DIDUGA ASN LIVE TIKTOK SAAT JAM KERJA: NEGARA DIGAJI UNTUK MELAYANI, BUKAN UNTUK BERMALAS-MALASAN

Mediaistana.com – TANGERANG — 13 AGUSTUS 2026 – Kalau benar ada aparatur sipil negara (ASN) yang asyik live TikTok ketika jam kerja berlangsung, pertanyaannya sederhana tetapi menohok: sedang menjalankan tugas negara atau sedang menjalankan kepentingan pribadi?

Jangan sampai masyarakat datang mencari pelayanan, tetapi aparatur justru sibuk mengejar penonton, komentar, dan engagement di media sosial.

Ini bukan sekadar soal TikTok.

Ini soal disiplin, tanggung jawab, dan harga diri pelayanan publik.

ASN bukan selebritas yang digaji negara untuk menghibur pengikutnya ketika jam dinas. ASN adalah aparatur yang memiliki kewajiban menjalankan tugas pemerintahan dan memberikan pelayanan kepada masyarakat.

KALAU JAM KERJA BERUBAH JADI JAM LIVE, SIAPA YANG MELAYANI MASYARAKAT?

Dugaan aktivitas live TikTok saat jam kerja harus dibuktikan dan diperiksa secara objektif.

Inspektorat, atasan langsung, dan pejabat pembina kepegawaian jangan hanya menunggu laporan menjadi viral.

Periksa. Telusuri. Cocokkan waktunya.

Apakah live benar berlangsung pada jam kerja? Apakah ASN tersebut sedang bertugas? Apakah ada izin? Apakah aktivitas tersebut berkaitan dengan kedinasan? Dan yang paling penting, apakah kewajiban pelayanan kepada masyarakat tetap dijalankan?

Pertanyaan-pertanyaan itu harus dijawab secara terbuka.

JANGAN ADA ‘JAM KANTOR’ YANG BERUBAH MENJADI ‘JAM TIKTOK’

Masyarakat bekerja keras membayar pajak dan memenuhi kewajibannya sebagai warga negara.

Maka jangan sampai muncul kesan bahwa ketika masyarakat sibuk mencari nafkah, sebagian aparatur justru menikmati waktu kerja untuk aktivitas pribadi.

Kalau terbukti melanggar, jangan dilindungi.

Sanksi harus diberikan berdasarkan tingkat pelanggaran dan ketentuan disiplin ASN. Jika pemeriksaan menemukan pelanggaran berat yang secara hukum memenuhi syarat untuk pemberhentian, maka proses pemberhentian harus dijalankan sesuai mekanisme yang berlaku.

Bukan karena ingin menghukum.

Tetapi karena disiplin aparatur tidak boleh menjadi slogan kosong.

INSPEKTORAT DAN MENDAGRI JANGAN CUMA MENUNGGU VIRAL

Inspektorat diminta melakukan pengawasan secara serius. Kementerian Dalam Negeri juga diharapkan memberikan perhatian terhadap pembinaan dan pengawasan aparatur pemerintah daerah sesuai kewenangannya.

Jangan sampai pengawasan baru bergerak setelah video viral, media memberitakan, dan masyarakat ramai mempertanyakan.

Negara tidak boleh kalah cepat dengan TikTok.

Kalau benar ada pelanggaran, tindak sesuai aturan.

Kalau ternyata tuduhan tidak benar, berikan klarifikasi dan hentikan spekulasi.

Tetapi kalau bukti menunjukkan seorang ASN memang sengaja mengabaikan tugas kedinasan demi aktivitas pribadi selama jam kerja, maka tidak boleh ada kompromi.

ASN BUKAN UNTUK BERMALAS-MALASAN

Pesannya jelas:

ASN digaji untuk bekerja.
ASN diberi kewenangan untuk melayani.
ASN diberi fasilitas untuk menjalankan tugas negara.

Bukan untuk menjadikan jam dinas sebagai panggung pribadi.

Publik menunggu tindakan nyata, bukan sekadar teguran di atas kertas.

Jika terbukti melanggar, berikan sanksi sesuai aturan. Jika pelanggarannya memenuhi ketentuan pemberhentian, jalankan prosesnya secara tegas, transparan, dan tanpa pandang bulu.

Sebab yang sedang dipertaruhkan bukan hanya perilaku satu orang.

Yang dipertaruhkan adalah kepercayaan masyarakat terhadap aparatur negara.

seluruh tudingan dalam tulisan ini tetap merupakan dugaan sampai dilakukan verifikasi dan pemeriksaan resmi. Pihak yang disebut atau berkaitan dengan dugaan tersebut berhak memberikan klarifikasi dan hak jawab.

Red: David E,S.E.

Stay Connected
16,985FansSuka
2,458PengikutMengikuti
61,453PelangganBerlangganan
Must Read
Berita Terkait

MOHON DIBACA SEBELUM MENULIS BERITA

Berikut ini beberapa hal yang perlu dipertimbangkan saat menulis Berita :

- Perhatikan hukum:

Pastikan informasi yang Anda bagikan legal dan tidak mendukung ujaran kebencian, diskriminasi, kekerasan, atau aktivitas berbahaya lainnya.

 

- Hargai privasi:

Jangan bagikan informasi pribadi tentang orang lain tanpa persetujuan mereka. Ini termasuk nama, alamat, nomor telepon, dan detail sensitif lainnya.

 

- Pertimbangkan

dampaknya: Pikirkan tentang bagaimana kata-kata Anda dapat memengaruhi orang lain. Meskipun sesuatu secara teknis legal, itu mungkin menyakitkan atau menyinggung.

 

- Verifikasi informasi:

Sebelum membagikan informasi, terutama berita atau rumor, pastikan itu berasal dari sumber yang dapat dipercaya.

 

- Bertanggung jawab: Bertanggung jawablah atas informasi yang Anda bagikan. Bersiaplah untuk menjelaskan alasan Anda dan bertanggung jawab atas segala konsekuensi yang mungkin terjadi.

Ingat, membangun komunitas daring yang aman dan saling menghormati adalah tanggung jawab semua orang. Mari kita gunakan kebebasan berekspresi kita dengan bijak!