Cetak 30 Trainer Baru ! PMI Probolinggo Bekali SIBAT Dringu Jadi Garda Edukasi Bencana

Probolinggo, Mediaistana.com
Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Probolinggo membekali 30 anggota Tim Siaga Bencana Berbasis Masyarakat (SIBAT) melalui pelatihan dan Training of Trainer (ToT) di ruang Diklat BKPSDM Kabupaten Probolinggo di Desa Pabean Kecamatan Dringu, Senin (24/8/2026).

Kegiatan yang merupakan bagian dari kerja sama program CSR PT Paiton Energy dengan PMI tersebut diikuti oleh 30 orang peserta yang merupakan perwakilan dari Desa Kedungdalem dan Desa Dringu Kecamatan Dringu. Di mana masing-masing desa sebanyak 15 orang peserta.

Pelatihan dibuka oleh Kepala Bidang Organisasi, Komunikasi dan Informasi PMI Kabupaten Probolinggo Soedjono didampingi Sekretaris PMI Kabupaten Probolinggo Dewi Korina dan sejumlah pengurus PMI Kabupaten Probolinggo.

Para peserta mendapatkan berbagai materi, di antaranya teknik presentasi dan public speaking, peran dan fungsi Tim SIBAT sebagai narasumber serta pemahaman mengenai penyakit dan stigma di masyarakat dalam kasus zoonosis dan tuberkulosis (TBC). Penyampaian materi difasilitasi oleh narasumber dan dimoderatori Sekretaris PMI Kabupaten Probolinggo Dewi Korina.

Kepala Bidang Organisasi, Komunikasi dan Informasi PMI Kabupaten Probolinggo Soedjono mengatakan, pelatihan tersebut menjadi bagian dari upaya PMI meningkatkan kapasitas relawan agar mampu menjadi narasumber sekaligus meneruskan edukasi kebencanaan kepada masyarakat.

Teman-teman Tim SIBAT ini dibekali untuk menjadi trainer. Hari ini kegiatannya Training of Trainer bagi Tim SIBAT dari Desa Kedungdalem dan Desa Dringu Kecamatan Dringu, katanya.

Menurutnya, Desa Kedungdalem dan Desa Dringu dipilih karena memiliki potensi kerawanan bencana, terutama banjir. Kondisi tersebut membuat peningkatan kapasitas masyarakat menjadi bagian penting dalam membangun kesiapsiagaan menghadapi bencana.

Bagaimanapun juga bencana seperti banjir itu bisa menyasar semua, baik sekolah maupun rumah-rumah masyarakat. Karena itu, mereka dibekali ilmu untuk memberikan penjelasan kepada masyarakat agar nantinya bisa lebih tanggap terhadap keadaan darurat yang mereka alami, jelasnya.

Soedjono menjelaskan, pelatihan tidak hanya berfokus pada pengetahuan tentang kebencanaan. Para relawan juga dibekali kemampuan komunikasi agar mampu menyampaikan informasi secara efektif dan mudah dipahami masyarakat.

Penekanannya adalah teori bagaimana memberikan pengertian kepada masyarakat tentang apa yang harus dilakukan ketika ada bencana. Mereka juga diberikan trik-trik bagaimana meyakinkan masyarakat ketika menjelaskan potensi bahaya dan tindakan yang harus dilakukan, terangnya.

Lebih lanjut Soedjono menerangkan kemampuan tersebut dinilai penting karena Tim SIBAT nantinya menjadi salah satu penghubung antara PMI dengan masyarakat dalam memberikan edukasi kesiapsiagaan.

Harapan kami, mereka yang mendapatkan ilmu sekarang ini bisa meneruskannya kepada masyarakat. Tidak hanya di dua desa yang bersangkutan, tetapi bisa meluas, karena bencana dapat dialami siapa saja dan kapan saja, tegasnya.

Soedjono menambahkan, pengalaman PMI Kabupaten Probolinggo dalam menangani berbagai kejadian bencana menunjukkan pentingnya kesiapsiagaan masyarakat. Keterlibatan relawan di lapangan menjadi salah satu kekuatan dalam memberikan respons ketika terjadi kondisi darurat. Peningkatan kapasitas Tim SIBAT diharapkan dapat memperkuat kesiapsiagaan masyarakat sekaligus membantu mengurangi risiko dan dampak bencana.

Keinginan kami, mereka bisa terus melakukan kegiatan dan ilmu yang didapat bisa diteruskan kepada masyarakat, sehingga dampak yang ditimbulkan apabila terjadi bencana dapat diminimalisir, pungkasnya.

Stay Connected
16,985FansSuka
2,458PengikutMengikuti
61,453PelangganBerlangganan
Must Read
Berita Terkait

MOHON DIBACA SEBELUM MENULIS BERITA

Berikut ini beberapa hal yang perlu dipertimbangkan saat menulis Berita :

- Perhatikan hukum:

Pastikan informasi yang Anda bagikan legal dan tidak mendukung ujaran kebencian, diskriminasi, kekerasan, atau aktivitas berbahaya lainnya.

 

- Hargai privasi:

Jangan bagikan informasi pribadi tentang orang lain tanpa persetujuan mereka. Ini termasuk nama, alamat, nomor telepon, dan detail sensitif lainnya.

 

- Pertimbangkan

dampaknya: Pikirkan tentang bagaimana kata-kata Anda dapat memengaruhi orang lain. Meskipun sesuatu secara teknis legal, itu mungkin menyakitkan atau menyinggung.

 

- Verifikasi informasi:

Sebelum membagikan informasi, terutama berita atau rumor, pastikan itu berasal dari sumber yang dapat dipercaya.

 

- Bertanggung jawab: Bertanggung jawablah atas informasi yang Anda bagikan. Bersiaplah untuk menjelaskan alasan Anda dan bertanggung jawab atas segala konsekuensi yang mungkin terjadi.

Ingat, membangun komunitas daring yang aman dan saling menghormati adalah tanggung jawab semua orang. Mari kita gunakan kebebasan berekspresi kita dengan bijak!