27.7 C
Jakarta
BerandaInfoKajari Namlea Sapa Ibu-Ibu Nelayan Desa Bara, Hangatkan Pesisir Air Buaya

Kajari Namlea Sapa Ibu-Ibu Nelayan Desa Bara, Hangatkan Pesisir Air Buaya

Suasana sore di Desa Bara, Kecamatan Air Buaya, Kabupaten Buru, terasa lebih hidup dari biasanya. Di tengah aktivitas pesisir yang perlahan menggeliat, Kepala Kejaksaan Negeri Namlea, Adrianus Tonatubun, dan istri hadir menyapa ibu-ibu masyarakat nelayan dengan penuh kehangatan dan keakraban.

Kunjungan yang berlangsung pada Jumat sore itu menghadirkan nuansa berbeda. Tidak hanya berfokus pada para nelayan di laut, Adrianus turut meluangkan waktu berdialog dengan ibu-ibu yang selama ini menjadi penopang kehidupan keluarga nelayan—mulai dari mengolah hasil tangkapan hingga mengatur kebutuhan rumah tangga.

Dengan pendekatan yang sederhana dan bersahaja, ia berbaur di tengah-tengah warga, mendengarkan cerita, keluh kesah, serta harapan para ibu yang setiap hari berjuang di balik layar kehidupan pesisir. Percakapan berlangsung hangat, diselingi senyum dan tawa yang mencairkan suasana.

Dalam kesempatan tersebut, Adrianus Tonatubun menyampaikan pentingnya pemahaman hukum di lingkungan keluarga dan masyarakat. Ia menekankan bahwa perempuan memiliki peran strategis dalam membangun kesadaran hukum, dimulai dari lingkup terkecil, yaitu keluarga.

“Kami ingin ibu-ibu juga memahami bahwa hukum hadir untuk melindungi. Dari keluarga yang sadar hukum, akan lahir masyarakat yang kuat dan tertib,” ujarnya.

Kehadiran Kepala Kejaksaan Negeri Namlea ini pun disambut antusias oleh ibu-ibu Desa Bara. Mereka tampak terbuka berbincang, bahkan memanfaatkan momen tersebut untuk foto bersama dan  menyampaikan berbagai persoalan yang dihadapi dalam kehidupan sehari-hari.

Kunjungan ini menjadi simbol kepedulian sekaligus penguatan hubungan antara aparat penegak hukum dan masyarakat, khususnya perempuan di wilayah pesisir. Di tengah keterbatasan yang ada, kehadiran langsung aparat memberi rasa diperhatikan dan dihargai.

Meski singkat, kebersamaan itu meninggalkan kesan mendalam. Jabat tangan hangat dan dialog penuh makna menjadi cerminan bahwa negara hadir tidak hanya untuk mendengar, tetapi juga untuk memahami.

Di Desa Bara, sore itu menjadi lebih dari sekadar rutinitas. Ia menjelma menjadi ruang pertemuan harapan—di mana ibu-ibu nelayan merasa dilihat, didengar, dan menjadi bagian penting dalam perjalanan menuju masyarakat yang lebih sadar hukum dan sejahtera.

Stay Connected
16,985FansSuka
2,458PengikutMengikuti
61,453PelangganBerlangganan
Must Read
Berita Terkait

MOHON DIBACA SEBELUM MENULIS BERITA

Berikut ini beberapa hal yang perlu dipertimbangkan saat menulis Berita :

- Perhatikan hukum:

Pastikan informasi yang Anda bagikan legal dan tidak mendukung ujaran kebencian, diskriminasi, kekerasan, atau aktivitas berbahaya lainnya.

 

- Hargai privasi:

Jangan bagikan informasi pribadi tentang orang lain tanpa persetujuan mereka. Ini termasuk nama, alamat, nomor telepon, dan detail sensitif lainnya.

 

- Pertimbangkan

dampaknya: Pikirkan tentang bagaimana kata-kata Anda dapat memengaruhi orang lain. Meskipun sesuatu secara teknis legal, itu mungkin menyakitkan atau menyinggung.

 

- Verifikasi informasi:

Sebelum membagikan informasi, terutama berita atau rumor, pastikan itu berasal dari sumber yang dapat dipercaya.

 

- Bertanggung jawab: Bertanggung jawablah atas informasi yang Anda bagikan. Bersiaplah untuk menjelaskan alasan Anda dan bertanggung jawab atas segala konsekuensi yang mungkin terjadi.

Ingat, membangun komunitas daring yang aman dan saling menghormati adalah tanggung jawab semua orang. Mari kita gunakan kebebasan berekspresi kita dengan bijak!