PROYEK DRAINASE TERMINAL LEUWILIANG: ANGKA BERUBAH Rp47 JUTA, BETON RETAK

PROYEK DRAINASE TERMINAL LEUWILIANG: ANGKA BERUBAH Rp47 JUTA, BETON RETAK SEBELUM SELESAI WARGA DESAK AUDIT & EVALUASI

Leuwiliang Bogor Barat -Mediaistana.com

LEUWILIANG, BOGOR — 8 Oktober 2026 — Proyek perbaikan saluran drainase di Terminal Tipe B Leuwiliang, Kabupaten Bogor, menuai kecaman tajam dari masyarakat. Dua persoalan serius mencuat: perubahan nilai anggaran di papan proyek yang menimbulkan keraguan, serta kualitas bangunan yang sudah retak padahal pengerjaan belum rampung.

ANGKA BERUBAH, SELISIH Rp47 JUTA TANPA PENJELASAN
Kecurigaan bermula saat papan informasi proyek di lokasi tiba-tiba diganti:

Papan Awal Papan Baru Selisih
Rp 403.929.000 Rp 356.643.000 Rp 47.286.000

“Awalnya tercantum Rp403 juta lebih, lalu diganti menjadi Rp356 juta lebih. Perbedaan angka yang cukup signifikan ini tentu menimbulkan tanda tanya besar mengenai transparansi penggunaan APBD Provinsi Jawa Barat.”
Salah satu warga pemantau lokasi

Pihak UPTD PPP LLAJ Wilayah I Dinas Perhubungan Provinsi Jawa Barat membenarkan bahwa angka resmi dalam dokumen adalah Rp356.643 juta. Namun ketidaksinkronan data di papan informasi di lokasi tetap menjadi catatan kritis yang belum terjawab:

Mengapa papan pertama terpasang dengan nilai berbeda?
Apakah ada revisi anggaran resmi yang belum dipublikasikan?
Ke mana perginya selisih Rp47 juta tersebut?

BETON RETAK SEBELUM SERAH TERIMA KUALITAS DIREMEHKAN?
Kondisi fisik di lapangan makin memperkuat kekhawatiran warga:

Beberapa unit U-Ditch beton saluran air terlihat retak rambut hingga terbelah
Pelat penutup saluran sudah rusak padahal baru dipasang
Lokasi dilintasi kendaraan berat setiap hari — kualitas buruk berisiko cepat jebol, membahayakan pengguna terminal

“Kalau baru dipasang sudah retak, bagaimana bertahan bertahun-tahun ke depan? Ini aset publik, bukan barang mainan.”

TUNTUTAN WARGA & LANGKAH YANG DIMINTA

Masyarakat mendesak:

1. Audit & klarifikasi anggaran — UPTD/Dinas Perhubungan menjelaskan perbedaan angka di papan dan dokumen
2. Ganti material rusak — kontraktor wajib memperbaiki semua bagian retak sebelum serah terima
3. Evaluasi kontraktor & konsultan pengawas — jika kualitas di bawah standar, berikan sanksi tegas
4. Perketat pengawasan — proyek infrastruktur di Bogor Barat harus diawasi ketat sejak awal hingga selesai
5. Papan informasi akurat — data anggaran di lokasi wajib sama dengan dokumen resmi, tidak boleh diubah sepihak

Anggaran rakyat tidak boleh diubah sesuka hati tanpa penjelasan. Bangunan publik tidak boleh retak sebelum dipakai. Selisih Rp47 juta dan beton yang tidak kuat adalah dua hal yang saling berkaitan transparansi dan kualitas sama-sama dipertaruhkan. Dinas Perhubungan Provinsi Jawa Barat diminta bertindak cepat, tidak menutup mata, dan memastikan fasilitas Terminal Leuwiliang dibangun kokoh, benar, dan akuntabel.

Sumber: Pantauan Lapangan & Konfirmasi UPTD PPP LLAJ Wilayah I
Tim Redaksi mediaistana.com — Maulana

Stay Connected
16,985FansSuka
2,458PengikutMengikuti
61,453PelangganBerlangganan
Must Read
Berita Terkait

MOHON DIBACA SEBELUM MENULIS BERITA

Berikut ini beberapa hal yang perlu dipertimbangkan saat menulis Berita :

- Perhatikan hukum:

Pastikan informasi yang Anda bagikan legal dan tidak mendukung ujaran kebencian, diskriminasi, kekerasan, atau aktivitas berbahaya lainnya.

 

- Hargai privasi:

Jangan bagikan informasi pribadi tentang orang lain tanpa persetujuan mereka. Ini termasuk nama, alamat, nomor telepon, dan detail sensitif lainnya.

 

- Pertimbangkan

dampaknya: Pikirkan tentang bagaimana kata-kata Anda dapat memengaruhi orang lain. Meskipun sesuatu secara teknis legal, itu mungkin menyakitkan atau menyinggung.

 

- Verifikasi informasi:

Sebelum membagikan informasi, terutama berita atau rumor, pastikan itu berasal dari sumber yang dapat dipercaya.

 

- Bertanggung jawab: Bertanggung jawablah atas informasi yang Anda bagikan. Bersiaplah untuk menjelaskan alasan Anda dan bertanggung jawab atas segala konsekuensi yang mungkin terjadi.

Ingat, membangun komunitas daring yang aman dan saling menghormati adalah tanggung jawab semua orang. Mari kita gunakan kebebasan berekspresi kita dengan bijak!