Kepedulian terhadap kesehatan masyarakat di tengah ancaman penurunan kualitas udara akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) ditunjukkan jajaran Kepolisian Sektor (Polsek) Namlea, Kabupaten Buru, Maluku.
Pada Jumat (16/10/2026) pagi, personel Polsek Namlea turun langsung ke jalan membagikan masker gratis kepada masyarakat.
Kegiatan yang berlangsung di kawasan Simpang Lima, Desa Namlea, Kecamatan Namlea, mulai pukul 08.30 WIT tersebut menyasar warga yang beraktivitas di luar rumah, pejalan kaki, serta pengendara kendaraan bermotor yang melintas.
Dipimpin Ps. Kapolsek Namlea, Iptu Charles Langitan, S.H., M.H., pembagian masker ini menjadi bentuk kepedulian kepolisian dalam membantu melindungi masyarakat dari potensi dampak asap dan penurunan kualitas udara akibat karhutla di Kabupaten Buru.
Bersama sejumlah personel, Kapolsek membagikan masker secara langsung sekaligus mengingatkan warga agar meningkatkan kewaspadaan terhadap kondisi udara yang kurang baik.
Tidak sekadar membagikan masker, personel Polsek Namlea juga mengedukasi masyarakat mengenai pentingnya menjaga lingkungan. Warga diimbau tidak membakar hutan maupun sampah secara sembarangan karena dapat memicu kebakaran dan memperburuk pencemaran udara.
“Kesehatan masyarakat merupakan hal penting yang harus dijaga bersama. Karena itu, masyarakat diharapkan menggunakan masker saat beraktivitas di luar rumah apabila kondisi udara kurang baik, serta tidak melakukan pembakaran yang dapat menimbulkan asap dan mencemari lingkungan,” demikian pesan yang disampaikan dalam kegiatan tersebut.
Selain mengedepankan kepedulian terhadap kesehatan, jajaran Polsek Namlea turut mengingatkan para pengendara sepeda motor agar selalu berhati-hati di jalan raya, mematuhi rambu-rambu lalu lintas, serta menaati peraturan berkendara demi menghindari kecelakaan.
Antusiasme masyarakat terlihat selama kegiatan berlangsung. Warga menyambut baik pembagian masker gratis tersebut dan menyampaikan apresiasi serta ucapan terima kasih kepada jajaran Polsek Namlea atas kepedulian yang diberikan.
Kegiatan berakhir pada pukul 09.10 WIT dalam keadaan aman dan lancar.
Aksi sosial ini menjadi pengingat bahwa upaya menghadapi dampak karhutla tidak hanya membutuhkan penanganan kebakaran, tetapi juga kesadaran bersama untuk menjaga lingkungan dan melindungi kesehatan masyarakat.
Di tengah ancaman asap, langkah sederhana seperti menggunakan masker dan menghentikan kebiasaan membakar sampah dapat menjadi bagian penting dari upaya menjaga kualitas udara dan keselamatan bersama.
(Mus Latuconsina)