Probolinggo, Mediaistana.com
DKUPP dan Dekopinda Kabupaten Probolinggo resmi teken MoU. Targetnya satu: kuatkan pembinaan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih KDKMP biar jadi penggerak ekonomi warga.
Penandatanganan digelar di Ruang PRIC MPP Kabupaten Probolinggo. Kepala DKUPP Sugeng Wiyanto dan Ketua Dekopinda Sugianto yang teken. Disaksikan 60 penggerak koperasi dari berbagai sektor, Selasa (23/6/2026).
Sugeng menyebut MoU ini langkah strategis. Koperasi itu kekuatan ekonomi masyarakat. Lewat kolaborasi ini kita perkuat kemandirian dan kesejahteraan desa, ujarnya.
Data KDKMP Probolinggo cukup kuat. Total ada 330 koperasi desa. Rinciannya: 209 sudah punya gedung, 153 masih tahap penyelesaian, 29 sudah jalan usahanya.
Yang jadi PR: bikin 330 koperasi itu hidup semua. Ke depan KDKMP dikembangkan jadi pusat layanan. Mulai sembako, UMKM, jasa, sampai kebutuhan warga lain, jelas Sugeng.
Dekopinda di garda depan pembinaan. Ketua Dekopinda Sugianto bilang MoU ini momentum penting. Ini awal penguatan KDKMP secara berkelanjutan, katanya.
Fokus utama kerja sama ada di pelatihan. Pengelola koperasi akan digembleng biar profesional dan berdaya saing. Kurikulumnya disesuaikan kebutuhan desa.
Tujuannya jelas: koperasi desa jadi mesin ekonomi. Harapannya KDKMP benar-benar gerakkan ekonomi masyarakat. Sekaligus bantu tekan angka kemiskinan, pungkas Sugianto.
MoU ini menyambung visi Probolinggo SAE. Koperasi kuat, desa sejahtera. Desa sejahtera, Kabupaten eksis berdaya saing.
DKUPP pegang peran regulasi dan fasilitasi. Dekopinda pegang peran pembinaan teknis ke lapangan. Sinerginya kunci biar program nggak jalan sendiri-sendiri.
330 KDKMP ini aset besar. Kalau 29 yang sudah usaha bisa jadi contoh, 301 sisanya tinggal nyusul. Efeknya bisa ke seluruh kecamatan.
MoU sudah, tinggal eksekusi. DKUPP dan Dekopinda sepakat turun bareng ke desa. Targetnya: semua KDKMP punya usaha riil dan bermanfaat buat warga tahun ini.