan potensi wisata di wilayah tersebut belum berkembang maksimal. Namun kini, perubahan mulai terlihat.
Perbaikan akses jalan membuat perjalanan menuju Malasari menjadi lebih mudah dan nyaman. Dampaknya mulai dirasakan masyarakat setempat. Wisatawan perlahan berdatangan untuk menikmati keindahan alam sekaligus jejak sejarah yang dimiliki desa tersebut.
Kehadiran rapat paripurna HJB di Malasari juga membawa harapan baru bagi warga. Banyak pihak menilai momentum ini dapat menjadi titik awal percepatan pembangunan kawasan Bogor Barat, baik dari sektor infrastruktur, ekonomi masyarakat, hingga pariwisata berbasis sejarah dan budaya.
Desa Malasari sendiri dikenal memiliki nilai historis penting. Kawasan ini pernah menjadi bagian dari pusat pemerintahan di masa lalu, sehingga menyimpan cerita panjang perjalanan Bogor dari masa ke masa.
Peringatan HJB ke-544 di Malasari pun menjadi pesan bahwa pembangunan tidak hanya tentang mempercantik kota yang sudah ramai, tetapi juga menghadirkan perubahan nyata bagi wilayah yang lama terlupakan.
Momentum ini sekaligus mengajak masyarakat melihat Bogor dari sisi yang berbeda. Tidak hanya modern dan padat di perkotaan, tetapi juga hangat, hidup, dan kaya sejarah hingga ke pelosok desa