Jakarta, Mediaistana.Com – Menjelang perayaan Hari Raya Iduladha 1447 Hijriah, Pemerintah Kota Administrasi Jakarta Utara mulai memperketat pengawasan pelaksanaan kurban, Tidak hanya memastikan ribuan hewan kurban dalam kondisi sehat, pemerintah juga membekali panitia masjid dengan teknik penyembelihan higienis dan ramah lingkungan guna mencegah penyebaran penyakit hewan menular.

Sebanyak 150 pengurus masjid dan panitia kurban mengikuti pelatihan khusus mengenai tata cara pemotongan hewan sesuai standar kesehatan dan syariat Islam.
Kegiatan yang digelar oleh Suku Dinas Ketahanan Pangan, Kelautan, dan Pertanian (KPKP) Jakarta Utara itu berlangsung di Balai Yos Sudarso, Kantor Wali Kota Jakarta Utara, Selasa (19/5).

Pelatihan dibagi dalam dua tahap,Tahap pertama diikuti peserta dari wilayah Kecamatan Tanjung Priok, Koja, Cilincing, dan Kelapa Gading, sementara tahap kedua dijadwalkan berlangsung di kawasan Penjaringan dengan melibatkan panitia kurban dari Penjaringan dan Pademangan.
Kepala Sudin KPKP Jakarta Utara, Novy Christine Palit, menegaskan bahwa panitia kurban kini dituntut tidak hanya memahami tata cara penyembelihan secara agama, tetapi juga aspek sanitasi, kesejahteraan hewan, hingga pengelolaan limbah pascapemotongan.

Menurutnya, proses kurban yang sehat dan tertib menjadi langkah penting untuk menjaga keamanan pangan masyarakat sekaligus mengantisipasi penyebaran penyakit hewan menular strategis seperti Penyakit Mulut dan Kuku (PMK), Anthrax, hingga Lumpy Skin Disease (LSD).
“Panitia harus memahami bagaimana memperlakukan hewan sebelum disembelih, menjaga kualitas daging, hingga memastikan limbah tidak mencemari lingkungan,” ujarnya.
Pengawasan kesehatan hewan pun diperketat, Hingga pertengahan Mei 2026, petugas telah memeriksa 3.483 ekor hewan kurban yang tersebar di 51 titik penjualan dan penampungan di Jakarta Utara, Jumlah tersebut terdiri dari 2.130 sapi, 1.174 kambing, dan 179 domba.
Dari hasil pemeriksaan, seluruh hewan dinyatakan sehat dan tidak ditemukan indikasi penyakit menular strategis, Pemerintah juga telah melakukan vaksinasi PMK terhadap ratusan sapi ternak sejak awal tahun sebagai langkah pencegahan dini.
Selain fokus pada kesehatan hewan, pemerintah kota juga menyoroti persoalan limbah kurban yang kerap menjadi masalah setiap Iduladha.
Asisten Perekonomian dan Pembangunan Sekretaris Kota Administrasi Jakarta Utara, Wawan Budi Rohman, meminta panitia kurban lebih peduli terhadap kebersihan lingkungan,
Ia mendorong limbah kurban diolah secara bijak, mulai dari dikubur hingga dimanfaatkan sebagai pakan maggot BSF yang bernilai ekonomis,Pengurus masjid juga diminta menyediakan tempat sampah terpisah agar sampah plastik tidak bercampur dengan limbah organik.
Menariknya, dalam kegiatan tersebut panitia kurban juga menerima bantuan perlengkapan berupa pisau sembelih dan terpal hasil kolaborasi Sudin KPKP dengan PT Indonesia Power serta Baznas Bazis Jakarta Utara.
Salah satu peserta pelatihan, Muhammad Rifad dari Masjid Baiturrahim Warakas, mengaku pelatihan tersebut memberikan wawasan baru yang sangat berguna untuk pelaksanaan kurban di lingkungan masjidnya.
“Banyak ilmu baru yang kami dapat, terutama soal teknik pemotongan yang lebih higienis dan penanganan daging agar tetap aman dikonsumsi masyarakat,” katanya.