OKNUM TNI AD DIDUGA MEMUKUL WARGA SIPIL DI RANCAMAYA BOGOR — GESERAN DI JALAN BERUJUNG KEKERASAN
Bogor -Mediaistana.com
BOGOR — 10 Oktober 2026 — Sebuah insiden kekerasan melibatkan oknum anggota TNI Angkatan Darat dengan warga sipil terjadi di kawasan Rancamaya, Kota Bogor, pada Kamis (8/10/2026). Peristiwa ini kini menjadi sorotan warga dan meminta penjelasan transparan dari institusi terkait.
Berdasarkan keterangan saksi di lokasi, peristiwa bermula dari perselisihan kecil di lampu merah:
“Warga sipil tersebut habis beli rokok, kendaraannya diparkir dekat warung. Pas mau jalan, dipepet oleh mobil TNI. Warga sipil itu tidak terima, dia marah lalu nyamperin mobil tersebut. Terjadilah cekcok mulut. Tidak tahu kenapa tiba-tiba oknum TNI itu memukul warga sipil lebih dulu.”
Saksi di lokasi kejadian, Jumat (9/10/2026)
Keterangan lebih rinci disampaikan oleh kakak korban yang berinisial Dika:
“Ternyata mobil yang tadi mengikuti dari belakang berhenti. Tiba-tiba langsung menonjok adik saya dua kali dari luar kendaraan. Lalu kunci mobil kami hendak diambil oleh oknum tersebut, namun kami tahan. Dari seragam yang terlihat tertulis TNI AD atas nama MUNAZAR, namun kami belum mengetahui dari kesatuan mana beliau berasal.”
Keduanya sempat beradu fisik sebelum akhirnya dipisahkan oleh warga sekitar yang berada di lokasi.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada pernyataan resmi maupun klarifikasi dari pihak TNI Angkatan Darat terkait insiden ini. Warga berharap:
Pihak institusi segera mengusut tuntas peristiwa ini
Mengidentifikasi dengan jelas kesatuan oknum bernama Munazar
Menindaklanjuti sesuai aturan disiplin militer yang berlaku
Memberikan kejelasan kepada publik agar tidak menimbulkan keresahan
“Anggota TNI adalah pelindung rakyat, bukan penindas. Jika benar terjadi pemukulan tanpa alasan yang dapat dipertanggungjawabkan, maka harus ada sanksi tegas. Kepercayaan masyarakat kepada institusi negara tidak boleh dirusak oleh satu oknum.”
Perselisihan di jalan seharusnya diselesaikan dengan kepala dingin, bukan dengan kekerasan. Apalagi jika dilakukan oleh pihak yang memiliki kewibawaan institusi. Warga berhak merasa aman, tidak merasa terancam apapun latar belakang orang yang ditemuinya di jalan. Semoga pihak berwenang segera menindaklanjuti dan memberikan kejelasan.
Tim Redaksi mediaistana.com akan terus memantau perkembangan peristiwa ini.
Tim Redaksi mediaistana.com — Maulana