Penemuan cairan berwarna gelap yang diduga minyak mentah di Desa Waihotong Kampung Baru, Kecamatan Air Buaya, Kabupaten Buru, mulai menghebohkan masyarakat.
Cairan itu disebut dapat langsung menyala ketika dibakar, sehingga memunculkan dugaan adanya kandungan hidrokarbon di kawasan tersebut.
Temuan itu kemudian viral setelah warga merekam dan menyebarluaskan video yang memperlihatkan cairan itu diuji dengan cara dibakar. Api yang muncul dari cairan itu sontak memantik perhatian publik dan membuka kembali harapan masyarakat terhadap potensi kekayaan alam di wilayah Buru bagian utara.
Namun, di tengah cepatnya informasi menyebar, masyarakat diminta tidak terburu-buru menyimpulkan bahwa cairan tersebut merupakan minyak bumi.
Kepastian mengenai kandungan, jenis material, serta apakah benar terdapat cadangan minyak mentah di bawah permukaan tanah hanya dapat diperoleh melalui pemeriksaan dan kajian geologi serta laboratorium oleh instansi berwenang.
Tokoh adat Hokomina, Abdul Haris Besugi, meminta pemerintah tidak menganggap remeh temuan masyarakat tersebut.
Menurutnya, munculnya cairan yang mudah terbakar harus menjadi pintu masuk bagi pemerintah untuk melakukan pemeriksaan secara serius. Jika benar terdapat indikasi hidrokarbon, maka kawasan tersebut patut diteliti secara ilmiah untuk mengetahui potensi sumber daya alam yang terkandung di dalamnya.
“Pemerintah harus turun tangan. Jangan sampai masyarakat menemukan sesuatu yang berpotensi menjadi kekayaan daerah, tetapi kemudian dibiarkan tanpa kepastian,” tegas Abdul Haris Besugi, Minggu, (4/10/2026)
Ia mengatakan, masyarakat tidak ingin mengambil kesimpulan sendiri. Yang dibutuhkan sekarang adalah kehadiran pemerintah dan tenaga ahli untuk memastikan apa sebenarnya material yang ditemukan warga tersebut.
Sebab, antara harapan dan fakta ilmiah harus dipisahkan.
Jika benar minyak bumi, maka temuan di Waihotong bukan sekadar kabar viral. Ia bisa menjadi awal dari cerita besar mengenai potensi energi di Kabupaten Buru.
Tetapi jika ternyata bukan minyak mentah, masyarakat juga berhak mendapatkan penjelasan yang terang agar tidak terus digantung oleh spekulasi.
Karena itu, pemerintah daerah bersama instansi teknis terkait dinilai perlu segera mengambil sampel dan melakukan pengujian laboratorium.
Pemeriksaan geologi juga penting dilakukan untuk mengetahui struktur bawah permukaan dan kemungkinan keberadaan sistem hidrokarbon di wilayah tersebut.
Abdul Haris menegaskan, masyarakat tidak sedang meminta pemerintah mempercayai video viral begitu saja. Sebaliknya, masyarakat meminta pemerintah membuktikan secara ilmiah apa yang sebenarnya ditemukan di tanah mereka.
Di tengah berbagai cerita tentang kekayaan alam Buru, temuan di Waihotong menjadi momentum untuk menguji keseriusan pemerintah dalam membaca potensi daerah.
Jangan sampai masyarakat hanya menjadi penonton ketika kekayaan alam ditemukan di kampung sendiri.
Waihotong kini menunggu jawaban. Bukan jawaban berdasarkan dugaan, tetapi kepastian berdasarkan ilmu pengetahuan.
Jika benar minyak, pemerintah harus hadir untuk memastikan pengelolaannya dilakukan secara legal, transparan dan memberikan manfaat bagi masyarakat. Jika bukan minyak, pemerintah pun wajib menjelaskan secara terbuka.
Satu hal yang tidak boleh terjadi: temuan masyarakat menjadi viral hari ini, lalu hilang ditelan waktu tanpa pernah ada pemeriksaan.
(Mus Latuconsina)