Tongkat komando Kepolisian Resor (Polres) Buru resmi berganti. AKBP Andi Zulkifli, S.I.K., M.M. kini dipercaya memimpin Polres Buru, menggantikan AKBP Sulastri Sukidjang, S.H., S.I.K., M.M.
Pergantian tersebut ditandai dengan apel bersama yang berlangsung di lapangan apel Mapolres Buru, Selasa (15/9/2026).
Seluruh personel Polres Buru hadir dalam momentum yang menjadi penanda dimulainya kepemimpinan baru di institusi kepolisian Kabupaten Buru.
Kehadiran AKBP Andi Zulkifli sebagai Kapolres Buru bukan sekadar pergantian pejabat. Di balik tongkat komando yang berpindah tangan, terdapat ekspektasi besar masyarakat terhadap wajah baru penegakan hukum dan pelayanan kepolisian di daerah ini.
AKBP Andi Zulkifli kini memikul tanggung jawab untuk memastikan Polres Buru tetap berdiri sebagai institusi yang profesional, tegas, humanis dan mampu memberikan rasa aman bagi seluruh lapisan masyarakat.
Tantangan yang menanti tidak sederhana.
Buru memiliki dinamika sosial yang kompleks. Persoalan keamanan dan ketertiban masyarakat, penegakan hukum, konflik sosial, aktivitas pertambangan, hingga meningkatnya keberanian masyarakat menyampaikan kritik menjadi pekerjaan rumah yang membutuhkan kepemimpinan yang kuat sekaligus terbuka.
Karena itu, publik tentu menunggu seperti apa warna kepemimpinan AKBP Andi Zulkifli.
Kapolres baru dituntut tidak hanya mampu mengendalikan internal organisasi, tetapi juga membangun kepercayaan publik.
Sebab, ukuran keberhasilan kepolisian pada akhirnya tidak hanya terlihat dari banyaknya perkara yang ditangani, melainkan dari sejauh mana masyarakat merasa dilindungi dan mendapatkan keadilan.
Hukum tidak boleh tajam kepada yang lemah dan tumpul kepada yang kuat.
Prinsip itulah yang menjadi salah satu ujian penting bagi kepemimpinan baru Polres Buru.
Setiap laporan masyarakat harus dipandang sebagai bagian dari pelayanan negara. Setiap persoalan harus ditangani berdasarkan hukum dan fakta, bukan berdasarkan kedekatan, tekanan, jabatan ataupun kepentingan tertentu.
Di sisi lain, AKBP Andi Zulkifli juga diharapkan mampu menjaga soliditas internal Polres Buru.
Personel harus tetap bekerja dalam satu garis komando dengan menjunjung tinggi disiplin, integritas dan profesionalisme.
Sementara itu, AKBP Sulastri Sukidjang meninggalkan Polres Buru setelah menjalankan tugas selama dua tahun enam bulan dua puluh dua hari.
Masa pengabdian tersebut menjadi bagian dari perjalanan institusi yang kini diteruskan oleh pejabat baru.
Estafet kepemimpinan itu pada akhirnya bukan tentang siapa yang datang dan siapa yang pergi.
Ia adalah tentang kesinambungan pengabdian.
AKBP Sulastri telah menyelesaikan satu babak. AKBP Andi Zulkifli kini membuka babak berikutnya.
Dan masyarakat Buru tentu berharap babak baru ini menghadirkan kepolisian yang semakin dekat dengan rakyat, semakin profesional dalam menjalankan kewenangan, semakin berani menegakkan hukum, sekaligus semakin bijaksana dalam menghadapi persoalan sosial.
Sebab, seragam memberikan kewenangan, tetapi integritaslah yang memberikan kewibawaan.
Kini tongkat komando telah berada di tangan AKBP Andi Zulkifli.
Masyarakat Buru menanti langkah pertamanya.
(Mus Latuconsina)